
Amelia tertawa girang saat Ivan menggoda nya masuk kedalam kamar pengantin yang telah disediakan untuk mereka. Kamar yang akan menjadi saksi bisu bagaimana akhir penantian yang indah.
Ivan merebahkan tubuh Amelia diatas tempat tidur yang sudah dihias begitu indah. Sama seperti kamar pengantin pada umum nya yang dipenuhi oleh taburan kelopak bunga mawar yang hampir menyebar diseluruh kamar.
Lilin lilin dengan aroma yang menguar menambah suasana didalam kamar itu terasa begitu hangat dan membuai. Ditambah dengan lampu kamar yang sengaja meredup dan temaram. Ketika masuk kedalam kamar saja sudah membuat mereka langsung bergairah.
Mereka bukan gadis dan lelaki yang polos. Amelia maupun Ivan sudah sama sama menanti malam ini begitu lama.
Rasa cinta dan hasrat yang menyatu membuat keduanya sama sama sudah bergejolak saat ini.
Tanpa membersihkan diri atau apapun itu. Ivan langsung mengungkung tubuh Amel dengan garang. Memandang wajah cantik nan menggoda itu dengan intens.
"Setelah sekian tahun, akhirnya malam ini kamu menjadi milikku seutuhnya" ucap Ivan
Ameli tersenyum dan membelai wajah tampan yang sangat mempesona itu dengan lembut
"Setelah sekian tahun akhirnya semua menjadi milikku" balas Amel pula.
"Kamu siap untuk memulai kehidupan baru bersamaku?" tanya Ivan
"Siap" jawab Amel dengan yakin
"Siap menerima setiap kekurangan ku?" tanya Ivan lagi
"Tentu" jawab Amel
"Dan siap jadi ibu dari anak anakku?" tanya Ivan
"Siap sayang. Apapun itu aku udah selalu siap" jawab Amelia.
Ivan tersenyum, dia mengusap wajah cantik itu dengan lembut, seraya membisikan sebuah doa untuk malam pertama mereka. Semoga mulai malam ini ikatan cinta mereka akan terus selalu bersemi dan terus tumbuh meski rintangan pasti selalu ada dikehidupan mendatang.
Amel langsung memejamkan matanya dan melingkarkan tangan nya dileher Ivan, saat lelaki yang sudah menjadi suami nya itu mulai mencumbui nya dengan lembut namun begitu menuntut.
Ciuman yang awalnya saling melepaskan perasaan cinta masing masing, namun lama kelamaan berubah menjadi ciuman yang dipenuhi oleh kabut gairah yang mendalam.
Ciuman itu semakin lama semakin menuntut, hingga akhirnya tangan Ivan mulai menjamah seluruh tubuh Amelia. Gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Dan malam itu, dimalam yang cerah ditepi pantai yang indah, mereka sama sama melepaskan hasrat mereka yang sudah lama saling membara. Malam itu, semua nya bersatu, jiwa dan raga mereka. Semua rasa yang mereka miliki, bersatu dengan keringat yang membuktikan jika hasrat mereka memang begitu menggebu.
Cinta dan kerinduan, akhirnya terbayar lunas dengan pembuktian cinta dimalam ini. Malam yang indah, yang akan mereka kenang untuk seumur hidup mereka.
Tidak ada lelah untuk nikmat yang satu itu. Satu malaman, khusus dikamar itu, suara nafas yang memburu dan ******* kenikmatan yang terdengar hingga pagi menjelang.
__ADS_1
Aroma tubuh yang khas membawa mereka dalam kenikmatan yang tidak bisa dijelaskan. Berada dalam satu selimut hingga pagi menjelang, barulah mereka tenggelam dalam kelelahan yang paling membahagiakan.
.....
Berbeda dengan dikamar Jonathan dan Karina. Mereka tampak saling berdebat sesuatu hal. Karina yang kesal dengan Jonathan masih tidak ingin membalikkan tubuh nya, dia terus saja membelakangi Jonathan yang sejak tadi bingung bagaimana cara untuk membujuk istrinya ini.
"Aku sudah bilang bukan. Aku tidak marah pada Dirga. Kenapa kamu malah seperti ini. Aku hanya tidak suka dia dekat dengan gadis itu" kata Jonathan pada Karina yang hanya diam dengan wajah tertekuk dibalik selimut nya.
"Kakak kan memang egois" sahut Karina
"Egois bagaimana. Dia sahabatku, tentu aku tidak ingin dia dekat dengan gadis seperti Kasih. Apa kamu lupa jika dia yang ingin mencelakai kamu dulu" sahut Jonathan.
Karina berdecak kesal, dia langsung membalikkan tubuh nya dan duduk menghadap kearah Jonathan . Memandang suami nya itu dengan kesal. Jonathan jika sudah tidak suka, sulit sekali dibuka fikiran nya.
"Itu bukan keinginan nya kak. Dia terpaksa melakukan itu. Dia terpaksa!!!" seru Karina tertahan
Jonathan menghela nafasnya perlahan
"Meskipun dia terpaksa tapi tetap saja dia yang sudah berbuat" jawab Jonathan.
Karina mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Menarik nafas nya dalam dalam dan berusaha untuk bersabar menghadapi suami es nya ini. Benar benar otak batu.
"Kak, coba deh kakak berfikir, kalau bukan dia orang nya. Pasti racun itu udah masuk ketubuh kakak sekarang, dan apa mungkin kita masih bisa sama sama sampai hari ini?" tanya Karina memandang Jonathan dengan lekat
Jonathan masih terdiam dengan fikiran nya sendiri
Jonathan kembali menghela nafas nya sejenak. Apa yang dikatakan Karina memang benar, tapi dia hanya khawatir. Watak orang siapa yang tahu
"Sayang" panggil Karina dengan lembut, meraih tangan Jonathan dan menggenggam nya perlahan. Padahal didalam hatinya dia benar benar kesal dengan Jonathan. Lelaki ini sangat dan sungguh tidak peka, padahal dia yang paling tahu tentang Dirga.
"Jodoh gak ada yang tahu kak. Kakak yang paling tahu gimana kak Dirga. Dia gak mungkin bisa dengan mudah nya Deket sama orang lain kalau orang itu bukan orang baik kan. Selama kita bulan madu, selalu kak Dirga yang nanganin masalah Kasih dan Diana. Jadi dia yang paling tahu tentang Kasih" ungkap Karina
"Aku cuma khawatir Karin. Kamu tahu Dirga tidak pernah dekat dengan perempuan , dan baru kali ini dia membawa seorang gadis, tapi gadis itu malah orang yang pernah bermasalah dengan kita" jawab Jonathan
Karina tersenyum dan menggeleng memandang wajah Jonathan.
Memang kedatangan Dirga dan Kasih hari ini membuat semua orang tampak terkejut. Tapi mau bagaimana lagi. Dengan begitu saja sudah dipastikan jika Dirga memang sudah tertarik pada gadis itu.
"Hati tidak ada yang tahu kak. Apa kakak lupa, bagaimana kak Ivan dan kak Amel dulunya. Tapi karena cinta dan takdir, mereka malah bisa bersatu" jawab Karina
Jonathan memandang Karina yang tersenyum padanya.
"Sebagai teman, seharusnya kita mendukung apapun pilihan nya, selagi itu baik. Selama ini sedikit banyak nya dia sudah banyak membantu kakak kan. Dan jika kakak bersikap seperti ini, apa itu adil untuk dia?" tanya Karina
__ADS_1
"Jadi aku harus apa?" tanya Jonathan
Karina kembali tersenyum dan beranjak lebih dekat pada Jonathan. Memeluk nya dengan lembut dan merebahkan kepala nya didada bidang lelaki itu.
"Kakak gak harus melakukan apapun. Cukup menjadi teman yang baik dan gak bersikap ketus sama kak Dirga. Kasihan kak, kita ngumpul semua, tapi dia enggak. Karin sedih banget kalau ingat itu" jawab Karina
Jonathan mengusap punggung Karina seraya memejamkan matanya sejenak. Menarik nafasnya perlahan, dan berusaha untuk membuang ego nya. Apa yang dikatakan Karina memang benar, dan begitu juga dengan yang dikatakan Ivan. Bahkan Amelia dan keluarga nya dulu lebih parah dari ini, tapi dia bisa menerima gadis itu menjadi ipar nya. Dan sekarang, kenapa dengan Dirga tidak bisa? Yah, Jonathan akan mencoba meredam perasaan nya, tapi dia akan tetap menyelidiki Kasih dan kehidupan nya jika memang Dirga menyukai gadis itu. Dia tidak akan membiarkan Dirga salah dalam memilih masa depan.
"Baiklah, aku akan mencoba menerima nya" kata Jonathan
Karina langsung mendongak dan memandang wajah tampan yang terkesan datar itu dengan pandangan tidak percaya
"Beneran?" tanya Karina dan Jonathan langsung mengangguk
"Iya, aku cuma berharap gadis itu tidak akan mengulah lagi" kata Jonathan
Karina tersenyum dan kembali memeluk nya dengan gemas
"Ini baru suami Karin. Suami yang baik yang bisa ngertiin teman nya sendiri" ucap Karina
Jonathan mendengus senyum dan mengusap gemas pucuk kepala nya
"Jangan suka ngambek. Aku gak suka lihat kamu cemberut" pinta Jonathan
Karina tertawa kecil dan langsung menggeleng dengan manja
"Maaf, habis nya Karin kesel sama kakak" ucap Karina
"Iya, aku juga minta maaf" sahut Jonathan pula
"Sekarang kita tidur" ajak Karina namun Jonathan malah menggeleng membuat Karina mengernyit bingung
"Mana boleh begitu. Kamu sudah membuat ku kesal. Jadi kamu harus membayar nya sekarang" ujar Jonathan
"Membayarnya?" gumam Karina dan Jonathan langsung mengangguk dengan senyum penuh arti.
Karina yang melihat itu langsung melepaskan pelukan nya dari Jonathan, ingin bergeser menjauh namun tubuhnya langsung direbahkan oleh Jonathan
"Kakak" seru Karin terkejut namun Jonathan hanya tersenyum tipis melihat itu
"Curang, ini udah mau pagi" kata Karina menahan dada Jonathan, tapi mana bisa lagi dia menahan hasrat nya jika sudah begini
"Karena sudah mau pagi itu waktu yang pas" jawab Jonathan. Dia segera menyergap bibir Karina dengan lembut membuat Karina sedikit terkesiap. Ingin menolak, tapi mana dia mampu. Setiap sentuhan Jonathan selalu membuat nya terbuai. Apalagi mereka yang baru menikah seumur jagung, tentu lagi hangat hangat nya.
__ADS_1
Dan malam yang hampir pagi itu, bukan hanya dikamar pengantin yang menikmati indah nya malam. Melainkan dikamar Jonathan dan Karina.
Kedua pasangan itu sama sama menikmati madu cinta mereka. Tidak lagi memperdulikan orang orang yang ada diresort, karena saat ini, cinta mereka diatas segala nya.