Story Of The Twins

Story Of The Twins
Menghabiskan Waktu Libur Bersama


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana semua orang libur beraktivitas dari kegiatan mereka masing masing. Begitu pula dengan keluarga Maxwel.


Jonathan dan Jovankha kini sedang berada diruang keluarga menikmati waktu luang mereka sembari berkumpul dan bercerita bersama dengan kedua orang tua mereka.


Jonathan duduk dengan memainkan ponsel nya, Ivan sedang memakan kue buatan Delisha. Sedangkan Maxwel membaca koran dan Delisha sama seperti Ivan yang tengah memakan kue dan minuman nya.


Ivan memperhatikan satu persatu anggota keluarga nya. Dia masih sangat tidak menyangka terlahir dari keluarga yang super kaya dan hebat.


Bahkan kini Ivan sudah memiliki semua barang yang tidak pernah dia miliki dulu nya. Isi kamar nya juga sama seperti milik Jonathan yang kata Ivan dulu nya seperti toko baju dan perhiasan.


Delisha memerintahkan orang kepercayaan nya untuk membuat kamar Ivan senyaman mungkin, dan juga mengisi perlengkapan Ivan dengan lengkap, sama seperti Jonathan.


Hingga Ivan kini sudah selalu memakai barang barang mewah dan elegan, bahkan tubuh dan wajah nya juga sudah bersih dan terlihat lebih menawan.


Ivan sangat bersyukur akan hal itu, dulu ingin makan enak saja harus menunggu punya uang lebih baru bisa beli, namun sekarang apapun yang dia inginkan sudah tersedia dirumah itu. Bahkan berat badan Ivan langsung naik karena bibi May selalu menyiapkan makanan untuk nya setiap dia ada dirumah.


Bibi May sangat suka pada Ivan yang ramah dan terkadang selalu menemani nya memasak jika sedang dirumah.


"kalian ada rencana apa hari ini nak?" tanya Maxwel memecah lamunan Ivan .


Ivan langsung memandang Jonathan yang juga memandang nya.


"tidak ada pa" jawab mereka kompak


"bagaimana kalau kita jalan jalan keluar mas, selagi hari libur" kata Delisha menatap Maxwel


"boleh, kemana?" tanya Maxwel sembari melipat koran nya


"ke mall saja dulu, sembari mencari keperluan Jovankha dan Jonathan" jelas Delisha membuat Maxwel menangguk setuju


"Ivan sudah punya semua ma, apa yang mau dicari lagi?" tanya Ivan heran membuat Jonathan terkekeh pelan


"apa saja lah Van, koleksi jam baru mungkin" kata Jonathan yang memang hobi dengan koleksi jam mahal dan barang barang branded yang lain.


"tapi kan jam yang dikamar itu udah banyak bang" kata Ivan lagi dan kali ini Maxwel yang tertawa


"tidak apa nak, apa yang ingin kau mau nanti kita cari disana. Kartu yang papa beri juga belum ada kamu gunakan nampak nya" kata Maxwel menatap Ivan


"Ivan gak tau mau gunain kartu itu untuk apa pa, semua keperluan Ivan sudah ada dikamar, makanan juga udah disediain sama Bu may" jawab Ivan membuat Maxwel terkekeh kembali sedangkan Delisha tersenyum sendu, dia begitu sedih jika mengingat kehidupan Ivan yang lalu, hingga terbawa sampai saat ini, dia tidak tahu menggunakan uang untuk apa karena terbiasa hidup kekurangan.


"perlengkapan mu dikamar masih sedikit sayang, nanti kamu bisa mencari yang lain dengan Abang mu nak" kata Delisha membuat Ivan mengangguk pasrah namun bergumam dalam hati


'sedikit apa nya, kamar ku udah penuh begitu'. batin nya heran


"yasudah, kalian bersiap lah, kita berangkat satu jam lagi, sekalian makan siang diluar" ucap Maxwel membuat Ivan dan Jonathan mengangguk patuh.


...


Dan kini mereka telah tiba disebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota itu. Dengan dikawal oleh Roy, Jhon dan beberapa orang lain nya mereka berjalan dengan santai tanpa memperdulikan tatapan orang orang yang melihat mereka dengan rasa kagum dan iri.


Ada beberapa yang mengenali Maxwel sebagai pemilik perusahaan terbesar dikota itu, namun ada juga yang terpana melihat si dua kembar tampan yang berjalan dibelakang orang tua nya dengan kharisma masing masing.


Jonathan dengan gaya cool nya dengan tangan yang dia masukan kedalam saku celana menatap lurus kedepan, sedangkan Ivan berjalan dengan gaya santai sembari melihat lihat keliling nya.


"kita berpencar disini, papa mau menemani mama ketoko perhiasan disana, kalian terserah mau mencari apa, dua jam lagi kita bertemu diresto bawah" kata Maxwel


"oke pa" jawab Ivan dan Jonathan hanya mengangguk


"Roy, kau temani mereka" kata Maxwel pada Roy


"siap tuan" jawab Roy mantap


..


Akhir nya Ivan bersama Jonathan berkeliling Mall tersebut diikuti oleh Roy.


"kamu mau cari apa Van?" tanya Jonathan menatap Ivan yang berjalan disebelah nya


"gak tau bang, bingung aku" jawab Ivan


"kita ketoko buku saja bagaimana" tanya Jonathan lagi


"oh boleh lah" jawab Ivan


mereka pun berjalan santai kearah Gramedia tempat dimana semua jenis buku tersedia disana. Ivan berdecak kagum melihat tempat itu yang seperti perpustakaan di universitas nya.

__ADS_1


Dia dan Jonathan langsung memilih buku buku yang menurut nya enak untuk dibaca, buku seputar pelajaran tentu nya bukan buku novel seperti penggemar cerita ini.


Lama mereka didalam sana memilah Milah buku untuk dibawa pulang. Hingga saat ingin mengambil sebuah buku yang terletak dirak paling atas dengan tidak sengaja Ivan menabrak seorang gadis mungil disebelah nya hingga gadis itu bergeser menjauh.


"eh, maaf" kata Ivan cepat


"kak Ivan" kata gadis itu terkejut melihat Ivan


"Amel" balas Ivan pula


Jonathan hanya menatap mereka berdua dari kejauhan dan kembali fokus pada buku ditangan nya.


"kamu apa kabar?" tanya Ivan dengan senyum ramah nya membuat Amelia seketika gugup dan canggung


"aku baik kak" jawab nya singkat sembari menyelipkan rambut ketelinga nya


"gak pernah lagi keliatan dikampus" tanya Ivan menatap Amelia, gadis mungil berambut pirang yang selalu mendekati nya dulu karena ingin menata matai nya


"eh, ada kok kak. Kakak aja yang gak liat aku" jawab Amelia mencoba memberanikan diri menatap Ivan


"hehe iya ya, gak liat aku Mel" balas Ivan


"kak Ivan, cari buku disini, sama siapa?" tanya Amel


"iya, tu sama bang Jo" jawab Ivan sembari menunjuk Jonathan yang masih sibuk membolak balik buku ditangan nya tanpa mau ikut campur dengan Ivan dan Amelia


Amelia pun hanya mengangguk kan kepala nya


"oh ya kak, Amel mau ngucapin makasih, karena udah mau nolongin Amel dan kak Andrean waktu itu, kalau gak ada kalian gak tau deh gimana kami waktu itu" ungkap Amel tertunduk sedih


"gak papa, kakak juga makasi karena kamu dan Andrean udah mau jadi saksi kejahatan ayah kalian sendiri" balas Ivan pula


"ayah memang harus mempertanggung jawab kan kesalahan nya kak. dan sekarang dengan ayah dipenjara kita semua tenang kan" kata Amelia pula membuat Ivan mengangguk dan tersenyum


"ya, oh ya, bagaimana keadaan ibu kamu" tanya Ivan lagi


"ibu masih diRSJ kak, tapi udah lumayan ada kemajuan sedikit" jawab Amelia


"oh, semoga ibu mu lekas membaik ya" kata Ivan dan kali ini Amelia yang mengangguk dan tersenyum


"kak Jo, apa kabar" sapa Amelia kaku


"baik" jawab Jonathan dengan wajah datar nya membuat keadaan tiba tiba berubah dingin


"yauda Mel, kami pamit duluan ya" kata Ivan menatap Amel


"iya kak" jawab Amel singkat


Jonathan pun berlalu dengan tiga buku ditangan nya diikuti oleh Ivan yang membawa tujuh buku membuat nya sedikit kepayahan.


Amel hanya menatap punggung Ivan dengan senyum yang penuh arti .


...


Setelah membayar buku buku mereka, Ivan pun mengikuti langkah Jonathan yang entah mau kemana.


"tuan, mari saya bantu bawa" kata Roy merebut dua papper bag milik Ivan membuat Ivan terkesiap kaget


"eh, biar aku aja lah bang" kata Ivan ingin merebut kembali papper bag nya namun dihalangi oleh Roy


"tidak apa tuan, ini lah tugas saya," kata Roy pula


"lah, itu punya bang Jo aja udah berat, ditambah lagi punya ku" kata Ivan lagi membuat Roy terkekeh


"hehe, ini masih ringan tuan, saya biasa membawa hampir separuh isi mall ini" jawab Roy membuat Ivan berdecak sinis


"bohong banget bang, bawa badan sendiri aja udah susah kok" dengus Ivan membuat Roy terkekeh


Mereka pun kembali mengikuti Jonathan yang ternyata berhenti disebuah toko jam tangan mewah.


"beneran beli jam tangan dia, padahal jam nya udah banyak" gumam Ivan dan Roy hanya terkekeh kecil


"Van , coba sini" panggil Jonathan dengan jam ditangan nya.


Ivan mendekat kearah Jonathan membuat para gadis penjual jam tangan itu berdecak kagum melihat mereka yang kembar dan sangat tampan.

__ADS_1


"bagus tidak?" tanya Jonathan menunjukan sebuah jam tangan bewarna hitam yang tampak mengkilap dan sangat mewah, membuat Ivan berdecak kagum


"bagus bang" jawab Ivan cepat


"kalau yang ini?" tanya Jonathan lagi menunjukan jam yang lain nya


"bagus" kata Ivan


"yang ini?" tanya Jonathan


"bagus juga" jawab Ivan lagi


"kamu ini, kenapa bagus semua, tidak ada jawaban lain apa" kata Jonathan kesal membuat Ivan dan para penjual nya terkekeh lucu


"lah, kan memang bagus semua jam nya. gak ada yang jelek.salah ku dimana" kata Ivan membuat gadis penjual itu kembali terbahak


"CK, sudah lah, coba kamu pakai yang ini" kata Jonathan mengalah dan langsung memakaikan jam ditangan Ivan


"oke mbak, saya mau yang ini dan yang ini" kata Jonathan menunjuk jam yang dipakai Ivan dan jam tangan yang ada didalam kotak. Sama bentuk dan merk hanya berbeda warna


"siap mas" kata si mbak penjual dengan sumringah


"wuih, tapi jam dirumah kan udah banyak bang" bisik Ivan ditelinga Jonathan


"yang dirumah itu sudah lama, ini jam tangan keluaran terbaru" jawab Jonathan membuat Ivan langsung terdiam dan mengangguk pasrah


"oke, sultan mah bebas" gumam nya sembari memperhatikan jam ditangan nya.


Setelah mendapatkan barang nya mereka pun berjalan kearah lain menuju tempat yang telah dijanjikan oleh Maxwel


"semua nya serba ada disini ya, enak banget tinggal dikota emang" gumam Ivan


"selama ini kamu tidak pernah ke mall?" tanya Jonathan yang ternyata mendengar gumaman Ivan


"enggak lah bang, kekota aja waktu pertama kali liat Abang dispbu waktu itu, dikampung mah mana ada mall" jawab Ivan membuat Jonathan tersenyum tipis


"nanti kita akan sering sering kemari dan ketempat yang lain nya" ucap Jonathan membuat Ivan langsung sumringah


"bener ya bang, aku pengen jalan jalan keliling ibu kota, penasaran kayak apa" kata Ivan lagi membuat Jonathan langsung mengangguk


"aku juga penasaran, kamu kira kamu saja yang tidak tahu seperti apa bentuk ibu kota, aku juga Van" ungkap Jonathan, membuat Ivan langsung melirik Jonathan disebelah nya


"kamu tahu kan kehidupan seperti apa sebelum nya yang dialami keluarga kita, jadi maupun kamu atau aku sama, meski kehidupan kita berbeda, tapi sama seperti kamu, aku juga tidak pernah tahu seperti apa tempat disekeliling ku, kalau pun ke mall pasti diawasi dan dibatasi. aku hanya menghabiskan waktu dirumah sepanjang hari" ungkap Jonathan lagi membuat Ivan terdiam.


Ya, meskipun dia susah dan tidak bisa pergi karena kendala biaya, tapi hidup nya masih lebih baik dari Jonathan, dia masih bisa menghirup udara bebas, sedangkan Jonathan, dia terkurung dalam sangkar emas nya.


"maaf bang, mungkin aku kurang bersyukur selama ini. Ku kira hidup ku yang selalu kesulitan ternyata Abang pun sama disini" kata Ivan membuat Jonathan tersenyum tipis


"sama, aku beruntung bisa mempunyai saudara seperti mu, karena darimu aku bisa belajar untuk selalu bersyukur sekarang." jawab Jonathan dan kali ini Ivan yang mengangguk dan tersenyum


"setelah ini, kita akan berkeliling kota dan kemana pun kita mau bersama sama, bahkan keliling dunia sekalipun kita sudah bisa" kata Jonathan menatap Ivan yang terkekeh


"iya bang, aku pengen keliling Indonesia kalau dibolehin papa" kata Ivan dan kali ini Jonathan yang terbahak, memang mudah sekali dia mengeluarkan tawa nya jika bersama Ivan


"haha, papa tidak akan pernah melarang apapun yang kamu mau Van. Keliling dunia juga pasti dikabulkan nya" ungkap Jonathan


"emang bisa keliling dunia?" tanya Ivan


"ya bisalah, kenapa tidak?" jawab Jonathan pula


"hanya membeli dunia yang tidak bisa, jika hanya berkeliling kapan pun kamu mau pasti dikabulkan papa" kata Jonathan lagi


"woah, bener bener sultan" gumam Ivan membuat Jonathan kembali tersenyum lucu melihat tingkah lugu Ivan, Roy yang melihat itu ikut bahagia karena bisa melihat tawa Jonathan yang selalu bahagia dekat dengan Ivan


Hingga tak lama mereka berjalan, tampak Delisha yang sedang berada disebuah butik memanggil mereka.


Ivan dan Jonathan pun segera menyusul kedua orang tua nya


"lihat nak, papa membelikan kalian kaus ini, lucu bukan" kata Delisha sembari membentangkan dua kaus bewarna hitam dengan tulisan JJ ditengah nya


Ivan dan Jonathan saling pandang dan langsung saling tertawa lucu hingga membuat Delisha dan Maxwel heran


"apa ada yang salah. ini cocok untuk kalian, bagus" kata Maxwel pula


"iya pa, bagus" jawab mereka serempak

__ADS_1


Meskipun lucu dan canggung jika harus memakai pakaian couple karena mereka sudah dewasa, namun Ivan dan Jonathan tahu bahwa Maxwel dan Delisha begitu antusias karena mereka baru saja bersama kembali.


__ADS_2