Story Of The Twins

Story Of The Twins
Karina Pingsan


__ADS_3

Jonathan membawa Karina pulang terlebih dahulu. Entah kenapa istrinya ini benar benar sensitif sekali. Dia bahkan mendiamkan Jonathan sejak pagi tadi. Selalu ada saja salah dimata Karina terhadap apa yang dilakukan oleh Jonathan. Biasa nya memang Karina begitu sejak mengetahui Amelia hamil, tapi hari ini benar benar begitu parah. Jonathan bahkan sampai menghela nafasnya berkali kali hanya untuk tidak ikut terbawa emosi.


Jonathan terkesiap saat pintu mobil yang langsung dibanting dengan kuat oleh Karina. Dan gadis itu langsung masuk kedalam rumah mereka dengan sedikit berlari.


Dan lagi lagi Jonathan hanya menghela nafasnya dengan kasar. Dia langsung menyusul Karina kedalam rumah.


Jonathan langsung menuju kekamar mereka, karena sudah pasti Karina jelas berada disana. Bahkan dia hanya menganggukkan kepalanya saja saat beberapa pelayan menyapa.


Jonathan membuka pintu kamar dengan pelan, dan dapat dia lihat jika Karina sudah menangis lagi diatas tempat tidur nya.


"Karin" panggil Jonathan masih dengan nada lembut. Namun Karina masih diam dan terus menangis


Jonathan duduk disamping Karina, dia ingin menarik tubuh istrinya itu, namun Karina langsung menepis tangan Jonathan dengan kuat.


Terkadang Jonathan begitu heran melihat sikap Karina yang seperti ini, Karina yang dia kenal bertahun tahun adalah gadis yang lemah lembut dan tidak pernah kasar sedikit pun. Tapi kenapa sekarang dia begitu berubah. Awalnya Jonathan berfikir jika mood Karina memang sedang tidak bagus karena sedih mengetahui Amelia yang hamil terlebih dahulu. Tapi semakin kesini, kenapa malah semakin bertambah parah.


"Karina..." panggil Jonathan lagi


"Pergi sana" usir Karina yang kini menyembunyikan kepala dilipatan tangan nya yang bertumpu pada lutut


"Kamu kenapa, coba cerita. Jangan begini. Aku gak ngerti kamu kenapa" ujar Jonathan seraya mengusap kepala Karina, namun lagi lagi tangan nya langsung ditepis


"Kakak memang gak pernah ngertiin Karin. Memang gak pernah ngerti!!" seru Karina dengan Isak tangis nya


"Sayang" panggil Jonathan


"Pergi" usir Karina lagi


Sungguh, Jonathan bukan orang yang bisa menebak isi hati seseorang. Biasa Karina yang selalu mengerti tentang dia, tapi sekarang, Jonathan bahkan tidak tahu salah nya apa dan harus bagaimana


"Karina, tolong jangan seperti ini. Salah aku apa sama kamu?" tanya Jonathan . Dia menarik kuat lengan Karina, hingga Karina langsung mendongak dan mendekat kearah nya


"Lepas" pinta Karina mencoba memberontak, namun Jonathan masih memegangi lengan nya dengan kuat. Bahkan matanya memandang lekat wajah Karina yang sudah basah oleh air mata

__ADS_1


"Kamu kenapa? kamu marah sama aku?" tanya Jonathan


Karina masih terisak dan memalingkan wajahnya


"Jawab Karin" kata Jonathan lagi


"Karin sedih... huuuuu" Karina langsung menangis dengan kuat dan terisak begitu pilu. Dia langsung lunglai dan memeluk Jonathan , membuat Jonathan juga membalas pelukan nya


"Karin sedih... hiks. Semua orang bandingin Karin sama kak Amel. Karin gak bisa jadi istri yang sempurna untuk kakak...." Isak tangis Karin membuat hati Jonathan ikut teriris. Dia juga sedih sebenarnya, tapi mungkin mereka belum diberi kepercayaan untuk memiliki seorang anak. Tidak mungkin menyalahkan takdir bukan?


"Karin... tidak apa apa kita belum memiliki anak. Aku tidak masalah" jawab Jonathan


Karina langsung melepaskan pelukan nya dan kembali memandang Jonathan dengan kesal


"Kakak bohong. Jangan terus sembunyiin kesedihan kakak dari Karin. Karin tahu kakak juga udah pengen kan. Karin tahu kakak pasti iri sama kak Ivan. Istrinya udah hamil, tapi istri kakak belum. Padahal kita duluan yang nikah. Huaaaaa" Karina kembali menangis dengan kuat


Dan sungguh, Jonathan benar benar bingung sekarang. Karina benar benar terbawa perasaan sepertinya. Padahal dia tidak pernah seperti ini sebelum nya.


"Hei, sudah jangan menangis. Kita masih punya banyak waktu. Besok kita periksa kerumah sakit ya" ujar Jonathan yang masih mencoba sabar


Jonathan mulai frustasi sekarang


"Karin" panggil Jonathan yang mulai lelah


"Karin memang gak berguna. Karina memang gak bisa jadi istri yang baik" gumam Karin terus menerus, bahkan Isak tangis nya makin menjadi


"Karin, coba lah mengerti. Enggak apa apa kita belum punya anak. Pernikahan kita masih sebentar. Papa dan mama saja lima tahun baru punya kami" ungkap Jonathan


Karina langsung mendengus dan memandang Jonathan dengan kesal


"Kakak yang gak ngerti, kakak gak ngerti gimana perasaan Karin. Kakak gak tahu kan gimana hancur nya Karin saat mereka bandingi Karin sama kak Amel. Kakak gak tahu!!!" teriak Karina begitu kuat


"Karina!!!!" bentak Jonathan tanpa sadar membuat Karina langsung terkesiap kaget dan terdiam dengan wajah terperangah nya

__ADS_1


Bibir nya bergetar dan memandang Jonathan begitu sedih. Tanpa berkata apapun dia langsung beranjak dan menurunkan kedua kaki nya untuk pergi dari hadapan Jonathan


Jonathan menarik nafas nya dalam dalam dan mengusap wajahnya dengan kasar. Dia benar benar khilaf dan kelepasan


"Kakak jahat, Kakak tega bentak Karin" Karina langsung turun dan ingin berlari keluar kamar, namun dengan cepat pula Jonathan mengejar nya dan menangkap lengan nya hingga langkah kaki Karina langsung berbalik dan membentur dada Jonathan


"Lepasin" teriak Karina


"Karin maaf" ucap Jonathan, dia ingin memeluk Karina, namun Karin terus saja memberontak dan tidak ingin disentuh


"Kakak jahat, Karin gak mau disini, Karin mau pulang ikut ibu" kata Karina yang semakin menangis terisak. Entah kenapa hati nya benar benar sakit ketika Jonathan membentak nya tadi.


"Karina maafin aku. Aku khilaf, kamu jangan seperti ini. Tolong. Kita bicara baik baik ya" pinta Jonathan namun Karina terus saja berusaha untuk melepaskan cengkraman Jonathan di lengan nya.


"Enggak mau, lepasin. Kakak gak sayang Karin lagi , kakak jahat" ucap Karina memandang Jonathan yang terlihat menggeleng dengan kuat, dia langsung menarik tubuh Karina dan memeluk nya dengan kuat


"Aku sayang kamu Karin. Sayang sekali. Jangan begini, maafin aku, aku salah" kata Jonathan yang terus memeluk tubuh Karin meski Karina terus saja memberontak


Karina akhirnya menyerah dan menangis dalam pelukan Jonathan


"Maafin aku yang gak ngertiin perasaan kamu. Maafin aku yang udah ngomong kasar. Maaf sayang, maaf" ucap Jonathan begitu menyesal. Dia menciumi pucuk kepala Karina dengan penuh perasaan.


Namun tiba tiba dia terkesiap saat melihat Karina meringis dan mengaduh kesakitan


"Karin kenapa?" tanya Jonathan yang langsung melepaskan pelukan nya


Karina meringis dan memegangi perut nya dengan kuat.


"Sakit kak..."


" aaa sakit" Karina langsung jatuh terduduk diatas lantai. Wajahnya memucat dan berkeringat dingin, dia terus meringis kesakitan dan memegangi perut bagian bawahnya


"Karina, apa yang sakit?" tanya Jonathan benar benar panik sekarang. Dia berlutut dihadapan Karina dengan wajah yang begitu cemas

__ADS_1


"Sakit kak...." gumam Karin, dan tidak lama kemudian dia langsung terkulai lemah dalam dekapan Jonathan


"Astaga.. Karina!!" teriakan Jonathan langsung menggema didalam kamar itu melihat Karina yang sudah tidak lagi sadarkan diri.


__ADS_2