Story Of The Twins

Story Of The Twins
Pernikahan Faiz dan Diana


__ADS_3

Karina dan Jonathan bersama dengan orang tua mereka sudah berada disebuah gedung megah milik keluarga Alexander. Hari ini adalah hari pernikahan Faiz dan juga Diana. Mereka menggelar acara pernikahan digedung yang memang sudah disediakan oleh Maxwel.


Acara itu cukup mewah meski dengan dekorasi sederhana. Tamu undangan sudah mulai berdatangan, terutama rekan bisnis dan juga kolega bisnis perusahaan cabang maupun perusahaan pusat.


Sebenar nya Faiz ingin acara sederhana saja, cukup dirumah Diana atau digedung biasa. Namun Maxwel dan Ivan tidak setuju. Seorang asisten kepercayaan disalah satu perusahaan milik Maxwel haruslah merasakan kemewahan yang bisa dipandang oleh semua orang. Apalagi dedikasi Faiz pada Ivan selama ini membuat Maxwel sudah menganggapnya seperti anak sendiri.


Dan sungguh, Faiz dan juga ibunya sungguh merasa begitu tersanjung dengan kebaikan hati Maxwel.


Saat ini mereka semua telah berkumpul diaula gedung untuk menyambut tamu undangan. Semua nya sudah berkumpul. Hanya Ivan dan Amelia yang belum datang. Ibu hamil itu kembali morning sickness pagi ini. Jadi mungkin mereka akan datang disaat sore hari nanti.


Diruang rias, Diana ditemani oleh Karina dan juga Kasih. Dia baru saja selesai dirias. Pakaian adat jawa yang dia kenakan benar benar membuat penampilan nya sangat anggun dan ayu. Siang ini mereka akan mengadakan acara akad nikah terlebih dahulu. Dan sore nanti, baru lah resepsi diadakan.


"Cantik sekali kak" puji Kasih pada Diana


"Iya, anggun banget Di. Pangling aku" sahut Karina pula


"Jangan gitu dong nona, saya kan jadi malu" jawab Diana seraya tertawa dan tersipu


"Gak deg degan kamu?" tanya Karina seraya memainkan melati yang tergerai dibahu Diana


"Deg degan banget pun. Mudah mudah lancar" jawab Diana


"Pasti lancar. Nanti kalau udah selesai akad pasti lega" sahut Karina


Dan Diana langsung mengangguk


"Sayang banget, nona Amel gak disini, kalau enggak kan kebahagiaan saya lengkap" Diana terlihat tertunduk lesu seraya membenarkan sedikit pakaian nya


"Dia pasti Dateng. Kalau pagi, dia sering muntah, kasihan, dia gak bisa kecapean" ungkap Karina


"Mabuk parah ya nona?" tanya Kasih yang saat ini duduk disamping mereka. Dia memperhatikan Diana yang begitu cantik


"Iya, muntah terus tiap pagi. Dia lagi gak bisa makan apa apa, cuma bisa makan buah doang" jawab Karina


"Kasihan banget " gumam Kasih. Kasih baru sekali bertemu Amel, itupun saat Amel dan Ivan baru pulang bulan madu saat mereka membagikan oleh oleh nya. Dan setelah itu sampai saat ini dia belum ada lagi bertemu dengan nona muda itu.


"Kalian udah pada siap?" tanya Delisha yang tiba tiba masuk kedalam sana, dia masuk bersama ibu Diana yang duduk dikursi roda


"Mama"

__ADS_1


"Nyonya"


"Cantik banget kamu Di" puji Delisha membuat Diana langsung tersenyum malu


"Nyonya, saya jadi malu" jawab Diana


"Iya mirip putri keraton" sahut Delisha


Kasih dan Karina langsung tertawa mendengar itu. Kasih sedikit menjauh, dia masih begitu canggung sebenarnya bergabung bersama keluarga ini. Namun Karina dan Diana meminta nya untuk menjadi pendamping pengantin Diana. Dan Dirga juga mendukung itu, dia bilang agar Kasih lebih dekat dengan mereka.


Maxwel dan orang tua Dirga sampai saat ini belum berkata apapun, mereka hanya diam dan tidak mempermasalahkan Kasih yang ada disana. Hanya saja, Kasih masih begitu terasa asing.


"Sebentar lagi kamu akan jadi istri. Harus patuh sama suami ya nak" ujar mama Diana


Diana langsung berlutut dihadapan mama nya. Matanya berkaca kaca sekarang


"Tentu ma, mama doain Diana supaya jadi istri yang baik ya ma" pinta Diana


"Pasti sayang" jawab mama Diana yang tampak menangis haru. Apalagi ketika mengingat, Diana yang menikah tanpa didampingi ayahnya


"Jangan menangis, calon suami kamu sudah didepan. Faiz juga keren banget loh" ujar Delisha


"Terimakasih banyak nyonya. Berkat nyonya dan tuan, saya bisa merasakan pernikahan mewah ini" ucap Diana


"Siapa yang bilang begitu?" tanya Delisha


"Kak Faiz, dia bilang jika nyonya dan tuan yang menyiapkan semua nya" jawab Diana dengan begitu polos


"Tidak, kami hanya menyiapkan tempat saja. Yang lain semua Faiz yang mengatur" jawab Delisha


"Benarkah?" tanya Diana tak percaya dan Delisha langsung mengangguk dengan cepat


"Sudah jangan difikirkan,.sekarang keluar ya" ujar Delisha


"Iya, mama sama nyonya Desliha duluan. Kamu harus jadi ratu yang anggun hari ini" kata mama Diana pula


"Iya ma" jawab Diana


"Kalian dampingi Diana kan?" tanya Delisha pada Karina dan Kasih yang juga sudah tampak cantik dengan kebaya pink mereka

__ADS_1


"Iya ma" jawab Karina dan Kasih hanya mengangguk saja


"Yasudah, kami tunggu diluar" ujar Delisha yang langsung membawa mama Diana keluar.


Dan kini tinggal mereka bertiga


Diana menarik nafasnya dalam dalam dan memandang dirinya dicermin sekali lagi


"Sudah cantik, berdoa dulu kak" ujar Kasih yang mendekat kearah Diana. Ya, dia memanggil Diana dengan sebutan kakak, karena dia yang paling muda diantara mereka


Diana mengangguk dan tersenyum. Karina dan Kasih langsung membawa nya keluar.


Seperti pengantin pada umumnya, rasa gugup dan cemas pasti ada. Namun sebisa mungkin Diana menahan nya. Apalagi didepan sana, Faiz sudah duduk dengan gagah didepan Abang Diana yang akan menjadi walinya.


Mereka sudah sama sama tidak memiliki ayah, jadi saksi pernikahan kali ini adalah Maxwel dan juga salah seorang dari pihak Diana.


Diana tersenyum saat Faiz tersenyum kearah nya. Lelaki itu juga terlihat gugup dan beberapa kali menarik nafasnya.


Dan memang begitu yang dirasakan oleh Faiz. Dia memandang sekitarnya yang semua mata langsung menoleh kearah nya dan juga Diana bergantian.


Tadi dia tidak segugup ini, tapi setelah duduk didepan Abang Diana, Faiz menjadi gugup, rasanya dia benar benar gelisah. Didalam hati dia berdoa semoga dia mengucapkan ijab kabul itu dengan lancar.


"Jangan gugup, kamu pasti bisa" ujar Maxwel


Faiz tersenyum dan langsung mengangguk


"Iya tuan" jawab nya dengan senyum getir


Faiz kembali menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkan nya dengan cepat.


Namun tiba tiba dia langsung tersenyum, saat seseorang yang baru datang tampak mengangkat tangan nya keatas memberikan semangat untuk nya


"Semangat, pasti bisa" ucap Ivan yang bahkan belum duduk ditempat nya.


Faiz mengangguk dan tersenyum senang. Dia kira Ivan tidak akan bisa datang dan menyaksikan acara ijab kabul nya, namun ternyata, sahabatnya itu bisa datang dengan membawa Amelia yang terlihat cantik dengan balutan kebaya pesta bewarna pink. Sedari tadi hanya Dirga dan Jonathan yang menemani nya. Dan dia merasa kurang lengkap, namun sekarang, kebahagiaan nya lengkap sudah.


Ya Ivan dan Amelia memutuskan untuk datang lebih cepat agar tidak ketinggalan acara sakral ini. Mereka tidak ingin melewatkan akad sahabat mereka. Meski Amel tidak bisa mendampingi, namun setidak nya dia bisa menyaksikan mereka mengucapkan janji suci.


Dan tentu saja Diana yang melihat Amel sudah datang tampak begitu senang.

__ADS_1


__ADS_2