Story Of The Twins

Story Of The Twins
Janjian Dengan Ivan


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian Dirga mengetahui bahwa Andrean adalah mata mata untuk mencelakai Jonathan.  Dari situ kemanapun Jonathan melangkah pasti Dirga juga mengikuti nya.


Hal itu membuat Jonathan merasa heran melihat sikap Dirga yang berlebihan.  Namun setiap ditanya pasti beribu alasan diucapkan oleh Dirga.


Seperti siang ini Jonathan hendak pergi keruang miss Sonia karena ingin melaporkan tugas yang dibuat nya.  Namun lagi lagi Dirga terus mengikuti nya.


" kamu kenapa mengikuti ku terus. tidak ada kerjaan lain?" tanya Jonathan pada Dirga


"hehe,  bosen gue dikelas terus" jawab Dirga cengengesan.


"alasan" ketus Jonathan dan terus berlalu mendahului Dirga


Dirga tak peduli ia pun langsung mengikuti Jonathan.  Saat berjalan disamping Jonathan, ekor mata Dirga melirik tak jauh dari bangku taman, ada seseorang yang sedang menatap mereka dari sana.


"kan dia lagi,  gak kan bisa lo ganggu Jonathan selama ada gue" kata Dirga dalam hati.


selama Jonathan didalam ruangan,  Dirga menunggu dikursi tunggu depan ruangan.


"hai Dir,  ngapain disini, " tanya Andrean ramah


"cih pakek nanyak lagi" dengus Dirga namun hanya di dalam hati.


"eh,  ini lagi nungguin siJonathan didalem,  lagi diskusi dia.  Lo sendiri ngapain? " tanya Dirga basa basi


"gak ada,  lewat aja tadi,  eh malah lihat lo disini" jawab Andrean.


"yauda sini duduk,  ngobrol dulu kita sambil nunggu si Jo" ucap Dirga menggeser duduk nya.


Andrean pun mengangguk dan duduk disamping Dirga


"lo tinggal dimana Ndre,  kapan kapan kan enak kalau kita ngumpul" tanya Dirga basa basi memancing


"dijalan xy,  diperumahan Indah Sari" jawab Andrean


"ooh ya ya,  tau gue" jawab Dirga menganggukkan kepala nya


"kalau lo sama Jonathan dimana? " tanya Andrean lagi


"kami diperumahan Mustika Jaya, rumah kami juga gak jauh jauh amat" kata Dirga bohong.


"oh benarkah,  boleh donk sesekali gue main kerumah kalian" ucap Andrean


"boleh dong" balas Dirga.


Hingga beberapa saat kemudian Jonathan keluar dari ruangan miss Sonia.


"dah kelar Jo? " tanya Dirga


Dan diangguki oleh Jonathan.


Mereka kemudian kembali kekelas mereka dan berkumpul bersama teman yang lain.


Jonathan dan teman teman nya belajar seperti biasa.  Namun sudah hampir seminggu ini Jonathan nampak tidak seperti biasa.  Ia terlihat banyak melamun.  Memikirkan ucapan ibu nya yang menyuruh nya untuk belajar dirumah saja.


Jika mengingat itu ingin rasa nya dia marah dan pergi meninggalkan semua nya. Namun sekali lagi, dia tidak tega untuk menyakiti ibu nya, bahkan untuk sekedar melawan.


Erika yang melihat Jonathan melamun pun menegur nya.


"hei,  kenapa kok melamun gitu" kata Erika mengejutkan Jonathan.


"eh,  tidak ada" kilah Jonathan

__ADS_1


"kalau ada masalah cerita" ucap Erika


Dan Jonathan hanya mengangguk dan tersenyum.


Mereka pun melanjutkan kegiatan belajar nya hingga kelas usai.


Dan jam perkuliahan berakhir.


"Jo,  ngumpul dirumah Dirga yuk" ajak Alex


"kalian saja" kata jonathan singkat tanpa menoleh dan terus membereskan barang barang nya


"ayolah Jo,  udah lama ni gak ngumpul" bujuk Samuel pula


"lagi males.  Aku duluan ya" kata Jonathan melambaikan tangan nya dan meninggalkan teman teman nya dan langsung diikuti oleh Dirga


"kenapa tu anak? " tanya Alex pada yang lain


"gak tau gue,  udah biasa nya dingin,  ini makin dingin.  Berasa hidup dikutub gue" kata Samuel mengendikan bahu nya.


"haha,  sialan lo" ucap Alex memukul pundak Samuel


"beberapa hari ini memang beda dia,  banyak melamun" lirih Erika.


"cie ciee perhatian banget" ejek Samuel


"apaan sih lo" ketus Erika sambil mengerucutkan bibir nya


"udah lah rik,  pohon juga tau kalau lo suka sama Jonathan" timpal Alex


"hahaha,  liat tu wajah lo kayak tomat" ejek Samuel lagi


"apaan sih kalian, " kata Erika dan berlalu meninggalkan teman teman nya.


Dan langsung keluarlah tawa gila dari Samuel dan Alex. 


Sementara diseberang sana terlihat Andrean sedang menerima telepon dari seseorang.


"maaf ,  aku belum mendapatkan info yang penting" kata Andrean.


..


Sesampai nya dirumah Jonathan langsung masuk kedalam kamar nya.


Entah kenapa suasana hati nya masih sangat buruk.


Ia membaringkan tubuh nya diatas ranjang mewah nya.


Sembari menatap langit langit kamar nya, namun pikiran nya tiba tiba saja mengingat Ivan.


"ya Ivan,  apakah anak itu bisa menolongku? " gumam Jonathan


Diambil nya ponsel dari dalam saku nya.  Dan diapun mulai mencari nomor ponsel Ivan.  Namun belum sempat dia menekan tombol panggilan, nama Ivan sudah duluan memenuhi layar ponsel nya.


Jonathan pun tersenyum dan langsung mengangkat ponsel nya


Jo : ya Van


Ivan: bang gimana kabar, 


Jo: baik

__ADS_1


Ivan: besok aku kekota bang, 


Jo : benarkah


Ivan : iya bang,  bisa kita ketemu bang,  pengen liat wajah ganteng ku bang.  Hehe


Jo: ada ada saja kamu. baiklah,  aku juga ingin bertemu denganmu


Ivan: oke bang


Panggilan pun terputus,  Jonathan tersenyum mendengar ucapan polos Ivan.


...


Keesokan pagi


Hari sudah mulai menghangat menandakan matahari sudah mulai naik. Cahaya nya sudah memenuhi kamar mewah bernuansa hitam dan putih milik Jonathan.


Namun sang pemilik baru terlihat menggeliatkan tubuh nya. Terlihat Jonathan terbangun dari tidur nya sambil mengusap kasar mata nya yang masih enggan untuk terbuka.  Entah kenapa hari ini dia begitu malas untuk berangkat kuliah.  Hingga jam menunjukan pukul 7 pagi.


Tok tok tok


Terlihat Delisha masuk kekamar Jonathan dengan pakaian kantor nya.


"loh nak,  kok belum siap,  udah jam tujuh lo" kata Delisha yang heran melihat Jonathan masih berbaring diatas selimut.


"lagi males ma,  pengen libur saja" jawab Jonathan datar.


"kenapa,  kamu masih marah sama mama Jo? " tanya Delisha sedih namun terus menghampiri Jonathan yang masih berbaring malas


"tidak ma,  aku hanya ingin libur hari ini" jawab Jonathan singkat dan masih memejamkan mata nya


"baiklah,  kalau begitu mama pergi dulu ya.  Kamu jangan lupa sarapan" kata Delisha sambil mencium kening Jonathan lalu bergegas pergi.


Setelah Delisha pergi bekerja.  Jonathan pun langsung mandi. Dan kemudian turun kebawah untuk sarapan.


"bagaimana cara nya aku bertemu dengan Ivan nanti? " pikir Jonathan dalam hati.


"ah sial,  bagaimana cara nya ya,  tak mungkin aku bilang akan menemui temanku,  yang Roy tau temanku kan cuma Alex, Dirga dan Samuel" lirih Jonathan


Jonathan sarapan sembari memikirkan cara agar bisa pergi bertemu dengan Ivan.


Setelah selesai sarapan dia pun berjalan ketaman belakang rumah nya masih dengan memikirkan cara untuk bertemu dengan Ivan. Dia berjalan mondar mandir hingga membuat bibi May heran melihat tingkah tuan muda nya itu.


Hingga jam sudah menunjukan pukul 11. Jonathan segera mengambil dompet dan ponsel nya.  Dia keluar menemui Roy.


"Roy antarkan aku kerumah Dirga" titah Jonathan


"baik tuan" ucap Roy patuh


Ting


(ivan)


"bang aku udah dipasar nih,  kita ketemu dimana? "


(bang Jo)


"Di SPBU tempat kita pertama bertemu,  tunggu aku ditoilet nya,  jangan lupa pakai masker".


(ivan)

__ADS_1


"oke".


__ADS_2