
Pagi itu semua mata tertuju pada duo tampan yang berjalan dengan pesona mereka yang luar biasa. Ratusan pasang mata menatap mereka dengan mata berbinar bahkan menggeleng takjub melihat dua pangeran dikampus ini.
Penampilan mereka yang memakai pakaian formal menambah kesan wibawa dan pesona nya tersendiri. Setelan jas yang melekat ditubuh gagah mereka benar benar mampu membuat semua mata tidak bisa berpaling walau sedetik pun.
Namun meskipun begitu, Ivan dan Jonathan tidak menghiraukan tatapan mata yang memandang mereka penuh nafsu kekaguman. Mereka bejalan berdampingan dengan pesona masing masing.
Jonathan berjalan sembari memainkan ponsel nya, karena dia sedang saling mengirim pesan pada Karina saat ini, sedangkan Ivan berjalan dengan tangan yang dimasukan kedalam saku celana nya dan tatapan mata nya lurus kedepan.
Sepanjang koridor kampus semua mata terpana melihat mereka, seakan tidak ada keindahan lain Dimata mereka saat ini.
Diujung koridor, didekat jendela seorang gadis berambut pirang berdiri dengan mata yang berkaca kaca dan pandangan mata yang terlihat nanar menatap salah seorang dari mereka.
Perasaan rindu, cinta dan kekaguman semua seakan membuncah dihati nya. Sudah beberapa hari dia tidak melihat Ivan, dan hari ini dia dapat melihat kembali wajah itu, wajah yang selalu menghiasi sepi nya.
'kak Ivan. Aku seperti malam yang merindukan siang, kita ada, tapi kita tidak akan pernah bisa bersatu'. batin Amelia pedih
Apalagi jika mengingat ini adalah hari terakhir Ivan berada dikampus ini, semakin membuat Amelia sedih, mengingat jika setelah ini mereka tidak akan pernah bertemu lagi untuk waktu yang lama, atau mungkin selama nya.
...
"kita langsung masuk gedung aja bang?" tanya Ivan pada Jonathan yang baru menyimpan kembali ponsel nya
"ya" jawab Jonathan singkat
Mereka kembali berjalan menuju gedung auditorium tempat dimana mereka akan melaksanakan acara mereka.
"wiih, seger bener deh pemandangan kita hari ini. Duo pangeran tampan berjalan dengan pesona nya" goda Samuel yang kini sudah berada ditengah tengah Ivan dan Jonathan diikuti oleh Dirga dan Faiz disana
Jonathan hanya tersenyum tipis sedangkan Ivan hanya memutar bola mata jengah mendengar nya
"Jo, gue denger kalian besok lusa pada pergi kan?, cepet amat sih?" tanya Samuel pada Ivan yang menatap nya dengan aneh
"iya" jawab Jonathan membuat Samuel langsung menatap Jonathan dengan wajah cengo nya membuat Dirga dan Faiz terbahak dan memukul bahu Samuel dengan keras
"salah orang bego" ucap Faiz terbahak
"heh, beneran? masak sih?" tanya Samuel sembari melangkah lebih cepat dan berhenti didepan Ivan dan Jonathan yang juga ikut berhenti karena ulah nya
"apa sih?" tanya Ivan kesal, apa Samuel tidak tahu jika mood nya sedang tidak bagus sekarang
Samuel menatap sinis Ivan dan Jonathan bergantian
"Lo sih gak kayak biasa nya, jadi susah kan bedain nya" kata Samuel terbahak membuat Faiz dan Dirga juga tertawa mendengar nya
"berisik, mata Lo aja yang nyelek" jawab Ivan dan langsung meninggalkan Samuel yang tertawa canggung
Faiz langsung berjalan cepat dan mengikuti Ivan meninggalkan ketiga orang itu yang masih berjalan perlahan
"tu anak kenapa sih, akhir akhir ini galau Mulu muka nya?" tanya Dirga pada Jonathan
__ADS_1
"iya, gue lihat dia udah jarang bareng si imut lagi, lagi berantem apa?" timpal Samuel pula
"tidak tahu" jawab Jonathan singkat membuat Samuel dan Dirga saling pandang dan mengendikan bahu mereka masing masing.
...
Acara wisuda berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Seluruh peserta beserta yang terlibat memberikan tepuk tangan saat Maxwel Alexander naik keatas podium untuk memberikan kata sambutan nya, karena memang dia adalah pemegang saham terbesar diuniversitas ini.
Dan yang tidak kalah mengejutkan adalah pemegang nilai terbaik jatuh pada Jonathan, dia mendapatkan gelar mahasiswa terbaik diangkatan nya. Semua orang memberikan sambutan yang penuh kekaguman. Kekaguman karena paras nya ditambah dengan tingkat kejeniusan nya yang juga mumpuni.
Ivan juga naik keatas podium beserta Dirga, karena setelah Jonathan, mereka juga mendapatkan nilai diatas rata rata. Dan tentu saja itu membuat Maxwel begitu bangga dengan anak anak nya.
Maxwel dan Delisha berada diatas podium mendampingi Jonathan dan Ivan yang sedang diberikan penghargaan. Tidak ada satu moments pun yang terlewatkan dari para pengambil gambar didalam ruangan itu.
Acara berjalan dengan begitu khitmat. Ivan sangat bersyukur akhir nya dia bisa merasakan menjadi sarjana, hal yang paling diinginkan nya ketika saat dia masih menjadi rakyat jelata dulu nya.
Setelah acara selesai, Jonathan dan Ivan bergabung bersama teman teman mereka yang lain. Sedangkan para orang tua bergabung dan nampak nya tengah menyapa Maxwel ditempat nya.
"gak nyangka Van, akhir nya kita jadi sarjana juga, berasa kayak mimpi gue" ungkap Faiz dengan memegang topi toga ditangan nya, wajah nya benar benar nampak bahagia saat ini
Ivan langsung tersenyum dan mengangguk
"ya, impian kita dari dulu kan" kata Ivan pula
"selamat buat kita ya, akhir nya kita selesai juga. Bakalan rindu gue sama kalian semua" kata Erika dengan mata yang berkaca kaca
"ya, setelah ini, kita bakal mulai kehidupan yang sesungguh nya" timpal Alex pula.
"gue harap kalian gak bakalan ngelupain kenangan kita selama ini" ucap Erika sembari menghapus air mata nya, membuat teman teman nya langsung mengangguk
"gak akan, kita berpisah bukan untuk selama nya, kalau ada waktu senggang, kita usahain buat ngumpul ya" sahut Dirga menatap satu persatu teman teman nya
"harus lah, sedih gue, setelah ini kalian berempat bakalan pergi jauh, tinggal kami bertiga disini" gumam Samuel pula
"kami pergi gak lama, kita masih bisa pada ngumpul" ucap Ivan
"ya, meskipun gitu, gue tetep sedih, karena harus pisah" kata Erika tertunduk, Alex langsung mengusap lembut bahu nya
"kita bisa berkumpul lagi ketika kita sama sama sudah sukses nanti" kali ini pangeran es yang berucap membuat semua orang menatap nya penuh haru
Kebersamaan mereka beberapa tahun bukan waktu yang sebentar, sejak SMA hingga sekarang, membuat ikatan persahabatan mereka benar benar terikat satu sama lain. Apalagi kini harus berpisah, pastilah akan menimbulkan sebuah kerinduan ketika mereka saling menjauh nanti nya.
"kalian lusa berangkat kan, gimana kalau sore ini kita ngumpul bareng" kata Alex menatap Jonathan, Ivan, Dirga dan Faiz bergantian, membuat mereka saling pandang dan mengangguk
"boleh, kita ngumpul ditempat biasa aja gimana?" tanya Dirga pula dan mereka semua langsung mengangguk setuju
Hingga tak lama kemudian seorang gadis cantik dengan pakaian yang terlihat rapi namun manis datang dengan sebuket bunga ditangan nya.
Dia berjalan dengan begitu anggun dan tersenyum manis pada Jonathan yang menatap nya tak berkedip
__ADS_1
"Karina" sapa Erika
"hai kak, selamat untuk kelulusan kalian ya" ucap Karina menatap mereka satu persatu
"terimakasih, kamu cantik banget" puji Erika membuat Karina langsung tersenyum malu
Dia menoleh kearah Jonathan yang masih menatap nya penuh kekaguman membuat teman teman nya saling pandang usil
"selamat sayang" ucap Karina sembari menyerahkan buket bunga nya pada Jonathan yang langsung menerima nya dengan senang hati
"terimakasih, you're so beautiful" bisik Jonathan pada Karina yang langsung merona malu
"aku cantik cuma buat kamu" balas Karina pula
"eheem ehemm, bisik bisik tetangga, tersinggung gue yang gak bawa pasangan" kata Samuel membuat Karina dan Jonathan langsung tertawa mendengar nya
"sirik aja deh kak" balas Karina
"bukan sirik, cuma heran aja, Lo pakai pelet apa sih Rin, bisa ngeluluhin manusia kutub kayak dia ini, heran gue" kata Samuel lagi, dan kali ini semua teman teman nya ikut tertawa
Ivan hanya tersenyum tipis melihat mereka, dia mengedarkan pandangan mata nya kesegala arah, mencari seseorang yang sangat ingin dia lihat. Namun nihil, gadis itu seperti nya tidak akan ada disini, apalagi ada orang tua nya ditempat itu.
Ivan langsung menghela nafas lelah, dia beranjak dan duduk dikursi kosong tak jauh dari teman teman nya berada. Dan dengan setia Faiz mengikuti nya.
" temui aja deh, dari pada galau" ucap Faiz yang duduk disebelah Ivan
"ada papa" jawab Ivan lesu
"ini kesempatan terakhir Lo Van" kata Faiz lagi
"iya, tapi Lo gak liat dari tadi papa selalu merhatiin gue sama bang Jo. Mana bisa gue datengi Amel." jawab Ivan, dan kali ini Faiz yang menunduk lesu.
Dia benar benar tidak tega melihat Ivan seperti ini
"berat banget deh Iz, rindu banget gue sama dia. Padahal hampir setiap masuk gue bisa ngeliat dia, gimana nanti, gue harus bener bener ngelepasin dia" gumam Ivan
"Lo ada pesan gak, biar gue yang sampein ke Amel" tanya Faiz membuat Ivan langsung menatap nya, namun juga menoleh pada Maxwel yang sedang berbicara dengan rekan bisnis nya
Dia menarik nafas dalam dalam dan membuang nya dengan berat
"gak usah deh, gue gak tahu mau ngomong apa sama dia. Yang ada kalau gue masih ngehubungi dia, perasaan kami makin sama sama sakit. Gue gak bisa berbuat apa apa sekarang" lirih Ivan
Faiz langsung menepuk pundak Ivan dengan pelan
"masih ada Tuhan, jodoh ditangan Dia, bukan ditangan bokap Lo" kata Faiz menguatkan Ivan, dan Ivan hanya mengangguk pasrah.
Dan tanpa mereka sadari sejak tadi, Amel berdiri diantara kerumunan orang orang tak jauh dari tempat Ivan.
Dia memperhatikan Ivan dengan sendu, dia begitu sedih melihat Ivan yang tidak lagi seceria biasa nya, tidak ada lagi Ivan yang usil, tidak ada lagi gelak tawa yang keluar dari wajah laki laki itu, dan Amel tahu karena dia selalu memperhatikan Ivan dari jauh.
__ADS_1
"ini hari terakhir ku bisa melihat mu kak' batin nya sedih
Dan tanpa Amel sadari pula, jika Maxwel juga tahu jika sejak tadi dia menatap Ivan dari kejauhan.