
Satu tahun berlalu ......
Pagi yang sangat cerah. Secerah hati Jonathan dan keluarga nya.
Pagi ini mereka sudah terlihat begitu rapi dengan setelan kemeja batik berlengan panjang.
Para pelayan sibuk hilir mudik membawa barang barang yang dihias dengan begitu indah.
Rico dan istri nya juga sudah rapi dan menunggu diruang tamu.
Ya, hari ini Jonathan akan melamar Karina. Acara pertunangan mereka dilakukan dikampung Karina. Karena orang tua gadis itu meminta acara dilakukan disana.
"bang cepat sedikit, entar lamaran Lo ditolak kalau terlambat" teriak Ivan pada Jonathan yang masih didalam kamar nya
"berisik, kamu kira mau ngelamar pekerjaan" dengus Jonathan membuka pintu kamar nya dan menampakan Ivan yang tengah tertawa memandang nya
"hahaha, ya bekerja menjadi menantu kesayangan" goda Ivan
Jonathan hanya mendengus dan berjalan mendahului Ivan sembari memakai jam tangan nya.
"keren amat yang mau lamaran" goda Ivan lagi
"ya harus, takut ditolak" jawab Jonathan dan membuat Ivan kembali tertawa
"mana mau sih mereka nolak, kalau calon nya begini, tampan menawan, tajir melintir lagi" sahut Ivan
Jonathan hanya terkekeh pelan mendengar omongan Ivan
Mereka akhir nya tiba diruang tamu dimana semua orang telah menunggu
"sudah selesai nak?" tanya Delisha
"sudah ma" jawab Jonathan
"cincin nya?" tanya Delisha lagi
"sudah aman" jawab Jonathan
"mana mungkin Abang lupa, ini udah dinanti sejak setahun yang lalu. Bahkan cincin nya udah ada dari dulu" ejek Ivan membuat semua orang disana tertawa sedangkan Jonathan malah mendengus kesal
Ivan masih saja suka menggoda nya, padahal mereka bukan lagi pemuda yang berusia belasan tahun
"sudah, ayo kita berangkat, hari sudah mulai siang" kata Maxwel
"oke" sahut Ivan
Mereka semua akhir nya pergi dengan mobil masing masing.
Ivan dan Jonathan pergi bersama Dirga dan Faiz, mereka satu mobil karena ingin menghabiskan waktu bersama.
Maxwel dan Delisha bersama Roy
sedangkan Rico membawa mobil sendiri bersama istri nya.
...
"kalian nikah nya barengan juga wahai tuan muda" tanya Dirga menoleh kebelakang dimana Jonathan dan Ivan duduk
"kenapa memang nya" tanya Ivan langsung
"ya, siapa tahu, soal nya Minggu depan kan acara lamaran Lo juga, mana tahu nikahan nya juga barengan, biar hemat biaya" kata Dirga membuat Faiz yang sedang menyetir langsung tertawa
"gak asik dong, jadi gak berkurang duit tuan muda Ivan" sahut Faiz membuat Ivan langsung mendengus
"sirik aja Lo Iz" kata Ivan kesal , Jonathan hanya tersenyum mendengar nya
"ya, jika kamu mau memakai uang kamu sendiri, maka lebih baik kita nikah nya barengan saja" kata Jonathan dengan senyum smirk nya
"kenapa begitu?" tanya Ivan menatap curiga Jonathan
"ya, jadi uang ku tidak berkurang, aku bisa menumpang dicara kalian" jawab Jonathan membuat Ivan langsung mendengus, sementara kedua asisten gila itu malah tertawa mendengar nya
"enak banget, padahal duit nya lebih banyak dari pada duit gue" sungut Ivan membuat Jonathan terkekeh
__ADS_1
"sesekali mentraktir saudara sendiri" ucap Jonathan
"ya gak gitu juga kali bang, lu kira biaya nikah murah. Gue aja demi ngumpulin modal nikah, setahun berhemat, gak beli apa apa, uang bensin aja Faiz yang bayar" ungkap Ivan begitu jujur, membuat Dirga langsung terbahak bahak
"astaga, ada ya CEO yang miskin begini" ucap Dirga tidak habis fikir
"bukan miskin dia, pelit yang iya. Gue yang miskin jadi asisten nya. Mana lembur terus lagi, gaji lembur juga harus dipotong uang bensin" sahut Faiz pula
"setahun doang Iz, demi gue" kata Ivan
Dirga masih tertawa terbahak bahak melihat kelakuan saudara Jonathan ini
"jika kamu tidak kuat lagi bekerja dengan Ivan, kamu bisa pindah keperusahaan ku Iz" ujar Jonathan
"ah, seperti nya itu ide yang bagus tuan. Bisa saya fikirkan" jawab Faiz
"bener itu Iz" timpal Dirga
"ah payah kalian, main keroyokan. Gue bercanda kali. Main serius aja" kata Ivan mulai kesal sementara ketiga orang itu langsung tertawa melihat Ivan, baru kali ini Ivan merasa kalah
Mereka menghabiskan waktu dijalan sembari bercerita dan bercanda. Dan hampir tiga jam lama nya akhir nya mobil yang membawa mereka tiba dikampung halaman Ivan dan Faiz
"ah, sudah lama sekali tidak merasakan tempat setenang ini" gumam Dirga saat telah memasuki area perdesaan itu
"ya, terkadang penat nya ibukota selalu buat rindu kampung" sahut Faiz
Jonathan dan Ivan hanya terdiam dan tersenyum saja sembari mengamati keadaan kampung yang benar benar asri dan sangat sedap dipandang mata itu
"tidak gugup bang?" tanya Ivan
Jonathan menoleh kearah Ivan sejenak, lalu kembali melihat kearah depan
"tidak" jawab Jonathan singkat
"padahal gue mikirin acara yang masih seminggu lagi aja udah gugup banget" ucap Ivan membuat mereka langsung tertawa
"aku lebih gugup berhadapan dengan Mr Cristian dari pada orang tua Karina" kata Jonathan. Mr Cristian adalah salah satu rekan bisnis nya yang berasal dari Argentina
"hahaha, gila banget Lo" sahut Ivan
Amelia juga sudah berada disana, karena dia pergi lebih dahulu bersama Karina dua hari yang lalu. Amelia sangat menyukai tempat itu, maka dari itu dia memutuskan untuk kesana lebih dulu bersama Karina.
Mereka disambut oleh orang tua Karina, pak Tarman dan bu sari juga sudah ada disana bersama beberapa warga yang lain nya.
...
Karina menatap pantulan diri nya dicermin kamar nya. Kebaya modern yang melekat indah ditubuh nya semakin menambah keanggunan nya. Kebaya berwarna cokelat susu dengan taburan mutiara asli hasil rancangan Amelia itu benar benar sangat memukau
"cantik banget kamu Rin" kata Amelia yang sedari tadi menemani Karina berhias
"ini karena kebaya kakak, bagus banget, aku jadi pangling" jawab Karina
"ini karena memang kamu yang cantik. Padahal cuma riasan natural, tapi pas banget diwajah kamu" kata Amelia lagi
Karina langsung tertawa dan merona malu mendengar nya
"kakak juga cantik banget dengan pakaian itu, semoga aja kak Ivan gak ngebet minta nikah sekarang" goda Karina, dan kini Amelia yang tertawa mendengar nya, gadis dengan gaun berenda bewarna soft pink itu memang benar benar kelihatan sangat imut dan manis. Meski hanya dengan gaun sebatas lutut yang mengembang dibawah nya, membuat karakter girly nya tidak pernah hilang
"hahaha, kamu bisa aja deh Rin, aku masih seminggu lagi" sahut Amelia
"semoga semua nya lancar ya kak, gak ada halangan apapun sampai kita nikah" harap Karina
"aamiin" jawab Amelia cepat
Dan perhatian mereka kini teralihkan kearah pintu saat ibu Karina masuk kedalam
"sudah yuk, keluarga calon suami kamu sudah tiba" ungkap ibu
"iya Bu" jawab Karina
"kalian cantik cantik banget, udah cocok banget memang sama anak tuan Maxwel yang juga ganteng ganteng banget itu diluar" ungkap ibu Karina membuat kedua gadis tertawa dengan rona diwajah mereka masing-masing.
"yauda, ibu duluan, jangan lama" kata ibu Karina lagi
__ADS_1
kedua gadis itu hanya mengangguk. Karina kembali memperhatikan diri nya dicermin
"udah perfect, yuk" ajak Amelia
Karina langsung mengangguk dan berjalan bersama Amelia keluar
"duh, kok aku deg degan gini ya" ucap Karina saat akan tiba diruang tengah dimana Jonathan dan keluarga nya telah menunggu
"relaks dong, baru juga lamaran, gimana nikahan nanti" kata Amelia
"gak tahu deh kak, aku beneran gugup, lebih parah ngadepin klien ini sih" ucap Karina membuat Amelia tertawa pelan
"ya, kan yang kamu hadepi bos nya klien, hihi" goda Amelia
"kakak ih" kesal Karina
...
Jonathan dan Ivan langsung tertegun saat melihat kedatangan kedua gadis mereka yang terlihat cantik itu. Apalagi Jonathan, dia langsung tersenyum menatap Karina yang semakin gugup ditatap oleh Jonathan
"ehemmm, awas jatuh itu mata ,dilihatin terus" bisik Ivan , membuat Dirga dan Faiz saling pandang lucu
Karina langsung duduk disebelah ibu nya, sedangkan Amelia duduk disebelah Ivan yang sudah memberi nya kode
"cantik banget kamu" bisik Ivan membuat Amelia merona dan melirik sekitar nya dimana tuan Maxwel sudah mulai membuka acara mereka
"sstt diem" bisik Faiz membuat Ivan mendengus
Perhatian mereka kini tertuju pada tuan Maxwel yang tampak terlihat sangat gagah meski umur nya sudah tua
"selamat siang bapak, kita langsung saja ya, kedatangan kami kemari adalah untuk menjalin silaturahmi sekaligus untuk melamar putri bapak Karina untuk putra saya Jonathan. Saya berharap bapak menerima pinangan dari kami dengan hati yang lapang" kata Maxwel begitu lantang
"saya sebagai orang tua itu semua terserah putri saya tuan" jawab pak RT
"bagaimana Karina, saya tahu kamu dan Jonathan sudah saling menunggu lama untuk ini. Dan sekarang saya ingin membuktikan janji saya, jika kamu berhasil maka kamu bisa bersama dengan anak saya" kini Maxwel beralih pada Karina yang terlihat gugup, dia memandang sekilas pada Jonathan yang tersenyum menatap nya
"saya bersedia tuan" jawab Karina
"ya, dan satu hal yang harus kamu tahu sebelum nya, menjadi istri seorang Jonathan tidak mudah, kamu harus bisa menyesuaikan diri dan mendukung segala karir nya. Jika kamu sanggup, saya pastikan kamu memang tidak akan pernah menyesal menjadi menantu saya" kata Maxwel lagi
"baik tuan" jawab Karina
"Karina sudah setuju, apa bapak ada persyaratan lain agar Jonathan bisa menjadi menantu yang baik untuk bapak?" kini Maxwel kembali menatap pak RT
"sebagai orang tua, saya hanya ingin yang terbaik untuk putri saya. Saya hanya berharap nak Jonathan mampu membuat anak saya bahagia, membimbing nya jika dia salah, dan membuat nya menjadi perempuan yang baik. Dia anak perempuan saya satu satu nya, saya berharap nak Jonathan tidak menyakiti nya, saya berharap nak Jonathan mampu menjaga nya seperti saya yang menjaga nya selama ini" ungkap pak RT begitu dalam menatap Jonathan,
"tentu pak. Saya berjanji untuk selalu menjaga dan menyayangi Karina dengan sepenuh hati saya" kata Jonathan begitu yakin
Delisha dan semua orang yang ada diruangan itu langsung tersenyum mendengar kesungguhan hati Jonathan.
Bahkan Karina langsung meneteskan air mata nya saat ini.
Mereka kembali membicarakan hal hal yang menjadi keperluan mereka. Hingga akhir nya tibalah waktu nya Jonathan yang memasangkan cincin ditangan Karina.
Mereka berdiri ditengah tengah orang yang berkumpul dan menyaksikan mereka. Hanya acara sederhana yang disaksikan oleh keluarga terdekat, karena mereka ingin acara pesta saja yang meriah nanti nya.
Karina mengulurkan tangan nya saat Jonathan hendak memasangkan cincin dijari manis nya. Wajah mereka berdua benar benar terlihat bahagia, hingga mampu menambah kadar kecantikan dan ketampanan mereka berdua.
Setelah Jonathan selesai memasangkan cincin dijari Karina, kini bergantian Karina yang memasangkan cincin dijari manis Jonathan.
Cincin yang sangat indah dan begitu mewah sesuai dengan karakter Jonathan yang memang menyukai kemewahan.
Mereka saling pandang dan tersenyum saat telah memasangkan cincin dijari mereka masing masing
"aku mencintai kamu Karina" bisik Jonathan
"aku juga" balas Karina
"eheeeeemmmm" dehem Ivan begitu kuat membuat Jonathan dan Karina terkesiap kaget, pasal nya mereka hampir melupakan keberadaan orang orang disana
"nanti aja kalau udah jadi ya bang" goda Ivan membuat Jonathan tersenyum canggung sedangkan Karina sudah merona wajah nya
Amelia hanya memukul gemas pundak Ivan yang senang sekali menggoda kedua orang itu.
__ADS_1
Para orang tua hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan putra putri mereka.
Mereka tidak menyangka, ternyata hubungan ini bisa sampai ketahap ini, dan sebentar lagi, mereka akan saling mendapatkan menantu pertama mereka.