
Dia adalah senior dikampus itu yang bernama Dion. Salah satu mahasiswa semester tengah yang memiliki kekayaan dibawah orang tua Jonathan, orang tua nya juga salah satu pemegang saham dikampus mereka.
Jonathan hanya diam dan melirik tajam Dion.
"apa lo liatin gue begitu, gak seneng lo? " bentak Dion.
Sementara Jonathan tetap menatap tajam Dion, yang mana tatapan nya sangat tak disukai lawan nya.
"jangan mentang mentang lo idola dikampus ini terus lo bisa seenak nya ya? " kata Dion emosi
"apa mau mu " tanya Jonathan menantang.
Sementara teman teman Jonathan mencoba melerai.
"udah Jo, kita pergi aja" ujar Dirga yang tak ingin ribut dengan senior mereka
Jonathan pun mulai bangkit dari tempat nya, namun langsung dihadang Dion.
"mau kemana lo ha? Pengecut! " sambil memegang kerah baju Jonathan.
"lepas! " jawab Jonathan datar dan dalam sembari melirik kearah tangan Dion, sementara Dirga dan yang lain sudah nampak tegang melihat perseteruan itu.
"gak usah sok berkuasa lo disini" bentak Dion menatap tajam wajah datar Jonathan
"apa masalahmu? " jawab Jonathan menantang.
"sialan, udah berani lo ya? " bentak Dion lagi
Bukk
Satu pukulan mendarat dipipi Jonathan namun itu tidak membuat Jonathan meringis, dia masih pada mode datar nya dan kembali menatap Dion sembari menghapus darah disela bibir nya
Dan
Bukk
Balas Jonathan dengan kuat hingga membuat tubuh Dion terhantam meja dan darah segar langsung menetes dari bibir nya
"sialan lo ya, brengsek" Dion hendak membalas namun dicegah oleh teman teman nya
"udah bro, malu diliatin orang, takut ada dosen yang liat" kata teman Dion
Jonathan dan teman nya langsung pergi meninggalkan Dion setelah sebelum nya tatapan tajam mematikan dilemparkan oleh Jonathan
"awas lo ya, " ancam Dion namun tak diperdulikan Jonathan.
Setelah keluar kantin mereka langsung masuk kelas, ya mereka mengambil jurusan yang sama dan kelas pun sama.
" apasih mau nya tu senior, cari ribut kok dikantin, lo gak papa kan Jo? " tanya Erika khawatir menatap sudut bibir Jonathan yang membiru
Dan Jonathan hanya menggeleng
"udah lah, dilayani juga gak guna tu orang, sementang bapak nya kaya udah sok berkuasa" timpal Dirga kesal
"wah liat wajah lo bonyok Jo,! " seru Samuel
"tak apa! " jawab Jonathan datar sambil mengusap pelan sudut bibir nya yang sedikit lebam
"kalau bang Roy lihat, habis lah kita, kan kita udah janji sama bang Roy" ucap Alex khawatir.
"iya ya, lupa gue kalau ada bang Roy" kata Samuel pula
__ADS_1
"nanti biar gue yang jelasin" ucap Dirga menenangkan.
"kalian ini kenapa, aku kan tidak apa " ucap Jonathan santai
"bukan gitu masalah nya Jo, lo kan tau pengawal lo itu gimana, gak bisa liat lo lecet dikit aja. Pasti besok dia udah duduk disamping kita ini" ujar Alex bergidik ngeri
"iya, heran gue sama lo, kayak anak presiden aja kemana mana dikawal" kata Samuel menimpali
Jonathan hanya tersenyum
"sebenernya orang tua lo itu siapa sih, udah hampir empat tahun kita temenan tapi gak tau asal usul lo jo" tanya Samuel lagi
"aku juga tidak tahu" jawab Jonathan cepat
"hah,, aneh lo! " jawab teman teman nya serentak.
Dan jonathan pun hanya tersenyum.
Setelah beberapa saat kelas dimulai.
Jonathan dan teman teman nya belajar seperti biasa hingga jam pelajaran habis dan mereka semua memutuskan untuk langsung kerumah Dirga.
Dirga dan Jonathan satu mobil sedangkan Erika, Samuel dan Alex menggunakan mobil yang dibawa Alex.
"tuan muda, kenapa dengan wajah anda, siapa yang sudah berani melakukan ini? " tanya Roy khawatir yang baru melihat wajah tuan nya.
"tidak ada Roy, sudah lah cuma luka kecil" jawab Jonathan yang sudah duduk didalam mobil.
"bagaimana bisa dibiarkan, kalau nyonya tau bisa habis saya tuan, kita putar balik tuan, biar saya kasih pelajaran orang yang sudah berani melakukan ini" ujar Roy
"tidak usah Roy, hanya masalah sepele" kata Jonathan lagi
"tapi tuan, wajah anda" seru Roy
"ini cuma masalah sepele kok bang, biasa tentang cewe, bukan yang aneh aneh kok" bela Dirga
"benarkah? " tanya Roy tidak percaya
"iyalah, abang ini kayak gak pernah muda aja, biasa rebutan cewe" kata Dirga dan ia pun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jonathan.
"baiklah, tapi kalau lain kali masih seperti ini saya akan membalas nya tuan" kata Roy yang mulai melanjutkan perjalanan mereka.
"ya, terserah" kata Jonathan dengan malas
"tapi saya penasaran seperti apa wanita yang diperebutkan itu tuan? " tanya Roy yang mulai kepo
"mati aku" kata Dirga dalam hati
Sementara Jonathan menatap tajam Roy.
"ish abang ini kepo deh, yang jelas perfect lah, mana mungkin yang biasa biasa aja. Yakan Jo? " tanya Dirga cengengesan pada Jonathan, sedangkan nyali nya mulai ciut melihat tatapan Jonathan.
"hmmh" Jonathan hanya berdehem
"wah, saya tidak menyangka tuan muda sudah mulai menyukai wanita" kata Roy cengengesan.
"ya lah bang, emang kayak abang gak nikah nikah sampek sekarang" ejek Dirga
"hehe, belum ada jodoh nya den" timpal Roy.
Jonathan terdiam mendengar obrolan pengawal pribadi nya dan teman nya yang menurutnya tidak penting itu.
__ADS_1
Hingga kini mobil yang dikendarai Roy masuk keareal SPBU untuk mengisi BBM.
Jonathan melirik Dirga yang tengah memejamkan mata nya sembari memakai earphone ditelinga nya, dan mata nya juga melihat Roy yang tengah berbincang dengan petugas SPBU.
Jonathan menghembuskan nafas nya perlahan dan menatap kearah jendela mobil menikmati pemandangan yang sangat membosankan, panas terik dan banyak nya antrian mobil membuat nya merasa tak nyaman. Hingga satu pemandangan menarik perhatian nya. Jonathan memfokuskan pandangan nya , bahkan dia sampai membuka kaca jendela mobil nya membiarkan panas terik masuk kedalam mobil dan menerpa wajah nya.
Mata Jonathan terbelalak lebar melihat seorang pemuda seusia nya baru keluar dari toilet dan berjalan memakai topi coklat, baju kaos dipadukan dengan jaket lusuh dan celana jeans yang terlihat sobek dibagian lutut nya. Namun bukan karena itu yang membuat nya terkejut dan heran melainkan paras pemuda itu sangat mirip dengan dia.
'kenapa bisa sama' batin Jonathan yang masih menatap pemuda itu dengan lekat dan meyakini bahwa apa yang dilihat nya benar atau tidak, namun saat pemuda itu menoleh kearah nya sembari membuka pintu mobil yang akan dinaiki nya Jonathan semakin yakin jika mereka benar benar mirip, apalagi pemuda itu juga sama terkejut nya dengan dia bahkan sampai membuka mulut nya dengan lebar.
Jonathan masih memandang pemuda itu yang juga memandang nya, hingga keterkejutan nya buyar saat Roy sudah menjalankan mobil nya dan meninggalkan SPBU itu.
"apa yang anda lihat tuan?" tanya Roy heran karena Jonathan masih terus melihat kearah jendela mobil bahkan belum menutup kaca jendela nya
Dirga yang mendengar itu pun langsung menoleh kearah Jonathan
"ah, tidak ada" jawab Jonathan singkat dan langsung menutup kaca jendela nya.
Didalam mobil Jonathan masih termenung dengan apa yang baru saja dilihat nya, hingga tak terasa mobil yang dikendarai Roy sudah tiba dirumah Dirga.
Jonathan dan Dirga bersama teman teman nya masuk kerumah setelah memberi salam pada ibu Dirga.
Mereka berkumpul ditaman belakang sambil berceloteh dan menyantap makanan yang tersaji.
"eh, bang Roy tadi gak heboh liat muka lo jo?" tanya Alex
"heboh lah, malahan mau puter balik, untung ada gue" bangga Dirga
"oh ya, emang lo ngomong apa? " tanya Erika pula
"gue bilang aja jo lagi rebutan cewe! " seru Dirga santai
"what!!!, serius lo ngmong gitu?! " tanya Alex dan Samuel bersamaan
"iyalah, gak tau lagi gue mau alasan apa" jawab Dirga cengengesan sementara teman teman nya sudah tertawa mengejek.
"terus bang Roy percaya gitu? " tanya Erika penasaran
"gak tau gue, mungkin percaya kali" jawab Dirga
"hahaha, kiamat dunia kalau sampai Jonathan rebutan cewe" ejek Samuel
"iya bener tuh, ngeliat cewe aja dia gak mau, apalagi rebutan cewe. Untung aja pengawal lo percaya jo! " timpal Alex
Dan lagi lagi Jonathan hanya tersenyum masam.
"tapi siapa ya yang mau sama Jonathan si makhluk es ini? Penasaran gue sama jodoh ny? " tanya Alex berkelakar
"hahaha, yakin gue dia bakal jadi perjaka tua kalo sikap nya dingin gini" ejek Samuel
"sialan" kata Jonathan melengos
"hehe, canda gue" kilah Samuel
" gue deh yang kasih hadiah terbesar kalo ada cewe yang mau sama lo Jo, " kata Samuel lagi
"siapa juga yang bisa mecahin hati sekeras batu si Jonathan" timpal Erika tiba tiba yang langsung jadi pusat perhatian teman teman nya.
Dan mereka langsung tertawa bersama menghabiskan waktu hingga senja tiba.
..
__ADS_1
jangan lupa like and coment juga vote nya ya guys....😉