Story Of The Twins

Story Of The Twins
Mengintai


__ADS_3

Dua hari kemudian...


Wajah dua pemuda tampan tampak datar dan sulit diartikan ekspresi nya.


Mereka duduk berhadapan saling tatap bingung dan gelisah.


Hari sudah menunjukan pukul sebelas malam. Namun sama sekali belum membuat mereka mengantuk.


Sudah sejak selesai makan malam tadi mereka duduk berhadapan dikamar Jonathan.


Ya, Ivan dan Jonathan kini telah berada didalam kamar Jonathan, mereka duduk disofa yang ada dikamar itu.


Jonathan terlihat menghela nafas nya dengan berat dan menatap Ivan dengan tatapan dingin nya.


"sudah beberapa jam kau disini, pergi sana kekamar mu" usir Jonathan pada Ivan yang kini malah tertunduk sembari tangan nya meremas kepala nya dengan kuat


"ck, ayolah bang, aku tahu Abang juga pasti merasakan apa yang aku rasakan bukan?" gumam Ivan kesal


"lalu aku harus apa?" tanya Jonathan tak kalah kesal


"bujuk papa dong, untuk bolehin kita bertemu mereka" ucap Ivan memelas


Jonathan kembali menghela nafas nya dan duduk bersandar disofa dengan tangan yang memijit pelipis nya


"kau tahu kan papa bagaimana. Mana aku berani Van, kau mau kita diekspor nya ke Amerika lagi untuk menjalankan perusahaan disana" ketus Jonathan


"haiiss, ini benar benar menyebalkan, hanya bertemu, mengapa sulit sekali" kata Ivan terlihat begitu frustasi. Sama hal nya dengan Jonathan, dia juga tidak berani lagi membujuk Maxwel untuk menemui Amelia, karena perkataan Maxwel pagi tadi kembali meruntuh kan harapan nya.


"jika kalian tidak mendengarkan kata kata papa, maka jangan salahkan papa jika kalian akan papa tugas kan diAmerika untuk mengurus bisnis kita disana. Dan jangan harap, kalian bisa bersama mereka lagi".


perkataan Maxwell benar benar seperti belenggu untuk mereka. Tiga tahun lebih tidak bertemu, bahkan mereka sama sekali tidak tahu dimana dan bagaimana kabar gadis gadis mereka itu.


"dimana pun dia sekarang aku tidak tahu" gumam Jonathan


"sama, aku bahkan takut jika dia udah menyerah, kita janji nya tiga tahun. Dan ini udah lebih beberapa bulan" sahut Ivan


Mereka kembali terdiam dengan fikiran mereka masing masing.


Dan beberapa saat kemudian mereka saling pandang dan tersenyum penuh arti


"hanya cari tahu, papa tidak akan marah bukan" tanya Ivan dan Jonathan langsung mengangguk senang


"ya, cukup tahu dimana keberadaan nya aku rasa tidak ada masalah" balas Jonathan.


Dan akhir nya mereka bisa sedikit merasa tenang. Ivan kembali kekamar nya, dan Jonathan mencoba mengistirahatkan tubuh nya. Namun tetap saja dua pemuda itu tidak bisa tidur dengan nyenyak karena angan dan harapan mereka.


Keesokan pagi nya....


Setelah sarapan Ivan dan Jonathan pamit untuk berjalan jalan keliling kota pada Delisha, sedangkan Maxwel sudah berangkat keperusahaan terlebih dahulu.


Ivan mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang membelah jalan raya ibukota yang sudah lama tidak dilihat nya itu.


Sementara Jonathan duduk disebelah nya dan masih asik dengan ponsel nya.


"wah, ibukota memang tidak pernah berubah, dan aneh nya, kemacetan dan polusi ini yang buat rindu ketika dinegeri orang" ungkap Ivan membuat Jonathan mendengus senyum, karena perkataan Ivan memang benar


"ya, ibukota yang menyimpan segala cerita dan kenangan, sejauh apapun kita melangkah, tempat kembali adalah rumah sendiri" gumam Jonathan


Dan Ivan hanya menganggukan kepala nya tanda setuju.

__ADS_1


"terus ini kita kemana?" tanya Ivan melirik sekilas pada Jonathan


"entah lah, aku tidak tahu dimana Karina berada, entah dia bekerja atau pulang kampung" jawab Jonathan


"apa kita gak bisa minta bantuan bang Roy atau bang Jhon?" tanya Ivan lagi, masih fokus pada kemudi nya


"tidak mungkin Van, kamu mau papa tahu, mereka itu lebih berpihak pada papa dari pada kita" sahut Jonathan kesal membuat Ivan langsung tertawa.


"benar juga" gumam Ivan


Namun beberapa detik kemudian dia terkesiap dan langsung tersenyum penuh arti


Dia menepikan mobil nya diarea taman kota karena mereka memang telah tiba disana.


"kita kan udah punya asisten, kenapa gak minta bantuan mereka" kata Ivan pada Jonathan yang mengernyit bingung, namun dia langsung mengerti apa maksud Ivan


"Dirga" gumam nya dan Ivan langsung mengangguk


"Abang minta tolong dia, siapa tahu dia tahu tentang mereka. Aku juga bakalan tanya Faiz dimana Karina, orang tua nya pasti ngasih tahu" ungkap Ivan dan Jonathan langsung tersenyum puas


"benar" sahut nya cepat.


Mereka kemudian langsung mengambil ponsel masing masing dan menghubungi calon asisten mereka bersama.


Mereka menunggu kabar dari Dirga dan Faiz sembari minum kopi disebuah cafe tidak jauh dari taman kota itu.


Dan hampir satu jam kemudian ponsel mereka sama sama berdering menandakan panggilan masuk dari Dirga dan Faiz. Entah kebetulan atau bagaimana, namun mereka sama sama menerima panggilan saat ini.


"apa, oke terimakasih" sahut mereka bersamaan hingga membuat kedua nya saling tawa dan menggeleng geli


"ada kabar apa?" tanya Jonathan langsung


"gila, hebat banget dia bisa kerja disana, dapetin jabatan yang lumayan lagi" puji Ivan


"ya, dia memang gadis hebat" gumam Jonathan dengan senyum nya yang menawan


"lalu , Dirga ada kabar apa. Faiz sama sekali tidak tahu keberadaan Amelia" ucap Ivan terdengar tak bersemangat, namun Jonathan malah tersenyum melihat nya


" Dari kabar yang Dirga dapat, Amelia kini sudah memiliki butik sendiri, dijalan xy, butik nya sudah berkembang pesat, bahkan sudah memiliki cabang dikota sebelah" ungkap Jonathan membuat Ivan tertegun


"benarkah?" tanya nya tak percaya


"hmm, Amei BOUTIQUE , sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu" ungkap Jonathan


"wah ternyata dia menepati janjinnya" gumam Ivan begitu bangga mendengar nya


"dan aku tidak salah kan menyerahkan perusahaan pusat pada Abang, Karina disana dan Abang bisa setiap hari bertemu dia. Enak banget deh" ucap Ivan pada Jonathan yang tersenyum dan menggeleng


"tidak semudah itu Van. Papa pasti sudah menyiapkan rencana sendiri untuk ku nanti" jawab Jonathan


"hmm iya sih. Tapi tenang aja, Abang bisa cari tahu dia dari Toni, Toni juga kerja disana sebagai karyawan tetap." ucap Ivan


"benarkah?" tanya Jonathan dan Ivan langsung mengangguk


"ya, aku gak tahu tentang Karina, padahal semalam kami lama ketemuan, tapi dia gak ada ngebahas itu sama sekali" jawab Ivan, dan kali ini Jonathan yang mengangguk, dia sudah cukup puas karena tahu dimana Karina berada, dan ternyata Karina bekerja diperusahaan nya sendiri.


"Sore nanti aku mau lihat lihat butik Amelia, Abang ikut?, besok aku ingin kekampung jenguk bapak sama ibu soal nya" ungkap Ivan


"tidak, aku akan pergi dengan Dirga saja untuk berkeliling" jawab Jonathan

__ADS_1


"oke" sahut Ivan


...


Sore hari nya...


Ivan menyetir sendiri mobil yang sudah disiapkan oleh Maxwel untuk nya. Mobil sport mewah keluaran terbaru, bewarna hitam metalik. Sangat mewah dan sangat cocok untuk Ivan.


Dia membelah jalanan ibu kota yang masih terlihat terik itu. Wajah nya penuh dengan senyuman, karena sungguh dia sudah sangat merindukan gadis mungil itu. Hanya melihat dari jauh dan itu sudah cukup untuk Ivan.


Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai nya telah tiba didepan sebuah gedung berlogo Amei BOUTIQUE.


Butik itu cukup besar dan tampak mewah.


Ivan memarkirkan mobil nya diseberang jalan, sehingga tidak akan ada yang tahu jika dia sedang mengintai saat ini.


Ivan mengeluarkan teropong yang telah disiapkan nya dari rumah.


Persiapan untuk mengintai


"gila ya, begini amat kelakuan gue" ucap nya sembari terkekeh sendiri


Lama Ivan berada disana, dia tetap memantau dengan tangan yang memainkan teropong nya. Sudah hampir dua jam, dan hari sudah semakin senja, namun yang ditunggu belum juga menampakan diri nya.


"apa dia tidak ada disini" gumam Ivan mulai lelah, bahkan dua botol air mineral sudah habis dibantai nya


Ivan mulai terlihat resah, bahkan duduk pun sudah tidak tenang lagi.


Namun beberapa saat kemudian mata nya memicing saat melihat seorang gadis mungil dengan pakaian yang terlihat stylish keluar dari gedung itu


Ivan langsung buru buru mengambil teropong nya dan memantau gadis itu


Mata nya membulat sempurna dan bibir nya membentuk lengkung senyum yang indah.


"Amelia" gumam Ivan dengan senyum nya


Ya, itu Amelia nya, gadis yang sangat dirindukan Ivan.


Ivan memperhatikan Amelia dengan seksama dari kejauhan. Gadis mungil yang semakin terlihat mempesona, sangat cantik dan terlihat lebih dewasa, meski pembawaan nya yang girly masih menjadi karakter nya.


Ivan memperhatikan gadis itu hingga dia masuk kedalam mobil nya, dan Ivan pun langsung melajukan mobil nya mengikuti kemana Amelia pergi.


Lama dia berada dibelakang Amelia, tetap menjaga jarak agar gadis itu tidak curiga.


Dan dia sedikit terkesiap saat Amel memarkirkan mobil nya disebuah resto.


Ivan mengernyit menatap nya, Amelia terlihat menerima panggilan, dan jantung Ivan langsung bergemuruh, takut terjadi sesuatu yang membuat nya terluka.


Dan Ivan langsung tersenyum lega saat yang datang adalah Karina.


Dia langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Jonathan


Tidak lama, beberapa detik kemudian Jonathan langsung mengangkat panggilan Ivan


"nyesel Abang gak ikut aku, aku lihat Karin disini" kata Ivan masih memperhatikan kedua gadis itu yang terlihat begitu akrab


"coba kamu lihat diarah jam tiga" kata Jonathan dari seberang sana


Ivan langsung mengalihkan pandangan nya dan langsung tertawa karena melihat mobil Jonathan terparkir rapi disana. Karena fokus nya hanya pada Amelia, dia jadi tidak melihat jika Jonathan juga sudah berada disana memantau gadis nya.

__ADS_1


"gila ya, kita udah kayak mafia yang mau menculik anak gadis orang" gumam Ivan membuat Jonathan terkekeh dari tempat nya.


__ADS_2