Story Of The Twins

Story Of The Twins
Ternyata Papa nya Jonathan ?


__ADS_3

Sudah lebih seminggu Ivan dan Jonathan bertukar posisi.


Mereka menikmati kehidupan yang belum pernah mereka jalani sebelum nya.


Di sisi Ivan..


Sudah lebih seminggu ini Ivan menjadi trending topic dikampus nya.  Bagaimana tidak, pangeran es yang biasa mereka kenal kini sudah mencair.  Kemana pun Ivan pergi dia selalu ramah terhadap siapapun yang menegur nya.  Tidak sedikit mahasiswi yang mulai mendekati nya.  Hal itu tentu saja membuat teman dekat Jonathan sangat terheran heran dengan kelakuan Ivan.


Ivan juga mulai mencari tau tentang kehidupan Jonathan yang dianggap nya banyak menyimpan rahasia itu.  Terlebih melihat mama Jonathan yang semakin hari semakin mengekang nya.  Dan juga dengan tingkah Andrean yang selalu saja terus mengawasi nya.


Seperti kemarin saat pulang dari kampus Ivan dan Roy menyadari bahwa ada mobil yang mengikuti mereka.  Ivan tau bahwa orang yang ada didalam mobil itu adalah Andrean.  Dia melihat Andrean sekilas sewaktu dikampus tadi menaiki mobil yang sama.


Untung sopir mereka lihai sehingga mereka bisa lolos dari intaian Andrean.


Siang ini Ivan dan teman teman Jonathan tengah berada dikantin kampus.  Mereka sedang menikmati makanan mereka masing masing. 


"hai kak Jo,  ini aku bawain sesuatu buat kakak" ucap seorang gadis cantik berambut pirang, ia menyerahkan sebuah kotak berukuran sedang pada Ivan


"apa ini? " tanya Ivan sembari memperhatikan pemberian gadis itu


"ada deh,  nanti aja dibuka dirumah ya kak" ucap gadis yang tak lain Amelia.


"oh,  oke.  Makasi ya"  ucap Ivan tulus dengan senyum manis nya membuat teman teman Jonathan kembali saling pandang heran.


Amelia pun langsung pergi dari tempat mereka berkumpul.


"wah si Jo,  dapet hadiah lagi.  Si Amel tu dari dulu ngefans banget dia kayak nya sama lo Jo" ucap Samuel pada Ivan


"iyalah,  secara ganteng,tajir lagi.  Apalagi sekarang udah mulai cair,  beh banyak deh tu yang deketin, bukan cuma si Amel aja "ucap Alex sambil melirik mengejek pada Erika


"iya bener banget tu guys,  seneng deh gue liat sifat lo udah berubah Jo, gak kayak dulu lagi.  Siapa tau kita juga kecipratan kebagian cewe yakan " kelakar Samuel.


"otak lu isi nya cuma cewe doang ya " ucap Erika ketus


"yee ngapa lo yang sewot,  rencana nya gue mau ngajak si Jo buat nyari cewe,  yagak Jo? " kata Samuel tertawa


"males gue,  belajar dulu lah " ucap Ivan santai


"aish gak asik lo" timpal Samuel


"kayak nya kalo lo dikerubungi cewe begini ada yang sewot deh Jo" timpal Alex


"siapa? " tanya Ivan


"adalah,  lo mana tau" kata Alex sambil melirik Erika


Erika yang dilirik hanya melengos tak suka.


"udah udah,  pada habisin tu makanan lo,  bentar lagi masuk" ucap Dirga yang baru bersuara.


Ditempat tak jauh dari mereka, ada beberapa pasang mata yang mengawasi gerak gerik Ivan.  Siapa lagi kalau bukan Roy dan anak buah nya juga Andrean.


Dirga yang mengetahui itu pun berpura pura santai begitu juga dengan Ivan.


Hari sudah mulai sore Ivan dan teman teman nya mulai keluar kelas untuk pulang kerumah masing masing.


Ivan sudah ada didepan mobil namun ketika hendak masuk kedalam mobil ekor mata nya menangkap seseorang tengah menelpon sembari melirik kearah nya dan langsung masuk kedalam mobil hitam nya. 


Ivan pun langsung masuk kemobil seperti biasa.  Ia sudah tau pasti ada yang direncanakan oleh anak itu.


Begitu pula dengan Dirga,  merasa ada yang aneh diapun menemui Roy.


Ivan yang sedang berada didalam mobil tak bisa mendengar apa yang dikatakan teman Jonathan dan pengawal nya itu.  Namun dia tahu seperti nya mereka juga membahas orang yang mencurigakan itu.


Akhir nya setelah selesai berbicara, mobil yang ditumpangi Ivan mulai melaju pulang. Sesekali Ivan menoleh kebelakang karena mobil yang sama yang dikendarai Andrean mengikuti nya.

__ADS_1


"seperti nya ada yang ngikutin kita lagi bang" ucap Ivan pada Roy.


"iya tuan,  dia orang yang kemarin.  Tuan tenanglah,  ini hanya masalah kecil" balas Roy santai


Ivan pun hanya mengangguk tak ingin lagi bertanya walau sebenarnya kepala Ivan sudah penuh dengan berbagai macam pertanyaan.


Tak berselang berapa lama ketika tiba dijalanan yang agak sepi mobil yang dikendarai Ivan dihadang oleh beberapa mobil.  Dua mobil dari arah depan dan mobil yang dikendarai Andrean tetap dibelakang.


"tuan,  apapun yang terjadi tolong jangan keluar" titah Roy pada Ivan.


Ivan hanya mengangguk.  Ia mulai panik ketika Roy dan supir nya mengambil beberapa senjata api dibawah kursi masing masing.


Ivan langsung meneguk saliva nya yang terasa mencekat dikerongkongan nya


"astaga tuhan,  apa apaan ini.  Berasa kayak didalem film film gue. " batin Ivan ngeri


Setelah Roy dan sopir nya turun mendekati musuh Ivan pun menoleh kebelakang namun dilihat nya mobil yang dikendarai oleh Andrean sudah tidak ada lagi.  Malah berganti dengan tiga mobil lain.


Dor dor


"astaga bang Roy" ucap Ivan semakin panik melihat Roy mulai menyerang musuh.


Namun ia lebih terkejut lagi ketika melihat Dirga datang membawa pasukan ayah nya yang berjumlah puluhan orang.


Adu tembak dan saling pukul terjadi membuat Ivan memegang dada nya yang bergemuruh hebat.


"oh tuhan, sebenar nya apa sih yang terjadi" gumam Ivan lagi. 


Dia melihat Dirga berdiri santai disamping mobil nya sambil tersenyum melambaikan tangan pada Ivan.


Roy dan pasukan yang dibawa Dirga pun dengan mudah meringkus mereka yang hanya berjumlah beberapa orang.


Setelah membereskan orang orang itu Roy dan sopir nya pun masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan kembali seperti tak ada kejadian apa apa.


"tuan,  anda baik baik saja? " tanya Roy yang heran melihat raut wajah Ivan yang agak nya terlihat sedikit syok


"eh,  a aku baik bang.  Kan abang yang main kok nanyak aku sih" jawab Ivan gugup


"hehe,  iya ya,  habis nya wajah tuan itu seperti habis melihat hantu" ucap Roy tertawa


"hehe,  gak lah bang" jawab Ivan


Sekarang Roy dan anak buah nya yang lain sudah mulai terbiasa dengan tingkah tuan muda mereka yang tidak seperti biasa, meski heran namun mereka juga tidak bertanya lebih.


Setelah beberapa menit Ivan pun tiba dirumah. Ia langsung masuk kekamar nya dan membaringkan tubuh nya.


"sebenar nya apa yang terjadi sama keluarga ini ya.  Pantes aja bang Jo ngerasa tertekan,  la wong aku baru seminggu udah dibuat sport jantung gini,  gimana dengan dia" gumam Ivan sambil menatap langit langit kamar mewah itu.


"salah gak ya kalau aku ikut campur,  aku penasaran , mau tanyak siapa ya, Dirga,  iya dia pasti tau tentang ini.  Eh tapikan gak mungkin aku nanyak,  dia pasti curiga kalau aku bukan bang Jo" lirih Ivan


"apa aku cari tau sendiri aja ya" gumam Ivan lagi.


...


Malam pun tiba, Ivan dan Delisha sedang makan malam bersama, setelah beberapa hari Delisha diluar kota , malam ini dia bisa kembali bertemu dengan mama Jonathan yang sangat baik dan perhatian pada nya, Ivan merasa seperti mempunyai seorang ibu yang begitu tulus pada nya, dan seandai nya Delisha benar mama nya mungkin dia adalah orang yang paling bahagia saat ini, itu fikir nya.


..


" kau harus lebih berhati hati lagi sekarang ya nak,  mama takut terjadi sesuatu padamu,  tadi Roy bilang ada yang mengganggu mu lagi kan? " tanya Delisha setelah menyelesaikan makanan nya


"iya ma, " jawab Ivan tersenyum


Tak berapa lama terdengar suara Rico datang.


"selamat malam nyonya,  tuan muda" sapa Rico sambil memberi hormat

__ADS_1


Delisha hanya mengangguk dan tersenyum


"inikan papa nya Dirga,  kenapa dia begitu hormat sama mama bang Jo ya,  apa hubungan nya?" tanya Ivan dalam hati.


"ada yang ingin saya bicarakan dan saya kerjakan nyonya" kata Rico.


"ya baiklah,  mari keruang kerja saya" ajak Delisha.


"nak,  tolong ambilkan laptop mama dikamar ya,  bisa kan? " tanya Delisha pada Ivan


"oh iya ma" jawab Ivan cepat.


Ivan langsung pergi kekamar Delisha.  Ia pun membuka pintu dan masuk kedalam.  Mata nya menilik setiap sudut kamar bernuansa emas itu.  Namun ada satu yang menarik perhatian Ivan,  sebuah figura besar seperti foto keluarga.


Ivan melihat nya dengan seksama.  Ia melihat foto Jonathan bersama kedua orang tua nya. Seketika hati nya terasa berdesir hebat, entah apa namun ada sebuah perasaan yang mengusik hati nya.


Lama Ivan memperhatikan foto itu, namun beberapa saat kemudian dia mengkerutkan dahi nya.


"kayak nya gue pernah lihat papa bang Jo ini lah, tapi dimana ya? " pikir Ivan sambil mengetuk ngetuk kening nya.


Dia mencoba mengingat ingat dimana dan dimana, dan ternyata


"astaga Tuhan,  ya ampun Astaghfiruloh.  Ini kan bapak yang hilang ingatan dirumah mbah nya Faiz.  Ya Tuhan berarti itu papa nya bang Jo.  Oh Tuhan,  kasian sekali,  pantas aja waktu dia ngeliat gue dulu dia kayak mengingat sesuatu. " gumam Ivan masih dengan keterkejutan nya.


"aku harus kasih tau ini sama bang Jo,  kasian mereka udah lama berpisah" kata Ivan.


Dia pun segera mengambil laptop Delisha dan langsung menuju keruang kerja Delisha yang berada tak jauh dari kamar itu.


Namun ketika hendak mengetuk pintu dia mendengar pembicaraan Rico dan Delisha karena pintu yang tak tertutup rapat.


"seperti nya Darwin sudah mulai nekat nyonya.  Kita harus lebih menjaga ketat tuan muda"  ucap Rico


"ya Rico,  aku tak ingin kejadian yang menimpa suamiku terulang lagi.  Cukup lah aku merasa kehilangan dua kali jangan lagi Jonathan.  Aku cuma punya dia sekarang" lirih Delisha


Ivan yang mendengar itupun sedikit terkejut.


"tenanglah nyonya saya pasti akan menjaga nyonya dan juga tuan muda" ucap Rico


"terima kasih Rico,  terima kasih banyak"


Ucap Delisha sendu


Tok tok tok


"ma,  ini laptop nya" kata Ivan masuk dan menyerahkan laptop itu pada Delisha


"eh, ii iya nak.  Kamu sudah lama disini? " tanya Delisha gugup


"baru aja ma,  yasudah saya permisi.  Mari om" pamit Ivan, Rico pun hanya mengangguk.


Setelah itu, Ivan langsung kembali kekamar nya.


"apa yang terjadi sebener nya sih, bingung gue.  Pengen tau tapi apa gak papa ya ikut campur urusan orang,"


"Tapi gue penasaran banget.  Eh bang Jo,  gue harus nelpon dia bilang bapak nya masih hidup.  Iya iya"


"Eh tapi tunggu dulu,  tadi mama bang Jo bilang dia kehilangan udah dua kali,  bapak nya bang Jo,  terus kehilangan apa lagi ya"


"Dan lagi,  siapa Darwin,  seperti nya dia itu musuh keluarga ini. Iya deh kayak nya.


Dan dari cerita yang gue denger bisa disimpulkan kalau siDarwin ini penyebab hilang nya papa bang Jo,  lalu sekarang mama dan bang Jo juga dalam bahaya karena sedang diincar.  Hemmm kalau gue kasi tau sekarang sama aja nambahi masalah kan.  Mungkin gak usah gue kasi tau dulu deh,  soal nya kan papa nya sama bang Jo udah pasti aman aman aja disana. "


Gumam Ivan.  Ia berfikir sambil mengetuk ngetuk pelan kepala nya dengan ponsel yang dia pegang.


"terus sampai kapan ya,  gue juga mana bisa bantu kan.  Gue gak tau apa apa.  Hemmh cuma si Dirga ini yang bisa diajak kerja sama.  Tapi gimana ya,  kalau gue nanyak nanyak pasti dia curiga.  Ah pusing gue"

__ADS_1


__ADS_2