Story Of The Twins

Story Of The Twins
Kesalahan Masa Lalu


__ADS_3

Sementara diresort .....


Pesta telah usai, semua tamu undangan sudah membubarkan diri mereka. Ada yang pulang kerumah dan ada yang menginap diresort, terutama untuk teman teman Ivan yang dari kampung. Ivan tidak membiarkan mereka untuk kembali malam ini. Ivan ingin mereka menginap semalam di resort untuk besok pagi menikmati pagi bersama sama.


Acara pesta yang membuat mereka menjadi raja dan ratu sehari itu cukup membuat mereka kelelahan. Tentu saja lelah, dari pagi berdiri dan menyambut tamu undangan yang tidak sedikit jumlah nya. Tapi bukan itu yang menjadi patokan, melainkan kebahagiaan yang mereka dapatkan hari ini.


Sekarang, mereka telah menjadi sepasang suami dan istri. Satu hari berbagi kebahagiaan dengan orang orang terdekat mereka, tentu merupakan hal yang tidak akan pernah mereka lupakan untuk seumur hidup mereka.


Kenangan dihari ini akan menjadi memori terindah yang akan selalu mereka kenang. Cinta dan kasih sayang akan dimulai hari ini. Perjuangan cinta mereka tentu nya belum usai, melainkan akan dimulai sejak hari ini.


Saat ini, hari memang sudah sangat larut. Namun Ivan dan Amelia masih betah duduk disebuah meja bundar bersama dengan Jonathan dan Karina, Faiz dan juga Diana. Mereka masih ingin menghabiskan malam dengan sedikit bercerita.


"Jadi kembang api ini bukan Abang yang nyiapin?" tanya Ivan lagi, dia benar benar penasaran kenapa ada kembang api dalam list acara nya.


"Bukan. Aku malah kira ini ulah Faiz" kini Jonathan malah beralih pada Faiz. Namun Faiz juga nampak langsung menggeleng


"Bukan juga. Saya malah tidak kepikiran kesitu" jawab Faiz dengan jujurnya


Ivan mendengus senyum mendengar itu


"Dia gak akan tahu tentang hal hal romantis begitu" sahut Ivan dan kali ini Diana yang mengangguk


"Bener" gumam nya mengangguk setuju


"Jadi siapa dong?" tanya Amelia seraya tangan nya merapatkan jaket ditubuhnya.


"Apa mungkin papa?" tanya Karina pula. Namun kini Ivan dan Jonathan malah menggeleng serentak. Mana mungkin Maxwel punya fikiran seperti itu. Yang benar saja, mereka tahu bagaimana papa mereka itu.


"Apa ini dari Dirga?" tanya Faiz, membuat mereka semua langsung menoleh kearah nya


"Dirga?" gumam Ivan dan Faiz langsung mengangguk


"Bukan nya Dirga orang yang hamble. Dia gak mungkin ngilang gitu aja dihari bahagia ini dan gak mau gabung sama kita. Mungkin aja dia yang ngasih kejutan ini untuk tuan Ivan supaya kita juga bisa menikmatinya sama sama" ungkap Faiz memandang mereka satu persatu


"Mustahil" gumam Jonathan


Ivan terdiam, dia memandang Jonathan yang masih nampak kesal jika mengenang itu. Tapi Ivan juga tidak suka jika Jonathan terlalu berlebihan. Dirga adalah sahabat mereka, bahkan yang paling dekat dengan mereka sejak dulu. Namun kini, hanya karena Dirga membawa gadis yang pernah terlibat masalah dengan mereka, Jonathan malah terlihat begitu kesal.


"Gak ada yang gak mungkin bang, Abang inget gak selama ini selalu Dirga yang nyiapin kejutan manis yang selalu Abang minta untuk Karina. Kemarin waktu prewed juga dia sama Faiz yang buat hal kayak gini. Aku yakin ini memang dari dia" ungkap Ivan pula


Karina langsung memandang Jonathan dengan sendu.


Dia mengusap lengan Jonathan dengan lembut, membuat laki laki itu langsung memandang nya


"Kak Dirga gak seburuk itu kak, kakak yang paling tahu gimana dia kan" ucap Karina


Jonathan tampak menghela nafas nya dengan berat. Dia tahu Dirga, bahkan sangat tahu. Tapi yang menjadi kekesalan hati nya adalah bagaimana bisa Dirga bersama wanita itu?


"Jangan begitu sama dia, kasihan. Dia pasti merasa terabaikan. Kalau memang dia gak mau gabung sama kita karena lebih memilih bersama Kasih, dia gak akan nyiapin kejutan sebesar ini. Dia pasti buat ini karena dia juga ingin menikmatinya bersama kita" ujar Karina


"Rasanya malam ini memang kurang tanpa dia kan bang, biasa nya kita selalu kumpul sama sama" tambah Ivan pula


"Aku cuma gak suka dia bersama gadis itu. Kalian pasti tahu siapa dia" jawab Jonathan


Faiz, Diana dan Amelia masih terdiam tanpa ingin menimpali.


"Kak, kak Dirga bawa Kasih pasti karena dia tahu Kasih udah berubah, Kasih juga ngelakuin itu karena terpaksa" ucap Karina


"Tapi dia udah membahayakan kamu Karin" sentak Jonathan tidak terima, membuat Karina langsung terkesiap kaget, begitu pula dengan yang lain


Karina langsung melepaskan genggaman tangan nya dilengan Jonathan dan memandang Jonathan dengan sendu


"Memang gak setia kawan, apa salahnya coba ngedukung temen sendiri. Padahal selama ini kak Dirga juga yang udah banyak ngebantu kita." kata Karina terdengar kesal. Bahkan dia langsung beranjak dari duduk nya


"Kak Amel,.aku duluan kekamar" pamit Karina pada Amelia dan langsung berlalu meninggalkan mereka semua yang terdiam bingung

__ADS_1


"Karin" panggil Jonathan, namun Karina langsung melengos pergi


Ivan dan Amelia saling pandang bingung, kenapa mereka malah jadi bertengkar. Bukan nya malah mencari solusi, memang tidak bisa diajak kompromi.


Ivan menggaruk pelipis nya dengan kesal. Amelia dan Diana hanya diam dan saling pandang canggung.


Jonathan juga masih diam saja tanpa ingin menyusul Karina. Dia berfikir jika Karina tidak mengerti jika Jonathan bukan membenci Dirga, dia hanya kesal, kenapa Dirga membawa Kasih yang sudah mengacaukan malam pernikahan mereka waktu itu.


"Bang" panggil Ivan tiba tiba


Jonathan langsung menoleh kearah Ivan yang memandang nya dengan lekat.


"Abang itu kenapa sebenar nya. Kayak nya benci banget sama Kasih?" tanya Ivan


"Kamu tahu jawaban nya kan. Kenapa malah bertanya" jawab Jonathan terlihat kesal


Ivan mendengus senyum dan menggeleng


"Setiap orang punya masa lalu yang buruk. Kita gak bisa menghalangi mereka untuk bisa berubah jadi lebih baik bang." ucap Ivan


"Kamu tidak mengerti Van, bagaimana jika orang yang kamu cintai berusaha dicelakai oleh seseorang. Dan sekarang orang itu malah mendekati Dirga" sahut Jonathan. Dia memang tidak akan bisa menerima jika Dirga dekat dengan gadis itu


"Apa Abang lupa bagaimana masa lalu Amel dulu nya?" tanya Ivan. Dan kali ini bukan hanya Jonathan yang tampak sedikit bereaksi, melainkan Amelia juga. Mereka jadi teringat bagaimana masalah yang mereka hadapi dulunya, sangat rumit bahkan bertahun tahun mereka terpisah karena orang tua Amelia.


"Bahkan kita menghadapi masalah yang lebih rumit dari pada ulah Kasih kemarin kan. Tapi kenyataan nya, kenapa Abang bisa nerima Amel sebagai adik ipar Abang?" tanya Ivan


Diana dan Faiz hanya diam dan tidak ingin ikut campur. Sementara Amelia tertunduk dengan perasaan yang sedikit mengiba. Sepertinya nasib dia dan Kasih sama, sama sama akan menjalani kisah yang sedikit rumit jika mereka berdua memang sama sama memiliki perasaan.


"Itu karena Abang percaya sama Amel jika dia berubah dan bisa lebih baik lagi kan" kata Ivan lagi


Jonathan terdiam, dia memandang nanar meja kosong didepan nya. Memang benar, jika masalah yang mereka hadapi dulu lebih rumit, tapi kenapa dia masih tidak bisa menerima Kasih?


"Apa abang akan membenci Dirga juga kalau dia berhubungan dengan Kasih?" tanya Ivan


Jonathan menghela nafasnya dengan berat. Mana mungkin dia bisa membenci Dirga. Dirga adalah sahabat nya, bahkan orang yang terpenting setelah Ivan dalam hidupnya.


"Hati seseorang gak ada yang tahu bang. Abang bisa lihat tadi Dirga begitu melindungi gadis itu. Bagaimana jika dia menaruh hati pada gadis itu, apa Abang akan ngelarang?" tanya Ivan lagi


Dan lagi lagi Jonathan hanya diam. Dan bukan nya menjawab pertanyaan Ivan, Jonathan malah beranjak dari duduk nya.


"Aku kekamar dulu" pamit Jonathan yang langsung pergi meninggalkan Ivan dan yang lainnya.


Ivan menggelengkan kepala nya dengan bingung. Jonathan memang keras kepala. Tapi dia tahu, jika Jonathan juga pasti sedang bimbang sekarang. Dirga sahabatnya, dan tidak mungkin dia akan membenci dan menjauhi Jonathan hanya karena Dirga yang menjalin sebuah hubungan dengan Kasih.


"Dirga itu sama kayak aku. Dia gak pernah dekat dengan perempuan sejak dulu. Dan baru kali ini dia dengan beraninya bawa perempuan. Tapi perempuan itu malah Kasih" gumam Faiz


"Kayak nya kalau kak Dirga memang ada rasa sama Kasih, hubungan mereka pasti agak sulit. Kayak kita dulu yang" ucap Amelia pula


Ivan mengangguk dan tersenyum tipis padanya.


"Iya, tapi aku percaya kok. Kalau Kasih sebenar nya gadis baik. Dia ngelakuin itu karena terpaksa. Siapa yang gak bingung coba ketika adik nya mau dijual dan dia disuruh untuk membunuh bos nya sendiri. Untung aja dia masih punya fikiran gak ngasih racun itu sama bang Jo, kalau enggak, udah lewat dia" sahut Ivan pula


"Aku juga udah maafin Kasih. Dia memang gadis yang baik dan terkenal pendiam. Kasihan juga lihat dia ngerasa tertekan kayak tadi" gumam Diana pula


Faiz memandang Diana dengan lekat


"Kamu udah terluka karena dia, kamu beneran maafin dia?" tanya Faiz dan Diana langsung mengangguk. Tidak ada alasan untuk tidak memaafkan Kasih. Meskipun dia celaka,.namun luka tusuk itu juga tidak berbahaya dan mengancam nyawanya


"Semua orang punya masa lalu yang buruk kak. Apa kakak lupa siapa kakak aku?" tanya Diana pula


Faiz dan Ivan langsung memandang nya dengan bingung, begitu pula dengan Amelia


"Emang siapa, baru juga ketemu sekali" jawab Faiz


"Apa tuan Ivan juga gak ingat sama kak Dion?" tanya Diana lagi, namun Ivan juga malah menggeleng.

__ADS_1


"Siapa, aku gak ngerasa pernah ketemu sama kakak kamu" jawab Ivan


Diana bergeming, dia memandang Ivan dan Faiz dengan bingung


"Gimana bisa, bukan nya kalian dulu satu universitas sama kak Dion?" tanya Diana lagi


"Enggak" jawab Faiz dan Ivan serentak


Amel menarik nafasnya perlahan. Ivan dan Faiz memang tidak tahu tentang Dion, karena ketika mereka masuk Dion sudah keluar dulu.


"Kak Dion itu yang pernah bermasalah sama kak Jo kan" tanya Amel pada Diana.


Diana mengangguk dan tersenyum getir, sedangkan Faiz dan Ivan saling pandang tidak mengerti. Karena mereka memang tidak tahu siapa Dion.


"Iya, kak Dion kan dikeluarin dari kampus karena dia yang udah nyari masalah sama kak Jo" ungkap Diana


"Beneran?" tanya Ivan tidak percaya. Bagaimana bisa Jonathan yang pendiam begitu bisa terlibat masalah dengan seseorang


"Iya, gak tahu kenapa. Tapi sejak kejadian itu, kak Dion dikeluarin dari kampus. Bahkan dia kesulitan mau cari tempat kuliah yang lain. Namanya udah diblacklist di semua kampus dikota ini. Jadi terpaksa dia pindah kuliah Kekota tempat mama tinggal sekarang" ungkap Diana


"Pantesan aja kakak kamu lihat aku kayak mendam dendam begitu" ucap Ivan. Namun sedetik kemudian dia sedikit terkesiap dan tersenyum canggung pada Diana yang tersenyum dan menggeleng


"Enggak apa apa tuan. Berkat kejadian itu dia jadi lebih dewasa dan gak pernah berbuat hal hal yang menyinggung orang lagi. Karena akibat dari ulah nya, perusahaan papa juga sempat mengalami kemunduran waktu itu" jawab Diana membuat Ivan dan Faiz kembali terkejut


"Serius kamu Di?" tanya Ivan tidak percaya. Kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh Dion sebenarnya hingga sampai sebegitu nya mereka diperlakukan.


"Iya, itu karena dia yang udah kelewatan. Maka dari itu tuan Rico langsung memberi peringatan pada papa" jawab Diana


"Gak nyangka banget. Berarti waktu itu kita belum masuk ya" kata Faiz pada Ivan


"Iya, kalian masih menjelajah entah dimana. Cerita itu viral kok, apalagi kak Jo kan pangeran kampus waktu itu" sahut Amelia


"Emang kalian kemana kok gak tahu?" tanya Diana pada Faiz


"Kami murid baru, telat masuk" jawab Faiz dengan tawa lucu nya. Membuat Ivan dan Amel juga ikut tertawa


"Murid baru, telat masuk?" gumam Diana tidak mengerti


"Udah lah, besok kamu tanyak aja sama Faiz. Kalian harus saling kenalan lebih jauh sebelum nikah" ujar Ivan namun Diana malah mendengus gerah memandang Faiz


"Dari kemaren katanya mau cerita, tapi alasan nya sibuk Mulu. Bilang nya cerita tuan sama kak Faiz panjang banget, sembilan belas tahun baru kelar. Kan ngeselin" ungkap Diana .


Faiz dan Ivan kembali tertawa lucu mendengarnya.


"Dah lah, lanjutin aja tuh cerita. Malam ini harus kelar Iz. Gue mau masuk dulu." ujar Ivan


"Yuk Yang" ajak Ivan yang langsung beranjak dan menjulurkan tangan nya pada Amel


"Males, masih mau disini" jawab Amel yang langsung merebahkan kepala nya diatas meja. Dia tersenyum tipis dibalik lengan nya, berniat untuk menggoda Ivan


"Diih, kamar pengantin udah menunggu nona" kata Diana pula


"Gak liat apa, tuh tuan muda udah cenat cenut dari tadi" sahut Faiz pula


Namun Amel malah menggeleng dan memandang Ivan dengan wajah gemas nya. Membuat Ivan langsung terkekeh dan berjalan mendekat kearah nya.


"Nakal banget sih. Minta digendong" ucap Ivan yang langsung menarik Amelia


"Aaaa apaan sih. Malu tahu" kata Amel mencoba menghindar, namun Ivan langsung mengangkat tubuh nya dengan mudah


"Sayang" teriak Amel yang langsung melingkarkan tangan nya dileher Ivan


"Salah sendiri, aku udah gak tahan tahu" ucap Ivan yang langsung membawa Amel pergi meninggalkan Faiz dan Diana yang memandang mereka dengan ngerih dan canggung. Kedua orang ini memang tidak pernah bisa mengkondisikan tempat. Bahasanya selalu tidak bisa difilter


"Aku kalau sama mereka seketika jadi pengen cepet nikah" gumam Diana

__ADS_1


"Yauda, besok aku nikahin kamu" jawab Faiz dengan enteng nya


__ADS_2