
Hari sudah mulai senja dan pesta masih terus berlanjut. Bahkan tamu undangan terlihat lebih banyak disore hari ini.
Diana dan Faiz juga sudah berganti baju dengan gaun pengantin yang cukup indah bewarna putih, Faiz menggunakan jas bewarna hitam mengkilap yang sangat pas ditubuhnya. Membuat penampilan mereka benar benar memukau sore itu.
Ivan dan Amel serta yang lain nya masih berkumpul disebuah meja bundar. Acara pesta hanya sampai sore ini, karena Faiz dan Diana memang tidak ingin pesta sampai malam. Mereka tidak ingin kelelahan seperti pernikahan kedua tuan muda mereka yang pesta sampai malam hari dan begitu rumit.
Bisa mengadakan pesta semewah ini saja sudah membuat mereka begitu bahagia.
Baru saja teman teman masa kuliah mereka pergi meninggalkan acara itu, begitu pula dengan teman teman dari kampung. Bambang dan Dian bersama Toni juga ada disana sedari siang. Namun kini mereka sudah kembali.
Dan kini hanya tinggal kedua tuan muda bersama pasangan mereka masing masing dan juga Dirga tentu nya.
Mereka berenam duduk disebuah meja bundar dan masih memandangi Faiz dan Diana yang masih menyambut tamu undangan yang masih ingin memberi selamat.
Wajah Karina tampak berbeda sore ini. Seperti nya mood nya sedang terganggu. Bahkan senyum ramah nya seperti biasa juga tidak ada lagi.
"Kamu lelah?" tanya Jonathan . Namun Karina hanya menggeleng dan menopang dagunya memandang Faiz dan Diana diatas pelaminan
"Kalau kamu lelah, kita bisa istirahat didalam" ujar Jonathan
"Enggak, kakak aja sana pergi" jawab Karina dengan kesal
Amel dan Kasih saling pandang bingung. Ada apa dengan Karina? Tidak seperti biasanya. Sejak tadi memang dia terlihat sangat kesal
"Rin..." panggil Amel
Karina langsung menoleh kearah nya
"Temeni aku cari puding yuk. Tadi ada lihat puding mangga disana. Mau gak?" ajak Amel
Karina mengangguk dan langsung beranjak, bahkan dia langsung pergi tanpa berpamitan pada Jonathan
"Aku kesana dulu ya" pamit Amel pada Ivan
__ADS_1
"Hati hati yank" ucap Ivan
"Kasih yuk" ajak Amel pada Kasih
Kasih langsung mengangguk, dia memandang Dirga terlebih dahulu
"Pergilah, jaga ibu hamil baik baik. Biar cepat nular" ujar Dirga
Amel langsung tertawa mendengar itu apalagi melihat wajah Kasih yang malu malu. Dia langsung merangkul lengan Kasih dan membawanya menyusul Karina yang sudah pergi duluan
"Kasih, ingetin Amel jangan makan sembarangan, jangan jalan cepat cepat juga. Hati hati sama Hells nya" seru Ivan pada kasih, membuat Amel langsung mendengus gerah. Padahal cuma mau ambil puding saja, sekalian menghibur Karina, kenapa posesif sekali
"Baik tuan" jawab Kasih begitu patuh. Dia masih terlihat begitu canggung
"Deket doang, segitu nya" gerutu Dirga
"Nama nya juga wanti wanti, takut lecet. Hamil nya masih muda, masih lemah juga" jawab Ivan seraya memakan Snack yang tersedia diatas meja
Dia melirik kearah Jonathan yang tampak lesu dan tidak bersemangat
"Kenapa, berantem sama Karin?" tanya Ivan
Jonathan menghela nafasnya sejenak dan menggeleng pelan
"Jadi kenapa dia kesel banget gitu?" tanya Ivan lagi
"Entah lah, hari ini mood nya cukup buruk. Biasanya gak separah ini" jawab Jonathan
"Biasanya juga?" tanya Dirga dan Jonathan langsung mengangguk
"Sejak tahu Amel hamil, dia jadi lebih sensitif. Mungkin dia sedih karena sampai sekarang belum hamil juga" ungkap Jonathan
Ivan langsung tertegun mendengar itu. Apa Karina sesedih itu? Ivan jadi merasa bersalah karena terlalu posesif pada Amel didepan Karina
__ADS_1
"Apa karena aku ya bang. Aku kan cerewet banget hari ini. Mana didepan dia lagi" ucap Ivan benar benar tidak enak
"Baru nyadar kan" sahut Dirga membuat Ivan langsung mendengus
"Enggak apa apa. Mungkin dia sedang sensitif aja" jawab Jonathan mencoba untuk tersenyum meski sebenarnya dia juga merasakan kesedihan itu, apalagi melihat Karina. Ditambah lagi hari ini cukup banyak yang membandingkan Karina dan Amel tentang kehamilan, tentu Karina benar benar sedih.
"Besok kalau ada waktu kedokter aja bang. Ikut promil biar cepet dapet. Biar cepet nyusul" ujar Ivan. Dan Jonathan hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Ivan juga ikut merasakan kesedihan Jonathan, karena bagaimana pun hari ini juga sebenarnya dia tidak enak tentang orang orang yang menyambut baik tentang kehamilan Amel, dan membandingkan nya dengan Karina yang belum hamil padahal mereka yang lebih dulu menikah.
Sementara yang dibicarakan saat ini malah sedang menangis membuat Amel dan Kasih benar benar kebingungan. Mereka baru tiba dan tiba tiba melihat Karina yang mengusap mata nya sedikit dipojokan, sehingga tidak ada yang melihat karena tertutup kue pengantin yang cukup tinggi dan besar
"Kamu kenapa Rin, kok malah nangis, ada apa ?" tanya Amel yang langsung mendekat kearah Karina dan mengusap bahunya diikuti oleh Kasih
"Aku sedih, semua orang bandingin aku sama kakak. Aku belum hamil hamil sampai sekarang" jawab Karina dengan Isak tangis yang semakin menjadi
Amel langsung memeluk Karina dan mengusap punggungnya. Membiarkan Karina menangis dalam dekapan nya.
"Jangan dengerin orang orang Karin. Kamu pasti hamil. Belum waktunya, masih tiga bulan" ujar Amelia
"Tapi aku sedih, aku...aku sedih kak...huuuu" Karina semakin menjadi tangis nya membuat Amel dan Kasih saling pandang bingung
"Hei, udah gak boleh nangis. Yang ngejalani kan kamu. Jangan dengerin mereka. Kalau kamu stres karena omongan mereka,.nanti kesehatan kamu terganggu. Tambah lama dong jadi nya. Gak boleh sedih ya" Amel melepaskan pelukan nya dan mengusap wajah Karina yang sesunggukkan. Seperti nya gadis ini benar benar sedih
"Nona, semua sudah ada yang atur. Nona harus sabar. Lebih banyak usaha dan berdoa. Masih seumur jagung, diluar sana bahkan banyak yang sudah bertahun tahun tapi belum dikaruniai anak" ungkap Kasih pula
Karina yang sesunggukkan langsung mengangguk seraya terus mengusap wajah nya
"Kenapa?" tanya Jonathan tiba tiba, membuat ketiga gadis itu langsung terkesiap kaget
"Kak Jo" gumam Amel yang langsung bergeser dan membiarkan Jonathan mendekat kearah Karin. Dia langsung menarik Karina dan memeluk nya dengan erat, membuat Karina menangis lagi
"Kenapa yank?" bisik Ivan yang juga baru datang. Mereka heran melihat ketiga gadis mereka yang bukan nya berdiri distand puding tapi malah bersembunyi disebalik kue, maka dari itu mereka menyusul
__ADS_1
"Sedih, denger kata kata orang yang nanyak kapan hamil" balas Amel yang ikut berbisik pula
Ivan tertegun dan memandang Jonathan yang tengah menenangkan Karina. Dan melihat mereka yang seperti itu, tentu saja membuat Ivan juga ikut merasa sedih. Jika boleh meminta, Ivan ingin berbagi kebahagiaan ini. Mereka sama sama bisa menanti calon anak mereka masing masing. Dan bukan seperti ini, meskipun Ivan bahagia, tapi tetap saja melihat saudara nya bersedih, dia pun ikut bersedih.