Story Of The Twins

Story Of The Twins
Dia lagi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, pagi ini Ivan sudah bersiap siap hendak berangkat kekota lagi. Ini kali kedua dia berangkat menggantikan pak Tarman, karena bapak nya sedang tidak enak badan.


Hari masih menunjukan pukul 05.00 pagi, namun Ivan sudah selesai mengemasi hasil panen bapak nya beserta milik petani lain.


"udah siap le? " tanya pak Tarman sembari berjalan perlahan kedepan rumah dimana Ivan berada


"udah pak,  udah beres.  Yauda Ivan berangkat dulu pak. " jawab Ivan sembari mencium punggung tangan bapak nya.


"yowes,  koe hati hati,  jangan jauh jauh dari kang Tejo yo" ucap pak Tarman melirik Tejo


"Jo,  titip anak ku,  jangan ngebut ngebut bawa mobil nya" .


"tenang pak, Ivan aman sama saya" kata Tejo merangkul pundak Ivan.


"yuk Van,  udah mulai siang ini" kata kang Tejo dan diangguki oleh Ivan.


Tak lama kemudian mobil yang membawa Ivan dan Tejo pun melesat memecah jalan raya menuju kota. 


Tak butuh waktu lama hanya sekitar 4 jam mobil pick up yang mereka kendarai sampai di kota.


Ivan merasa senang dan takjub melihat gedung gedung pencakar langit yang menjulang tinggi,  dan jalanan yang tak ada sepi nya,  apalagi jalanan ibukota yang terkenal macet, meski ini kali kedua namun dia masih saja antusias menikmati pemandangan di ibukota.


"wah ternyata ibukota selalu macet ya kang" seru Ivan sambil memandang keluar jendela.


"iya Van,  ini belum seberapa,  lebih macet kalau jam jam 7 sampai jam 8 dan tengah hari,  wah macet nya gak ketulungan. " jawab Tejo


"iya kang,  udara nya enak dikampung ya,  tapi suasana nya enak dikota kayak nya,  ramai,  mau apa apa udah ada" kata Ivan masih dengan mata yang memandang takjub gedung gedung perkantoran dan suasana hiruk pikuk dijalanan ibukota itu


"iya,  tapi ribet Van,  kalau gak da uang hidup dikota payah,  semua serba beli,  yang ada jadi gelandangan kalau gak punya kerjaan" timpal Tejo yang masih fokus menyetir.


Ivan terdiam sembari melihat suasana kota yang baru pertama kali dilihat nya


"seperti nya kalau bisa kerja disalah satu gedung perkantoran itu enak kali ya kang,  pasti gaji nya besar, " ucap Ivan yang tengah memperhatikan sebuah gedung pencakar langit bertuliskan Aguenno group.


"tuh liat kang,  orang yang kerja disitu semua nya pake mobil mewah,  baju nya juga bagus bagus" tambah Ivan antusias


Tejo langsung menoleh ke arah yang ivan tuju,  sedangkan mereka sedang berhenti dilampu merah.


"iya lah,  yang kerja disitu pasti orang kaya dan berpendidikan.  Maka nya koe kalau mau kayak gitu yo sekolah,  biar bisa jadi orang kaya". timpal Tejo


" itu impian ku kang,  doakan aja." balas Ivan tersenyum.


Setelah beberapa menit mereka pun sampai dipasar kota.

__ADS_1


Ivan membantu kang Tejo menurunkan hasil panen mereka yang akan dijual pada agen sayur dan buah.


Dia telaten membantu Tejo memanggul karung karung hasil panen itu.


Dengan keringat yang bercucuran tak membuat Ivan mengeluh.


Setelah melakukan transaksi akhirnya urusan mereka pun selesai.  Ivan dan Tejo duduk dipinggir trotoar jalan dekat pasar.


"udah siang Van,  kita cari tempat makan dulu yuk" ajak Tejo


Ivan hanya menganggukan kepala nya.  Ia sibuk memperhatikan suasana pasar yang masih ramai meski jam sudah menunjukan tengah hari.


Ivan dan Tejo makan disebuah warteg dipinggir jalan.


Mereka menikmati makan siang dengan sesekali berceloteh riang.


Sesudah makan mereka pun langsung berangkat kembali ke mobil dan mulai berjalan pulang.


"koe gak capek kan Van,  kita mau langsung pulang nih,  takut larut sampek rumah" tanya Tejo


"enggak kok kang,  aku kan cuma duduk aja dari tadi,  hehe" balas Ivan cengengesan


"yowes,  akang mah udah biasa Van,  hidup dijalanan bawa mobil gini" timpal Tejo tetap fokus menyetir.


"ya kan enak kang,  kekota sambil cuci mata,  hehe.  Dari pada dikampung aja yang ditengok cuma taneman sama kali" ucap Ivan


Ivan mengangguki perkartaan Tejo


"iya sih kang,  tapi entah kenapa kok aku pengen ngerasain hidup dikota kang. Hehe"


Tejo tertawa mendengar celotehan Ivan.


"yowes nanti kalau ada uang koe lanjut kuliah,  biar bisa kerja dan hidup dikota"


"iya kang,  ini juga lagi ngumpul ngumpul kok" balas Ivan tersenyum


"kadang salut saya sama koe Van,  walaupun hidup dikampung tapi semangat nya enggak nanggung nanggung. " ucap Tejo sambil melirik Ivan


"iyalah kang,  aku pengen ngerubah nasib kang.  Gak enak jadi orang susah terus" seru Ivan semangat.


"betul tu Van,  akang setuju.  Jadi orang susah itu selalu diremehkan sama orang lain" timpal Tejo.


Ivan hanya menggangguk dan tersenyum. 

__ADS_1


"kita mau isi bensin dulu ya kang? " tanya Ivan pada Tejo ketika mobil memasuki area SPBU.


"iya Van, biasa. takut gak nyampek nanti". Balas Tejo.


"yauda,  tapi aku ketoilet dulu ya kang. Kebelet soal nya" ucap Ivan membuka pintu mobil


"iya,  abis itu langsung balek ya,  jangan kemana kemana. " ujar Tejo memperingatkan.


Ivan pun turun dari mobil menuju ketoilet.  Berjalan peralahan sambil sesekali mengedarkan penglihatan nya meraba area SPBU itu.


Setelah melaksanakan hajat nya ia berjalan kembali kearah mobil.


Namun ketika hendak sampai menuju mobil dia menoleh kesebuah mobil mewah yang tengah antri mengisi bensin, 


Dilihat nya dari kaca seorang pemuda seumuran nya tengah memandang kearah nya.


Ivan memfokuskan mata nya.  Terlihat orang yang diperhatikan nya pun menatap tajam Ivan.  Lama mereka saling memandang.  Hingga akhirnya....


" loh,  dia lagi ? " ucap kedua nya bersamaan.


Mereka saling memandang tanpa berkedip.


Entah apa yang ada dipikiran masing masing.


Hingga lamunan kedua nya hilang ketika kang Tejo memanggil Ivan dan mobil pemuda tadi mulai berjalan.


" liatin apa sih Van,  serius kali" tanya kang Tejo pada Ivan ketika sudah berada dimobil.


"eh,  gak ada kok kang.  Gak ada apa apa" kilah Ivan.


Sedangkan kang Tejo mulai fokus mengendarai mobil nya.


" kenapa bisa ketemu lagi ya. takdir atau apasih. kenapa mirip bener" batin Ivan


...


Sementara disisi lain


"kenapa tuan,  apa yang sedang tuan lihat? " tanya Roy pengawal Jonathan.


" Tidak,  Tidak ada apa-apa" balas Jonathan singkat.


Jonathan terdiam,  berpikir heran tentang apa yang baru dilihat nya.

__ADS_1


" takdir macam apa ini, dua Minggu lalu aku kira aku hanya salah orang, tapi hari ini aku melihat nya lagi. siapa dia sebenar nya?. " kata Jonathan dalam hati.


Hingga kedua nya kembali ke rumah masing masing dengan sejuta rasa penasaran.


__ADS_2