Story Of The Twins

Story Of The Twins
Ivan dan Amelia


__ADS_3

Sudah beberapa minggu berlalu sejak Ivan pergi Menenangkan diri dikampung nya. Kini dia sudah melewati hari hari nya seperti biasa. Hati nya juga sudah mulai merelakan hubungan Jonathan dan Karina.


Hubungan Jonathan dan Karina juga semakin dekat.  Bahkan seluruh penghuni kampus sudah mulai curiga bahwa mereka mempunyai hubungan spesial.


Banyak para mahasiswi yang nyinyir dan bahkan terkadang menyindir nyindir Karina karena mereka iri.  Namun banyak juga yang mengagumi Karina karena dia bisa meluluhkan hati sekeras batu Jonathan.


Meski desas desus sudah menyebar ke seantero penghuni kampus namun sampai sekarang Jonathan masih belum berani mengungkapkan perasaan nya.


Malam ini Ivan tengah berada dikamar Jonathan karena mereka sedang mengerjakan tugas bersama.  Ivan sudah mulai mentabahkan hati nya meski terkadang ia juga merasa tercuil karena melihat kedekatan Karina dan juga Jonathan dikampus.


"bang,  gimana lo udah jadian sama Karina? " tanya Ivan tiba tiba.  Meski sesak namun ia juga penasaran dengan kisah mereka


"belum" jawab Jonathan singkat


"lah,  kenapa.  Jangan bilang Abang gak serius sama dia? " tanya Ivan heran


"serius " jawab Jonathan singkat, dia masih fokus pada layar laptop nya


"terus kenapa gak abang tembak juga.  Keburu diambil orang tau rasa " kata Ivan mulai sewot


"siapa yang berani" jawab Jonathan cuek


"ye sepele lo.  Yauda besok gue aja yang nembak dia" balas Ivan dengan senyum sinis nya


Jonathan pun langsung melirik tajam Ivan


"kenapa,  siapa suruh lo gak nembak nembak dia juga,  muka kita sama,  gue yakin kalo gue yang nembak pasti diterima" jawab Ivan bangga meski dalam hati nya merana


"kalau kamu mau aku buang ke kali ciliwung coba saja"  ancam Jonathan menatap jengah Ivan


"cetek mah itu,  gak papa.  Yang penting dapetin Karina" ejek Ivan mulai menantang


"ck,  kamu ini.  Apa kamu juga ada rasa sama dia? " tanya Jonathan menatap Ivan hingga membuat Ivan gugup


"ya kenapa enggak,  dia cantik,  manis,  siapa yang gak suka.  Maka nya jangan Abang gantungi terus tu anak kayak jemuran,  lama lama dia kering ditiup angin gak nemu lagi deh lo" kata Ivan yang langsung berbaring diranjang Jonathan.


"hmh,  aku gak tau cara nya.  " ungkap Jonathan pelan membuat Ivan terkesiap


"astaga bang,  tinggal lo ungkapan aja perasaan lo itu apa susah nya sih, heran deh gue,  jelas jelas tu anak juga suka sama Abang" jelas Ivan geleng geleng kepala melihat sikap Jonathan


"cara nya? " tanya Jonathan berusaha membuang gengsi


"ajak aja dia ketempat romantis,  nah terus lo ungkapin deh isi hati lo,  ajak dia pacaran atau gak sekalian aja ajak nikah langsung.  Repot amat" kata Ivan menjelaskan hal yang dia pun belum pernah melakukan nya


"sembarangan kamu" ketus Jonathan namun tetap nampak berpikir


"udah gak usah banyak mikir.  Besok ajak dia keluar.  Dari pada diduluani orang.  Ngenes lo" kata Ivan mengingatkan, padahal dalam hati yang paling dalam dia berharap Jonathan tidak diterima.  Sungguh adik licik


"ya baiklah. Terima kasih saran mu" kata Jonathan sambil tersenyum senyum memikirkan apa yang akan dia lakukan.


..


Siang ini dikampus, Ivan dan Jonathan tengah berkumpul bersama anggota Opema untuk mengurus acara konser yang akan diadakan besok.


Terlihat jelas wajah Ivan dan juga Erika tengah menahan cemburu karena nampak nya si makhluk es tengah menjalankan misi nya untuk mencairkan diri.


Terlihat sekarang Jonathan dan Karina sedang duduk berdua sesekali bercerita singkat ditengah tengah teman yang lain.


Teman teman nya, maupun Ivan dan juga Erika sendiri sudah mulai terbiasa dengan penampakan dua manusia yang tengah dimabuk cinta itu.


Walaupun mereka berdua harus menahan hati yang hampir patah keluar.


Sesekali Ivan melirik kearah Karina yang sedang tersenyum manis menatap jonathan.  Begitu juga erika yang sesekali mencuri curi pandang pada Jonathan


Tampak Amel yang sedang duduk disebelah alex juga sesekali melirik Ivan.  Dia menatap heran Ivan yang beberapa bulan terakhir ini sering mencuri pandang kearah Karina.


"aku tau kamu pasti juga menyukai gadis itu kak" batin Amelia dalam hati.


Setelah acara rapat selesai anggota Opema dan geng dua kembar pun membubarkan diri.


Karena hari ini hari jumat jadi dikampus tidak ada mata kuliah lagi ketika siang hari.  Jadi mereka pun memilih milih untuk bersantai santai.


Jonathan dan juga karina nampak nya tengah duduk dikursi dekat lapangan basket sambil menonton Dirga, Alex,  Samuel dan juga Faiz bermain basket bersama anak anak lain.

__ADS_1


Erika sudah pulang terlebih dahulu karena ada keperluan keluarga.


Dan Ivan memilih keruang seni karena ingin menghibur hati nya yang sedang patah. 


Bermain musik dan bernyanyi bisa sedikit menghibur diri pikir nya.


Saat sedang bermain gitar dan sesekali bernyanyi merdu, datang Amelia yang juga ingin menghabiskan waktu nya diruangan musik itu. Dari kejauhan samar samar ia mendengar suara Ivan bernyanyi.  Namun karena tidak jelas mungkin hanya halusinasi fikir nya.  Akan tetapi semakin ia mendekat suara itu memang punya Ivan vokalis opema yang memang diidolakan nya sejak dulu.


Nampak Ivan memainkan gitar dan bernyanyi dengan mata terpejam menghayati lagu nya hingga tidak menyadari kehadiran Amelia.


Amelia pun memilih duduk disalah satu kursi tak jauh dari Ivan.  Memandang lekat wajah tampan itu.  Sungguh jika boleh ingin sekali rasa nya ia menyentuh dan memiliki wajah tampan mempesona itu.


Setelah beberapa saat bernyanyi, Ivan pun membuka mata nya perlahan, dan dia nampak sedikit terkesiap saat melihat wajah imut Amelia sedang tersenyum manis menatap nya.  Ivan pun membalas senyum itu dengan senyum hangat nya,  dan langsung menghentikan permainan nya sembari menatap kesekeliling.


"kok berhenti kak,  Amel ganggu ya? " tanya Amelia gugup


"eh,  enggak kok.  Kamu ngapain disini? " tanya Ivan heran


"gak,  tadi nya aku juga mau main piano,  eh tapi liat kakak asik banget main gitar nya jadi nya aku nyangkut disini deh,  hehe" jawab Amelia sambil menggaruk tengkuk nya yang entah ada apa.


"kamu bisa main piano? " tanya Ivan kagum


"hmm,  dikit" jawab Amelia tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih nya


"waw,  bisa nyanyi juga berarti." kata Ivan lagi


"bisa sih,  tapi gak semerdu suara kakak" balas Amelia merendah


"yauda main lah,  kakak juga pengen liat bakat kamu" kata Ivan menggoda


"eh,  Amel malu kak" kata Amelia merona.  Ia pun menunduk malu tak mampu menatap mata berbinar Ivan


Ivan yang melihat itu langsung terkekeh geli.


"apa sih,  sama kakak aja kok malu.  Selagi gak ada orang ini.  Ayok lah,  gak pernah kakak denger cewe nyanyi langsung.  Ayo dong" ajak Ivan sambil menarik tangan Amelia kearah meja piano.


Amel pun hanya bisa terpelongo pasrah.


Ivan mendudukan Amelia didepan piano besar itu.  Ia mengangguk tersenyum manis penuh harap sambil menaik naik kan sebelah alis nya.


"iya,  gak bakalan,  soal nya kakak lagi butuh hiburan ini. " kata Ivan lagi


Amelia pun menarik nafas dalam dalam meredakan kegugupan nya.  Kapan lagi bisa performs didepan idola nya coba.


Dia pun mulai memencet tuts piano itu menyanyikan sebuah lagu merdu suara hati nya yang membuat Ivan juga terperangah kagum


Malam sunyi ku impikanmu


Kulukiskan kita bersama


Namun selalu aku bertanya


Adakah aku dimimpimu


Dihatiku terukir namamu


Cinta rindu beradu satu


Namun selalu aku bertanya


Adakah aku dihatimu


Telah ku nyanyikan alunan alunan senduku


Telah ku bisikan cerita cerita gelapku


Tlah ku abaikan mimpi mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa kutakkan bisa sentuh hatimu


Bila saja kau disisiku


Kan ku beri kau segalanya

__ADS_1


Namun tak henti aku bertanya


Adakah aku dirindumu


Telah ku nyanyikan alunan alunan senduku


Telah ku bisikan cerita cerita malam ku


Tlah ku abaikan mimpi mimpi dan ambisiku


Tapi mengapa kutakkan bisa sentuh hatimu


Tak bisakah sedikit saja kau dengar aku.. ...


Ivan terperangah kagum mendengar alunan merdu suara Amelia.


Ia bertepuk tangan dengan senyum hangat yang tak lekang dari bibir nya.


"gila suara kamu keren banget Mel," kata Ivan memuji Amelia yang membuat pipi putih gadis itu merona


"hehe,  kakak bisa aja" jawab Amelia malu


"itu pasti lagu nya dari hati kan,  menyentuh banget.  Untung kakak cowo,  malu mau netesin air mata" kata Ivan yang senang sekali menggoda gadis itu


"kakak ih,  seneng banget becanda" kata Amelia yang masih malu menatap Ivan


"beneran kok,  serius.  Suara kamu tu bagus banget tau.  Gak nyangka kalau kamu punya bakat terpendam gitu.  Kenapa gak bilang dari dulu coba" kata Ivan yang mengambil kursi dan duduk disebelah Amelia.  Sontak saja itu membuat gadis itu semakin gugup


"emang kenapa? " tanya Amelia heran masih terlihat ragu ingin menatap wajah Ivan


"yakan bisa ikutan nyanyi saat kita konser.  Bosen tau nyanyi bareng Faiz terus.  Haha.  Kalo sama kamu kan semangat" kata ivan yang senang sekali menggoda wajah imut Amelia


"gak ah,  malu kak" kata Amelia merona


"kenapa malu,  suara kamu bagus lagi" jawab Ivan


"takut ah,  nanti Amel ditimpuki sepatu sama fans fans gila kakak itu" kata Amelia ngeri membayangkan fans fanatik Ivan


"is,  ya gak segitu nya lah"  jawab Ivan menatap wajah imut Amel


"ye kakak belum tau aja gimana kalo udah ngefans.  Bukti nya tu si Karina setiap hari dia dapet teror terus dari fansnya kak Jo,  untung aja siKarina kuat mental,  jadi yang ganggu gak makin jadi" jelas Amelia menatap wajah Ivan yang mulai berubah ketika nama itu disebut.


"kamu tau dari mana kalo dia diganggu fans nya bang jo, ?" tanya Ivan heran


"ya tau lah,  bang Jo sama Karina kan udah jadi trending topic dikampus ini,  lagian temen temen Amel kan juga ada yang fans berat sama bang Jo,  jadi setiap hari mereka cuma gibahin dua orang itu aja,  sampek bosen denger nya" ungkap Amel dengan bibir cemberut


"haha,  kakak juga bosen" sahut Ivan dengan senyum getir nya


"kakak bosen atau cemburu? " tanya Amelia yang mulai menggoda Ivan


"ish,  kamu ini.  Ya enggak lah" elak Ivan tak mau lagi menatap wajah Amel.


"amel tau kok kalau kakak juga suka sama Karina,  " ucap Amel pelan namun masih terdengar ditelinga Kvan


"sok tau kamu" kata ivan terkekeh menyembunyikan perasaan nya


"iya lah,  secara dia cantik manis kalem lagi" kata Amel


"cantik tapi haram" kata Ivan memandang sembarang arah


"haram? " ulang Amel heran


"iya haram,  dia punya bang jo,  jadi haram dong kalo kakak juga suka dia.  Mending cari yang lain," kata Ivan melirik Amel


"haha, iya ya, " jawab Amel terkekeh


"yauda besok kamu ikut konser juga ya.  Biar enak kalo ada tambahan vokalis" kata Ivan


"enggak deh kak,  gak enak sama yang lain" lirih Amelia


"kok gak enak sih.  Suara kamu itu bagus.  Mereka pasti suka.  Yauda kakak duluan ya,  siap siap aja untuk besok" ucap Ivan menepuk lembut pundak Amelia.


Sementara Amelia hanya bisa terdiam dalam sepi menatap punggung Ivan yang menjauh

__ADS_1


"ah,  andai aku seberuntung karina kak,  sudah pasti aku bakal mengejar kamu.  Tapi apa daya ku,  aku cuma anak yang gak jelas asal usul nya.  Memilikimu mungkin cuma ada dalam anganku" lirih amelia dalam hati


__ADS_2