Story Of The Twins

Story Of The Twins
Lamaran Mendadak


__ADS_3

Diana memberontak dan mencoba melepaskan tangan Faiz dari lengan nya. Mereka sudah berada dilobi rumah sakit sekarang. Tapi Faiz sama sekali belum ingin melepaskan lengan Diana.


"Iiih kak Faiz lepasin. Aku mau dibawa kemana?" seru Diana begitu frustasi. Dia ingin memberontak dan berteriak, tapi dia begitu malu menjadi perhatian orang orang yang ada dirumah sakit itu. Bahkan sedari keluar dari ruangan tadi mereka sudah menjadi pusat perhatian orang orang


Langkah Diana terseok seok mengikuti langkah jenjang Faiz


"Diamlah, kamu mau kita ditangkap security karena membuat keributan" tanya Faiz begitu santai. Dia terus saja membawa Diana ketempat dimana mobilnya terparkir.


Diana mendengus begitu kesal, dia memperhatikan sekeliling nya yang memang mereka sudah diperhatikan orang orang disana. Apalagi lobi rumah sakit menuju parkiran lumayan ramai. Jadi mau tidak mau Diana terpaksa mengikuti Faiz yang terus membawa nya.


Hingga akhirnya mereka tiba diparkiran mobil. Diana langsung menghempaskan tangan Faiz dengan kasar. Memandang wajah manis itu dengan begitu kesal.


"Mau kemana sih, sakit tahu ditarik tarik begitu" seru Diana kesal. Namun Faiz hanya menghela nafas dan menyandar dibadan mobilnya. Dia menyilang kan tangan didepan dadanya dan memandang Diana dengan santai. Sungguh menyebalkan memang


"Aku kan udah bilang mau ajak kamu pulang. Masak kamu gak dengar" kata Faiz


"Enak aja bawa bawa aku pulang. Emang nya aku siapa, ini nama nya nyulik tahu" dengus Diana


"Aku kan mau ngenalin kamu sama ibu" sahut Faiz . Diana langsung melebarkan matanya dan memandang Faiz dengan jengah


"Heh, denger ya kak. Kita itu gak saling kenal, kita juga gak punya hubungan apa apa. Jadi buat apa kakak ngenalin aku sama ibu kakak. Jangan becanda deh" seru Diana


"Siapa yang bercanda. Aku serius. Lagian siapa yang bilang kita gak saling kenal. Kita udah kenalan kan. Aku tahu kamu, kamu tahu aku. Aku juga udah bilang kalau kamu calon istri aku. Salahnya dimana?" tanya Faiz dengan begitu polos nya.


Sungguh demi apapun, Diana benar benar dibuat frustasi dengan lelaki ini.


Dia sampai tidak tahu lagi harus berbicara apa, dia tidak tahu lagi caranya menjelaskan tentang suatu hubungan pada Faiz. Entah Faiz yang tidak mengerti, atau karena memang Faiz yang sedang mempermainkan nya.


"Bercandanya gak lucu. Nyebelin memang" dengus Diana, yang langsung membalikan badan nya ingin meninggalkan Faiz, namun lengan nya lagi lagi langsung ditarik oleh Faiz, membuat Diana kembali berbalik dan hampir saja menubruk dada bidang itu.


"Kamu kenapa nganggep aku bercanda terus sih" tanya Faiz mulai kesal


Diana mengernyit, menatap bingung Faiz. Bahkan lengannya masih dicengkram lelaki itu


"Aku itu serius Diana. Makanya aku mau bawa kamu ke ibu. Cuma kamu Lo perempuan satu satunya didunia ini yang aku bawa pulang kerumah, seharusnya kamu bangga" ungkap Faiz

__ADS_1


Ya Tuhan, sungguh Diana ingin menjerit meminta tolong sekarang. Apa Faiz sepolos itu, atau bagaimana, dia sungguh tidak mengerti.


"Kak, iiiihhh, lepasin dulu" Diana menarik lengan nya yang dicengkram Faiz. Kesabaran nya mulai habis dibuat asisten Ivan ini


"Kak, sebenar nya kakak itu ngerti gak sih tentang suatu hubungan. Atau kakak memang sengaja mempermainkan aku?" tanya Diana begitu kesal, bahkan nafas nya mulai tersengal memendam gejolak batin nya


"Maksud kamu apa?" tanya Faiz dengan wajah bingung nya. Karena bagaimana pun dia memang tidak tahu dan tidak mengerti apapun. Yang dia tahu dia hanya ingin memperkenalkan Diana sebagai calon istri pada ibunya. Apa yang salah coba?


Diana menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkan nya dengan cepat. Memandang Faiz dengan begitu serius


"Kak, kakak bener gak pernah deket sama cewe selama ini?" tanya Diana dan Faiz langsung mengangguk. Wajah nya itu benar benar menunjukan keseriusan. Meskipun Diana masih belum yakin karena dia berfikir apa ada lelaki dewasa yang sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang perempuan. Mustahil kan


"Kak, kakak kan asisten tuan Ivan. Seharus nya kakak bisa lihat dia. Dia sama nona Amel juga butuh waktu yang panjang untuk sampai kejenjang yang serius kayak gini, bukan nya kenal dan langsung ajak kerumah, gak gitu konsep nya" ungkap Diana mencoba sabar


Namun Faiz malah menghela nafas dan menggeleng pelan


"Aku tahu, mereka bahkan ngejalani hubungan yang cukup rumit. Bertahun tahun dan baru bisa nikah sekarang" jawab Faiz


Dan Diana langsung mengangguk


"Tapi aku gak mau kayak gitu. Aku mau langsung nikah, gak usah ribet ribet" sahut Faiz lagi membuat Diana kembali menghela nafasnya dengan lelah. Dia pusing sekarang, siapa saja tolong.


"Emang kamu gak cinta sama aku?" tanya Faiz langsung


Diana kembali melebarkan matanya dan mendengus kemudian. Ya Tuhan, dosa apa dia bisa mengenal orang seperti Faiz, polos sekali


"Ya Tuhan, baru juga ketemu berapa kali. Udah nanyak cinta. Emang kakak cinta aku?" tanya Diana balik pula


Faiz terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu. Dan Diana kembali mendengus gerah


"Sama perasaan kakak aja kakak gak tahu. Gak usah sok sok an ngajak aku nikah" kata Diana kesal


"Aku gak tahu" jawab Faiz, Diana hanya melirik nya dengan jengah. Menyilangkan kedua tangan nya didepan dada dan memalingkan wajah nya dari Faiz


"Aku gak tahu cinta itu gimana. Tapi setiap dekat kamu aku senang, dan disaat jauh kemarin aku selalu ingat kamu. Apa itu bukan cinta?" tanya Faiz dengan polos nya

__ADS_1


Diana mengerjapkan matanya beberapa kali, memandang Faiz dengan terperangah, namun wajahnya sedikit merona melihat itu


"Yang aku tahu, aku cuma pengen dekat sama kamu. Aku rasa itu cinta. Aku gak pernah ngerasain ini sama perempuan manapun" ungkap Faiz memandang wajah Diana begitu lekat, membuat gadis itu langsung memalingkan wajahnya sedikit canggung. Tadi dia begitu kesal, tapi kenapa sekarang malah salah tingkah.


"Aku gak mau ribet Di, aku udah yakin untuk jadiin kamu calon istri aku." kata Faiz lagi


"Tapi kakak gak pernah nanyak aku mau atau enggak. Malah narik dan maksa begini" sahut Diana


"Emang nya kamu gak mau nikah sama aku? Kamu gak suka sama aku?" tanya Faiz


Diana terdiam dan menghela nafas nya. Dia tertunduk dan menggeleng pelan. Bukan nya tidak mau, tapi kan bukan begini caranya melamar. Diana juga ingin lamaran romantis atau setidak nya berpacaran dulu untuk saling tahu satu sama lain.


Mereka bahkan baru bertemu beberapa kali, meski Diana sudah tertarik pada Faiz, tapi bukan berarti cinta datang secepat itu kan


"Diana, lihat aku" pinta Faiz membuat Diana langsung memandang wajah tampan nan manis itu


"Aku bertanya untuk yang pertama dan terkahir kalinya. Dan aku juga mau jawaban nya sekarang" kata Faiz begitu serius. Membuat jantung Diana langsung berdetak dengan kencang, apalagi melihat wajah Faiz yang tiba tiba menjadi serius begini, bahkan dia lebih takut melihat Faiz yang sekarang dari pada Jonathan


"Aku tertarik padamu. Meskipun aku tidak tahu ini cinta atau bukan. Hidup ku udah ribet dan aku enggak mau menambah masalah lain apalagi tentang masalah hati. Aku benar benar serius memintamu untuk menjadi istriku, kita sudah sama sama dewasa dan pacaran bukan lagi hal yang penting menurut aku. Tapi aku janji, ketika kamu bilang iya, aku akan membuat kamu bahagia dan tidak akan mengecewakan kamu" ungkap Faiz


Diana masih terdiam dan memandang wajah serius itu


"Aku hanya minta, ketika kamu sudah menjadi istri aku. Kamu harus bisa menyayangi ibuku, seperti kamu menyayangi ibu kamu. Cuma dia yang aku punya didunia ini. Ketika kamu bisa membuat dia bahagia, maka kamu akan aku jadikan ratu dihidupku" kata Faiz lagi dan Diana bisa merasakan jika permintaan itu memang begitu tulus. Tapi apakah semudah itu menerima nya tanpa perasaan cinta?


"Sekarang jika kamu mau menerimaku, maka ikut lah denganku. Tapi jika kamu tidak mau, aku tidak akan memaksa lagi. Dan ini adalah pertemuan terakhir kita" ucap Faiz begitu lekat memandang wajah Diana yang terlihat bingung.


Bagaimana tidak bingung, dia tertarik pada Faiz, dan dia tahu Faiz juga pasti orang baik. Tapi tidak adakah usaha Faiz sedikitpun untuk menarik perhatian nya? Atau sepaling tidak beri dia waktu untuk memikirkan ini. Tapi Faiz hanya diam dan menunggu jawaban dari Diana . Membuat Diana bingung dan semakin takut untuk memilih. Jika dia memilih pergi, apa dia bisa bahagia? bahkan dia tidak tahu bagaimana Faiz yang sebenar nya. Tapi jika tidak pergi, dia takut dia akan menyesal


"Kamu tidak mau?" tanya Faiz lagi. Namun Diana masih terdiam dan semakin menundukkan pandangan nya. Dan Faiz merasa Diana memang tidak ingin pergi dengan nya.


"Baiklah, aku tahu jawaban nya. Maaf, aku sudah memaksamu" kata Faiz dengan sedikit perasaan kecewa. Dia langsung berbalik badan dan mulai membuka pintu mobil. Namun Diana langsung berseru dan menahan nya


"Aku ikut" kata Diana langsung


Faiz langsung tersenyum dan kembali membalikkan tubuhnya memandang Diana yang tertunduk malu

__ADS_1


"Tapi berjanjilah jangan buat aku kecewa dengan pilihan mendadak ini" pinta Diana pula


"Aku janji" jawab Faiz begitu yakin


__ADS_2