Story Of The Twins

Story Of The Twins
Lagi lagi Ivan!


__ADS_3

Sinar matahari pagi sudah mulai memanas dan menghangat kan tubuh. Jam juga sudah menunjukkan pukul tujuh pagi saat ini. Namun sepasang pengantin baru tampak masih bergelung didalam selimut mereka. Saling memeluk dan menghangatkan tubuh. Kelihatan nya olahraga panas mereka malam tadi benar benar membuat mereka kelelahan hingga waktu sudah mulai siang mereka masih belum juga bangun.


Karina masih tampak menggeliatkan tubuh nya dengan pelan, mata nya masih begitu berat untuk terbuka. Tapi rasa nya dia terasa ingin kekamar mandi sekarang.


Matanya yang sayu tampak terbuka perlahan, beberapa kali mengerjap dan akhirnya terbuka sempurna.


Dan pandangan yang pertama kali dilihat adalah wajah tampan Jonathan yang masih terpejam dengan tenang. Meskipun begitu, tangan lelaki itu melingkari perut Karina dengan erat.


Karina langsung tersenyum lebar memandang wajah indah yang tak pernah bosan untuk dipandang. Meski orang berkata dia angkuh, sombong, dingin dan kaku, namun bagi Karina Jonathan adalah segala nya. Laki laki baik hati yang meskipun kaku namun tetap hangat dalam memperlakukan nya. Dan Karina sangat mencintai lelaki ini.


Tangan Karina menyusuri wajah tampan Jonathan yang benar benar sempurna tanpa cela. Alis yang tebal namun rapi, hidung yang mancung bagai dipahat sempurna, dan bibir tipis merah muda yang selalu menggoda. Rahang yang tegas dan ditumbuhi bulu bulu tipis membuat nya kelihatan begitu tampan dan sangat berkharisma.


Wajah Jonathan sedikit mengernyit karena mendapat sentuhan tangan Karina. Karina langsung melepaskan tangan nya dari wajah Jonathan dan masuk kembali ke pelukan suami nya. Rasa harum tubuh Jonathan yang bercampur dengan keringat malam membuat nya benar benar betah, bahkan dia lupa jika ingin kekamar mandi tadi nya.


"Sudah puas memandang nya" tanya Jonathan dengan suara yang begitu serak


"Kakak udah bangun" kata Karina yang mendongak dan menatap wajah Jonathan yang membuka mata nya perlahan


"Hmm, ada tangan nakal yang membangunkan ku" jawab Jonathan sembari mencium kening Karina dan kembali memeluk Karina dengan erat


"Maaf" gumam Karina manja


Jonathan hanya tersenyum saja dan semakin mengeratkan pelukan nya, rasa nya benar benar nyaman dan indah. Apalagi merasakan kehangatan tubuh Karina yang polos tanpa sehelai benang pun, membuat inti ditubuh nya kembali bereaksi


Karina langsung melepaskan pelukan Jonathan saat merasa ada sesuatu yang kembali bergerak dibawah sana.


"Kok bangun lagi sih" protes Karina membuat Jonathan langsung tertawa kecil


"Gak tahu, kepengen lagi seperti nya" jawab Jonathan


Karina langsung menggeleng cepat dan beranjak duduk namun dia langsung meringis sembari menarik selimut dan menutupi tubuh polos nya


"Kenapa?" Tanya Jonathan bingung, dia juga ikut duduk disamping tubuh Karina


"Sakit" jawab Karina menatap wajah Jonathan dengan wajah memelas


"Apa yang sakit?" Tanya Jonathan sudah cemas


"Itu nya" jawab Karina


"Itu nya apa?" Tanya Jonathan yang masih belum mengerti


"Is anu itu kak" seru Karina kesal


Jonathan langsung menunduk dan melihat tangan Karina yang menunjuk area sensitif nya dengan wajah merona, membuat Jonathan langsung mendengus senyum dan mengusap kepala istri nya dengan lembut.


"Perih ya, maaf, yasudah aku bantu kekamar mandi" ujar Jonathan yang turun dari tempat tidur dan meraih bathrop diatas meja.


Dia memakaikan nya pada Karina, sedangkan dia hanya memakai celana pendek saja saat ini dan memperlihatkan dada bidang nya yang begitu kekar dan penuh roti sobek


"Karin bisa sendiri" ucap Karina yang langsung turun dari tempat tidur, namun dia kembali terduduk dengan ringisan diwajah nya


"Jangan bandel" Jonathan langsung mengangkat tubuh Karina dalam gendongan nya dan membawa nya kekamar mandi


"Ini gara gara kakak" gerutu Karina saat Jonathan mendudukkan nya disisi bathtub


"Iya maaf, khilaf" jawab Jonathan dengan senyum lucu namun juga merasa bersalah, dia bahkan tidak membiarkan Karina tidur terlalu lama malam tadi karena begitu candu nya

__ADS_1


Karina hanya mengerucutkan bibir nya dengan kesal sembari memperhatikan Jonathan yang mengisi air hangat dibathub itu dan menuangkan sedikit aroma terapi yang menangkan.


Wajah Karina seketika kembali merona dan dia tersenyum tipis saat membayangkan aksi mereka malam tadi. Yang awal nya malu malu dan tidak tahu harus apa, lama kelamaan dia malah menikmati permainan Jonathan yang begitu membuai. Apalagi melihat tubuh seksi Jonathan, oh astaga, otak nya sudah ternodai sekarang


"Masuklah" ucap Jonathan mengejutkan lamunan Karina


"Buka dulu" kata Jonathan lagi sembari menarik tali bathrop namun langsung ditahan Karina


"Karin malu" ucap Karina dengan wajah yang merona, membuat Jonathan gemas dan rasa nya ingin melahap nya lagi


"Apa yang kamu malukan, aku sudah melihat semua nya" jawab Jonathan yang langsung mengangkat tubuh polos Karina masuk kedalam bathtub


"Jangan jujur banget gitu" protes Karina namun Jonathan hanya tersenyum dan mengendikan bahu nya saja


Karina terlihat merendam seluruh tubuh nya didalam sana. Sangat nyaman dan terasa melegakan, rasa remuk ditubuh nya seolah menguar begitu saja.


Jonathan mandi dibawah shower dan membiarkan Karina berendam, dia tidak ingin dekat dengan istrinya itu, jika tidak, dia tidak akan bisa menahan nya lagi.


"Jangan tidur, kita harus sarapan" ucap Jonathan saat melihat Karina yang memejamkan matanya didalam sana


"Ngantuk kak, emang jam berapa sekarang?" Tanya Karina tanpa membuka mata nya, jika dia membuka mata dia pasti akan menjerit sekarang melihat keadaan Jonathan dibawah shower.


"Jam tujuh lewat" jawab Jonathan sembari terus mengusap kepala nya


"Hah jam tujuh lewat" seru Karina terkejut


Dan


"Aaarghh" teriak nya kemudian membuat Jonathan segera mendekat kearah nya


"Hei kenapa?" Tanya Jonathan panik dan meraih tangan Karina yang menutupi wajah nya


Jonathan langsung mendengus senyum dan langsung masuk kedalam bathtub itu membuat Karina bertambah panik sekarang


"Kakak" seru Karina


"Kamu sudah melihat nya, kenapa masih malu hmm" goda Jonathan sembari memeluk Karina dari belakang, mencium pundak nya yang basah dan semakin menggoda


"Aaaaaaa ibu tolong!!!" Rengek Karina saat Jonathan kembali bermain dengan nya


.....


Dan akhir nya mereka keluar dari kamar saat jam sudah menunjukan pukul delapan lewat sepuluh menit. Sudah sangat kesiangan, tapi apa boleh buat, ini gara gara Jonathan yang keterlaluan.


Karina berjalan kearah meja makan dengan wajah yang tertekuk kesal sementara Jonathan berjalan santai dengan wajah yang menampakan kepuasan batin yang tiada tara.


Di meja makan hanya tinggal ibu dan mama nya yang duduk dan berbincang, seperti nya Maxwel sudah pergi keperusahaan untuk menggantikan Jonathan beberapa minggu ini


Karina sebenar nya merasa malu dan tidak enak, baru hari pertama tinggal dirumah mertua, dia malah bangun kesiangan, benar benar menantu yang tidak tahu diri


"Pagi Bu, pagi ma. Maaf kesiangan" sapa Karina pada ibu dan Desliha yang memandang nya dengan senyum penuh arti


"Enggak apa apa, maklum pengantin baru. Yauda sarapan dulu, capek kan" kata Delisha sembari mendekatkan beberapa potong roti dan sandwich pada Karina dan Jonathan yang tertunduk malu, apalagi wajah Karina yang memerah


"Suami kamu dilayani" ucap ibu dan Karina langsung mengangguk. Dia berdiri dan memberikan Jonathan sarapan dan teh untuk nya


"Terimakasih" ucap Jonathan dan Karina hanya mendengus melihat nya, dia masih kesal dengan Jonathan , tubuh nya sudah begitu remuk sekarang

__ADS_1


Jonathan hanya tersenyum saja melihat wajah kesal Karina, bagaimana bisa ditahan jika Karina selalu bisa menggoda keimanan nya


"Mama sama ibu udah sarapan?" Tanya Karina menatap ibu dan mertua nya bergantian


"Sudah, yauda kalian sarapan dulu, mama mau ajak ibu kamu jalan jalan sebentar" ucap Delisha. Dan Karina hanya mengangguk saja sembari memakan sandwich nya. Dia sudah kelaparan sekarang.


Ibu dan mama langsung beranjak dari meja makan dan berjalan keruang depan, namun Karina dan Jonathan saling pandang saat mendengar suara ibu dan mama sedang menyapa seseorang yang akan membuat heboh sebentar lagi


Karina kembali menikmati makanan nya dan harus mempersiapkan jantung nya mulai sekarang


Dan


"Wah pengantin baru, baru sarapan aja. Baru keluar kamar ya" goda Ivan yang baru datang bersama Amelia .


Mereka langsung duduk dihadapan Jonathan dan Karina yang hanya tersenyum menanggapi Ivan


"Kamu abis ngapain Rin, kok lesu gitu?" Tanya Amelia membuat Ivan langsung menyembur kan tawa


"Sayang, jangan ditanya, kamu kayak gak tahu aja" kata Ivan dengan tawa nya, dia menyumpal mulut nya dengan roti cokelat hingga membuat tawa nya berhenti, namun wajah tengil itu membuat Jonathan kesal, namun melihat wajah Karina yang memerah kembali dia langsung tersenyum tipis mengingat malam tadi


"Bang gimana rasa nya" tanya Ivan pada Jonathan


"Rasa apa?" Tanya Jonathan pula yang tengah menyantap sarapan nya dengan elegan dan berwibawa berbeda dengan Ivan yang makan dengan mulut penuh


"Pakek nanyak lagi" dengus Ivan


"Nanti kamu akan tahu" jawab Jonathan singkat


"Ya kan perlu belajar dulu dari senior" kata Ivan dengan tawa geli nya


"Ih yank, ngebahas apa sih" Amelia langsung mencubit perut Ivan dengan kesal membuat lelaki itu langsung terkekeh kembali


"Sakit tahu yank, suka banget nyubitin orang. Awas aja nanti kalau udah halal, aku buat kamu lebih dari Karina sekarang" ancam Ivan membuat Karina dan Amelia langsung melebarkan mata nya


"Heh, kayak tahu aja Karina diapain" sahut Amelia


"Tahu dong, kami kan udah belajar tutorial nya, ya gak bang" kini Ivan beralih pada Jonathan yang gantian melebarkan mata nya pada Ivan


"Kamu ini, pergi sana, sembarangan aja kalau bicara" usir Jonathan kesal


"Tutorial apa?" Tanya Karina ingin tahu


"Bukan apa apa" jawab Jonathan langsung. Jangan sampai Ivan membocorkan rahasia gila mereka yang bisa bisa nya menonton film 21+ demi untuk melancarkan malam pertama.


Amelia menatap Ivan dengan pandangan mata yang memicing, begitu pula dengan Karina yang memandang Jonathan dengan curiga


Ivan terkekeh geli, dia meminum susu yang tersedia beberapa teguk. Setelah itu memajukan tubuh nya ketengah meja dan menatap Karina dan Amelia bergantian


"Mau tahu, sini aku bisikin" bisik Ivan membuat Amelia dan Karina yang polos itu langsung mendekat kearah Ivan sedangkan Jonathan hanya menghela nafas jengah. Seharus nya dia tidak mengikuti ide gila Ivan kemarin. Jadi nya dia yang malu sendiri begini


"Apaan sih kak" tanya Karina


"Tutorial apa?" Tanya Amelia pula


Ivan langsung tersenyum penuh arti pada kedua gadis itu dan membisikan sesuatu


"Tutorial buat bayi" bisik nya yang langsung pergi menjauh dan berlari meninggalkan meja makan dimana semua orang berteriak kesal pada nya

__ADS_1


"Kak Ivan!!!"


__ADS_2