
Ivan mematung tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui. Secepat ini Amel hamil, padahal mereka baru menikah belum ada dua bulan. Rasanya dia masih benar benar tidak menyangka.
Tepukan dibahu nya membuat Ivan langsung terkesiap kaget. Dia menoleh kebelakang dan melihat Jonathan yang tersenyum padanya.
"Selamat, ternyata kamu lebih unggul dari kami" kata Jonathan dengan wajah nya yang juga menampilkan kebahagiaan. Dia begitu bahagia mendengar Ivan yang akan menjadi orang tua, dan tentu nya dia juga akan menjadi paman sebentar lagi.
Ivan tertawa dan mengangguk cepat
"Ah, iya, aku bener bener gak nyangka" ucap Ivan
"Selamat nak. Ini kejutan yang luar biasa" sambut Maxwel pula. Bahkan dia langsung memeluk Ivan sejenak sangking bahagia nya akan mendapatkan cucu. Dia sempat berfikir jika anak anak nya akan mendapatkan anak dalam waktu yang lama seperti dia yang mendapatkan dua anak kebanggan nya ini.
"Terimakasih pa. Sebentar lagi papa akan menjadi opa" sahut Ivan
Maxwel dan Jonathan langsung tertawa mendengar itu
"Ya, papa akan menjadi opa" jawab Maxwel
"Dan aku menjadi uncle" sahut Jonathan pula
"Aunty dong" sahut Karina tidak mau kalah. Sepertinya mereka semua benar benar bahagia mendapat kabar ini
"Van, Amel" panggil Delisha yang sejak tadi duduk disamping Amel. Dokter Sandra baru saja pergi setelah selesai memeriksa Amelia.
Ivan segera mendekat kearah Amel yang sudah mulai sadar, bergantian dengan Delisha yang kini dirangkul oleh Maxwel.
Sedangkan Karina juga mendekat kearah Jonathan yang langsung mengusap pucuk kepala nya, meski mereka kalah, namun mereka juga turut bahagia mendengar kabar ini.
Amel membuka matanya perlahan seraya mengusap kepala nya yang terasa berat dan pusing. Namun dia langsung mengernyit saat melihat orang orang yang berkumpul memandang nya dengan senyuman
"Kau udah sadar sayang. Apa yang sakit?" tanya Ivan yang mengusap wajah Amel yang sudah tidak sepucat tadi
Amel menggeleng pelan, dia memandang mertua dan saudara Ipar nya dengan heran
"Minum dulu nak" Delisha langsung mendekat dan memberikan Amel air minum. Ivan membantu nya untuk duduk dan bersandar dikepala ranjang
Amel meminum airnya dengan perlahan, rasa segar dan dingin air itu membuat tenggorokan nya yang kering terasa lebih lega.
"Ini kenapa?" tanya Amel dengan suara yang masih serak dan lemas. Dia memperhatikan satu persatu orang orang yang ada disana.
"Selamat ya kak, akhirnya kami bakalan punya ponakan" ungkap Karina
__ADS_1
Amel mengernyit bingung
"Keponakan?" gumam Amel. Dia lalu kembali menoleh pada Ivan yang duduk disamping nya dan menggenggam tangan nya dengan lembut
Ivan mengangguk dan tersenyum. Dia meraba perut rata Amel dengan begitu bahagia
"Iya, dia udah ada disini?" ungkap Ivan
"Dia?" gumam Amel yang masih tidak mengerti
"Iya sayang, kamu hamil" jawab Ivan
Mata Amel tampak mengerjap, menunduk dan meraba perut nya
"Aku hamil" gumam Amel dengan mata yang langsung berkaca kaca
"Iya, dia udah tumbuh disini" jawab Ivan
"Beneran?" tanya Amel yang sudah menahan tangis, bahkan mata Ivan juga ikut berkaca kaca sekarang
"Iya" jawab Ivan
Amel kini menoleh pada mama mertua nya
Delisha mengangguk dan mendekat kearah nya, mengusap kepala Amel dengan lembut
"Iya sayang,.kamu hamil. Kalian akan jadi orang tua sekarang" jawab Delisha dengan senyum haru nya.
Sontak saja Amel tidak dapat lagi menahan tangis bahagia nya. Dia langsung menangis dan menangkup wajahnya untuk menutupi tangisnya. Namun Ivan segera menarik Amel kedalam pelukan nya.
"Jangan nangis. Kamu gak senang kita punya anak" tanya Ivan
Amel memukul pundak Ivan dengan gemas.
"Aku seneng, seneng banget. Aku gak nyangka bisa hamil secepat ini.... huuuuu" kata Amel yang kembali menangis dalam dekapan Ivan
Ivan tersenyum seraya mengusap tubuh istrinya. Ya, dia juga tidak menyangka ini, rasa nya seperti mimpi. Kebahagiaan nya begitu lengkap sekarang. Betapa baiknya Tuhan pada mereka.
Delisha dan Maxwel saling pandang dengan haru. Mereka akan segera mempunyai cucu sekarang. Hal yang tidak pernah terbayangkan bisa secepat ini. Rasanya benar benar bahagia
"Papa akan memberikan bonus untuk seluruh karyawan kita demi menyambut cucu pertama dikeluarga ini" ungkap Maxwel begitu antusias. Amel melepaskan pelukan nya dari Ivan dan memandang mertua nya yang terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
"Iya, kamu juga harus memberi tahu keluarga dikampung nak" sahut Delisha pula
"Tentu ma" jawab Ivan. Ibu dan bapak nya pasti senang mendengar kabar ini. Mereka juga sudah ingin mendapatkan cucu.
"Kalian tidak boleh bersedih, harus lebih giat lagi supaya cepat menyusul" kini Maxwel beralih pada Jonathan dan Karina
"Tidak masalah, sepertinya kali ini memang Ivan lebih beruntung" jawab Jonathan membuat Ivan tertawa kecil
"Semangat bang, jangan nyerah" ucap Ivan
"Gak apa apa kalian dulu. Nanti mama susah ngurus nya kalau kita barengan" kini giliran Karina yang berbicara. Meski dia menjadi resah karena belum hamil, namun mendengar kabar ini dia juga sangat bahagia
"Enggak apa apa. Masih dua bulan lebih. Mama dulu lima tahun baru dapet kalian" sahut Delisha pada Karina
"Iya ma, Karin seneng banget kak Amel hamil. Pengen lihat kayak apa anak mereka" jawab Karina dengan tawa nya hingga menular ke yang lain
"Udah pasti ganteng kayak papa nya dong" sahut Ivan dengan bangga. Jonathan langsung mendengus gerah
"Ya, semoga saja sifatnya tidak menular" ucap Jonathan
"Haha, gak papa sih, biar makin ramai rumah" sahut Ivan
"Kamu harus banyak istirahat ya Mel, jangan sering kebutik dulu" ujar Maxwel
"Iya pa" jawab Amel seraya mengusap wajahnya
"Kamu juga harus siaga jadi suami. Jangan lalai Van" kini Maxwel beralih pada Ivan
"Siap pa" jawab nya
"Besok kita kerumah sakit ya, periksa kandungan kamu" ujar Delisha . Ivan dan Amel langsung mengangguk saja
"Karin boleh ikut kan?" tanya Karina memandang Delisha dan Amel
"Boleh dong sayang." jawab Delisha yang langsung mendekat kearah Karina..Sedikit banyak nya Delisha tahu jika Karina juga pasti merasa sedih meski dia terlihat bahagia.
Delisha mengusap wajah Karina yang tersenyum dengan senang
Ivan dan Amel saling pandang dan tersenyum bahagia, mereka benar benar terharu dengan kabar ini. Sangat tidak menyangka jika mereka akan secepat ini diberi kepercayaan.
Apalagi melihat kebahagiaan diwajah orang orang terdekat mereka. Rasanya sungguh tidak bisa dijabarkan.
__ADS_1
Sekarang tanggung jawab Ivan semakin bertambah. Sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah. Semoga saja dia bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk anak anak nya. Layaknya Maxwel dan pak Tarman yang menjadi panutan nya. Walau seberat apapun ujian kehidupan, namun yang utama adalah keluarga.