
Amel langsung tersenyum bahagia saat melihat Faiz dan Diana datang. Dia sudah menunggu kedua orang ini sejak tadi. Rasa ingin memakan jambu setengah matang benar benar membuat liur nya sudah ingin menetes. Padahal baru saja dia memakan banyak Apple pie yang dibawa oleh Jonathan.
"Lama banget sih kak. Aku udah pengen banget makan itu" tunjuk Amel keatas pohon jambu. Bahkan Faiz dan Diana belum lagi sampai didekat mereka.
"Jambunya kan belum matang nona" ucap Diana seraya memandang keatas pohon.
Faiz sedikit meringis melihat pohon jambu itu, tidak tinggi, namun batang nya kecil.
"Enak untuk rujak. Ibu Mai udah nyiapin bumbunya" jawab Amel
"Waah enak tuh, aku juga mau deh mas" kini Diana pula yang memandang Faiz. Yang awalnya tidak ingin, ketika mendengar kata rujak, tiba tiba perutnya juga ikut bergejolak.
"Iya aku ambil, tapi jangan banyak banyak, magh kamu takut kambuh" ujar Faiz.
"Iya, tenang aja" jawab Diana.
Ivan tertawa melihat wajah lesu Faiz. Diana tidak jauh berbeda dengan Amel, sangat banyak sekali acara ngidam nya. Hanya Karina yang tidak banyak ulah. Dia hanya tidak suka melihat Jonathan, lucu sekali. Terkadang Ivan kasihan melihat abangnya itu.
Faiz langsung menggulung lengan kemeja nya seraya memandang keatas.
"Tunjukkan keahlian lama lo Iz. Dulu kan sering tuh maling mangga pak Tarno" ledek Ivan membuat Faiz mendengus.
Karina yang masih duduk tidak jauh dari mereka langsung tertawa mendengar nya.
"Semangat kak Faiz, ambil yang banyak. Kak Jo mau juga" ujar Karina
"Kok aku?" tanya Jonathan heran. Namun melihat Karina yang menyelis kearahnya, Jonathan langsung terdiam dan tidak bisa membantah. Ibu hamil sungguh merepotkan.
"Mana batang nya kecil lagi. Kalau jatuh bakal encok pinggang gue" gumam Faiz
"Jangan dong mas, nanti kalau encok gak bisa lagi main kuda kudaan" ledek Ivan lagi membuat semua orang yang ada disana langsung tertawa.
Setelah menikah, panggilan Diana pada Faiz sudah berubah, bukan lagi kakak, melainkan mas. Lucu sekali.
"Berisik, gue walaupun encok, kuda kuda gue masih kuat. Lihat tuh langsung gol" sahut Faiz.
"Heh... kalau gak gol bakal gue anter lu ke Mbah Erot biar dikasih obat kuat" sahut Ivan.
"Gak dikasih obat kuat gue juga udah kuat." kata Faiz yang langsung memegang dahan pohon nya.
"Berisik kalian, lihat karena kuda kuda kalian ini kami jadi pada gelembung begini. Cepetan deh kak Faiz, udah pengen ini" seru Karina yang menjadi kesal sekarang.
Jonathan memandang nya dengan aneh, bukan kah Amel yang ingin makan jambu, lalu kenapa sekarang malah Karina yang terlihat tidak sabar? Dan lagi, bahasa apa itu gelembung???
__ADS_1
Ivan langsung tertawa dan mengusap perut Amel dengan lembut.
"Haduh .... emang parah sih bisa ular. Bisa buat gelembung" gumam Ivan.
Amel langsung menampar lengan Ivan dengan gemas.
"Makannya jangan dikasih bisa terus. Susah tahu jadinya" gerutu Amel
Ivan tersenyum dan memeluk Amel dengan gemas.
"Ya maaf. Nama nya juga top cer. Sekali coba langsung jadi" jawab Ivan.
"Astaga, mas... cepetan deh, telinga aku ternoda disini" teriak Diana pada Faiz yang sudah berada diatas pohon.
"Sabar Di... gak apa apa ternoda, yang penting udah ngerasain rasanya" jawab Faiz
Sungguh demi apapun, yang kesal disini adalah Jonathan. Faiz dan Ivan jika bergabung, sudah pasti sama absurd nya.
Jonathan hanya menghela nafas lelah. Dan duduk meleseh bersama Karina seraya memperhatikan Faiz yang mulai meraih jambu diatas sana.
"Kak Faiz !!! yang ditengah itu, yang gandeng tiga" seru Amel menunjuk jambu yang dia inginkan.
"Yang ini" tunjuk Faiz
"Astaga, jadi gimana nurunin nya " seru Faiz begitu frustasi
"Yank, ambil sana" Amel kini beralih pada Ivan
"Lempar aja, nanti aku tangkap" ujar Ivan, namun Amel langsung menggeleng.
"Enggak mau, nanti dia pisah sama temennya. Aku mau mereka tetap sama sama sampai aku makan nanti" jawab Amel.
Ivan langsung menepuk dahinya dan langsung beranjak. Keinginan ibu hamil ini memang ada ada saja.
Diana dan Karina hanya tertawa lucu melihat Amel. Seperti nya jika ketiga ibu hamil ini bergabung, pasti mereka akan kerepotan.
Untung saja Kasih belum menikah, jika tidak pasti akan bertambah ramai mereka.
"Sini Iz, awas aja Lo jatuhin, gue potong gaji lu" ancam Ivan yang sudah berada dibawah pohon
"Gara gara jambu potong gaji, harusnya dapet gaji tambahan satu bulan kerja ini. Lembur diwaktu istirahat " sahut Faiz dari atas.
"Enak aja, binik Lo juga mau kok" ucap Ivan
__ADS_1
"Jangan berisik, awas aja kalau jatuh dan patah. Kalian harus cari yang sama lagi" ancam Amel
"Iya iya" jawab Ivan. Dia sedikit memanjat untuk meraih buah jambu yang dijulurkan Faiz dari atas. Dan dengan sedikit kepayahan, akhirnya dia bisa meraih jambu itu. Membawa nya pada Amel dengan begitu hati hati.
"Waaahh... jambu cantik" ucap Amel yang langsung menimang nimang jambu itu dalam pelukan nya.
Ivan mendengus senyum dan menggeleng kan kepala nya melihat Amel yang begitu girang. Hanya pasal jambu saja, astaga.
"Mas aku mau yang paling besar. Tuh yang sebelah situ" kini Diana pula yang meminta Faiz berpindah tempat.
"Yang ini?" tanya Faiz
"Iya, tapi lempar ya" seru Diana pula
"Eh jangan dong, nanti kena kepala kamu" kata Faiz terdengar keberatan.
"Bukan lempar ke aku. Lempar ke tuan Ivan" sahut Diana.
"Haisss aku lagi" gumam Ivan
"Gantian kalian". ucap Jonathan dengan senyum tipis nya. Dia masih duduk santai bersama Karina seraya memijat kaki istrinya yang sedikit bengkak.
"Tangkap tuan muda. Awas kalau lecet. Payah cari yang besar kayak begini" seru Faiz.
"Demen nya yang besar ya Di" ucap Ivan seraya kembali mendekat kebawah pohon.
"Yang besar lebih puas tuan" jawab Diana membuat Ivan langsung terbahak, sedangkan Jonathan kembali menggelengkan kepala nya.
"Bini gue udah ngerti, jangan dipancing" kata Faiz dari atas.
"Ngapain mancing bini lu, mending gue mancing bini gue. Enak anget" jawab Ivan yang langsung menengadahkan tangan nya keatas dan menangkap buah jambu dari Faiz.
"Nih.. yang besar" Ivan langsung menyerahkan buahnya pada Diana.
"Waaah mantep ini. Bakalan puas dan bikin gelembung lagi" kata Diana dengan tawa lucunya.
Ivan dan Amel langsung terbahak mendengar nya.
"Amit amit cabang bayi. Jangan ditiru ya nak. Agak aneh memang uncle sama aunty kamu" gumam Karina seraya mengusap perutnya.
"Jadi anak baik ya anak papa" kata Jonathan yang juga membantu Karina mengusap perut nya. Membuat Ivan, Amel dan Diana langsung tertawa seraya ikut mengusap perut mereka masing masing.
Lucu sekali memang, entah apa saja yang dibicarakan, padahal mereka semua sedang mengandung. Tapi jika sudah berkumpul, memang begini jadinya. Apalagi mereka semua sudah mengerti dan dewasa, jadi hal hal random seperti itu sudah bukan menjadi hal yang tabu lagi.
__ADS_1