Story Of The Twins

Story Of The Twins
Bakat Ivan


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu,  kampus pun sudah berjalan seperti biasa.  Masa masa perkenalan mahasiswa dan mahasiswi baru telah selesai.


Kegiatan yang melelahkan itupun sudah terlewati.


Jonathan tengah berjalan keperpustakaan sendirian.  Sementara Ivan dan teman yang lain pergi kekantin.


Saat hampir didepan pintu keluar seorang gadis yang nampak nya terburu buru hingga tak menyadari kedatangan Jonathan.


Bruukk


Gadis itupun terjatuh dan buku yang dibawa nya juga ikut berserakan.


Jonathan yang melihat itupun langsung membantu nya.


"maaf kak,  maaf,  aku gak sengaja" kata Amel meminta maaf.  Dan dia pun terkejut melihat siapa yang ditabrak nya


"tidak apa,  lain kali hati hati" jawab Jonathan dengan wajah datar nya


"iya kak Jo,  maaf" kata Amel lagi setelah tau siapa yang ada didepan nya. 


Jonathan hanya melirik sekilas dan langsung masuk meninggalkan Amelia. Begitu juga dengan Amelia yang langsung berlalu dari perpustakaan itu.


Didalam perpustakaan Jonathan langsung memilih milih buku yang akan dibaca nya.  Setelah mendapatkan buku itu dia mencari tempat duduk yang nyaman.


Mata nya mengedarkan pandangan hingga tertuju pada satu titik.  Dia pun menarik bibir nya hingga membentuk senyum tipis melihat seseorang tengah duduk membaca buku disudut ruangan.


"ehhmm" gumam Jonathan mengagetkan gadis itu


Deg


"eh kak,  " kata Karina terkejut


"boleh saya duduk? " tanya Jonathan


Karina pun langsung tau dengan siapa dia sekarang.  Jantung nya mulai berdetak tak beraturan.  Dia hanya bisa tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan Jonathan.


"bagaimana kabar kamu? " tanya Jonathan sambil membuka buku menutupi rasa gugup nya


"baik kak,  " jawab Karina singkat. Dia juga sedang melawan rasa gugup nya melihat seseorang didepan nya ini.


Entah lah meski memiliki wajah yang sama dengan Ivan namun ketika sedang bersama Jonathan dia tidak bisa menetralkan detak jantung nya.


Begitu pula dengan Jonathan,  dia yang memang payah bicara dengan ditambah perasaan gugup membuat nya seperti kehilangan kata kata.


Akhirnya mereka pun berdiam diri sambil membatin didalam hati masing masing


"karina"


"kak"


Ucap mereka bersamaan.  Mereka pun hanya bisa tersenyum dan salah tingkah sendiri.


"ada apa,  kamu duluan" kata Jonathan kemudian


"ehhm,  tidak.  Kakak aja duluan" kata Karina pula


"emh baiklah,  kamu berada dikelas mana dan bagian apa" tanya Jonathan menatap lekat wajah Karina hingga membuat gadis itu salah tingkah


"dikelas AK 3 kak,  bagian akuntansi" jawab Karina


Dan jonathan pun hanya mengangguk sambil tersenyum tipis


"tinggal dimana sekarang? " tanya Jonathan lagi


"dirumah bude kak,  dikomplek perumahan mutiara" jawab Karina


"oh" jawab Konathan singkat,  dia pun langsung kehilangan kata kata nya.


"seperti nya aku harus belajar banyak dari ivan " gumam Jonathan dalam hati


"hah,  kenapa dingin sekali sih,  aku jadi gak tau mau nanyak apa kan.  Aaaaa tapi aku suka.  " jerit Karina dalam hati


Setelah beberapa saat mengobrol singkat akhir nya Karina pun izin untuk kembali kekelas nya karena dia begitu gugup berhadapan dengan Jonathan, dan tidak tahu apa yang harus dibicarakan, berbeda dengan Ivan yang selalu bisa mencairkan suasana.


"huh,  gila.  Jantung ku ini kenapa,  berasa mau copot deket deket dia. Dingin banget,  gaya nya juga bikin aku meleleh.  Oh tuhan beda banget sama kak Ivan" gumam Karina setelah keluar dari perpustakaan itu


Sementara Jonathan pun memegangi dada nya


"apa ada yang salah dengan jantung ku.  Setiap dekat dengan gadis itu pasti terasa berdetak dengan kencang.  Apa aku harus periksa ke dokter? "


batin nya dalam hati


...


Keesokan hari nya


Pagi ini Ivan tengah duduk ditaman kampus bersama Jonathan dan juga teman yang lain nya. Karena dosen yang mengajar pagi itu tidak masuk jadi mereka memilih untuk berkumpul ditaman kampus.


Hari ini Faiz membawa gitar kekampus nya. Membuat teman teman nya heran melihat teman baru mereka itu.


"lo hari ini tumbenan bawa gitar,  lo mau ngamen disini" tanya Dirga


"iya, buat tambahan uang jajan.  Haha" kata Faiz melucu


"emang lo bisa nyanyi,  jangan sampek isi kampus ini kabur semua gara gara suara lo ya" ejek Samuel pula


"wah sepele lo sama gue,  biar kata gue anak kampung tapi suara gue ini gak kalah sama afgan ya" jawab Faiz bangga


"ya,  afgan kw yang lagi batuk" balas Samuel lagi

__ADS_1


"ah elo mah gitu.  Kasih tau dulu Van,  kalo kita dulu jago nya nyanyi dikampung" kata fFaiz lagi sambil menyetel kunci gitar nya


"lo juga bisa Van? " tanya Alex dan Samuel bersamaan


"kalo kami bisa ngebuat seluruh anak kampus ngumpul dan ngasi saweran dengan suara kami kalian bakal ngasih apa? " tantang Ivan


"halah,  lo ngomong aja fals van,  apalagi nyanyi" ejek Dirga


"yee,  sepele amat sih lo.  Oke kita buktiin ya" kata Ivan


"buktiin lah,  kami bakalan jajanin lo sama Faiz selama seminggu deh" ucap Alex dan langsung diangguki oleh teman teman nya


Sementara Jonathan hanya geleng geleng kepala melihat ide konyol teman teman nya


"yauda kita keaula aja,  biar seluruh anak anak kampus tau" ajak Erika yang sedari tadi sudah jengah melihat ulah teman temanya, tapi dia juga lebih bahagia sekarang karena setelah ada Ivan dan Faiz mereka jadi sering ribut dan suasana menjadi lebih hidup.


"belum tau mereka pesona gue" bangga Ivan dalam hati


Mereka semua pun pergi ke aula kampus.  Dimana hari itu adalah hari sabtu jadi banyak kelas yang kosong dan tidak ada mata pelajaran.


Mereka mempersiapkan dua buah kursi dan juga sebuah microfon.


Anak anak kampus banyak yang memperhatikan ulah mereka, bahkan ada beberapa dosen yang juga ikut memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh penerus kejayaan Agueeno itu.


"mereka mau ngapain?"


"tau tuh, kita liat aja yuk"


"iya, cuci mata sekalian"


gumam anak anak kampus


Faiz pun mulai memetik gitar nya sementara Ivan sudah memegang microfon ditangan nya sambil duduk dikursi dengan gaya santai nya namun tetap dengan pesona nya dan senyum nya yang menawan.


Teman teman nya hanya memandang remeh Ivan yang mereka kira tidak bisa bernyanyi itu, karena selama ini yang mereka tahu Ivan hanya bisa menjahili teman teman nya.


Beberapa mahasiswa yang lewat dan mendengar bahwa Ivan akan menyanyi pun langsung datang berkerumun.


"wah, kayak nya pangeran gue mau nyanyi deh"


"gila, ini mah Rezky bisa denger suara nya"


kata mahasiswi yang langsung berbaur menjadi satu diaula itu


"bodoh kalian buat taruhan,  jelas aja la mereka semua bakalan ngumpul secara idola mereka yang beraksi,  gimana sih" ucap Erika pada teman teman nya


"iya juga ya,  tapi gak papa lah,  kita liat seberapa hebat kemampuan mereka.  " jawab Alex


"lo tau Jo kalau Ivan bisa nyanyi? " tanya Dirga menatap Jonathan yang tengah duduk santai disamping nya


"tidak tau,  tapi kalau Faiz bisa.  Suara nya memang bagus" jawab Jonathan singkat membuat semua teman teman nya saling pandanb


Jonathan pun hanya tersenyum tipis, sementara Erika sudah tertawa geli, mereka pun kembali melihat kearah Ivan dan Faiz.


Faiz dan ivan pun mulai menunjukan bakat mereka.  Faiz mulai memetik gitar nya dan Ivan mulai mengeluarkan suara nya.  Dari kejauhan dia menatap Karina yang tengah melihat nya


Menatap indah nya senyuman diwajahmu


Membuatku terdiam dan terpaku


Mengerti akan hadir nya cinta terindah


Saat kau peluk mesra tubuhku


Oo...ooo


Semua orang yang ada disana pun melongo mendengar suara merdu Ivan dan petikan gitar Faiz,  terutama Dirga, Alex, Samuel , Erika termasuk Jonathan.  Mereka sungguh tidak menyangka ivan punya bakat terpendam dengan suara merdu nya


"gila, suara tu anak memang bagus" kata Dirga takjub


"keren" timpal Erika


Banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan kepada dirimu


Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Disetiap langkah yang meyakini ku kau tercipta untukku


Ooo


Para mahasiswi langsung menjerit histeris melihat idola mereka menyanyi dengan suara indah nya


Meski waktu akan mampu


Memanggil seluruh ragaku


Ku ingin kau tau


Kau selalu milikku yang mencintai mu


sepanjang hidup ku


.....


Sorak sorai dan tepuk tangan pun menggelegar diaula itu.


Tampak ratusan mahasiswa seperti menonton konser disiang hari itu.

__ADS_1


"kak Jovankha, I LOVE YOU!!!!!!!"


"aaaaaaa pangeran gue kereeen bangetttt!!!!"


teriak semua mahasiswi yang berada disana membuat Aula disiang hari itu begitu riuh, bahkan beberapa dosen sampai menggelengkan kepala mereka melihat begitu antusias nya mahasiswi dikampus itu melihat si tampan Jovankha menyanyi, bahkan membuat mahasiswa berdecak kesal karena merasa iri


Ivan pun kemudian turun dari kursi nya dan membungkuk memberi sapa pada mereka yang menonton sambil tersenyum licik pada teman


teman nya yang masih melongo


"terima kasih teman teman semua sudah mau menonton konser kami.  Tentu ini tidak gratis ya,  saya harapkan kalian semua mau memberi sedikit imbalan atas suara saya dan juga teman saya.  Anggap saja kami sedang mengamen ". kata Ivan dengan Microfon nya


Ivan pun langsung mengambil sebuah kotak kardus dibelakang nya dan langsung mengelilingi para mahasiswi dan mahasiswa yang menonton nya untuk meminta sumbangan.


Jelas saja kelakuan konyol nya itu membuat teman teman nya keheranan.


"apa uang yang dikasih bokap lo kurang jo,  sehingga dia minta sama anak anak itu" kata Samuel heran


"aku rasa lebih dari cukup" jawab Jonathan yang juga ikut heran melihat tingkah ivan


"mohon maaf ya teman teman,  ini bukan untuk kami pribadi,  tapi uang kalian akan kami sumbangkan pada yang lebih membutuhkan,  jadi kita bisa sama sama berbuat baik bukan" kata Ivan lagi disela sela kegiatan nya.


Para mahasiswa dan mahasiswi itupun tidak ada yang keberatan.  Begitu juga dengan teman teman Ivan yang lain.


"wah,  bener bener hebat ide nya si Ivan" kata Dirga dan juga Erika


Sementara dibelakang kerumanan itu ada Amelia yang menatap kagum Ivan.


"sungguh kak,  aku begitu mengagumimu. Apalah dayaku,  bagai pungguk yang merindukan bulan.  Indah dan takkan pernah dapat aku gapai" batin Amelia dalam hati


Setelah beberapa saat menerima sumbangan dan sudah dua kotak kerdus uang yang dikumpulkan oleh Ivan dan juga Faiz mereka pun membubarkan para kerumunan itu.


Dosen dosen maupun rektor dikampus itu hanya menatap bangga dan heran melihat kelakuan anak pemilik universitas itu.


"waah dapat banyak kita Van" seru Faiz sambil membawa kotak kardus milik nya yang penuh uang itu


"iya ini,  woi kalian bantuin ngitungin dong.  Malah bengong aja" titah Ivan heran melihat teman teman nya yang hanya saling pandang


"gila lo van,  dapet ide dari mana lo, bisa bisa nya ngamen didalem kampus" tanya Dirga


"iya ni,  eh tapi suara lo keren juga Van, lo juga iz,  hebat permainan gitar lo"  kata Samuel sambil menepuk pundak Ivan dan Faiz


"iya lah,  lo aja belum tau siapa kita" jawab Faiz bangga


"eh,  kalau Ivan bisa punya suara bagus,  berarti jo juga bisa nyanyi dong" kata Alex pula membuat semua orang menoleh kearah Jonathan


Jonathan hanya menatap tajam Alex


"iya ya,  secara mereka kan kembar.  Coba deh jo lo nyanyi.  Pasti bagus juga" kata sSamuel lagi


"malas" jawab Jonathan singkat


"bang Jo kok disuruh,  ngomong aja dia males" gumam Ivan namun masih terdengar ditelinga Jonathan


"apa kamu bilang? " tanya Jonathan sewot.


"hehe,  ampun bang ampun" jawab Ivan cengengesan


Teman teman yang lain pun hanya tertawa melihat dua kembar tampan itu.


Mereka pun kembali menghitung pendapatan mengamen ivan dan faiz tadi.


"wah banyak banget nih,  hampir 8juta juga.  Kalau tiap hari begini bisa kaya kita Van. Haha" kata Faiz terkekeh dan langsung mendapat timpukan oleh Ivan


"enak aja lo.  Ini duit bakalan kita sumbangin kepanti asuhan kasih ibu yang ada dijalan xx itu tau.  " jelas Ivan sambil memasuk kan uang nya kedalam kantong plastik yang telah disiapkan Erika


"kenapa kesana Van? " tanya Erika


"iya,  kemaren gue jumpa sama beberapa anak panti itu lagi ngamen,  kata nya panti mereka kekurangan donasi untuk kelangsungan hidup anak anak panti.  Jadi sebagian dari mereka kerja cari uang lebih" jelas Ivan pada teman teman nya


"wah,  gue jadi inget kita dulu van" lirih Faiz


"ya maka nya itu gue langsung ada ide gini waktu kalian minta kami nyanyi tadi. Secara kan dikampus ini sebagian besar anak orang kaya semua" ungkap Ivan


"yauda,  nanti gue juga ikut nyumbang deh" kata Dirga


"gue juga deh" kata Alex


"gue juga dong" timpal Erika


"gue pun" jawab Samuel


"wow,  terima kasih,  yauda nanti pulang dari kampus kita langsung aja kepanti" ajak Ivan dan langsung diangguki oleh teman teman nya


"iya sekalian juga buat dokumentasi,  agar anak anak percaya uang mereka sudah tersalurkan dengan baik" ujar Jonathan pula


"siap bang" jawab Ivan


Mereka pun kembali kekelas nya.  Dan belajar kembali.


Sepulang kuliah mereka semua pun pergi ke panti yang dimaksud oleh Ivan.


Disana mereka menemui pemilik panti dan menyerahkan uang hasil sumbangan mereka dan juga hasil mengamen Ivan dan juga Faiz.


Ivan dan Jonathan bertugas menyerahkan uang itu dan berbicara pada pemilik panti,  Dirga dan Alex bertugas mengambil foto untuk dokumentasi mereka, sementara Samuel, Erika dan juga Faiz bertugas membagi bagikan buah tangan pada anak anak panti disana.


Tentu saja itu membuat pemilik panti merasa sangat terbantu mengingat lebih dari seratus anak yatim piatu dipanti itu yang harus diurus nya.


Jonathan dan juga Ivan berjanji akan datang setiap sebulan sekali untuk membantu memberi bantuan secara finansial ke panti itu. 

__ADS_1


__ADS_2