
Tidak terasa hari berganti dengan begitu cepat. Kegiatan yang padat membuat setiap detik waktu terlewati tanpa terasa. Pahit manis dan getir kehidupan terus silih berganti dirasakan. Sama seperti hal nya hubungan antara dua pasang anak manusia yang kini sudah beranjak dewasa.
Rasa nya baru kemarin mereka kuliah bersama, namun kini mereka sudah akan memasuki dunia baru yang sesungguh nya.
Hari ini adalah hari dimana Jonathan dan Karina akan melakukan fitting baju pengantin dibutik Amelia. Mereka memang meminta Amelia langsung yang merancang pakaian pengantin nya.
Jonathan dan Karina menikah lebih dulu dibanding Ivan. Karena bagaimana pun mereka ingin mengadakan dream wedding mereka masing masing.
Jonathan dan Karina ingin menggunakan konsep wedding indoor yang akan diselenggarakan disalah satu hotel milik keluarga Alexander. Pesta pernikahan bertema super mewah dan elegan, dengan dekorasi perak dan emas yang menjadi impian mereka sesuai dengan kriteria Jonathan yang dipenuhi oleh kemewahan.
Sedangkan Ivan dan Amelia lebih memilih ketema outdoor, dimana mereka ingin mengadakan pernikahan dipinggir pantai dengan konsep garden party dengan dekorasi yang dipenuhi oleh bunga bunga hidup dan hiasan taman lain nya, sederhana namun tetap sakral dan kekeluargaan.
Tentu saja keinginan kedua pasangan itu dapat terwujud dengan mudah, dan sudah pasti bukan hal yang sulit untuk Delisha dan Maxwel. Hanya saja disini Delisha yang tampak begitu sibuk mengurus persiapan pernikahan kedua putra nya yang hanya berbeda satu bulan lebih dulu Jonathan.
Karina dan Amelia juga ikut membantu calon ibu mertua mereka, sedangkan Jonathan dan Ivan masih sibuk mengurus perusahaan mereka masing masing.
Seperti sore ini, Karina sudah selesai dengan semua tugas kantorĀ nya, meski cukup banyak, namun dari semalam dia sudah mengejar waktu mengerjakan nya supaya hari ini bisa pulang lebih awal. Meski dia adalah calon istri dari pemilik perusahaan namun Karina tidak ingin bermalas malasan seenak nya. Dia harus tetap bisa membuktikan jika dia memang pantas berdiri disamping Jonathan.
Karina terlihat membereskan meja kerja, sambil sesekali mata nya menatap ponsel yang sedari tadi tidak berpindah tempat, dia sedang menantikan panggilan dari Jonathan saat ini.
"Semoga dia tidak lupa" gumam Karina
Mata nya langsung memandang kearah pintu saat pintu terbuka dan memunculkan Diana dari sana.
"Udah mau pulang bu?" tanya Diana memandang Karina yang sudah menyelempangkan tas di pundak nya
"Iya ni Di, ada janji sore ini" jawab Karina
"Janjian sama pak bos ya?" tanya Diana lagi sembari meletakkan beberapa berkas diatas meja Karina
"Iya, kamu ada lihat dia?" tanya Karina
"Didepan ruangan pak Danil bu, kayak nya dia lagi marahin Guntur yang telat nganter laporan" jawab Diana
"Guntur" gumam Karina dan Diana langsung mengangguk
"Iya, wakil pak Danil, pak Danil juga ada disana" kata Diana lagi
"Tolongin bu, kasian tu, wajah nya pada pucat semua" ujar Diana pada Karina yang terlihat menghela nafas lelah. Ya, terkadang dia benar benar heran melihat sikap Jonathan yang begitu pemarah jika diperusahaan, bahkan dia tidak segan segan menghukum orang, baik perempuan maupun laki laki.
"Yauda, aku keluar dulu. Tolong kunciin ruangan ku ya" pinta Karina, Diana langsung mengangguk dan membungkukan sedikit tubuh nya
"Jangan begitu kenapa, biasa aja Di" ucap Karina tak suka melihat Diana yang begitu hormat pada nya
"Mana bisa bu, bisa dipecat pak bos saya nanti" jawab Diana dengan tawa sungkan nya.
"Kamu ini" gumam Karina yang langsung berlalu dan keluar dari ruangan itu. Dia berjalan menuju lift untuk turun kelobi, namun karena penasaran, dia melangkahkan kaki nya menuju ruangan manajer. Semua orang menyapa nya dengan begitu hormat, membuat Karina benar benar merasa jengah saat ini. Status nya sebagai calon istri Jonathan benar benar membuat hidup nya berubah drastis. Tidak ada lagi orang yang mau dekat dengan nya karena menghormati nya sebagai pasangan Jonathan, semua orang menjadi sungkan pada nya. Hanya Diana saja yang masih dekat dengan Karina, mungkin karena mereka sudah lama saling mengenal, bahkan sejak pertama kali Karina bekerja diperusahan ini.
Langkah kaki Alena langsung terhenti ketika melihat Jonathan tengah membentak Guntur yang berdiri dihadapan nya dengan tubuh yang membungkuk takut, disamping nya juga ada Danil yang tidak bisa bebuat apapun.
Karina berjalan perlahan, dan mendekati Dirga yang berada dibelakang Jonathan yang sedang meluapkan emosi nya itu.
"Ada apa?" bisik Karina pada Dirga. Jonathan tidak tahu ada Karina dibelakangnya, karena Karina datang dari arah yang berlawanan.
"Biasa, tenangin gih. Kasian tu si Guntur" balas Dirga yang juga ikut berbisik
Karina memandang iba Guntur yang terlihat gemetar takut, bahkan wajah nya sudah pucat pasih sekarang. Dia menoleh pada Jonathan yang benar benar terlihat marah, rahang nya mengeras sempurna, membuat Karina juga takut melihat nya.
__ADS_1
"Tuan" panggil Karina ragu
Jonathan sedikit terkesiap mendengar suara Karina, pandangan mata nya langsung melembut saat menoleh pada Karina yang memandang nya takut
"Sudah siap?" tanya Jonathan, dan Karina langsung mengangguk
"Tunggu saya dimobil. Saya masih ada urusan dengan orang ini" ucap Jonathan yang kembali memandang geram Guntur yang sama sekali tidak berani menatap nya.
Danil tampak melirik Karina sesekali, dia berharap Karina dapat menenangkan singa yang sedang mengamuk ini.
"Guntur hanya khilaf, bisa kah untuk memaafkan nya" pinta Karina dengan ragu, namun Jonathan hanya mendengus mendengar nya
"Jika semua kekhilafan aku maafkan, mau jadi apa perusahan ini" sahut Jonathan terdengar tidak suka
"Tuan maafkan saya, saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi" kata Guntur dengan suara gemetar
"Tuan ini salah saya, saya yang tidak memeriksa nya dengan baik" kata Danil pula
"Diam kamu!!" bentak Jonathan membuat Karina dan mereka yang ada disana langsung terlonjak kaget
"Hanya pekerjaan seperti saja kalian tidak becus! Kalian tahu waktu ku terlalu berharga untuk melayani kesalahan kalian!" seru Jonathan lagi
Dirga langsung mencolek lengan Karina, membuat Karina terkesiap dan menoleh kearah nya dengan pandangan takut. Dirga mengarahkan kepala nya sekilas pada Jonathan yang terlihat begitu marah, berharap Karina bisa menenangkan nya.
Karina terliihat menggeleng pelan, namun melihat raut wajah Danil dan Guntur yang menyedihkan dia benar benar tidak tega.
Karina memberanikan diri mendekat kearah Jonathan
"Mulai hari ini kamu sa......."
"Sayang" panggil Karina yang langsung menghentikan perkataan Jonathan
"Jangan begitu, beri Guntur kesempatan sekali lagi. Jika dia benar benar khilaf, dia pasti tidak akan mengulangi kesalahan nya lagi" kata Karina begitu lembut
Jonathan terlihat menghela nafas nya dengan berat dan memandang Guntur yang tertunduk takut
"Maafkan saya tuan" gumam lelaki itu, seperti sudah habis tenaga untuk membela diri
"Pak Danil juga harus bertanggung jawab untuk ini" kini pandangan Karina beralih pada Danil yang langsung membungkukan tubuh nya dihadapan Jonathan, dia juga tidak ingin Guntur dipecat hanya karena kesalahan kecil nya, sulit untuk mencari orang kepercayaan baru
"Tentu nona, Tuan, saya pasti akan lebih bertanggung jawab atas kinerja nya " sahut Danil cepat
Jonathan kembali menarik nafas nya dalam dalam, mata nya masih menatap geram Danil dan Guntur
"Awas saja jika kau mengulangi kesalahan mu. Jangan harap kau bisa selamat" ancam Jonathan yang langsung berlalu meninggalkan mereka semua yang terlihat bernafas dengan lega.
"Good Job" bisik Dirga ditelinga Karina, dan setelah itu dia langsung pergi menyusul Jonathan
Guntur langsung jatuh terduduk ditempat nya.
"Nona, terimakasih banyak" ucap Guntur pada Karina
"Tidak apa apa, lain kali jangan diulangi ya" kata Karina dengan lembut
"Tentu nona, saya berjanji akan bekerja lebih baik lagi" jawab nya
Karina langsung membantu Guntur berdiri dibantu oleh Danil
__ADS_1
"Nona terimakasih" ucap Danil
"Ah, pak Danil jangan begitu sungkan, saya masih bawahan anda saat ini" sahut Karina, namun Danil hanya tersenyum tipis menanggapi nya
"Kalau begitu saya permisi, mari pak Danil, mas Guntur" pamit Karina
"Hati hati nona, dan terimakasih" sahut mereka bersamaan. Karina hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Dia segera berlalu dari tempat itu dan keluar menyusul Jonathan yang sudah menunggun nya dimobil, meninggalkan Danil yang masih menatap punggung nya dengan pandangan yang nanar.
....
Didalam mobil, Jonathan duduk dengan wajah kesal. Dirga tidak berani menegur pria itu, dia hanya berdiri dan menunggu Karina disamping mobil. Dan setelah Karina tiba, dia langsung membukakan pintu untuk gadis itu.
Dirga memutari mobil nya dan masuk kedalam, mulai melajukan mobil nya menuju butik Amelia.
Sepanjang perjalanan Karina dan Jonathan tampak hanya diam dan tidak berbicara sama sekali, membuat Dirga melirik mereka dengan heran.
Karina memandang jendela mobil dengan perasaan yang masih takut dan kesal dengan sikap Jonathan tadi, sedangkan Jonathan diam karena kesal dengan Karina karena telah membela Danil, orang yang nyata nya memang menyukai nya sejak dulu.
Beberapa saat kemudian
"Kenapa kamu diam saja?" tanya Jonathan tanpa menoleh kearah Karina. Pandangan mata nya masih menatap kedepan saat ini.
Karina hanya menoleh nya sekilas dan kembali memalingkan wajah nya, membuat Jonathan menoleh kearah nya dengan heran.
"Karin" panggil Jonathan dengan nada yang sedikit ditekan
Karina tampak menghela nafas nya sejenak dan menoleh pada Jonathan
"Karin gak suka lihat sikap kakak yang semena mena kayak tadi" jawab Karina membuat Jonathan langsung mengernyitkan dahi
"Kenapa memang nya, mereka harus diberi pelajaran supaya tidak sesuka hati mengerjakan sesuatu" sahut Jonathan lagi.
Dirga yang mendengar mereka berdebat, jantung nya seketika mulai bergemuruh
"Enggak kayak gitu kak. Kakak kan bisa ngomong baik baik, atau kasih sanksi yang sesuai sama kesalahan yang dia perbuat, lagian bukan masalah besar, dia cuma terlambat tapi kakak buat dia kayak ngelakui korupsi aja" ucap Karina kesal
"Tahu apa kamu sama karyawan" sahut Jonathan membuat Karina sedikit terkesiap
"Iya, Karin memang gak tahu apa apa. Karin memang gak tahu masalah perusahaan, tapi setidak nya Karin tahu cara nya menghargai orang lain" jawab Karina yang langsung memalingkan wajah nya, mata nya berkaca kaca sekarang
"Kenapa, kamu gak suka aku begitu sama manajer itukan" kata Jonathan dan kali ini Karina yang mengernyitkan dahi nya
"Kenapa jadi kesitu sih" seru Karina
"Ya karena memang begitu kenyataan nya, bukan sekali ini saja aku marah marah dikantor, dan kamu juga tidak pernah mempermasalahkan itu. Tapi ketika Danil yang berbuat salah, kamu langsung membela nya" dengus Jonathan
Dirga tampak memejamkan mata nya sekilas, jangan sampai dia salah jalan gara gara perdebatan mereka yang menjurus pada kecemburuan Jonathan ini.
"Astaga, Karin juga baru ini lihat kakak marah dikantor. Gak ada urusan nya sama pak Danil" ketus Karina. Dia benar benar kesal pada Jonathan sekarang.
"Gak usah mengelak kamu, segitu nya kamu belain dia" balas Jonathan
"Terserah, lagian dia memang pantas dibela" sahut Karina,
"Kamu" seru Jonathan tertahan
Karina langsung memalingkan wajah nya, begitu pula dengan Jonathan. Mereka sama sama memendam kekesalan yang mendalam saat ini. Karina yang tidak mengerti jika Jonathan cemburu, dan Jonathan yang tidak mengerti jika Karina kesal dengan sikap nya yang angkuh.
__ADS_1
Dan Dirga, rasa nya dia benar benar ingin menenggelamkan mobil ini kedalam sungai beserta mereka berdua sekarang, supaya otak mereka bisa sama sama terbuka. Sudah mau menikah, tapi malah bertengkar, batin nya ikut kesal.