
Tidak ada hal yang membahagiakan ketika semua sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Begitu pula dengan Ivan dan Amelia, cerita hidup mereka yang tidak mudah, penuh dengan lika liku dan awal yang buruk, namun akhir nya takdir hidup membawa mereka bisa sampai ketitik ini.
Amelia memandang Ivan dengan tatapan penuh cinta dan kekaguman. Lantunan musik romantis yang mengalun merdu malam itu membuat mereka hanyut dalam suasana hati yang saling mencinta.
Tangan Ivan memeluk pinggang kecil Amelia, dimana tangan Amel berada dipundak dan dada Ivan.
Setelah acara lamaran selesai, mereka mengadakan acara pesta dansa untuk para muda mudi yang tersisa disana.
Tubuh mereka bergerak dengan lembut mengikuti arah musik yang mengalun dengan merdu. Pandangan mereka saling menatap penuh cinta dan kekaguman. Bahkan senyum tidak pernah pudar dari wajah mereka sedari tadi.
"you look so beautiful baby" bisik Ivan ditelinga Amelia membuat gadis itu seketika merona dan tersenyum memandang Ivan
"I love you somuch" ucap Ivan lagi
"I love you more" balas Amelia
Mereka kembali berdansa dengan tubuh Amel yang memutar dengan bimbingan Ivan. Mereka berada ditengah tengah area pesta saat ini, dimana semua perhatian tertuju pada mereka.
Jonathan dan Karina juga ada disana, namun mereka tidak ikut berdansa karena Jonathan benar benar tidak ingin untuk menggerakan tubuh nya, alhasil mereka hanya duduk dan memperhatikan orang orang yang berdansa saja.
Dirga dan Faiz juga terlihat berada dilantai dansa, entah gadis mana yang mereka ajak berdansa, namun itu bisa membuat mereka tidak terlihat seperti jomblo ngenes malam ini.
Delisha dan Maxwel bersama Rico dan istri nya sudah pulang terlebih dahulu setelah sebelum nya saling berbincang hangat dengan Andrean dan juga kolega bisnis mereka. Dan kini hanya menyisakan para muda mudi saja dimalam yang telah begitu larut ini, namun suasana semakin terlihat romantis.
"rasa nya sudah tidak begitu sabar untuk menikahi kamu" ungkap Ivan
"hmm, sabar, hanya dua bulan lagi" ucap Amelia
"dua bulan juga lama sayang" gerutu Ivan membuat Amelia langsung tertawa mendengar nya. Dia kembali memutar tubuh nya hingga membuat gaun bagian bawah nya terlihat mengembang
"sabar, Aku mau pernikahan yang bisa dikenang dan terkesan untuk seumur hidup kita" kata Amelia
Ivan langsung tersenyum dan mengangguk dengan tubuh yang masih bergerak kesana kemari dengan bimbingan Amelia
"baiklah, everything for you" sahut Ivan
Amelia langsung tertawa dan kembali membimbing tubuh Ivan untuk bergerak lebih lincah, dan beruntung nya dia, Ivan mudah mengerti dan tidak terlalu kaku. Amelia memang ingin malam lamaran ini membuat sebuah pesta dansa sederhana untuk memeriahkan kebahagiaan mereka, dia sudah berlatih untuk itu beberapa minggu terakhir.
Amel melirik kearah Karina dan Jonathan yang hanya terduduk dikursi mereka dengan wajah Karina yang terlihat lesu memandang yang lain.
"sayang" panggil Amel sedikit mendongak menatap Ivan
"kenapa?" tanya Ivan lembut
"bisakah kita mengajak mereka berdansa?" tanya Amel sedikit ragu, dia menunjuk Karina dengan dagu nya hingga membuat Ivan kini juga menoleh pada kakak nya yang berwajah datar itu
"mengajak nya berdansa sama dengan berusaha untuk membuat sebuah batu mengapung diatas air sayang. Itu hal yang mustahil" ungkap Ivan membuat Amel langsung mendengus senyum mendengar nya.
"Karina pasti begitu ingin seperti kita" kata Amel lagi, dia kasihan melihat Karina, pasti dia begitu ingin berdansa dengan pangeran nya, namun sayang nya pangeran nya adalah pangeran es, bukan pangeran berkuda putih seperti didalam novel
Ivan terlihat terdiam dan berfikir sejenak. Pandangan mata nya mengedar menatap seluruh orang yang tengah berdansa malam itu, bahkan Faiz yang tidak tahu urusan tentang hati saja bisa dengan mudah berbaur diatas lantai dansa. Dan memang hanya kakak nya saja yang tidak ingin bergabung, memang manusia batu, batin Ivan.
"aku ada ide" ucap Ivan tiba tiba membuat Amelia langsung menatap kearah Ivan yang terlihat tersenyum licik
...
"sayang" panggil Jonathan pada Karina yang terlihat melamun
Karina hanya menatap nya tanpa ingin berkata apapun
"apa kamu bosan?" tanya Jonathan lagi, Karina langsung menghela nafas lelah, dia sedikit menegakan tubuh nya dan meminum jus jeruk yang tinggal sedikit itu
"hmm tidak juga" jawab Karina singkat. Sebenar nya dia kesal pada Jonathan, lelaki itu benar benar tidak ingin berdansa seperti yang lain nya, padahal Karina benar benar ingin
"bukan aku tidak ingin, tapi aku tidak tahu bagaimana cara nya. Dari pada membuat kamu malu, lebih baik kita duduk diam saja bukan" ucap Jonathan
__ADS_1
"Karin juga tidak begitu pandai, tapi mereka yang ada disana hanya menggerak-gerakan tubuh nya sedikit, begitu saja kenapa tidak bisa" gerutu Karina membuat Jonathan terlihat menghela nafas lelah.
Dia benar benar tidak tahu harus apa, dia tidak suka hal hal yang seperti ini, kenapa Karin tidak mengerti batin nya.
"mau berdansa dengan saya nona" tawar Ivan tiba tiba yang sudah berada didekat mereka, membuat Karina dan Jonathan sedikit terkesiap melihat nya
"kak Ivan" gumam Karina
Ivan langsung menarik tangan Karina membuat gadis itu langsung berdiri menatap nya.
"permisi sebentar tuan, saya akan mengajari anda bagaimana cara nya berdansa dengan baik" ungkap Ivan pada Jonathan yang menatap nya tidak berkedip. Apa apaan adik nya ini, batin nya kesal.
Jonathan langsung berdiri dan hendak menarik lengan Karina, namun Ivan sudah keburu membawa nya berlari menuju kearah lantai dansa dimana Dirga dan Faiz berada. Dan tentu saja itu membuat mereka menatap Ivan dengan bingung, kenapa bisa berubah batin mereka.
"kak Ivan, tapi itu" ucap Karina terlihat begitu ragu
"ssstt, tenang aja. Kamu mau manusia es itu ikut berdansa disini kan?" tanya Ivan yang telah memegang pinggang Karina yang masih terlihat bingung namun segera mengangguk
"maka dari itu ikuti permainan kami, jangan cemburu oke" kata Ivan dengan tawa nya, dan Karina langsung menoleh kearah Jonathan dimana Amelia yang kini mendekat kearah nya
"oh oke" sahut Karina cepat, dia bahkan langsung meletakan tangan nya didada Ivan membuat Jonathan terlihat melebarkan mata nya melihat pemandangan itu
"oh my God, cari masalah nih tuan muda" gumam Dirga melihat wajah marah Jonathan, apalagi dapat dia lihat Ivan sudah membimbing Karina untuk menggerakan tubuh nya.
Jonathan segera melangkahkan kaki nya untuk mendekat kearah Karina, Ivan memang kelewatan, hati nya begitu kesal saat ini.
Namun langkah nya langsung terhenti ketika Amelia langsung menghadang nya dengan wajah yang sedikit takut dan gemetar. Namun demi Karina ini harus dia lakukan.
"emm kak Jo" panggil Amelia membuat Jonathan melirik nya dengan wajah datar
"jangan marah" ucap Amelia cepat
"bagaimana tidak, apa kamu tidak kesal melihat mereka seperti itu" kata Jonathan terlihat begitu kesal. Dia kembali ingin berjalan menuju Ivan namun lagi lagi Amelia menghadang langkah nya.
"i ... ini demi Karina kak" ucap Amelia begitu gugup. Mau bagaimana pun dia begitu takut dengan Jonathan, meski rupa mereka sama, tapi sungguh aura mereka begitu berbeda, entah kenapa Karina bisa tergila gila pada pria ini.
"kak Ivan hanya mengajari Karina cara nya berdansa agar ketika dia berdansa dengan kakak kalian bisa saling memahami" jawab Amelia membuat Jonathan mengernyit
"dan, dan sekarang, kakak mau berdansa dengan Amel?" tanya Amelia begitu ragu . Jonathan langsung menatap nya dengan lekat membuat gadis itu langsung salah tingkah
"em demi Karin kak. Amel lihat dia begitu ingin berdansa dengan kakak. Kami sebagai perempuan pasti mengharapkan hal hal seperti ini, meski terlihat membosankan, tapi percayalah, kami sangat bahagia jika pasangan kami mau melakukan nya" ungkap Amelia begitu cepat membuat Jonathan tampak terdiam memikirkan perkataan nya
"hanya sebentar, setelah kakak merasa bisa melakukan nya, maka kita sudahi" ucap Amelia lagi
Jonathan kembali menoleh kearah Karina dan Ivan yang juga menoleh kearah nya dengan anggukan kepala mereka, membuat Jonathan menjadi sedikit tenang hati nya setelah tadi dia terlihat terbakar api cemburu
"oke, hanya sebentar, dan kau harus tahu aku bukan Ivan mu yang bisa melakukan ini dengan mudah" ucap Jonathan yang langsung berjalan kearah lantai dansa dan dengan cepat pula Amelia menyusul nya
"oke siap" jawab Amel cepat.
Kini Jonathan sudah berada didekat Ivan dan Karina setelah sebelum nya Dirga dan Faiz terlihat memberi tempat untuk nya
"jangan rapat rapat" ketus Jonathan pada Ivan yang langsung tertawa
"astaga, pada adik sendiri pun cemburu" gumam Ivan. Karina dan Amelia saling pandang ragu. Jika Karina merasa biasa saja dekat dengan Ivan, namun berbeda dengan Amelia, yang terlihat takut berada dekat dengan Jonathan.
"semakin cepat kakak bisa, maka semakin cepat pula ini selesai" kata Ivan
"dan lagi, lembutkan sedikit wajahmu itu. Amelia ku jadi takut berada di dekatmu" ungkap Ivan membuat Jonathan langsung menoleh kearah Amelia yang terlihat tersenyum getir menatap nya
"ck, wajah ku memang begini" gerutu nya.
Akhir nya Jonathan mendekat kearah Amelia yang dengan ragu juga mendekat kearah nya. Amelia memandang kearah Ivan yang terlihat mengangguk dan memberi nya semangat. Demi Karina, dan agar Jonathan juga bisa sedikit romantis.
"ayo semangat tuan muda" goda Dirga yang tengah menggandeng seorang gadis saat ini
__ADS_1
Jonathan hanya mendengus dan langsung meletakan tangan nya dipinggang Amelia
"apa seperti ini?" tanya Jonathan meragu. Amelia langsung mengangguk dan meletakan tangan nya didada Jonathan
"perlahan kak, gerakan kaki kakak ke kanan dan kekiri seiring tubuh kakak juga ikut bergerak" kata Amelia membimbing tubuh Jonathan yang mulai bergerak dengan ragu
"begini?" tanya Jonathan yang bergerak terlihat seperti robot , membuat Faiz dan Dirga langsung mengulum senyum menahan tawa mereka, sedangkan Ivan memang tidak ingin melihat mereka, karena bagaimana pun meski itu kakak nya, tapi dia juga merasakan perasaan tidak nyaman saat ini.
"relaks kak, nikmati lagu nya, dan bayangkan saat ini kakak sedang berdansa dengan Karina" ucap Amelia menatap wajah datar Jonathan yang langsung mengangguk
Amelia membimbing Jonathan sedikit kepayahan, beberapa kali kaki nya terinjak kaki Jonathan membuat nya sedikit meringis
"maaf Mel" ucap Jonathan tak enak namun Amel hanya menggeleng dan tersenyum, dia terus membimbing pria kaku itu dengan begitu lembut hingga semakin lama Jonathan mulai bisa menguasai gerakan dan musik nya.
Amelia langsung merenggangkan pelukan nya dan meraih tangan Jonathan yang mengernyit, dia lalu memutar tubuh nya dan kembali lagi pada Jonathan.
"sudah mengerti?" tanya Amelia dan Jonathan langsung mengangguk dan tersenyum senang. Senyum pertama yang diberikan nya pada Amelia sebagai tanda terimakasih nya.
Ivan melirik kearah Amelia dan Jonathan yang sudah terlihat lihai, dia kini menoleh lagi kearah Karina yang juga sudah bisa menguasai gerakan.
"sudah bisa?" tanya Ivan dan Karina langsung mengangguk
"hmm, terimakasih kak. Seperti nya memang perlu bantuan dari kalian untuk mencairkan gunung es itu" kata Karina membuat Ivan langsung tertawa.
"kita keluarga dan kami akan selalu membagi kebahagiaan kami untuk kalian" ucap Ivan yang kini meraih tangan Karina begitu pula dengan Amelia dan yang lain nya.
Gerakan memutar mereka lakukan secara bersamaan membuat Karina langsung memutar tubuh nya kearah Jonathan dan Amelia yang memutar tubuh nya kearah Ivan yang langsung menangkap nya dengan lembut.
"kamu berhasil sayang" puji Ivan pada Amelia yang kini telah bersandar didada nya
"rasa nya benar benar menakutkan" gumam Amelia membuat Ivan langsung tertawa lucu
"hei, wajah kami sama" ucap Ivan sembari memutar tubuh Amelia
"wajah sama, tapi rasa nya benar benar berbeda. Cukup ini saja, dan jangan lagi. Amel bisa mati berdiri kedinginan jika didekat kak Jo" bisik Amel membuat Ivan tidak bisa menahan tawa nya lagi
"sayang, kamu ini" Ivan langsung memeluk erat tubuh Amel dan memutar nya dengan pelan membuat beberapa orang sedikit bergeser menjauh karena mereka
Amelia langsung tertawa bahagia dengan ulah Ivan. Dia menatap wajah Ivan dengan penuh cinta
"I love you Amelia Kasyafani" ungkap Ivan lagi
"I love you too" balas Amelia yang langsung memeluk tubuh Ivan
Sedangkan saat ini Karina dan Jonathan saling berdansa dengan tatapan mata yang sama sama penuh kekaguman. Mereka sudah terlihat lihai bergerak mengikuti irama lagu, bahkan beberapa kali Karina terlihat memutar tubuh nya dan kembali kedalam dekapan Jonathan lagi
"kamu bahagia?" tanya Jonathan dan Karina langsung mengangguk
"bahagia" jawab Karina dengan senyum nya yang sangat manis
"maaf, aku tidak bisa menjadi seperti mereka yang selalu bisa membahagiakan kamu" ungkap Jonathan
Karina langsung menggeleng dan tersenyum menatap nya
"tidak apa apa. Karin sudah cukup bahagia dengan semua yang kakak beri. Dan Karin mencintai Jonathan yang seperti ini, bukan Jonathan yang lain" sahut Karina
"meski aku kaku dan dingin" tanya Jonathan
"ya, itu sifat alamiah kakak. Karin tidak pernah mempermasalahkan nya. Yang terpenting hati kakak benar benar hanya untuk Karin" jawab Karina
Jonathan langsung mengangguk dan tersenyum
"hanya kamu dan cuma kamu Karina. I love you" ucap Jonathan begitu tulus membuat Karina begitu terharu.
Jonathan memang kaku, dingin dan tidak mudah membuat nya tertawa, tapi Jonathan adalah pria yang sangat dicintainya melebihi apapun didunia ini.
__ADS_1
"I love you too" balas Karina