Story Of The Twins

Story Of The Twins
Kebahagiaan Keluarga Alexander


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Rumah utama keluarga Alexander telah dipenuhi oleh senyuman bahagia semua orang. Karena kedua menantu mereka masing masing sudah mengandung calon penerus kejayaan Aguenno grup.


Delisha dan Maxwel meminta Karina dan Amelia tinggal dirumah mereka dulu sampai mereka lahiran nanti. Amelia yang memang sampai saat ini kondisi nya tidak memungkinkan karena masih selalu muntah dan mual. Sedangkan Karina meski dia sehat, namun Delisha tidak ingin membiarkan dia sendirian dirumah jika Jonathan sedang bekerja.


Ibu Karina sudah kembali kekampung, karena keadaan Karina yang baik baik saja dan tidak mengalami morning sickness seperti Amel. Jadi dia bisa meninggalkan Karina dengan tenang.


Kehamilan Amelia dan Karina ternyata hanya berbeda dua Minggu saja. Dan sungguh mereka benar benar tidak menyangka. Jika semua sehat dan lancar, maka keluarga itu akan dikaruniai tiga cucu sekaligus. Tentu saja Maxwel begitu senang. Dia bahkan sudah membagikan bonus pada seluruh pelayan dan penjaga yang ada dirumah itu.


"Kamu sudah membagikan bonus diperusahaan kan Jo" tanya Maxwel pada Jonathan


Saat ini mereka semua sudah berkumpul diruang keluarga rumah itu.


"Sudah pa, Dirga sudah membagikan nya pada semua karyawan, tanpa terkecuali" jawab Jonathan. Dia sedang mengupaskan buah jeruk untuk Karina


Sedangkan Amel masih bersandar dipundak Ivan dengan tangan yang memegang botol jus mangga nya sejak tadi. Jus mangga itu tidak bisa lepas dari hari harinya sekarang.


"Kalian berdua harus bisa jaga kesehatan baik baik. Jaga janin kalian, jangan stress dan kelelahan" ujar Maxwel memandang Karina dan Amelia bergantian


"Iya pa" jawab Karina


Sedangkan Amel hanya mengangguk saja. Wajahnya masih pucat dan lemas


"Kenapa bisa beda ya, Karin sama Amel, padahal Karina yang hamil dua bayi" gumam Ivan seraya mengusap kepala Amel dengan lembut


Delisha tersenyum memandang Ivan dan Amel


"Kehamilan setiap orang beda beda nak. Ada yang bilang kalau bayi nya kuat, ibunya yang lemah. Gitu juga sebalik nya, ibunya kuat, bayi nya yang lemah" ungkap Delisha


"Maka dari itu Karin bisa sakit perut kemarin?" tanya Jonathan


Delisha langsung mengangguk


"Iya, kamu denger sendiri kan kata perawat itu. Gak boleh stress dan kelelahan" jawab Delisha.


"Intinya kalian berdua harus jaga istri kalian baik baik. Turuti semua keinginan mereka, mengandung itu bukan hal yang mudah. Harus bisa jadi suami yang siaga" ujar Maxwel


Jonathan langsung mengangguk setuju dan tersenyum. Dia sudah salah kemarin, dan mulai saat ini dia harus bisa mengontrol emosi nya.

__ADS_1


"Ivan udah siaga banget kok. Bahkan rela disuruh suruh sama Amel. Tengah malem juga sering keluar demi cari buah mangga" ungkap Ivan


Semua orang langsung tertawa mendengar nya, kehamilan Amelia memang cukup merepotkan


"Kan anak kamu yang minta, bukan aku" ucap Amelia


"Iya sayang, mau kamu, mau anak kita. Aku pasti nurut kok" jawab Ivan


"Karina gak minta apa apa tuh, tapi kayak nya sensi aja sama Jo" kini Jonathan pula yang mengadu. Dan benar saja, Karina langsung memandang kesal padanya


Lagi lagi Maxwel dan Delisha langsung tertawa melihat itu


"Kan memang kakak yang ngeselin. Gimana gak sensi" jawab Karina dengan bibir yang mengerucut kesal


"Itu berarti anak Abang yang kesel, mungkin bapak nya gak ada manis manis nya sama mama nya" ledek Ivan


"Memang kak, kak Jo memang gak ada manis manis nya dikit pun . Kaku banget, kalau gak dibilang gak ngerti" gerutu Karina


Maxwel dan Delisha saling pandang lucu. Seperti nya hari hari mereka akan dipenuhi oleh kecerewetan Karina selama beberapa bulan ini, dan juga direpotkan oleh permintaan aneh Amelia.


Karena memang, yang dulu nya Karina pendiam dan tidak banyak bicara, kini dia semakin cerewet dan mudah kesal pada Jonathan . Sedangkan Amel lebih banyak diam karena menahan tubuhnya yang lemas. Memang sangat berbeda.


"Mama juga gitu dulu waktu hamil kalian" ungkap Delisha


"Mama suka kesel sama papa. Rasanya semua yang dilakuin papa serba salah. Tapi kalau papa jauh, mama gak bisa" ungkap Delisha


"Kok sama" gumam Karina


Jonathan langsung mendengus senyum dan mengusap kepalanya dengan gemas


"Dan akhirnya, semua anak mama mirip sama papanya" ucap Delisha sembari tertawa memandang Maxwel


"Harus dong, siapa dulu papanya" kata Maxwel dengan bangga, dan kali ini Jonathan dan Ivan yang tertawa


"Iya, kalau Ivan gak mirip papa, mungkin waktu itu Ivan gak percaya kalau Ivan anak papa" jawab Ivan yang juga membuat semua orang tertawa


"Jangan jangan nanti anak Karin mirip papa nya. Gak seru dong" ungkap Karina


"Kenapa memang nya. Aku kan tampan" kata Jonathan dengan bangga nya membuat Ivan langsung mendengus jengah. Abang nya ini terkadang melupakan jika ketampanan nya itu ada yang menyerupai.

__ADS_1


"Karin yang hamil, Karin yang bawa kesana kemari, gitu keluar malah mirip papa nya. Gak seru" gerutu Karina


"Gak papa sih Rin, papa nya juga keren. Kalau jelek tadi mungkin gak enak dilihat" sahut Amelia yang masih bersandar pada Ivan, dia seperti tidak mempunyai tulang saja sekarang


"Kamu bilang bang Jo keren yank?" tanya Ivan tidak terima


"Memang keren kok" jawab Amel tanpa rasa bersalah


Jonathan dan Maxwel langsung terkekeh melihat wajah kesal Ivan


"Tega banget kamu, suami sendiri gak pernah dibilang keren, giliran suami orang malah dipuji" gerutu nya dengan kesal


Amel menegakkan tubuhnya dan memandang Ivan dengan jengah, namun kembali bersandar disandaran sofa.


"Coba lihat wajah kalian. Apa yang beda. Sama yank, kenapa malah marah coba. Aneh banget" ucap Amelia seraya mengusap kepala nya yang pusing lagi


"Gak punya kaca kamu Van?" tanya Maxwel dengan lucu


"Ya walaupun kembar kan tetap aja ada bedanya" dengus Ivan


"Beda memang, aku lebih mempesona dari pada kamu" sahut Jonathan dengan senyum sinis nya


Ivan langsung mendengus gerah mendengar itu


"Tapi aku lebih murah senyum dari pada manusia batu kayak Abang" balas Ivan tak mau kalah


Amel dan Karina langsung saling pandang jengah. Karina yang memang selalu kesal pada Jonathan dan Amelia yang selalu bertambah pusing jika mendengar ocehan Ivan


"Papa kenapa coba bisa punya anak kayak mereka begini?" tanya Amel


"Kayak nya dulu mama ngidam nya pasti yang aneh aneh maka nya punya anak ngeselin" sahut Karina pula


Maxwel dan Delisha sungguh tidak bisa menghentikan tawa mereka melihat anak dan menantunya yang tampak nya akan sama sama saling pusing sekarang


"Kamu kok gitu sih yang, bukan nya belain" gerutu Ivan . Namun Amel malah langsung memejamkan matanya pura pura tidak mendengar


"Kamu bilang begitu, nanti anak kita beneran mirip aku Lo Rin" sahut Jonathan pula


Karina hanya mendengus dan memalingkan wajahnya dengan kesal

__ADS_1


"Hati hati kalian. Istri yang sedang hamil itu seperti harimau yang baru keluar dari kandang" ledek Maxwel pada kedua anak nya


"Papa....."


__ADS_2