Story Of The Twins

Story Of The Twins
Akhirnya Sah


__ADS_3

Ratusan orang sudah terlihat memadati aula sebuah gedung megah yang telah didekorasi sedemikian rupa. Dekorasi bernuansa emas dan silver yang bertabur lampu lampu kristal bak berlian indah tampak begitu menyilaukan mata. Lantunan musik merdu terdengar menjadi background dalam suasana yang tampak ramai dengan setiap senyuman yang menghiasi wajah para tamu tamu elit.


Hari ini adalah resespsi pernikahan Jonathan dan Karina. Hari yang telah ditunggu tunggu oleh semua orang. Pesta pernikahan tuan muda pertama penerus kejayaan Aguenno group.  Pesta ini digelar dengan begitu mewah dan tentu nya akan menjadi pesta pernikahan termewah ditahun itu. Dari dekorasi, hantaran, pernak pernik bahkan hadiah ucapan terimakasih untuk para tamu juga tidak main main, Dan tentu nya semua menghabiskan bajet yang lumayan besar, namun itu adalah hal yang lumrah untuk sekelas orang nomor satu dinegara itu.


Jonathan terlihat menarik nafas nya beberapa kali, dia sudah siap dengan setelan jas putih nya siang ini, setelan jas yang membuat pesona nya bertambah berkali lipat, sebuah kopiah juga telah dikenakan dikepala nya. Mereka akan mengadakan acara ijab kabul terlebih dahulu. Dia duduk dikursi yang sudah disediakan untuk nya dan ditemani oleh Ivan, Dirga dan Faiz yang tampak memakai jas hitam dan dasi kupu kupu yang menambah daya tarik dan kharisma mereka.


"Gugup bang?" tanya Ivan yang duduk disebelah nya


"Hmm" gumam Jonathan yang menganggukkan kepala dengan helaan nafas yang cukup panjang


"Rileks, tahap terakhir menuju halal" kata Ivan sembari menepuk sekilas pundak Jonathan yang hanya mengangguk. Untuk seumur hidup, baru kali ini dia merasakan kegugupan yang begitu mengusik hati, bahkan dia merasa jika tubuh nya sudah panas dingin sekarang. Ini lebih susah ketimbang harus menghadapi tender mega proyek. Semoga saja dia bisa mengucapkan ijab kabul dengan lancar, jika tidak, maka jatuh lah harga diri nya.


....


Sementara didalam kamar rias, Karina baru saja selesai dirias oleh MUA profesional yang dipilih Delisha. Dia memandang diri nya yang tampak berbeda didepan cermin besar. Sama seperti Jonathan, dia juga begitu gugup untuk menghadapi hari ini. Bahagia sudah pasti, karena hari ini adalah hari imipan mereka berdua, hari yang akan membuat mereka bersatu dalam ikatan suci pernikahan, memulai kehidupan baru yang sesungguh nya.


"Cantik banget" gumam Amelia mendekat kearah Karina.


"Iya, cantik banget nona. Tuan muda pasti tambah cinta" goda sang MUA membuat Karina langsung tersipu malu mendengar nya


"Jangan gitu dong, aku malu ini" kata Karina membuat Amelia langsung tertawa dan menggeleng lucu


"Kamu beneran cantik loh Rin, aku aja sampai pangling, apalagi kak Jo" sahut Amelia yang memperhatikan penampilan Karina.


Karina memang tampak begitu cantik dan sangat anggun dengan kebaya putih dan siger dikepala nya. Hiasan bunga melati asli diatas siger itu membuat nya semakin bertambah anggun. Apalagi bentuk tubuh nya yang menang tinggi langsing, membuat penampilan nya benar benar sempurna.


"Ini juga karena riasan nya kak" jawab Karina


"Nona memang dasar nya cantik, jadi dimake up pasti tambah sempurna" sahut MUA itu


"Bener itu" kata Amelia lagi


"Kakak juga cantik sama kebaya itu" sahut Karina gantian, Amelia langsung melihat diri nya dicermin, kebaya modern bewarna soft pink itu membuat nya terlihat girly apalagi rambut yang disanggul dan menyisakan sedikit anak rambut yang membuat nya tampak cantik


"Ya, memang harus cantik dihari bahagia kamu kan" jawab Amelia dengan tawa nya dan tentu saja menular ke Karina


"Kayak nya mulai hari ini kamu jangan manggil aku kakak lagi deh Rin" kata Amelia sembari memperbaiki kancing kebaya nya


"Kenapa ?" tanya Karina dengan heran


"Kamu kan udah jadi istri kak Jo dan pasti nya juga akan jadi kakak ipar nya kak Ivan, mana boleh manggil aku kakak lagi" jawab Amelia


"Hehe iya juga ya, udah kebiasaan, jadi susah" kata Karina


"Nanti juga terbiasa, kakak ipar" goda Amelia membuat Karina kembali tertawa dengan wajah yang merona

__ADS_1


"Hihi, iya deh adik ipar" sahut Karina pula, mereka kembali tertawa namun dengan mata yang berkaca kaca. Amelia langsung memeluk Karina dengan penuh haru


"Gak terasa ya Rin, akhir nya kamu hari ini nikah sama kak Jo, aku masih inget perjuangan kita selama empat tahun itu, kalau diinget suka sedih" ungkap Amelia yang sudah menangis memeluk Karina, begitu pula dengan Karina, dia langsung mengangguk dan mengusap sedikit airmata nya


"Demi cinta, dan akhirnya gak sia sia" jawab Karina


Amelia langsung melepaskan pelukan nya dan menatap Karina dengan haru. Dia membantu menghapus air mata diwajah Karina dengan lembut dan hati hati


"Jangan nangis, nanti luntur" ucap Amelia, namun bukan nya berhenti menangis, Karina malah semakin terisak


"Aku bahagia kak, terharu banget" jawab Karina


"Jangan manggil kakak lagi" ucap Amelia dan Karina langsung tertawa


"Aku lupa" jawab nya


"Duh, kok malah pada nangis, udah ditunggui loh" kata MUA yang baru masuk kembali kekamar, tadi dia sedang keluar mengambil sesuatu


Karina terlihat menarik nafas nya dalam dalam sembari MUA itu membenarkan riasan nya


Dan tiba tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang terlihat tergesa gesa


"Duh, saya belum terlambat kan bu" kata Diana yang baru masuk keruangan itu. Dia memakai kebaya yang sama dengan Amelia, karena hari ini Karina meminta nya untuk menjadi pengiring pengantin menemani Amelia


"Belum kok, kamu kok lama banget" tanya Amelia pada Diana yang berdiri didepan cermin dan memperbaiki penampilan nya yang juga terlihat cantik


"Oke beres, sekarang nona keluar, udah ditunggu. Tuan muda ganteng banget loh" gumam MUA itu


Karina terlihat memandang Amel dan Diana bergantian


"Aku makin deg degan ini" ucap nya terlihat cemas


"Jangan gitu dong bu, harus ceria, bentar lagi halal" sahut Diana


"Iya, bawa rileks nona" sahut MUA


"Harus kuat yuk, jangan sampai pingsan" goda Amelia dan Karina langsung mengerucutkan bibir nya


Karina langsung berjalan keluar kamar ditemani oleh Amelia dan Diana yang mengapit tubuh nya. Perasaan nya benar benar tidak menentu, apalagi saat tiba diujung tangga. Dapat Karina lihat dibawah sana ratusan orang telah berkumpul dan menanti kedatangan nya.


Seketika saja tangan nya langsung mendingin gugup, tubuh nya panas dingin dan rasa nya dia ingin buang air kecil sekarang.


"Hei, tenang jangan gugup" bisik Amelia


"Gak bisa, aku beneran gugup, mana semua mata ngeliatin kita lagi" jawab Karina sembari menurunkan satu persatu kaki nya dengan begitu hati hati. Bahkan dia merasa seperti berjalan diatas awang awang saat ini. Hiasan karpet merah dan bunga bunga segar yang menghiasi anak tangga tidak bisa dia lihat lagi keindahan nya.

__ADS_1


"Tarik nafas dalam dalam bu, lalu keluarin pelan pelan" ujar Diana, dan Karina langsung menuruti nya


"Lihat kak Jo udah nunggu kamu disana, dia tampan banget dengan baju itu. Kamu gak boleh gugup, buat diri kamu pantas untuk jadi nyonya Jonathan" kata Amelia lagi


Karina kembali menarik nafas nya dalam dalam dan menghela cukup panjang. Dia dapat melihat dikursi tempat ijab kabul akan dilaksanakan Jonathan sudah duduk ditempat nya. Menatap nya tanpa beralih, dan Karina langsung mengangkat kepala, tersenyum dengan binar yang indah. Ya, dia harus tunjukan pada semua orang, jika gadis kampung ini bukan gadis rendahan, dia adalah gadis yang memiliki daya tarik tinggi, yang bisa memikat Jonathan, dan dia akan buktikan, jika dia pantas bersanding dengan tuan muda Alexander itu.


Dikursi nya, Jonathan menatap kagum pada Karina yang berjalan semakin mendekat kearah nya. Calon istri nya itu tampak begitu berbeda dengan pakaian pengantin itu. Cantik dan begitu anggun.


Para orang tua mereka duduk tidak jauh dari sana, bapak dan ibu Ivan juga hadir disana, begitu pula dengan Toni. Semua tengah menantikan acara yang paling ditunggu tunggu dalam setahun terakhir ini.


Maxwel tampak berdiri dan mendekat kearah Jonathan yang tengah gugup dan masih memandang gadis nya. Jonathan bahkan terkesiap saat Maxwel menepuk pundak nya dengan lembut


"Jangan gugup, kamu harus bisa, jangan sampai kegugupan mu membuat pamor tuan muda mu jatuh" goda Maxwel membuat Jonathan terlihat menghela nafas nya sejenak


"Tentu saja, Jo pasti bisa" jawab Jonathan dengan begitu yakin


"Goog boy" ucap Maxwel yang kembali kekursi nya


Jonathan menoleh kearah Ivan yang mengangkat ibu jari dan tersenyum memberinya semangat, dan Jonathan hanya mengangguk dan tersenyum tipis melihat itu


Dia kembali menoleh pada Karina yang sudah berada didekat nya.


Amelia dan Diana langsung mendudukan Karina dikursi nya, tepat disamping Jonathan yang berhadapan dengan bapak Karina


Kedua calon mempelai itu tampak saling pandang sekilas dan saling memberikan senyum terindah mereka masing masing.


Dan tidak lama setelah itu, penghulu yang akan menikahkan mereka mulai membuka acara ijab kabul nya. Tangan Jonathan langsung menyambut tangan bapak Karina. Kedua pria berbeda usia itu saling tatap mantap dan penuh keyakinan, namun juga penuh pengharapan.


Jonathan begitu gugup, apalagi disaksikan oleh ratusan pasang mata yang menjadi saksi ikrar cinta nya, namun sebisa mungkin dia menahan kegugupan nya. Dia seorang Jonathan Alexander harus bisa menjadi lelaki sejati. Karina yang disebelah nya juga ikut tegang dan gugup, begitu pula orang orang yang melihat mereka. Tidak ada suara sama sekali, hanya keheningan yang menunggu suara lantang Jonathan mengucapkan ikrar suci itu.


Dan setelah bapak Karina dengan lantang menyuarakan ijab nya, Jonathan juga langsung menyahut dengan suara yang begitu lantang dan penuh keyakinan


"Saya terima nikah dan kawin nya Karina Angelina Putri binti Suseno dengan mas kawin uang senilai USD 70.073,50. dibayar tunaiiiiiii"


"Bagaimana saksi????"


"Sah!!!!!!!!"


"Alhamdulillah"


Semua orang langsung bertepuk tangan ketika Jonathan selesai mengucapkan janji nya. Ketegangan dan kegugupan yang melanda langsung terhempas dan tergantikan dengan rasa lega dan bahagia yang tiada terkira. Jonathan langsung menoleh pada Karina disamping nya. Dapat dia lihat Karina tampak meneteskan air mata bahagia karena semua nya berjalan dengan lancar.


Jonathan menjulurkan tangan nya, Karina langsung meraih tangan itu dan mengecup nya dengan lembut, sentuhan pertama sebagai suami dan istri. Ikatan suci yang sudah sangat lama mereka nantikan dengan cerita yang tidak selalu indah.


.....

__ADS_1


*Akhirnya sah juga guys


__ADS_2