
Faiz membawa Diana masuk kedalam rumah mewah nya. Rumah hasil jerih payahnya bekerja menjadi asisten Ivan selama hampir dua tahun ini. Rumah impian nya sebagai hadiah untuk ibu nya. Ya, sekarang kehidupan Faiz sudah berubah jauh, dia sudah memenuhi janji nya untuk membawa ibu nya hidup dikota dan tinggal bersama nya. Semua berkat Ivan dan tuan Maxwel. Kehidupan nya yang hanya anak kampung bisa menjadi seperti sekarang. Memang roda terus berputar, dan Faiz merasakan itu sekarang.
Semua sudah dia punya, dan kini dia datang kerumah membawa calon menantu untuk ibunya. Semoga saja pilihan nya ini tidak salah. Dia memang tidak suka menjalani hubungan yang rumit. Jika bisa langsung menikah kenapa harus pacaran lagi?
Faiz memandang Diana yang tampak berdiri gugup dengan tangan yang menenteng sebuah paper bag berisi makanan yang dia beli saat diperjalanan tadi.
"Ayo masuk" ajak Faiz, namun Diana masih diam dan beberapa kali menghela nafasnya. Dia benar benar gugup, Faiz saja seperti ini, bagaimana ibunya. Apa yang harus dia katakan pada ibu Faiz nanti, calon menantu dadakan telah datang, mungkinkah begitu?
"Aku takut kak" bisik Diana begitu pelan
Faiz langsung tertawa dan meraih lengan Diana, menarik nya untuk masuk kedalam rumah untuk menemui ibunya.
"Apa yang ditakutin. Kayak mau ketemu klien penting aja" sahut Faiz begitu enteng. Diana benar benar ingin menjitak kepala nya sekarang, apa dia tidak tahu jika Diana gugup, memang tidak peka
"Assalamualaikum Bu..." seru Faiz dengan suara yang menggema diseluruh ruangan itu
Diana sampai terlonjak kaget mendengar nya
"Ibu... Faiz pulang" teriak Faiz lagi
"Kak, ngapain teriak teriak coba. Kayak dihutan aja" gerutu Diana yang langsung melepaskan cengkraman lengan Faiz
"Apasih, yakan biar ibu dengar" jawab Faiz yang langsung membawa Diana menuju sofa nya. Bersamaan dengan suara seorang wanita yang datang dari arah dapur
" Waalaikumsalam.. Kok udah pulang Iz?" tanya ibu Faiz, namun mata nya sedikit melebar saat melihat Faiz datang bersama seorang perempuan
Diana langsung tersenyum canggung melihat ibu Faiz yang tampak terkejut
"Bawa siapa nak?" tanya Ibu Faiz yang masih memperhatikan Diana dengan lekat. Membuat Diana semakin bertambah gugup
"Diana Bu. Calon mantu" jawab Faiz dengan enteng nya. Ibu Faiz dan Diana langsung terkesiap dan sama sama melebarkan mata mereka.
"Calon mantu?" tanya ibu lagi, dan Faiz langsung mengangguk yakin
Ibu Faiz langsung mendekat kearah Diana, dan memperhatikan gadis itu dengan begitu takjub. Bahkan dia sampai mengelilingi tubuh Diana, seperti sedang memeriksa sesuatu
"Beneran kamu calon istri Faiz nak?" tanya Ibu Faiz sekali lagi
Diana tersenyum canggung dan melirik Faiz yang hanya acuh dan duduk disofa nya
"Kamu serius mau jadi istri Faiz, enggak bercanda kan?" tanya Ibu Faiz lagi, wajah nya seperti sedang meyakinkan sesuatu membuat Diana begitu heran melihat nya
"Emang nya kenapa Bu?" tanya Diana akhirnya
"Kamu kok mau sama Faiz??" tanya ibu membuat Diana langsung terperangah dan mengusap wajahnya sejenak
Kenapa mau? Dia juga dipaksa kan
"Itu, anu..." Diana jadi bingung mau menjawab apa
"Ibu banyak banget tanyak nya, kata nya kepengen calon mantu, udah dicariin malah langsung diinterview begitu. Diana bingung tuh" sahut Faiz dari tempat duduk nya
__ADS_1
Ibu Faiz langsung tertawa dan membawa Diana duduk diatas sofa
"Nama kamu Diana?" tanya ibu Faiz dan Diana langsung mengangguk
"Ibu cuma terkejut aja nak. Faiz gak pernah cerita punya pacar selama ini. Tiba tiba bawa perempuan kerumah" ungkap ibu Faiz. Diana hanya tersenyum canggung dan kembali melirik Faiz yang hanya acuh saja. Lelaki itu memang menyebalkan
"Bahkan ibu kira dia itu gak normal" tambah ibu lagi
Faiz langsung terkesiap dan memandang ibu dengan kesal sementara Diana langsung mendengus tawa melihat wajah kesal Faiz
"Ibu kok gitu sih fikiran nya sama anak sendiri. Keterlaluan" dengus Faiz tidak terima
"Ya habisnya kamu gak pernah ngenalin pacar kamu. Selalu sama nak Ivan terus. Gimana ibu gak mikir nya gitu, mana umur udah tua lagi" jawab Ibu dengan wajah tidak berdosa nya
"Memang nya gak pernah bawa cewe ya Bu?" tanya Diana mulai ingin tahu, seperti nya ibu Faiz tidak seseram yang dia bayangkan
"Iya, maka nya ibu kaget, dia tiba tiba bawa kamu. Udah semalam bikin kaget, kirain hantu yang pulang, sekarang malah bikin kaget lagi. Untung ibu gak punya penyakit jantung" jawab Ibu, sungguh lucu sekali ibu Faiz ini. Diana sampai tidak bisa berhenti tertawa mendengar ungkapan polosnya
"Ibu, Faiz pulang dikira hantu, Faiz datang bawa calon istri dibilang bercanda. Salah terus deh kayak nya" gerutu Faiz begitu kesal
Ibu langsung tertawa dan mengusap bahu Faiz yang tampak begitu manyun. Dan Diana baru tahu jika Faiz yang dia kenal beberapa waktu ini ternyata begitu dekat dengan ibunya, bahkan terlihat sangat manja, mungkin karena dia anak satu satunya. Pantas saja dia meminta syarat untuk menerima dan menyayangi ibunya dengan baik, karena ternyata dunia Faiz hanya tentang ibunya. Sungguh mulia bukan.
"Yauda yauda, ibu percaya. Udah berapa lama kalian berhubungan?" kini ibu beralih pada Diana lagi
Berhubungan, sejak kapan mereka berhubungan coba.
"Sejak beberapa minggu yang lalu" Faiz langsung menjawab kebingungan Diana
"Wah, jadi mau langsung serius" tanya Ibu
"Kamu gak dihamili Faiz kan nak?" tanya ibu tiba tiba. Membuat mata Diana dan Faiz langsung melebar bersamaan mendengar nya
"Enggak Bu" sahut Diana cepat
"Bu, aneh deh nanyak nya. Anak ibu yang Soleh begini dituduh ngehamilin orang. Yang bener aja" sahut Faiz tidak terima
"Ya, orang aneh aja, baru kenal udah mau langsung nikah" balas Ibu langsung
"Apa kamu dipaksa nak? atau dibayar sama Faiz?" ibu terus saja memojokkan Faiz membuat lelaki itu semakin kesal, niat hati ingin membuat ibunya senang, malah dia yang kesal
"Bilang sama ibu, pernikahan bukan untuk main main. Jangan ngikutin sinetron di tv, yang dipaksa tapi lama lama jatuh cinta, gak semudah itu" ucap ibu begitu mendramatisir keadaan.
Faiz langsung menepuk dahi nya dengan wajah pasrah. Seperti nya ibu nya ini sudah menjadi korban sinetron, itu yang setiap hari ditonton jadi dia menganggap Faiz seperti itu. Tapi memang iya kan?
Diana bingung harus menjawab apa, dia memang dipaksa oleh Faiz. Tapi dia sendiri juga mau.
"Memang nya ibu gak suka Diana?" tanya Diana dengan ragu
"Suka, kamu cantik dan putih, sesuai sama kriteria calon mantu ibu dulu. Tapi kalau kamu cuma terpaksa Nerima Faiz, ibu takut kamu kecewa nak" ungkap ibu begitu serius. Diana langsung tertegun dan mengernyit
"Memang kenapa Bu?" tanya Diana
__ADS_1
"Faiz itu cuma ibu yang bener bener ngertiin dia. Dia orang nya manja, tapi juga keras kepala, ngeselin banget, kalau dibilangin sering ngeyel, kalau apa apa harus dipaksa dulu. Kadang makan juga masih harus disuapi" ungkap Ibu
"Bu, kenapa jadi buka aib anak sendiri sih" seru Faiz benar benar kesal
"Diem dulu kamu" sahut ibu memukul sekilas paha Faiz yang dia belakangi. Faiz langsung mendengus kesal dan memalingkan wajah kesalnya
"Kalau gak bener bener cinta sama dia, kamu gak akan bisa tahan nak" kata Ibu pada Diana lagi
Diana terdiam dan melirik Faiz yang duduk dengan wajah kesal nya
"Kalau Diana bisa nerima kak Faiz, apa kak Faiz juga bisa nerima sifat buruk Diana?" tanya Diana
Faiz langsung menoleh kearah nya begitu juga dengan ibu
"Diana juga bukan perempuan yang sempurna Bu. Diana juga masih selalu nakal sama mama. Diana bahkan belum bisa jadi istri yang baik sebenar nya, karena Diana gak bisa masak. Tapi mama selalu bilang, kalau kita selalu berusaha untuk jadi lebih baik lagi, pasti dapet jodoh yang terbaik pula" ungkap Diana menatap ragu ibu Faiz
"Jadi kamu beneran mau sama anak ibu, enggak pakai terpaksa?" tanya ibu Faiz
"Awalnya memang dipaksa, tapi Diana memang udah tertarik sama kak Faiz dari dulu Bu" jawab Diana malu malu
Ibu Faiz langsung tertawa dan langsung memeluk Diana yang terkejut
"Waaaah akhirnya anak ibu ada yang suka juga, ibu kira ibu gak bakalan bisa punya cucu" jawab Ibu begitu senang. Sedangkan Faiz langsung tersenyum dan geleng geleng kepala melihat nya, dia juga tampak bahagia mendengar ungkapan Diana. Padahal tadi gadis itu sewaktu diajak pergi tampak kesal , tapi sekarang malah mengungkapkan isi hatinya. Memang aneh. Tapi ya dengan begitu dia tidak usah susah susah untuk belajar cara mendekati wanita dari Ivan kan. Dengan cara seperti ini ternyata ampuh, bahkan bisa cepat jadi.
"Tapi Diana gak bisa masak Bu" ucap Diana dengan malu
"Gak papa, nanti ibu ajarin kamu masak. Yang penting kamu harus mau belajar" kata Ibu Faiz seraya melepaskan pelukan nya
"Ibu mau ngajarin?" tanya Diana begitu senang
"Mau dong, ibu jadi punya temen sekarang, gak bakalan kesepian lagi kalau Faiz kerja" jawab ibu
"Tapi Diana juga kerja Bu" sahut Faiz mematahkan senyum ibu, dia langsung memandang Diana yang mengangguk getir
"Kalau udah jadi istri Faiz ya ngapain kerja lagi nak, dirumah aja lah" pinta ibu
"Tapi Diana masih butuh banyak uang untuk bantuin Abang Diana ngobatin mama Bu, gak lama kok, cuma setahun ini aja paling" jawab Diana
"Kan bisa Faiz yang bantu bayar, kamu udah jadi tanggung jawab dia nanti nya" sahut ibu, namun Diana langsung menggeleng
"Selagi Diana bisa kerja, Diana pengen kerja Bu. Diana gak mungkin ngerepotin ibu sama kak Faiz" jawab Diana
"Yaah, sama aja sepi dong" kata ibu dengan lemas
"Nanti difikirkan lagi Bu, masih ada waktu kok" ucap Faiz mengusap bahu ibunya begitu juga Diana yang langsung mengangguk pelan. Dia tidak ingin merepotkan Faiz, bekerja diperusahaan adalah impian nya sejak dulu, setidaknya sampai ibunya sembuh dulu, setelah itu dia baru akan resign.
"Jadi kapan kalian akan nikah?" tanya ibu lagi, menatap Diana dan Faiz bergantian
"Setelah pernikahan Ivan" jawab Faiz
"Cepet banget" sahut Diana
__ADS_1
"Semakin cepat semakin bagus nak, Minggu besok ibu sama Faiz biar kerumah kamu untuk ngelamar kamu ya" kata ibu yang kembali semangat lagi
Diana hanya tersenyum getir dan mengangguk pasrah. Ibu dan anak ini seperti nya sama, sama sama ingin yang instan dan cepat beres. Memang pemaksa kan. Tidak tahu bagaimana jadinya nanti, dia harap dia tidak akan kecewa.