Story Of The Twins

Story Of The Twins
Aku sangat Mencintai Kamu ( Ivan dan Amelia)


__ADS_3

Pandangan mata keempat pemuda dan pemudi yang berada di sebuah resto itu terlihat sangat cerah. Mereka masih saling tersenyum dan memandang dengan tatapan penuh rindu dan cinta.


Tidak ada yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan mereka saat ini. Rasa nya dunia hanya milik mereka.


Ivan dan Amelia duduk berhadapan dengan Jonathan dan Karina. Mereka saling bercerita sembari berbagi pengalaman selama tiga tahun ini. Sementara Faiz dan Dirga sudah pergi untuk mengosongkan resto tersebut, agar para tuan muda mereka bisa dengan nyaman menghabiskan malam.


"kenapa gak bilang kalau kalian udah pulang, kami fikir kalian akan langsung menemui kami ketika sudah ada disini?" tanya Karina


"kejutan sayang" jawab Jonathan membuat Karina mendengus


"ya, kami perlu melihat kesungguhan kalian dulu" kata Ivan pula, tangan nya masih menggenggam erat tangan Amelia, bahkan sedari tadi genggaman tangan itu tidak terlepas


"jadi selama ini kakak gak percaya sama Amel?" tanya Amelia menatap Ivan kesal


"tahu nih, gak liat wajah kami yang udah kayak gini" ucap Karina pula membuat Ivan dan Jonathan langsung tertawa


Jonathan mengusap kepala Karina dengan lembut, sedangkan Ivan mencubit gemas hidung mungil Amelia


"percaya sayang, bukan begitu maksud Ivan, awal nya kami memang ingin langsung menemui kalian, tapi papa belum memperbolehkan nya" ungkap Jonathan dan Ivan langsung mengangguk


"jadi sekarang sudah boleh kan?" tanya Amelia pula dan Ivan langsung mengangguk senang


"rasa nya seperti mimpi" gumam Karina dan Amelia mengangguk setuju.


Belum lama mereka duduk disana, namun ponsel Amelia langsung berbunyi.


"siapa?" tanya Ivan


"pihak agensi, sebentar ya" jawab Amelia dan Ivan segera melepaskan genggaman tangan nya dan membiarkan Amelia mengangkat ponsel nya


Lama Amelia berbicara, dan setelah itu dia menatap Ivan dengan perasaan berat


"Amel harus kedalam lagi kak, masih ada yang harus diselesaikan" ungkap Amelia dengan berat


"baru juga sebentar" gerutu Ivan membuat Jonathan berdecak sinis


"pergilah, kamu ditunggu banyak orang didalam. Kamu pergi tanpa permisi, dan itu tidak baik" kata Jonathan membuat Amelia langsung mengangguk dan menatap Ivan yang kelihatan berat, namun dia langsung tersenyum dan beranjak dari duduk nya membuat Amelia mengernyit bingung


"biar aku temani, ayo" ajak Ivan menjulurkan tangan nya pada Amelia yang meragu


"kakak yakin" tanya Amelia sembari menyambut uluran tangan Ivan


"iya, cepatlah mereka pasti menunggu kamu" kata Ivan membuat Jonathan dan Karina saling pandang jengah


"dih, yang bawa kabur kan kakak, kok gak sadar sih" ucap Karina membuat Ivan dan Amelia langsung tertawa


"efek rindu berat Rin" jawab Ivan sembari menarik tangan Amelia


"Rin, kesana dulu ya, Mari kak Jo" pamit Amel


Karina dan Jonathan langsung mengangguk dan saling menggeleng memandang kedua pasangan itu yang terlihat sangat bahagia bahkan mereka masih sempat sempat nya bercanda disela langkah mereka


"kak Ivan gentle banget, aku kira dia gak bakalan datang" ucap Karina membuat Jonathan langsung menoleh kearah nya, gadis cantik yang sangat anggun malam ini dengan dress hitam panjang nya.


"dia pasti datang, bahkan sudah semenjak kami tiba di Indonesia dia sudah menguntit kemana Amelia pergi" ungkap Jonathan


"beneran?" tanya Karina tidak percaya


"iya" jawab Jonathan


"oh so sweet banget" kata Karina membuat Jonathan mengernyit


"apa yang sweet?" tanya Jonathan heran


"sweet dong, mengintai gadis yang dicintai dari jauh, itu berarti kak Ivan benar benar mencintai kak Amel" ungkap Karina


"berarti aku juga begitu" ucap Jonathan, Karina langsung memandang aneh kearah nya

__ADS_1


"begitu bagaimana, kakak menguntit ku juga?" tanya Karina dengan wajah tidak percaya nya


"ya, dan aku tahu jika manager kamu selalu mendekati kamu, aku juga tahu kamu sering ketiduran dikantor, dan aku tahu jika kamu setiap malam selalu lembur" ungkap Jonathan membuat Karina langsung tersenyum canggung namun juga heran


"eh, kenapa bisa tahu semua, seminggu ini Karin jarang lembur Lo" tanya Karina


"kamu lupa aku siapa?" tanya Jonathan pula


"siapa?" tanya Karin dengan wajah yang masih bingung


"aku anak pemilik perusahaan, dan tentu aku bebas mengakses apapun yang aku mau termasuk cctv" ungkap Jonathan dengan senyum smirk nya membuat Karina langsung melebarkan mata nya


"ya ampun, kakak, segitu nya" ucap Karin memukul lengan Jonathan dengan gemas


"ya, aku ingin lihat, bagaimana kamu tanpa aku selama tiga tahun ini" kata Jonathan


"hmh, Karin tanpa kakak ya, seperti butiran debu" jawab Karina terkekeh membuat Jonathan langsung mengacak gemas pucuk kepala nya


"kenapa kamu jadi lebay hmm" tanya nya gemas


"entah lah, mungkin efek gak ketemu tiga tahun" jawab Karina


Mereka menghabiskan waktu di resto itu sampai larut malam.


Sedangkan didalam gedung, Ivan masih setia menunggu Amelia yang masih berbincang dengan pihak Agensi dan penyelenggara acara.


Lagi lagi dia menjadi bahan tontonan publik disana, bahkan Nadia teman baru Amelia benar benar tidak habis fikir saat ini.


Dia langsung mendatangi Amelia saat gadis itu baru saja menyelesaikan kepentingan nya.


"gila ya, jadi lelaki yang kamu tunggu itu memang anak tuan Maxwel Mel?" tanya Nadia langsung dengan suara yang berbisik


Amel langsung tertawa dan mengangguk


"astaga, aku gak nyangka banget. Kalau dia sih memang perlu kamu perjuangi, tampan, kaya, keren, gentle. Perfect Mel !" seru Nadia lagi


"dia memang kelihatan cinta banget tahu sama kamu, Sampek segitu nya ungkapin perasaan, belum apa apa udah jadi trending topic Lo dimedia sosial" kata Nadia membuat Amel langsung meraba dahi nya dan tersenyum getir


"beneran?" tanya nya tidak enak


"iya, dia keren banget, cocok banget sama kamu. Kalian bener bener pasangan sempurna" kata Nadia lagi


"doain aja ya kak. Yauda aku duluan ya, dia udah nungguin dari tadi" ucap Amelia pada Nadia langsung mengangguk


"iya, sweet banget deh kalian. Kalau jadi jangan lupa undangan nya" goda Nadia membuat Amelia tertawa kecil. Mereka saling memeluk untuk berpisah ditempat ini. Tempat yang menjadi sejarah kenangan yang paling manis dikehidupan Amelia.


"pasti. Dah kak" sahut Amelia sembari melambaikan tangan nya meninggalkan Nadia


Dia berjalan kearah Ivan yang masih dikelilingi oleh para pengusaha


Melihat kedatangan Amelia Ivan langsung menarik nya pergi setelah sebelum nya meminta izin pada orang orang disana.


"udah selesai kan?" tanya Ivan saat mereka sudah berada dilobi gedung


"udah kok. Lama ya nunggu nya" tanya Amelia pada Ivan yang sedang mengetik sesuatu diponsel nya


"enggak kok, masih lama kamu yang nunggu aku pulang" jawab Ivan dengan senyum nya yang menggoda membuat Amelia merona. Wajah cantik yang selalu menjadi bayang bayang Ivan.


"CK, mana lagi si Faiz nih" gerutu Ivan masih asik dengan ponsel nya


"pakai mobil Amel aja gimana, nanti kak Faiz suruh jemput dirumah" ujar Amelia


"oh oke, ide bagus, yuk" sahut Ivan


Akhir nya mereka pulang dengan mobil Amelia yang dikendarai Ivan.


"kamu hebat banget Mel, aku bangga banget sama kamu" ucap Ivan saat mereka sudah dalam perjalanan pulang. Hari sudah larut, dan jalanan ibukota sudah mulai sepi.

__ADS_1


"ini sebagai pembuktian kalau Amel benar benar serius nunggu kakak" jawab Amelia membuat Ivan tertegun sejenak


Dia terlihat menghela nafas nya sejenak


" Seharusnya kamu tidak perlu membuktikan apapun Mel, rasa nya aku benar benar malu. Aku malu karena selama ini selalu kamu yang berjuang untuk ku, dan rasa nya aku lah yang tidak layak untuk diperjuangkan" ungkap Ivan membuat Amelia mengernyit dan langsung menatap nya


"kenapa kakak bicara seperti itu, apa maksud nya?" tanya Amelia terdengar kesal dan kecewa


Ivan memarkirkan mobil Amelia disebuah taman kota yang sudah sepi karena memang tidak akan ada pengunjung yang datang ditengah malam seperti ini.


Ivan membawa Amelia untuk duduk dikursi yang tersedia disana. Wajah gadis itu sudah berubah sendu saat duduk dikursi.


Ivan tersenyum dan langsung berlutut dihadapan Amelia yang masih diam dan menatap Ivan dengan tatapan sendu nya.


"aku terlalu jahat untuk kamu yang begitu baik, aku terlalu banci untuk kamu perjuangkan. Dan aku benar benar tidak layak mendapatkan itu" ungkap Ivan membuat Amelia ingin mengeluarkan suara nya namun jari Ivan langsung membungkam kembali bibir Amelia


"sekarang, biarkan aku yang berjuang untuk kamu, biarkan aku yang mengemis cinta kamu, dan biarkan aku yang membahagiakan kamu. Sudah cukup perjuangan kamu selama ini. Dan sekarang, biarkan aku yang membuktikan perasaan ku padamu. Biarkan aku yang memberikan cinta untuk mu, kamu sudah lelah, kamu sudah letih, aku tahu itu. Sudah cukup Amelia. Sekarang waktu nya kamu bahagia, kamu mau kan memberikan aku waktu untuk membuktikan jika aku benar benar mencintai kamu???" ungkap Ivan begitu tulus dan dalam. Tangan nya menggenggam erat tangan Amelia yang kini sudah mulai terisak karena begitu terharu mendengar ungkapan Ivan


"kak" lirih Amelia menahan Isak nya


Ivan langsung bangkit dan duduk disamping Amelia, menarik gadis itu kedalam pelukan nya


"tiga tahun, tiga tahun tanpa kamu, aku seperti merasa ada yang hilang, senyum kamu, semangat kamu, semua nya tentang kamu benar benar menjadi beban tersendiri buat aku mel" ungkap Ivan sembari menciumi pucuk kepala Amelia


"dan aku tahu, hati ku memang sudah benar benar kamu miliki seutuh nya, bahkan aku tidak pernah merasakan perasaan yang sebesar ini sebelum nya" kata Ivan lagi


"Amel juga sangat mencintai kakak. Sangat" jawab Amelia dalam pelukan Ivan


"jangan bekerja terlalu keras lagi, kamu harus menjadi dirimu sendiri. Kamu harus bahagia mulai sekarang" ucap Ivan sembari menghapus air mata diwajah Amel


" Amel bukan ingin membuktikan perasaan Amel untuk kakak, karena rasa nya kakak sudah tahu bagaimana perasaan Amel. Amel hanya ingin membuktikan kepada tuan Maxwel, jika Amel bisa layak masuk kedalam keluarga kalian, Amel layak menjadi menantu nya, itu saja" kata Amel dengan bibir yang menahan tangis, membuat Ivan sedih, terharu namun juga begitu gemas


Dia kembali memeluk erat Amelia


"papa pasti bangga, papa pasti bangga mempunyai menantu seperti kamu. Kamu hebat, kamu luar biasa, aku benar benar beruntung dicintai oleh kamu mel" ungkap Ivan . Amelia langsung menengadah kan kepala nya menatap Ivan


"benarkah" tanya Amel dengan wajah sembab yang terlihat menggemaskan


"ya, kamu berprestasi, kamu hebat dan yang pasti kamu kaya sekarang" goda Ivan membuat Amelia memukul kuat dada nya


"kakak!!!" seru Amelia kesal membuat Ivan langsung tertawa geli


"hahaha, bercanda sayang. Kamu segala nya buat aku, kamu bunga dihidupku. I love you somuch" ungkap Ivan yang kembali memeluk tubuh Amelia seakan tidak ada puas nya


"I love you more" balas Amelia


"jangan pergi lagi" kata Amelia manja dan menatap lekat wajah tampan yang benar benar bertambah tampan dan mempesona


"tidak akan sayang, aku hanya pergi bekerja dan akan kembali kekamu" jawab Ivan


"Amel serius" seru Amel kesal


"lah, aku juga serius" jawab Ivan terkekeh melihat wajah cantik Amelia


"kamu semakin cantik dan menggemaskan, rasa nya aku benar benar takut kamu diculik orang" kata Ivan sembari mencubit gemas pipi chubby gadis nya


"yang ada Amel yang takut kakak berpaling, sekarang kakak udah beda" jawab Amelia


"beda gimana?" tanya Ivan


"beda, dulu masih kurus, sekarang udah gagah, kekar, makin tampan pula, makin seksi" goda Amelia membuat Ivan langsung tertawa mendengar nya


"ya harus dong, kamu saja makin cantik begini, masak iya aku masih seperti dulu, bisa gawat kan" balas Ivan membuat Amelia tertawa


"ya ampun kangen banget aku sama kamu Mel" ucap Ivan, lagi dan lagi kembali memeluk Amelia yang tertawa dalam pelukan Ivan. Tubuh nya sudah seperti boneka saja yang terus dipeluk oleh Ivan, namun dia juga sangat bahagia, karena kini dia sudah bisa memiliki hati Ivan seutuh nya.


Dia tidak lagi harus mencari perhatian Ivan, karena sekarang Ivan sudah benar benar jatuh hati dan sangat mencintai nya.

__ADS_1


__ADS_2