Story Of The Twins

Story Of The Twins
Delisha Yang Penuh Rasa Syukur


__ADS_3

Setelah bercerita panjang lebar mengenai kehidupan Ivan, Rico beserta istri nya dan juga Dirga pergi kerumah Delisha. Mereka berniat untuk mengantarkan Ivan dan membantu nya mengatakan semua kepada Delisha.


Sesampai nya dirumah mewah itu, Delisha yang melihat kedatangan mereka pun merasa heran.


Ivan menatap wajah Delisha dengan lekat, selama ini dia menganggap wanita baik itu adalah ibu Jonathan yang mampu membuat nya merasakan kasih sayang juga, namun kini wanita didepan nya itu ternyata ibu kandung nya sendiri, sosok yang sangat dia rindukan kasih sayang nya.


Ivan langsung berlari pelan dan memeluk erat Delisha dengan mata yang mulai berair


"kamu kenapa nak? " tanya Delisha cemas sembari mengusap punggung Ivan


"nyonya,  apakah selama ini nyonya tidak merasa bahwa dia bukan tuan muda Jonathan? " tanya Nina yang mendekat kearah Delisha


"ha,  ap apa maksud mu Nina? " tanya Delisha heran


"cobalah nyonya periksa tanda lahir di belakang telinga nya? " titah Nina dengan mata yang menahan haru


Delisha pun memeriksa bagian itu dengan Ivan yang masih memeluk erat dirinya.


"astaga Tuhan,  nak,  kamu,  kamu masih hidup sayang? " kata Delisha terbata bata.  Air mata nya langsung mengalir membasahi pipi nya.


Ditangkup nya wajah Ivan, dan menatap nya dengan perasaan rindu dan masih tidak menyangka.


"ini benar kamu nak? " tanya Delisha lagi dan


Ivan hanya mengangguk dengan air mata nya


"ya tuhan,  terimana kasih.  Terima kasih anakku sudah kembali" ucap syukur Delisha sembari menciumi seluruh wajah Ivan.


Ivan hanya bisa menangis terharu bahagia.  Sebuah kenyataan yang sangat dia inginkan.


"Jovankha ku sayang, mama sangat merindukan mu nak, mama rindu. " kata Delisha menangis kencang sembari terus memeluk Ivan dengan erat.


Mereka semua yang menyaksikan itu menangis terharu.  Termasuk bibi May dan juga Roy yang berada disana.


"bagaimana bisa kalian menemukan Jovankha. Lalu dimana Jonathan? " tanya Delisha yang masih bingung.


Ivan pun menceritakan semua yang dialami nya bersama Jonathan dibantu dengan Rico

__ADS_1


"oh astaga kalian,  ternyata takdir yang mempertemukan kalian nak" ucap Delisha lagi masih menatap wajah Ivan dan terus menggenggam erat tangan Ivan . Kini mereka semua sudah duduk disofa ruang tamu rumah itu.


"mama sangat merindukan mu nak, kehilangan mu benar benar membuat luka dihati mama sampai saat ini" Isak Delisha


Ivan langsung memeluk Delisha dengan haru, dia salah sangka selama ini, dia mengira dia dibuang, namun mereka terpisah bukan karena kesengajaan.


"jangan bersedih lagi ma, sekarang Ivan sudah disini, Ivan juga sangat merindukan mama" kata Ivan dengan haru membuat Delisha semakin terisak, namun hati nya sungguh bahagia saat ini


"jangan pergi lagi sayang. maafkan mama dan papa yang tidak bisa menjaga mu dengan baik, maafkan kami yang tidak bisa merawat mu sendiri hingga kamu sudah dewasa seperti ini. maafkan kami nak, maafkan kami" ucap Delisha dengan air mata yang membanjiri wajah nya


"Ivan tidak apa ma, ini sudah takdir. Ivan tidak akan pergi lagi. mama jangan menangis lagi, Ivan sudah disini sekarang " jawab Ivan yang juga kembali menangis didalam pelukan Delisha


Mereka menangis bersama melepas rindu yang sudah lama tertahan, Delisha yang sempat terluka kehilangan anak kedua nya kini sudah merasa sangat bahagia, apalagi Ivan yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu kini dia kembali dipertemukan dengan keluarga nya, meski dalam keadaan yang seperti ini.


"pantas saja seminggu ini sikap tuan muda berbeda sekali ya nyonya,  saya sama Roy sampai bingung tujuh keliling.  Biasa nya tuan muda Jonathan pelit bicara nah ini tuan muda yang ini malah ramah sekali. " ungkap bibi May sambil tertawa namun mata nya masih berkaca kaca dan berair


"mama juga begitu nak,  merasa aneh dengan sikap mu tapi karena masalah yang sekarang menimpa keluarga kita mama jadi tidak terlalu fokus pada keanehan ini" jelas Delisha sembari mengusap kepala Ivan dengan lembut


"maaf mama,  Ivan tidak bermaksud apa apa.  Ivan hanya menuruti keinginan bang Jo aja , hehe" jawab Ivan cengengesan


ledek Dirga


Ivan dan yang lain hanya terkekeh mendengar apa yang diucap kan Dirga


"jadi sekarang Jonathan ada dirumah orang tua angkat mu nak?  Apa disana aman? " tanya Delisha


" Ivan rasa disana aman ma,  tidak akan ada yang tau bang Jo disana, mama tenang aja" jelas Ivan


"nyonya tenang lah,  tuan muda Jonathan pasti aman.  Tuan muda Ivan lebih tau karena disana adalah tempat nya." kata Nina menenangkan Delisha


"ada satu hal lagi yang harus nyonya tau" ucap Rico pelan membuat Delisha mengernyitkan dahi nya


"apa itu? " tanya Delisha penasaran dan masih setia menggenggam erat tangan Ivan penuh sayang


"tuan Maxwel masih hidup nyonya" ucap Rico lantang


Delisha dan juga Roy nampak terkejut dengan mata yang terbelalak kaget

__ADS_1


"be benarkah Rico,  suami ku masih hidup,  kamu tidak bohong kan? " tanya Delisha tak percaya


"tuan muda Ivan yang mengatakan nya nyonya" jelas Rico


Delisha pun menatap Ivan dengan wajah sudah menahan tangis nya lagi


"benar ma,  papa masih hidup.  Waktu itu Ivan sendiri yang melihat nya.  Papa dirawat disalah satu dukun kampung tidak jauh dari kampung Ivan. Dia ditemukan warga didasar jurang tak jauh dari mobil yang terbakar.  Papa sempat koma dan lumpuh karena kecelakaan itu tapi alhamdulilah sekarang keadaan nya sudah membaik.  Tapi kabar buruk nya papa lupa ingatan ma" ungkap Ivan sendu


"oh tuhan suamiku" isak Delisha pecah mendengar kabar suami nya namun ia juga mengucap syukur karena suami nya masih hidup.


"kita harus menjemput nya Rico" kata Delisha tiba tiba


"saya rasa untuk sekarang jangan dulu nyonya.  Biarkan tuan Maxwel disana dulu,  kalau kita bawa kembali saya takut musuh akan mengetahui nya dan berusaha untuk mencelakai nya lagi." jelas Rico


"apa dia akan baik baik saja disana? " tanya Delisha sendu


"saya akan mengirimkan orang untuk melihat kondisi nya. Nyonya tidak perlu khawatir. Lagi pula tuan Maxwel juga masih lupa ingatan,  biarkan ingatan nya pulih dulu,  jika ingatan nya sudah pulih beliau juga bisa menjadi saksi atas kejahatan tuan Darwin" kata Rico menenangkan


Delisha hanya mengangguk pasrah


"tenang lah mama,  untuk sekarang biarkan semua orang fikir Ivan adalah Jonathan.  Biarkan bang Jo dan papa aman dulu sampai masalah ini selesai" timpal Ivan


"tapi masalah nya sekarang kamu yang dalam bahaya nak" lirih Delisha dengan wajah yang sendu


"tak apa ma,  lagian ada om Rico dan juga pengawal.  Mama tak perlu khawatir.  Oke.  Kita pasti bisa,  biarkan bang Jo menemui papa untuk membantu nya mengingat lagi.  Bagaimana? " tanya Ivan pada Delisha dan juga ke Rico


" ide yang bagus.  Mulai sekarang kita harus bekerja sama, nyonya harus tetap semangat.  Keluarga nyonya sudah lengkap sekarang" jelas Rico dengan perasaan yang begitu haru, dia yakin masalah ini pasti akan segera selesai.


"baiklah,  saya percayakan padamu Rico" ucap Delisha


"Ivan akan memberitahu bang Jo soal keberadaan papa,  tapi Ivan akan tetap merahasiakan status bahwa kami adalah saudara sampai masalah ini selesai, boleh kan ma? " tanya Ivan


"kenapa harus begitu nak? " tanya Delisha heran


"Ivan tidak ingin menambah beban fikiran nya ma,  biarkan dia fokus merawat papa dulu,  karena jika dia tau bahwa kami bersaudara Ivan takut dia berfikir yang tidak tidak, " jelas Ivan


"baiklah nak,  jika itu yang menurutmu baik" ucap Delisha pelan dan menatap Ivan penuh haru dan sayang. Sungguh ini adalah malam yang paling membahagiakan dalam hidup nya, mengetahui bahwa anak nya yang hilang sembilan belas tahun yang lalu telah kembali pada nya, dan suami yang disangka nya sudah tewas ternyata masih hidup, sungguh dia sangat bersyukur pada Tuhan untuk semua berkah yang ada.

__ADS_1


__ADS_2