Story Of The Twins

Story Of The Twins
Aku Mencintai Kamu (Jonathan Karina)


__ADS_3

Hari itu perusahaan pusat Agueno group dibuat heboh dengan kedatangan pihak kepolisian yang berjumlah sekitar enam orang.


Seluruh karyawan Jonathan terlihat saling tatap bingung dan prihatin melihat Cynthia yang menangis dan menjerit saat diseret oleh anggota polisi.


Mereka baru tahu jika Cynthia adalah dalang dari kerusakan lift pagi itu. Dan yang membuat mereka lebih terkejut adalah tentang status Karina yang ternyata adalah tunangan tuan muda mereka. Pantas saja tuan muda mereka begitu murka, bahkan semua orang yang menghalangi nya langsung terkena imbas kemarahan pria itu.


Mereka saling berbisik satu sama lain membahas tentang kejadian hari ini. Bahkan diluar gedung tampak begitu ramai wartawan pencari berita yang ingin meliput berita diperusahaan pusat. Namun pihak Maxwel tidak mengizinkan mereka masuk karena hanya akan menganggu pekerjaan karyawan disana.


Jonathan menatap tajam Cynthia yang terus berteriak pada nya sejak tadi.


"Tuan, saya mohon ampuni saya tuan!!" teriak Cynthia pada Jonathan, tangan nya sudah diborgol oleh polisi karena sejak tadi dia terus memberontak


"Saya khilaf tuan, saya tidak ingin dipenjara!!!" teriak Cynthia lagi


Jonathan menatap nya dengan pandangan benci, bahkan benar benar serasa ingin melahap nya. Jonathan hendak berjalan kearah gadis itu untuk memukul wajah nya sekali lagi, namun Maxwel segera menghalangi nya.


"Sudah Jo, dia bisa mati nanti" kata Maxwel menahan lengan Jonathan


"Dia memang pantas mati" geram Jonathan dengan wajah penuh amarah, rasa nya dia benar benar ingin membunuh gadis itu sekarang, berani berani nya dia sengaja membuat Karina nya celaka. Jonathan benar benar kalap bukan main.


"Sudah, biarkan polisi yang menangani nya, sebaik nya kamu ikut papa kerumah sakit, Karina mencarimu sejak tadi" ajak Maxwel.


Jonathan segera meraup wajah nya dan mengangguk. Dia menatap seluruh karyawan nya yang masih berkumpul disana melihat Cynthia yang sudah dibawa anggota kepolisian itu.


"Apa yang kalian lihat. Bubar semua!!!" teriak Jonathan dengan suara yang menggema disetiap penjuru gedung


Semua karyawan nya langsung terkesiap kaget dan berhamburan kembali keruangan mereka masing masing.


Ivan dan Faiz saling pandang ngerih melihat Jonathan. Ivan langsung menoleh pada Maxwel yang menggeleng pelan. Hari ini adalah kali pertama mereka melihat kemarahan Jonathan. Bahkan seluruh karyawan dan petinggi perusahaan semua menjadi penuh salah dibuat nya.


"Sudah ayo" ajak Maxwel pada Jonathan yang langsung berlalu tanpa sepatah katapun. Wajah nya masih menyiratkan kemarahan yang begitu mendalam.


"Rico, urus disini, aku kembali kerumah sakit, perusahaan bisa berantakan jika dia masih disini" ucap Maxwel pada Rico yang langsung mengangguk


"Baik tuan, serahkan pada kami" jawab Rico. Maxwel pun hanya mengangguk dan beralih pada Ivan yang mendekat kearah nya.


"Semoga kamu tidak seperti Abang mu nak. Papa benar benar bisa sakit jantung jika kalian seperti itu kalau marah" ungkap Maxwel pada Ivan yang tertawa kecil, begitu pula dengan Rico


"Ivan tidak setega itu pa. Apalagi sampai memukul seorang gadis" sahut Ivan


Maxwel langsung menepuk pundak Ivan dengan helaan nafas yang berat


" Yasudah, papa pulang dulu. Kamu masih mau keperusahaan?" tanya Maxwel dan Ivan langsung mengangguk


"Ya, masih ada yang harus Ivan kerjakan" jawab Ivan


"Baiklah" balas Maxwel yang langsung pergi menyusul Jonathan.


Tidak lama setelah Maxwel dan Jonathan keluar, Dirga masuk kedalam dan menyusul mereka yang kini telah duduk diruang tunggu lobi perusahaan.


Dia baru saja mengantarkan pihak kepolisian yang membawa Cynthia dan karyawan yang ikut terlibat dalam kasus ini.

__ADS_1


Dirga langsung duduk disebelah papa nya dengan wajah yang lumayan kusut.


"Benar benar gila. Jika tidak ada kalian, Cynthia pasti bisa mati tadi" ungkap Dirga sembari memijat pelipis nya yang terasa berat. Hari ini benar benar hari yang berat untuk mereka.


"Benar benar mengerihkan" timpal Faiz pula


"Maka dari itu jangan membuat nya marah. Mungkin sebelum Karina Karina keluar dari rumah sakit, kalian harus bisa menenangkan hati nya" ucap Rico pula.


"Om benar. Hanya Karin yang bisa menenangkan hati nya. Lihat saja, semua yang menghalangi nya langsung dia hajar. Jika dibiarkan aku rasa perusahan ini bisa rata dengan tanah" ungkap Ivan membuat mereka yang berada disana langsung tertawa lucu. Ya, ini adalah hari yang tidak akan pernah mereka lupakan.


...


Satu jam kemudian, dirumah sakit..


Jonathan baru saja tiba disana, wajah nya benar benar kusut, bahkan masih tampak menahan amarah. Maxwel yang berjalan disamping nya hanya diam dan tidak ingin membuka pembicaraan. Dia tahu yang bisa menenangkan Jonathan adalah Karina. Maka dari itu dia membawa Jonathan kembali kerumah sakit, jangan sampai sikap nya membuat orang orang berfikiran buruk tentang Jonathan, apalagi jika dia sampai membunuh orang tadi. Ya, Maxwel tidak bisa membayangkan jika itu terjadi.


Jonathan langsung masuk kedalam ruangan Karina tanpa menoleh pada Delisha dan orang tua Karina yang berada dikursi tunggu didepan ruangan Karina.


Maxwel langsung duduk disamping istri nya yang masih menatap heran Jonathan, begitu pula dengan orang tua Karina.


"Ada apa pa? Kenapa dengan Jonathan?" tanya Delisha pada Maxwel yang tengah memijat pelipis nya saat ini


"Anak kita itu hampir saja membunuh orang" jawab Maxwel membuat Delisha dan orang tua Karina begitu terkejut


"Apa, bagaimana bisa?" tanya Delisha dengan raut wajah yang cemas dan khawatir


"Ada apa tuan?" tanya bapak Karina pula


"Kecelakaan yang menimpa Karina ternyata disengaja." ungkap Maxwel


"Ada gadis yang ternyata menyukai Jonathan, dia bekerja sama dengan karyawan yang bekerja sebagai operasional seluruh sistem elektronik diperusahaan itu untuk membuat lift yang ditumpangi Karina pagi itu mati fungsi" ungkap Maxwel


"Astaga tega sekali" gumam ibu Karina begitu sedih


"Jonathan benar benar marah, dia bahkan tidak segan segan memukuli gadis itu hingga babak belur. Untung saja Ivan dan Rico ada disana, jika tidak entah bagaimana nasib gadis itu sekarang" kata Maxwel lagi


Delisha langsung menutup mulut nya yang terperangah. Benarkah Jonathan nya setega itu?


"Apa mereka sudah mendapatkan hukuman nya tuan. Saya benar benar tidak terima, anak saya hampir mati karena kejadian ini" ucap bapak Karina


"Gadis itu sudah dibawa kekantor polisi pak. Jika bapak ingin melihat nya , saya akan mengantarkan anda kesana" sahut Maxwel


"Tidak, jangan tuan. Biar saja, yang terpenting dia sudah ditahan. Kalau bapak kesana, sama saja dengan nak Jonathan, dia pasti memukul gadis itu nanti" ungkap ibu Karina


"Bapak kesel Bu, anak kita gak salah apa apa malah dibuat celaka" sahut bapak Karina terlihat kesal


"Untuk itu saya mohon maaf pak. Tapi orang orang yang terlibat sudah diamankan dikantor polisi sekarang. Jonathan juga tidak akan membiarkan mereka hidup bebas saat ini" ucap Maxwel pada kedua orang tua Karin yang hanya mengangguk pasrah.


....


Sementara didalam ruangan Karina, Jonathan duduk dikursi tepat disamping ranjang gadis itu. Tangan nya memijat pelipis nya yang terasa berat. Bahkan seluruh kepala nya terasa mendidih sekarang. Apalagi dia baru tahu jika kecelakaan yang menimpa Karina memang disengaja, dan itu dibuat oleh sekretaris nya sendiri. Memang keterlaluan.

__ADS_1


Jonathan kembali menatap Karina yang masih tertidur karena pengaruh obat nya. Wajah nya tidak lagi pucat, bahkan yang tersisa hanya selang infus ditangan nya saja saat ini. Namun tetap saja, Jonathan masih tidak tenang mengenangkan kejadian pagi tadi, dia benar benar takut terjadi sesuatu pada Karina.


"Kak" panggil Karina tiba tiba membuat Jonathan yang tengah memijit pelipis nya langsung terkesiap


"Kamu sudah bangun" ucap Jonathan sembari meraih tangan Karina dan menggenggam nya dengan lembut


Karina tersenyum dan mengangguk pelan


"Kenapa wajah nya kusut?" tanya Karina memandang wajah Jonathan yang memang berbeda


"Tidak ada. Aku hanya lelah menunggu kamu bangun" jawab Jonathan tersenyum tipis


"Karin hanya tidur sebentar" jawab Karina dengan suara yang masih terdengar serak


"Aku minta maaf" ucap Jonathan tiba tiba


"Minta maaf kenapa?" tanya Karina bingung


"Karena aku kamu jadi begini" lirih Jonathan


Karina tersenyum dan menggeleng seiring tangan nya yang membalas genggaman tangan Jonathan


"Kenapa ngomong gitu. Ini kecelakaan, bukan salah siapa siapa" jawab Karina


"Seandai nya saja aku lebih perduli pada kamu, pasti kamu baik baik aja sekarang" ucap Jonathan tertunduk dengan wajah penuh rasa bersalah


"Sayang, Karin gak papa, Karin baik baik aja sekarang" sahut Karina


"Kamu gak tahu bagaimana takut nya aku ngeliat kamu gak sadarkan diri pagi tadi" ungkap Jonathan dengan mata yang berkaca kaca menatap Karina.


Tentu saja Karina yang melihat dan mendengar perkataan Jonathan langsung tersentuh hati nya


"Aku takut kamu pergi ninggalin aku" kata Jonathan lagi


"Aku begitu takut" Kata Jonathan yang langsung mencium punggung tangan Karina begitu lama. Bahkan dapat Karina rasakan tangan nya basah karena air mata yang mulai menetes diwajah Jonathan.


Karina langsung terkesiap melihat itu. Jonathan menangis????


Karina langsung mengusap wajah Jonathan dengan tangan yang satu nya.


"Sayang, Karin masih ada. Karin gak akan ninggalin kakak. Jangan begitu" kata Karina dengan mata yang ikut berkaca kaca juga. Hati nya benar benar tersentuh melihat Jonathan yang menangis karena dia. Lelaki datar dan dingin itu bisa menangis hanya karena dia pingsan? Ya ampun, rasa nya Karin tidak tahu harus berkata apa saat in.


"Berjanjilah untuk tidak pergi" pinta Jonathan sembari mengusap wajah Karina dengan lembut


"Karin janji" jawab Karina dengan yakin


"Berjanjilah untuk terus menemaniku" pinta Jonathan lagi dan Karina langsung mengangguk dengan senyum haru nya


"Karin janji sayang" ucap Karina


"Aku sangat mencintai kamu" ucap Jonathan kembali mengecup tangan Karina yang terlihat meneteskan air mata nya sekarang.

__ADS_1


"Karin juga sangat mencintai kakak. Sangat" balas Karina


Jonathan langsung berdiri dan mengecup lama dahi Karina. Karina memejamkan mata nya menikmati sentuhan hangat penuh cinta dari Jonathan yang selama ini sangat jarang dia dapatkan .


__ADS_2