Story Of The Twins

Story Of The Twins
Bulan Ketujuh


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Bulan ini, usia kandungan Karina dan Amelia sudah memasuki bulan ketujuh. Perut mereka sudah sama sama besar, apalagi Karina karena dia yang mengandung bayi kembar sekaligus.


Beberapa hari lalu mereka juga sudah mengadakan acara syukuran tujuh bulanan. Acara diadakan bersamaan, karena memang usia kandungan mereka hanya berbeda dua Minggu saja.


Semua orang menyambut antusias dengan calon penerus kejayaan Aguenno group itu. Semua orang juga sudah tidak sabar menantikan kelahiran putra dan putri dua kembar tampan yang sebentar lagi akan bergelar seorang ayah.


Mereka juga sudah melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak mereka masing masing.


Dan yang mengejutkan adalah, Karina mengandung bayi kembar laki laki, sedangkan Amelia mengandung bayi perempuan.


Maxwel dan Delisha adalah dua orang yang paling tidak sabar menunggu kehadiran calon cucu mereka. Apalagi mereka akan mempunyai tiga cucu sekaligus. Dan juga lengkap, laki laki dan perempuan.


Dirumah utama beberapa bulan ini juga selalu ramai dengan ulah kedua menantu mereka. Karina sampai saat ini bahkan masih selalu kesal pada setiap tingkah dan sikap Jonathan. Setiap hari selalu ada saja yang dia ributkan mengenai suami nya itu, bahkan sampai hal hal kecil sekalipun. Jika Jonathan ikut berbicara maka Karina akan menangis dan mengadu pada Delisha. Sungguh lucu kelakuan nya, untung saja Jonathan bisa lebih sabar menghadapi istrinya itu.


Sedangkan Amelia berbeda lagi, dia tidak bisa jauh dari Ivan. Bahkan beberapa kali dia ikut Ivan keperusahaan hanya karena tidak ingin berjauhan dengan suami nya. Padahal sampai sekarang Amelia masih sering mual jika mencium bau yang tidak sedap, tapi bersyukur nya dia sudah bisa memakan nasi walaupun sedikit. Dan itu membuat Ivan dan Delisha cukup lega. Ya, meski terkadang permintaan nya tetap saja membuat seisi rumah kalang kabut dan kerepotan.


Tapi meskipun begitu, Amelia dan Karina begitu bahagia dengan kehamilan mereka. Karena mereka akan memiliki anak yang seumuran nantinya. Semoga saja Delisha dan Maxwel tidak akan pusing jika mereka sudah besar nanti.


Dan yang mengejutkan adalah, Diana juga sudah hamil, usia kandungan nya juga baru memasuki bulan ketiga.


Berbeda dengan Kasih, bulan ini dia baru akan mengikat hubungan nya dengan Dirga. Cukup lama Dirga mendapat restu dari orang tuanya. Dan satu Minggu lagi, mereka baru akan bertunangan.


Ya, semua nya sudah mendapatkan jatah kebahagiaan mereka masing masing. Jika dulunya mereka hanya seorang anak sekolahan yang belum mengerti arti kehidupan, maka sekarang, semua tanggung jawab akan mereka rasakan. Bukan hanya sekedar tentang cinta dan kebahagiaan saja, melainkan tentang tanggung jawab dan juga rasa sabar dalam melewati hari hari yang sudah pasti akan terasa lebih berat dan banyak ujian nya.


...


Seperti saat ini, kedua ibu hamil itu sedang duduk ditaman belakang rumah utama. Tepat didekat pohon jambu madu yang sedang berbuah. Hari sudah sore, jadi Amel sudah bisa keluar untuk mencari udara segar, karena jika masih pagi, dia akan malas malasan dan terus berada didalam kamar.


"Lihat deh kak, gerak gerak terus mereka. Kadang kadang perut aku kram dan nyeri banget" ungkap Karin seraya mengusap perut nya yang terasa nyeri karena anak anaknya yang bergerak dengan begitu aktif


Amelia tersenyum dan ikut mengusap perut Karina.

__ADS_1


"Anak laki laki pasti aktif banget. Anak aku aja kadang buat gak bisa tidur malem, apalagi kamu yang dua" sahut Amel


Karina langsung mengangguk


"Iya, untung aja kak Jo mau mijetin punggung sama kaki aku kalau malem" ucap Karina


"Tuh dia udah baik, kadang kamu nya aja yang suka marah marah " kata Amelia memandang lucu wajah kesal Karina yang terlihat merasa bersalah


"Aku gak mau marah sebenarnya, kalau lihat dia lagi tidur, ya kasihan, dia udah capek kerja, tapi tiap pulang kerumah selalu aku marahin. Tapi gimana, setiap lihat wajahnya kesel banget, gak tahu kenapa" jawab Karina


Amelia langsung terbahak mendengar nya


"Fix deh Rin, anak kamu pasti bakal mirip banget papa nya nanti" ujar Amel


Karina langsung mengangguk setuju


"Kayak nya iya kak, semua orang bilang gitu, kalau benci sama papa nya waktu hamil, pasti anak nya bakalan ngikut papa nya" ungkap Karina yang juga ikut tertawa.


"Enggak sih, malah pengen nempel terus. Ini aja kalau diturutin pengen nya ketemu dia aja. Kadang suka sedih kalau ditinggal" jawab Amel dengan mata yang berkaca kaca. Dia sensitif sekali memang.


"Bentar lagi kan pulang. Kak Ivan biasanya lebih cepat pulang dari kak Jo. Padahal perusahaan nya lebih jauh" ungkap Karina


"Iya, aku yang minta. Untung aja sabar dia, gak tahu didalem hatinya gimana, jengah mungkin" kata Amelia dengan kepala yang menggeleng seraya mengusap perut nya.


"Hah, kak Jo juga mungkin gitu, maka nya dia pulang telat terus, mungkin gak betah kali ya aku marahin terus" gumam Karina pula. Mereka jadi saling sensitif sekarang. Jangan sampai mereka menangis bersama karena mood yang mulai terganggu.


Namun tiba tiba mata Amelia menoleh keatas pohon jambu. Dia memandang pohon itu dengan lekat


"Enak kali ya kalau makan itu" gumam Amelia dengan liur yang sudah terasa mengental di tenggorokannya nya melihat buah jambu yang begitu segar namun masih setengah matang diatas pohon itu. Buahnya sangat lebat, bahkan sudah ada beberapa yang berjatuhan.


"Kakak mau itu?" tanya Karin seraya mengusap perutnya yang yang terasa gatal dan bergerak gerak

__ADS_1


"Iya, tapi yang bergerombol itu" tunjuk Amelia pada buah yang terletak sedikit keatas batang pohon


"Tinggi banget, minta ambilin aja sama bang Jhon" ujar Karina


"Gak mau, maunya sama .... " Amel langsung terdiam dan menunduk sedih


"Sama siapa?" tanya Karin mulai risau. Biasanya dia akan menyusahkan semua orang


"Sama kak Faiz" ungkap Amel yang langsung tersenyum dengan senang.


Bahkan dia langsung meraih ponsel nya dan menghubungi Ivan.


Karina benar benar tidak habis fikir, bisa bisa nya dia mau makan jambu didepan mata tapi ingin diambilkan oleh orang yang jauh diseberang sana. Bahkan Faiz saja sudah cukup kerepotan dengan Diana yang juga mengidam, dan sekarang Amel menambah beban nya.


Memang kehamilan Amel kali ini membuat repot semua orang.


..


Dan memang diperusahaan Ivan, Faiz terlihat menghela nafas nya dengan lelah. Padahal dia sudah ingin pulang, tapi Ivan meminta nya untuk kerumah utama.


"Mau ngapain sih?" tanya Faiz pada Ivan. Saat ini mereka sudah berjalan menuju lobi gedung.


"Amel ngidam lagi" jawab Ivan. Wajah lelah nya tidak bisa ditutupi, setiap malam dia tidak bisa tidur karena Amel yang juga tidak dapat tidur, dan disiang hari dia harus bekerja.


"Ngidam apa?" tanya Faiz curiga


"Mau makan jambu, tapi minta elo yang ngambil " jawab Ivan


"Astaga, anak kalian memang buat repot aja" gerutu Faiz


Ivan langsung mendengus tawa mendengar nya. Karena memang begitu keadaannya. Minggu lalu bahkan Amel meminta Andrean datang hanya untuk mengusap perut nya, benar benar aneh.

__ADS_1


__ADS_2