
Sore ini Jonathan sudah bersiap siap untuk pergi kerumah Karina. Dia sudah membuat janji dengan Karina untuk jalan jalan sore ini. Dia menatap diri nya dicermin besar kamar nya.
Jantung nya mulai berdetak tak karuan. Untung saja sipengganggu Ivan sedang tidak ada dirumah. Kalau ada pastilah dia akan mentertawakan kegugupan Jonathan saat ini.
Sudah beberapa Minggu ini dia mulai memberanikan diri mendekati Karina, gadis yang berhasil mencuri perhatian nya. Dan beruntung nya Karina juga membalas dengan senang hati setiap hal yang diberikan oleh Jonathan, meskipun itu hanya sekedar perhatian kecil saja.
Setelah dirasa cukup keren, rapi dan wangi Jonathan langsung berangkat dengan mobil sport mewah nya yang menjadi ciri khas tersendiri seorang Jonathan Alexander yang berbeda dengan Ivan yang lebih menyukai hal sederhana.
Ditempat lain Karina juga sedang berada didepan cermin. Ia memperhatikan penampilan nya dengan ragu.
Dengan memakai dres bewarna biru muda selutut tanpa lengan yang sangat cocok dikulit putih mulus nya membuat penampilan nya semakin manis.
Sama hal nya dengan Jonathan, Karina juga sangat gugup saat ini. Mengingat dia akan pergi berdua saja dengan idola nya itu. Entah ada angin apa tiba tiba Jonathan mengajak nya pergi, dan tentu saja Karina tidak mungkin bisa untuk menolak.
Setelah beberapa saat menunggu didepan rumah akhir nya yang ditunggu pun datang juga.
Mobil sport mewah keluaran terbaru yang dibawa Jonathan menambah kesan wibawa nya.
Penampilan nya yang sangat keren dan berkharisma membuat siapa saja yang melihat pasti akan langsung jatuh cinta.
Jonathan dan Karina saling menatap seolah tidak ada lagi objek lain yang mereka pandang. Saling mengagumi dalam diam dan sama sama mengatur degup jantung yang mulai tak beraturan.
Jonathan pun menarik nafas dalam dalam sebelum menyapa gadis manis itu.
"sudah siap" tanya Jonathan saat dia sudah turun dari mobil nya dan berjalan mendekati Karina didepan pagar rumah nya, meski gugup namun mampu dia tutupi dengan sikap dingin nya
"emh, udah kak" jawab Karina berusaha tersenyum semanis mungkin membuang segala keterpesonaan nya pada pemuda ini.
"yasudah kita berangkat sekarang? " tanya Jonathan dan langsung diangguki oleh Karina
Jonathan pun membuka pintu mobil untuk Karina. Setelah nya baru ia yang masuk kedalam mobil.
Diperjalanan mereka lebih banyak diam. Jonathan tidak tau apa yang harus dibicarakan nya sementara Karina merasa tidak enak bertanya karena Jonathan hanya diam saja. Benar benar keadaan yang sangat canggung
"emh, kita mau kemana" tanya Jonathan memecah kesunyian
"aku terserah kakak aja " jawab Karin lembut
"bagaimana kalau nonton, apa kamu mau? " tanya Jonathan menatap sekilas wajah Karina
"boleh" jawab Karina dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajah nya
Jonathan pun melajukan mobil nya ketempat yang mereka tuju. Ini adalah yang pertama bagi nya, tentu saja ia sangat gugup. Untung saja dia sering mencuri dengar cerita Samuel tentang bagaimana dia berkencan dengan pacar pacar nya.
Dan akhirnya disinilah mereka sekarang. Berada didalam bioskop menonton film horor yang dipilih Karina.
Beberapa saat menonton masih terlihat biasa saja, namun lama kelamaan suara bising orang orang yang berteriak ketakutan mulai mengganggu telinga Jonathan. Begitu juga Karina yang ikut ikutan berteriak.
"astaga, kenapa dia memilih menonton film ini kalau ternyata dia takut. Ada ada saja" batin Jonathan heran
Arrggghh
Teriak Karina tiba tiba sambil mencengkram erat lengan Jonathan dan bersembunyi dibalik bahu Jonathan. Sontak saja itu membuat Jonathan terkejut dan semakin gugup namun juga merasa senang.
__ADS_1
"hei, kamu kenapa, takut? " tanya Jonathan sambil mengelus lembut lengan Karina
"eh, maaf kak, " kata Karina gugup setelah tau bahwa dia memeluk erat lengan Jonathan
"kenapa nonton film ini kalau takut? " tanya Jonathan heran
"bukan takut, hantu nya itu jelek banget" kilah Karina yang membuat Jonathan heran
"emang ada hantu tampan? " tanya Jonathan lagi
"hehe, gak ada sih" kata Karina menggaruk pelipis nya yang tidak gatal dan tentu saja itu membuat Jonathan gemas
"kamu ini" kata Jonathan sembari mengacak lembut pucuk kepala Karina yang membuat gadis itu merona malu, untung saja tempat itu sedikit gelap jadi Jonathan tidak dapat melihat dengan jelas bagaimana ekspresi wajah Karina saat ini
Mereka nonton hingga habis film.
Dan kini mereka tengah berada disebuah restauran mewah milik keluarga Jonathan.
Mereka makan malam romantis seperti pasangan pasangan lain nya. Meski bisa dibilang hanya makan tanpa berbicara
"apakah begini rasa nya punya pacar kaya, mimpi apa aku ya bisa jalan bareng kak jo ya. Ah andai aja dia pacar aku, pasti seneng banget deh" batin Karina dalam hati
"hah, bagaimana cara mengungkapkan perasaan ku pada nya, mau bicara saja aku sudah gugup begini" batin Jonathan pula
Mereka pun makan dalam diam, hanya dentingan sendok yang terdengar. Untung saja Jonathan memesan ruang privat untuk makan malam mereka. Jadi tidak akan ada yang melihat mereka, karena jika ada pasti orang mengira mereka adalah pasangan yang sedang bertengkar karena tidak ada bicara sepatah katapun .
Karina sesekali melirik Jonathan, dan begitupula dengan Jonathan yang juga sesekali melirik Karina. Hingga tanpa sengaja tatapan mereka saling beradu dan membuat mereka sama sama gugup. Yang bisa mereka lakukan adalah saling melempar senyum termanis mereka.
Setelah selesai makan Jonathan pun mengantar Karina pulang. Disepanjang jalan mereka juga tetap saling diam hingga mobil yang membawa mereka tiba didepan rumah Karina.
"terima kasih untuk malam ini kak" kata Karina lembut dan sesekali menatap lekat wajah tampan Jonathan
"sama sama, aku harap kamu tidak kapok jika aku ajak lagi" balas Jonathan yang juga menatap manik indah Kqrina
"tentu saja, aku masuk dulu" ucap Karina melambaikan tangan nya
Jonathan pun hanya mengangguk tersenyum menatap gadis nya hingga masuk kedalam rumah. Setelah itu dia pun kembali kerumah nya.
"beginikah kencan ala makhluk es, berasa seperti dikutub utara aku, kesel siih karena gak seromantis dinovel novel itu. Tapi aku Sukaaa, sayaaaaanng, meleleeeh banget ngeliat wajah tampan nya itu. Aaaaa kak jooooo lope lope sekebon deh" teriak Karina sambil berguling guling diatas kasur nya mengenang kencan nya hari ini dengan Jonathan.
Sesampai nya dirumah Jonathan pun berpapasan dengan Ivan yang juga baru pulang dari luar.
"baru pulang bang" tanya Ivan basa basi
"hmm, kamu juga, dari mana? " tanya Jonathan pula
"biasa, main dirumah Faiz sama Toni" jawab Ivan singkat dan langsung berjalan menuju kekamar nya.
"kenapa dengan anak itu" gumam Jonathan heran melihat Ivan yang tidak seperti biasa nya
Dia pun masuk kedalam kamar nya dan langsung membersihkan diri. Setelah itu berbaring diatas ranjang empuk nya sambil mengenang cerita sore tadi hingga terlelap dalam mimpi indah nya.
Jika Jonathan sedang berbahagia berbeda dengan Ivan yang sedang patah hati.
__ADS_1
"apa mungkin cewe yang dimaksud itu Karina" lirih Ivan dalam hati mengenang kejadian tadi
Flashback on
Malam itu setelah makan dicafe tempat Karina bekerja Ivan bersama dengan Faiz memutuskan untuk berjalan jalan mengelilingi kota.
Seperti kebiasaan mereka mengelilingi kota adalah hobi mereka untuk melepas penat setelah seharian bergumul dengan buku dan tugas tugas kuliah.
Hingga tak disangka mata Faiz memandang sebuah mobil yang sangat dia kenal didepan sebuah restaurant mewah
"eh van, berhenti berhenti" teriak Faiz sambil memukul mukul pundak Ivan. Sontak saja itu membuat Ivan terkejut dan langsung mengerem mendadak laju motor nya.
"apaan sih lo, bahaya tau" kata Ivan marah Karena terkejut nya
"noh liat, itu bukan nya bang jo ya, sama siapa? " tanya Faiz sambil menunjuk kearah Jonathan berada
Ivan pun menoleh kearah tunjuk Faiz, dan betapa terkejut nya dia melihat Jonathan tengah bersama gadis yang sangat dikenal nya, Karina. Nampak nya mereka baru saja dari restauran mewah itu.
"astaga itukan Karina van, pantes aja tadi dia gak ada di cafe" kata Faiz yang juga terkejut melihat itu
Ivan hanya terdiam melihat pemandangan yang menyakitkan mata nya itu, tiba tiba saja jantung nya berdegup dengan kencang namun tubuh nya lemas seketika seperti tidak berdaya
"van, lo gak papa? " tanya Faiz khawatir karena beberapa menit Ivan hanya terdiam hingga mobil Jonathan pergi dari restaurant itu.
"gak papa, yauda kita pulang aja" jawab Ivan dan langsung melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi. Rasa nya dada nya begitu bergemuruh, sakit, tentu saja, bahkan ini lebih sakit saat dulu dia berhadapan dengan bapak dan Abang nya Karina. Dan kenapa sekarang saingan nya malah saudara nya sendiri, ah rasa nya Ivan benar benar tidak terima dengan kenyataan yang baru diketahui nya ini
Faiz hanya bisa terdiam sambil menutup mata nya menahan takut dan berkomat kamit mohon perlindungan karena Ivan mulai gila membawa motor nya.
Dalam sekejap saja mereka sudah tiba dirumah Faiz. Ivan langsung turun dan duduk lemas dikursi teras rumah itu.
"astaga tuhan jantung gue hampir copot van, gila lo" kata Faiz lemas dan juga langsung terduduk disebelah Ivan
"jantung gue bahkan hampir copot ngeliat mereka iz" kata Ivan sendu sembari meremas rambut kepala nya
"udah gak usah mikir yang enggak enggak, mungkin mereka cuma jalan biasa aja" kata Faiz menepuk pelan pundak Ivan yang terlihat menghela nafas nya dengan berat
"gak mungkin, soal nya bang jo pernah bilang dia lagi deket sama cewe, dan gue rasa cewe itu pasti Karina. Lo tau kan gimana bang jo, dia gak pernah deket sama cewe" ungkap Ivan sambil menenggelamkan wajah nya ditelapak tangan nya.
"yakan belum berarti mereka jadian, lo masih ada kesempatan kok" kata Faiz lagi
"yauda deh, gue pulang dulu" kata Ivan sambil bangkit dari duduk nya
"nginep sini aja van, gak baik lo lagi galau gitu bawa motor" kata Faiz mengingatkan
"lo kira gue anak gadis, biar kata gue galau gue masih sadar kali. Lagian gue gak mau motor kesayangan gue berenang lagi dikolam ikan sialan itu" kata Ivan kesal membuat Faiz terbahak
"haha, oke oke. Ternyata lo lebih sayang motor daripada Karina" kata Faiz menggoda
"sialan lo" dengus Ivan
Flash back off
"sedih amat nasib cinta gue, dulu bapak nya yang gak ngasi gue deket dia, eh sekarang malah abang sendiri saingan gue. Apes bener deh" gumam Ivan putus asa.
__ADS_1
Dia langsung merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur mewah nya dengan tubuh yang terasa tidak bernyawa