
Saat ini mereka sudah tiba dirumah keluarga Amelia. Suasana didepan rumah itu begitu ramai oleh para tamu yang telah hadir. Ivan dan keluarga nya disambut oleh beberapa penjaga dan juga pelayan rumah mewah itu.
Andrean datang sedikit tergopoh gopoh saat melihat calon tunangan adik nya sudah hadir dirumah nya.
Dia terlihat membungkukan tubuh nya didepan Maxwel yang terlihat begitu berwibawa malam itu meski garis umur nya sudah terlihat.
"selamat malam tuan, nyonya, selamat datang dikediaman kami, mari silahkan masuk" ajak Andrean
"terimakasih" sahut Delisha, sedangkan Maxwel hanya tersenyum tipis menanggapi nya.
Mereka masuk kedalam rumah yang sebenar nya penuh kenangan pahit bagi Maxwel, namun demi putra nya, dia harus bisa meredam perasaan nya saat ini.
Ivan berjalan dengan diapit oleh Faiz dan Jonathan menuju tempat yang telah disediakan untuk mereka.
Semua mata para tamu yang hadir tampak begitu terkesima melihat dua penerus kejayaan Aguenno group yang terlihat menawan malam ini. Amelia sungguh beruntung bisa mendapatkan tuan muda Jovankha batin mereka. Apalagi teman teman Amelia, mereka tidak menyangka jika Amel yang mereka kenal tidak pernah dekat dengan pria manapun selama ini ternyata memiliki seorang kekasih anak orang nomor satu dinegara mereka. Dan mereka memang begitu iri untuk itu.
Ivan dan keluarga nya duduk dikursi mereka setelah sebelum nya saling sapa dengan kolega bisnis mereka masing masing. Acara itu lumayan meriah dan sangat mewah meski hanya diadakan didalam rumah, namun dekorasi nya cukup mampu membuat suasana begitu berbeda. Amelia memang menyukai kemewahan dan juga sedikit glamour, apalagi selera nya yang memang harus mengikuti perubahan jaman, jadi tidak heran suasana malam itu terasa begitu hidup.
...
Didalam kamar nya, Amelia kini baru saja selesai dirias oleh seorang perias andalan nya. Dia memakai gaun berwarna soft pink tanpa lengan yang memiliki ekor dibagian bawah, gaun hasil rancangan nya sendiri. Rambut nya dibiarkan tergerai lurus menutupi bahu nya yang terbuka. Sebuah Tiara kecil dia selipkan diatas kepala nya untuk mempercantik penampilan nya. Sebuah kalung liontin pemberian Ivan juga terlilit manis dileher nya. Penampilan nya benar benar anggun dan sangat manis untuk Amelia yang berwajah imut dan kecil itu.
"cantik banget. Perfect" ucap Karina yang sedari sore tadi telah menemani Amelia dirumah itu
"kamu buat aku semakin gugup aja deh Rin" sahut Amelia sembari terus menatap penampilan nya dicermin besar kamar nya
"hihi, baru juga tunangan kak" jawab Karina yang juga sudah terlihat anggun dengan gaun bewarna peach nya, dan kalung permata yang juga adalah pemberian Jonathan waktu lalu
"dih kayak kamu enggak aja. kemarin juga kamu begitu. Aku gugup kak, aku deg degan" kata Amelia meniru tingkah Karina sewaktu lamaran Minggu lalu
Karina langsung tertawa mendengar nya, iya ya, kenapa dia lupa
"haha, iya ya. Tapi nanti kalau udah ketemu kak Ivan pasti gak gugup lagi kok." ucap Karina dan Amelia hanya mengangguk
"ya semoga" gumam nya. Karena bagaimana pun mulai hari ini dia pasti akan menjadi trending topic dimedsos, bertunangan dengan anak pewaris Aguenno group dan itu yang membuat nya bertambah gugup.
pintu kamar Amelia terlihat dibuka, dan ternyata yang masuk adalah kakak ipar Amelia, istri Andrean
"cantik banget Mel" ungkap Indah, istri Andrean
"gak lucu kan kak?" tanya Amel meragu
"enggak dong, kamu cantik banget. Tuan muda Ivan pasti makin cinta lihat kamu" goda Indah membuat Karina tertawa sedangkan Amelia malah memalingkan wajah nya yang merona
"gak percayaan kak Amel sama Karin, memang cantik banget ya kan kak Indah, udah cantik begini malah insecure dia" ucap Karin dengan tawa nya
__ADS_1
"kamu cantik. Tidak ada yang kurang, apa yang ditakuti. Udah yuk turun, mereka udah tiba, acara juga udah mau dimulai" ungkap Indah membuat jantung Amelia semakin bergemuruh saja
"udah Dateng" tanya Karina sekali lagi dan Indah langsung mengangguk menanggapi nya
"iya, kamu temani Amel ya Rin" pinta Indah
"oke, siap kak" jawab Karina cepat. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan Jonathan nya, baru satu hari tapi dia sudah rindu
"yuk kak" ajak Karina dan Amelia hanya mengangguk saja
Amelia kembali menatap pantulan diri nya dicermin, sementara Indah sudah keluar terlebih dahulu, karena dia harus menemani Andrean untuk menyambut tamu mereka
Amelia menggandeng lengan Karina dengan erat. Mereka mulai berjalan kelantai bawah dimana tempat acara dilaksanakan.
Kaki Amelia begitu bergetar dibalik gaun nya, karena dia begitu gugup saat ini.
Suara MC acara sudah terdengar karena memang acara sudah dimulai dan tinggal menunggu kedatangan Amelia.
Pandangan semua orang menatap kearah tangga dimana Amelia dan Karina berjalan menuruni anak tangga itu dengan langkah yang begitu pelan namun tetap terlihat anggun. Dua gadis cantik itu benar benar bersinar diantara ratusan tamu, terutama Amelia yang menjadi bintang nya hari ini. Dan tentu saja itu membuat Amelia semakin gugup
"gila ya Rin, gugup banget aku dilihatin begitu" gumam Amelia pada Karina yang juga mengangguk sedikit
"ya sama kak, gara gara ngantar kakak aku juga jadi gugup begini" sahut Karina. Pandangan mata mereka tetap mengarah kedepan dengan senyum yang mereka pancarkan
"berdoa aja deh kak. semoga gak pingsan" ungkap Karin membuat Amelia hampir tersedak udara dan langsung melirik sinis kearah Karina yang terlihat tersenyum getir menatap nya
"kamu kalau ngomong suka bener deh" gumam Amelia membuat Karina tertawa kecil
Mereka kembali menatap kearah depan dimana kini mereka telah menginjakan kaki dilantai dasar dan berjalan menuju tempat dimana Ivan telah berdiri menunggu Amelia didepan semua ratusan tamu.
Mata Ivan dan Amelia saling bertabrakan saat ini. Mereka saling memandang kagum satu sama lain, saling mengagumi keindahan masing masing sehingga rasa gugup yang tadi mereka rasakan perlahan melebur tergantikan dengan perasaan bahagia dan kagum akan pesona mereka sendiri.
Amelia berjalan menuju tempat Ivan dengan pandangan mata yang hanya tertuju pada lelaki nya itu. Lelaki yang akan menjadi pemilik kehidupan nya kelak.
Langkah Amel terhenti didepan Ivan yang tersenyum penuh arti memandang nya. Mereka masih saling memandang beberapa saat hingga suara MC membuyarkan tatapan kagum mereka.
"wah seperti nya tuan muda terpesona dengan kecantikan nona Amelia saat ini" Goda sang MC acara membuat Amelia langsung mengalihkan wajah nya yang merona sedangkan Ivan hanya tertawa kecil menanggapi nya
Karina sudah pergi ketempat dimana Jonathan dan keluarga nya berdiri dibelakang Ivan. Acara tunangan Ivan disaksikan oleh ratusan tamu undangan dan tentu saja beberapa fotografer yang akan menjadikan momen mereka diketahui oleh khalayak ramai nanti nya
"baiklah, sebelum acara dimulai, apakah ada yang ingin Anda sampaikan tuan muda?" tanya MC acara pada Ivan yang mengangguk
dan MC acara itu langsung menyerahkan mic nya kepada Ivan yang kini berdiri dengan gagah dan penuh pesona menatap Amelia yang tertegun ditempat nya.
Semua keluarga dan para tamu menantikan ucapan dari Ivan, salah seorang anak tuan Maxwel Alenxander yang memiliki paras tampan nan ramah.
__ADS_1
Ivan mulai mendekatkan mic kearah bibir nya. Mata nya memandang Amelia penuh cinta dan sayang, dan semua orang dapat merasakan nya
"Amelia....
"hari ini, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, didepan semua keluarga kita, didepan semua orang yang menyaksikan kebahagiaan kita." ungkap Ivan menatap Amelia dan juga kakak nya Andrean, dia juga menoleh sejenak kebelakang dimana Maxwel berdiri memandang nya
"banyak hari yang kita lalui dengan hal yang buruk dulu nya, hal yang pernah membuat kita membenci satu sama lain. Dan hal yang pernah membuat hati kita kecewa, mungkin sampai saat ini" Amelia , Andrean dan Maxwell tampak tertegun mendengar penuturan Ivan, begitu pula orang orang yang tahu apa maksud Ivan, sedangkan para tamu hanya saling pandang bingung saat ini
"Amelia, tapi aku percaya, takdir Tuhan mempertemukan dan mempersatukan kita karena untuk menyatukan kembali keutuhan keluarga kita yang sempat merenggang."
"untuk kak Andrean dan papa" ucap Ivan menatap Andrean dan Maxwel dengan tatapan nya yang dalam
"hari ini, saya, Jovankha Alexander, dengan segenap hati saya, ingin meminta maaf pada kalian jika niat kami sedikit membuat kalian kecewa. Tapi percayalah, apa yang saya dan Amelia rasakan adalah tulus dari hati kami yang terdalam. Saya mencintai Amelia, dan hari ini saya mohon restui hubungan kami untuk melangkah kejenjang yang lebih serius lagi" ucap Ivan pada Andrean yang tampak tertunduk dengan mata yang berkaca kaca begitu pula Maxwel.
Maxwel langsung mendekat pada Ivan dan menepuk pundak putra kebanggan nya itu dengan bangga. Dia tahu Ivan tidak akan pernah ingin mengecewakan nya.
"papa merestui kalian nak, jangan ragu, semua sudah selesai, dan papa bangga padamu" ungkap Maxwel membuat Ivan langsung tersenyum dan kembali menatap Amelia dan Kakak nya yang juga mengangguk yakin
Semua orang disana menatap haru pada Ivan yang terlihat begitu tulus, bahkan Amelia dan Karina sudah mulai meneteskan air mata mereka
"Amelia Kasyafani, aku mencintaimu dengan sangat. Izinkan aku melamar mu malam ini, mengikatmu dengan segenap ketulusan cintaku. Mengajak mu melangkah menuju masa depan bersama ku, mengarungi kehidupan bersama dalam suka maupun duka" ucap Ivan pada Amelia yang langsung mengangguk dan tersenyum meski air mata nya tampak menetes saat ini
MC acara juga menyerahkan sebuah mic pada Amelia. Amelia menerima nya sembari mengusap air mata nya perlahan. Semua orang tampak begitu terharu menatap mereka
"saya, Amelia Khasyafani. Saya menerima lamaran dari kamu Jovankha Alexander. Saya bersedia terikat dengan mu untuk membina kehidupan bersama, berbagi suka dan duka dengan segenap hati saya, karena saya, juga sangat mencintai kamu, Jovankha" ungkap Amel begitu tulus dan dalam. Ivan langsung tersenyum melihat nya dengan mata yang berkaca kaca. Hal yang paling membuat hati nya bahagia, adalah ungkapan cinta dari Amel meski sudah ribuan kali dia mendengar nya
Tepuk tangan dari tamu undangan dan keluarga mereka membuat Amelia dan Ivan saling pandang malu, rasa nya mereka baru sadar jika saat ini berada diantara ratusan orang yang melihat mereka.
"gila banget, tuan muda Ivan memang paling bisa bikin orang baper" bisik Dirga ditelinga Faiz yang langsung mengangguk setuju
"sweet banget" gumam Karina dengan mata yang terlihat berkaca kaca karena dia begitu terharu melihat Ivan dan Amelia. Couple goals yang sangat diidolakan nya.
Jonathan hanya mengusap kepala Karina dan tersenyum, dia juga begitu bangga pada Ivan yang berani meminta Amelia dihadapan orang banyak
Acara tukar cincin pun mulai dilakukan. Delisha memberikan sebuah kotak cincin pada MC acara yang akan memandu acara tukar cincin mereka.
Dia membuka kotak cincin bewarna silver gold yang terlihat begitu mewah. Membuat Dirga dan Faiz tampak melongo, sebab baru ini mereka melihat Ivan memiliki barang mewah dan begitu berharga, karena biasa nya tuan muda yang satu itu tidak akan mau menghamburkan uang nya untuk hal hal yang terlalu mewah. Tapi untuk kali ini seperti nya berbeda, batin mereka.
Dua buah cincin tampak begitu bersinar indah didalam kotak itu. MC acara mendekatkan nya kearah Ivan dan Ivan langsung mengambil satu untuk Amelia.
Ivan tersenyum menatap wajah Amelia yang sangat cantik hari ini. Tangan Amelia tampak terjulur mengarah keIvan. Dan langsung saja Ivan memasangkan cincin itu dijari manis Amelia dengan kilatan kamera yang terus mengambil gambar mereka sedari tadi.
Tepuk tangan tamu dan yang lain nya menjadi background pemasangan cincin itu. Setelah cincin tersemat dengan begitu manis dijari Amelia, kini bergantian dengan Amelia yang memasangkan cincin dijari Ivan.
Mereka saling tersenyum saat cincin sudah mereka sematkan satu sama lain. Akhir nya, satu langkah lebih dekat menuju ikatan suci yang mereka nantikan begitu lama. Tangis sedih dan air mata telah mereka lalui dengan tidak mudah, namun akhir nya mereka bisa sampai dititik ini. Dan ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi mereka. Semoga semua sesuai dengan harapan mereka. Bisa bersatu dalam ikatan suci pernikahan yang akan menyatukan jiwa dan raga mereka tanpa ada yang menghalangi.
__ADS_1