Story Of The Twins

Story Of The Twins
Pulang Kampung Bersama Amelia dan Karina


__ADS_3

Jonathan membawa mobil nya dengan kecepatan sedang menuju rumah Karina. Ivan yang ada disebelah nya masih sibuk berbalas pesan dengan Amel hingga tidak menyadari jika saat ini mereka telah tiba didepan rumah Karina.


Jonathan segera turun dari mobil nya untuk menjemput Karina dan meminta izin pada bude nya. Sedangkan Ivan masih didalam mobil, dia turun dari mobil untuk berpindah posisi duduk dibelakang .


Dapat dia lihat Jonathan yang begitu dingin itu bisa dengan mudah berubah hanya karena seorang gadis dari desa seperti Karina.


Ya walaupun hati nya masih saja merasakan perasaan tercuil namun dia sungguh sudah merelakan gadis itu bersama saudara nya, melihat mereka bahagia sudah cukup untuk nya.


"hai kak " sapa Karina saat mereka sudah berada didalam mobil


"hai Rin" balas Ivan ramah


Jonathan memasangkan sabuk penganan milik Karina yang tersenyum menatap nya dan itu tidak lepas dari pantauan Ivan.


'sejak kapan dia bisa semanis itu ya'. batin Ivan meringis melihat Jonathan


"oh ya Rin, aku bisa mintak tolong gak?" tanya Ivan pada Karina yang langsung menoleh kebelakang menatap Ivan, sedangkan Jonathan mulai fokus pada mobil nya mendengarkan pembicaraan mereka.


"minta tolong apa kak?" tanya Karina heran


"nanti boleh gak Amel nginep dirumah kamu. aku gak enak kalau dia nginep dirumah bapak" ungkap Ivan membuat Jonathan mengernyitkan alis nya


"wah jadi kak Amel ikut. boleh banget lah. aku malah seneng ada temen nya" jawab Karina sumringah


"kamu mengajak gadis itu?" tanya Jonathan melirik Ivan sekilas dari kaca depan nya


"ya, cuma dia yang bisa dibawa. gak enak tahu jadi obat nyamuk kalian" jawab Ivan, membuat Jonathan mendengus kesal


"tapi kak Ivan cocok kok sama kak Amel, dia cantik, imut lagi" sahut Karina , Ivan langsung tertawa mendengar nya


"kami cuma temenan kok" jawab Ivan


"sekarang , nanti kedepan nya siapa yang tahu" kata Karina lagi, dan Ivan hanya tersenyum canggung menanggapi nya. Bagaimana mungkin bisa secepat itu berpaling, jika dia sendiri masih belum bisa move on dari kekasih kakak nya sendiri.


Dan hampir tiga puluh menit kemudian mobil yang dikendarai Jonathan tiba didepan rumah mewah milik keluarga Amelia.


Gadis itu sudah duduk didepan rumah nya dengan tas ransel yang juga berada disebelah nya.


Ivan langsung turun untuk menjemput nya sekaligus berpamitan pada orang dirumah nya.


"hai Mel, udah lama nunggu?" tanya Ivan, Amelia langsung berdiri dan menyambut Ivan dengan senyum manis nya


"belum kok kak" jawab gadis imut dengan setelan casual nya yang terlihat girly itu


"kakak kamu mana?" tanya Ivan lagi


"oh, kak Andrean diperusahaan nya, aku udah minta izin kok, jadi udah aman" jawab Amelia


"beneran, nanti aku dibilang nyulik anak gadis orang lagi" kata Ivan ngerih membuat Amelia langsung terbahak


"ya enggak lah, kakak ada ada aja" balas Amelia

__ADS_1


"yasudah kalau gitu. yuk lah berangkat, mereka juga udah nunggu tu" ajak Ivan sembari menyambar tas Amelia hingga membuat gadis itu terkesiap kaget


"eh, biar Amel aja kak" kata Amelia tak enak, namun Ivan malah berjalan mendahului nya


"CK, berat ini. malah besaran tas nya dari pada kamu. lagian kenapa bawa sebanyak ini coba, besok kita udah pulang" tanya Ivan tak habis fikir.


Amelia langsung tertawa canggung dan terus berjalan dibelakang Ivan


"ya nama nya perempuan kak, banyak kebutuhan nya" jawab Amelia


"tapi Karina enggak gitu tuh" sahut Ivan cepat membuat Amelia tertegun sebentar dan langsung tersenyum getir


'karin lagi'. batin nya pilu


Ivan meletakan tas Amelia dibagasi belakang baru kemudian membukakan pintu untuk Amelia masuk. Dalam sekejap Amel merasa terbawa perasaan dengan berbagai perhatian kecil dari Ivan, namun tidak lama sering kali Ivan menghempaskan nya jatuh kedasar jurang yang paling dalam. Apa Ivan tidak pernah berfikir bagaimana rapuh nya perasaan itu jika terus diombang ambing seperti ini, batin nya.


Lamunan Amel buyar saat Karina menyapa nya


"hai kak, apa kabar" sapa Karina ramah menampilkan senyum manis nya


"hai Rin, baik kok, seperti yang kamu lihat" jawab Amelia dan melirik sedikit kearah Jonathan yang hanya diam dan tidak bergeming sedikit pun membuat Amelia merasa takut saat ini.


Dia selalu merasa rendah diri mengingat siapa diri nya, apalagi dengan permasalahan keluaga yang pernah mereka alami dulu nya.


Dia tahu Jonathan pasti memendam benci pada nya dan juga ayah angkat nya, tapi dia bisa apa, dia hanya ingin menikmati waktu nya bersama Ivan, walau mereka hanya sebatas berteman saja saat ini.


Jonathan mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang lumayan macet diakhir weekend itu.


Dia masih sibuk melamun memikirkan bagaimana nasib hati nya untuk kedepan nya. Dia memang tidak berharap banyak tentang perasaan Ivan untuk nya, tapi sungguh hati kecil nya juga mengharapkan sebuah balasan.


Sebenar nya apa yang diharapkan Ivan saat ini, dia selalu memberi harapan pada Amel, walau hanya sebuah perhatian kecil dan semua candaan nya, seperti saat ini, Ivan mengajak nya pergi kekampung, seolah olah Amel adalah orang yang spesial dihati nya, namun nyata nya Amel tahu jika dia hanya dijadikan alat untuk Ivan agar dia tidak larut dalam perasaan nya pada kekasih saudara nya.


Amel menghembuskan nafas nya dengan kasar, menatap jalanan yang mulai lengang namun panas terik sudah memancar dengan kuat.


Banyak debu berhamburan karena deru kendaraan yang melintas, seperti perasaan nya saat ini, yang sama sekali tak berarti dimata Ivan.


Tapi ini memang sudah resiko untuk nya, dia harus sadar diri siapa dia dan siapa Ivan. Dia hanya anak yang tidak jelas asal usul nya, sementara Ivan adalah pewaris kejayaan perusahaan terbesar dinegara itu.


Ah, jika mengingat itu dia benar benar merasa rendah diri. Bisa berteman dengan Ivan saja sudah menjadi suatu kebanggan untuk nya.


Dan dia bertekad untuk menjadi layak berada disamping Ivan, walau bukan untuk menjadi pasangan, setidak nya bisa menjadi seorang teman seperti ini sudah cukup untuk nya, meski dia tidak tahu bagaimana keadaan hati nya untuk masa yang akan datang.


Ivan yang sudah selesai dengan game diponsel nya melirik kearah kiri nya dimana Amelia masih termenung menatap jalanan, sedangkan dua orang didepan nya seperti biasa, diam tak bergeming, entah bagaimana cara pacaran mereka, dia bingung memikirkan nya.


"sepi amat kayak kuburan" celetuk Ivan tiba tiba membuat semua orang menoleh kearah nya sebentar


"hidup musik ngapa bang, kayak gak ada kehidupan disini" gerutu nya lagi . Jonathan hanya mendengus kesal sembari melirik Karina yang tersenyum lucu mendengar penuturan Ivan


"mana laper lagi" gumam nya pula. Amel yang mendengar itu menjadi ikut tersenyum, ulah Ivan selalu saja bisa membuat nya gemas


"didalam tas Amel ada banyak makanan kak, coba deh diambil" sahut Amelia membuat Ivan sedikit terhenyak

__ADS_1


"wah beneran Mel" tanya Ivan dan Amel langsung mengangguk


"Amel sengaja bawa banyak, lumayan untuk temen perjalanan kita" ungkap nya


Ivan segera beranjak dari duduk nya, dan memutar tubuh nya, dia berdiri dan meraih tas Amel yang memang paling besar disana.


Diangkat nya tas itu dan diberikan nya pada gadis itu.


Amel membuka nya dengan cepat dan mengeluarkan beberapa Snack dan minuman yang sengaja dibawa nya dari rumah. Dia hobi makan, sama seperti Ivan, maka dari itu dia sudah menyiapkan bekal untuk diperjalanan mereka.


"wahh, aku kira isi nya cuma keperluan kamu aja Mel" kata Ivan sumringah membuat Amel tertawa kecil


"ini juga keperluan aku kak. kakak kan tahu aku hobi ngemil, maka nya aku udah nyiapin bekal. hehe" jawab nya sembari menyerahkan bungkusan itu pada Ivan yang langsung menyambarnya dengan cepat


"nih untuk kalian Karin" kata Amel menyerahkan beberapa bungkusan dan dua botol minuman pada Karina yang menerima nya dengan senang hati


"wah makasih kak, kebetulan perut udah laper" jawab Karin, Jonathan langsung melirik kearah nya


"kamu lapar, kita singgah makan dulu aja bagaimana?" tanya Jonathan


"nanggung bang, disini gak ada makanan yang enak, Abang gak liat disini kawasan babi panggang semua. serem " sahut Ivan bergidik.


Amel dan Karin langsung tertawa mendengar penuturan Ivan. Memang benar kawasan ini mayoritas penduduk nya non muslim sehingga mereka harus jeli dalam memilih tempat makan.


"gak papa kak, ini udah cukup untuk ganjel perut kok" ungkap Karina dengan senyum manis nya yang selalu bisa membuat makhluk es itu mencair


"aku takut kamu sakit perut" jawab Jonathan lembut


"enggak sayang, masih tahan, lagian kurang dua jam lagi kita sampai kan, ibu pasti udah masak banyak dirumah untuk nyambut kedatangan kita" jawab Karin


"mmm baiklah kalau begitu" pasrah Jonathan yang masih fokus pada kemudi nya


"kalau capek gantian bang" kata Ivan yang masih mengunyah cemilan nya, begitu pula dengan Amel, gadis imut itu memang hobi makan sama seperti Ivan


"iya" jawab Jonathan singkat.


Dia langsung memutar musik romantis untuk menemani perjalanan mereka. Ivan dan Amel terkadang ikut bernyanyi mengiringi lirik musik itu. Mengisi kebosanan selama diperjalanan.


Jonathan dan Karina hanya bisa menikmati lantunan nada yang dinyanyikan oleh Ivan dan Amel karena memang suara mereka benar benar merdu dan bagus.


...


*sorry guys, cuma bisa up dua hari sekali sekarang . bulan puasa banyak banget kegiatan .


semoga kalian tetap setia ya🤗


..


terimakasih


dan

__ADS_1


selamat menjalankan ibadah puasa😊*


__ADS_2