Story Of The Twins

Story Of The Twins
Fakta Yang Sebenar nya


__ADS_3

Kini Ivan dan Amelia telah berada disebuah gazebo kecil dibelakang gedung universitas seni tempat Amelia belajar.


"ada yang mau aku tanyain ke kamu Mel" kata Ivan langsung


"tanya apa kak? " tanya Amel


"kamu tau dari mana tentang rencana orang yang mau mencelakai Keluarga bang Jo? " tanya Ivan menatap Amelia dengan lekat hingga membuat gadis itu gugup dan canggung


"em,  a aku.  Em maaf kak.  Aku pergi dulu" jawab Amelia langsung berdiri hendak meninggalkan Ivan namun langkah nya langsung terhenti karena Ivan menarik lengan nya.


Deg


Amelia terpaku menatap tangan Ivan yang menarik lengan nya lagi


"Mel,  tolong,  aku janji gak akan kasi tau kesiapapun tentang ini.  Ayolah ku mohon" pinta Ivan memelas


Amelia pun langsung duduk lagi ditempat nya sambil berusaha menetralkan detak jantung nya yang mulai tidak beraturan.


"oke,  aku bakalan kasi tau, tapi kakak mau berjanji satu hal sama aku? " tanya Amel serius


"iya aku janji" jawab Ivan pula


"tapi sebelum itu aku mau tanya,  sebenernya kakak itu siapa nya kak Jo,  dan ada hubungan apa sampai kakak mau tau yang sebenar nya? " tanya Amelia lagi


"hmh,  aku Jovankha kembaran nya Jonathan. Kami terpisah dari kecil dan sekarang baru bertemu lagi.  Bagaimana mungkin aku bisa ngebiarin keluarga ku dalam masalah kayak gini.  Cuma kamu yang bisa bantu Mel,  aku ingin pelaku nya ditangkap agar keluarga ku aman.  Aku kasian liat mama dari dulu gak pernah hidup dengan tenang. " ungkap Ivan sendu


Amel yang mendengar itu langsung merasa gugup dan bersalah.  Bagaimana mungkin ia menjelaskan pada Ivan bahwa ayah nya lah penyebab ini semua.  Namun ia juga tidak ingin melihat keluarga orang lain menderita karena kelakuan ayah angkat nya itu.


"kak,  sebenar nya aku tahu semua nya,  tapi aku bingung harus menjelaskan dari mana" lirih Amelia tertunduk lesu


"gak papa,  pelan pelan aja dari yang kamu tau" ucap Ivan menenangkan Amelia


"tapi kakak janji ya,  jangan libatkan aku dan kakak ku dalam masalah ini" pinta Amel


"kakakmu?  Kenapa memang nya? " tanya Ivan heran


"Andrean,  dia kakak ku kak,  dan kami hanya korban dari kejahatan ayah" ucap Amelia sendu dia menundukkan kepala tak berani menatap Ivan


"maksud mu,  aku gak ngerti Mel" tanya Ivan masih heran dan bingung


"sebenar nya aku dan kak Andrean adalah anak ayah Darwin kak" jawab Amelia dan sontak itu membuat Ivan kaget bukan kepalang.  Dia langsung berdiri dan menatap tajam Amelia yang tertunduk takut


"jadi,  jadi kalian bersekongkol untuk mata matin kami selama ini,  iya? " tanya Ivan mulai emosi


"kak,  dengerin dulu penjelasan aku.  Aku udah bilang kan kalau kami juga korban dari kejahatan ayah,  kalau kami bersekongkol aku gak bakalan ngasi tau rencana ayah sama kakak" kata Amelia yang sudah hampir menangis


Ivan yang mendengar itu mulai mereda namun masih menatap ragu Amelia


"awal nya aku dipaksa untuk mata matain kak Jo dari awal masuk kampus ini,  maka nya aku terus deketin dia,  tapi karena sikap nya yang dingin aku gak bisa deketin dia.  Karena aku gagal ayah pun kemudian memerintahkan kak Andrean untuk deketin kakak dan memata matai kakak. Kakak tau sebener nya kami udah tau siapa kakak,  apalagi kak Andrean yang cerdas, dengan taktik nya bukan hal yang sulit untuk cari tau siapa kakak,  dari beberapa hari dia sekolah disini dia udah tau siapa kak Jo yang sebener nya,  dia juga tau rumah kakak.  Tapi dia gak pernah cerita ke ayah apa yang dia ketahui,  dia cuma bilang dia gak tau apa apa karena penjagaan kakak ketat." ungkap Amelia, dia menarik nafas nya sejenak


"Kakak tau,  kami terpaksa ngelakui ini kak,  dia ayah kami,  bahkan kejadian yang menimpa papa kalian kami juga tau,  semua rencana ayah, ayah yang memerintahkan kak Andrean untuk merusak mobil tuan Maxwel hingga remnya blong,  sebenar nya hari itu ayah juga memerintahkan kak Andrean yang menjalankan misi nya namun kak Andrean menolak karena dia memilih untuk menjaga ibu kami yang sakit.  Bukan nya iba terhadap ibu dia malah menyiksa kak Andrean dan mengurung nya di ruang bawah tanah,  hingga ayah kecelakaan dalam misi nya dan tuan Maxwel juga menghilang." ungkap nya lagi membuat Ivan mematung menahan emosi nya dengan tangan yang terkepal erat


"Kak,  aku mohon kakak boleh marah pada ayah,  tapi jangan pada kak Andrean,  kami cuma korban kak,  Amel mohon" pinta Amel dengan air mata yang mulai membasahi wajah nya.

__ADS_1


"apa aku harus percaya padamu? " tanya Ivan dengan wajah datar


"Amel gak berharap banyak kak,  Amel cuma mau kakak maafin kak Andrean, masalah ayah itu terserah kakak.  Kakak tau kami udah cukup tersiksa selama ini,  karena misi ayah gagal kemarin ayah marah besar pada kak Andrean, karena dia yang ditugas kan untuk mengawasi kakak sampai dirumah.  Kak Andrean tau bahwa yang didalam mobil itu sebenar nya bukan lagi kakak,  tapi orang lain.  Tapi dia lebih memilih untuk diam dan tak ingin lebih mencelakai kakak lagi. 


Ayah marah besar dan kak andrean memilih untuk keluar dari rumah itu dan memutuskan ikatan darah dengan ayah nya sendiri" jelas Amelia terisak


Ivan hanya tertegun mendengar penjelasan Amelia


"aku tidak tau apa yang kau katakan itu benar atau tidak.  Tapi sungguh Mel aku berharap itu benar,  aku tak tega melihat keluarga ku hancur karena keserakahan orang tua mu" ucap Ivan lirih


"Amel tau kak,  ayah sudah melakukan kesalahan besar dan membuat Keluarga kakak menderita,  tapi apakah kakak tau kalau bukan keluarga kakak saja,  tapi keluarga Amel juga kak,  dari kecil kak Andrean selalu dijadikan alat perang oleh ayah,  sehingga ibu depresi dan sekarang masuk kerumah sakit jiwa" tutur Amelia menangis pilu mengingat ibu nya membuat Ivan terkesiap kaget


"astaga,  ibumu masuk rumah sakit jiwa? " tanya Ivan menatap sedih gadis itu


"iya,  hiks, ambisi ayah untuk menghancurkan keluarga ibu dan merebut apa yang kalian punya sudah membuat ibu stres karena tidak bisa melakukan apapun, ditambah lagi sikap ayah yang kasar pada ibu,  pada kak Andrean, apalagi dengan ku yang bukan anak kandung nya.  Dia menganggap kami semua cuma sampah yang tidak berguna kak" kata amel yang terus saja menangis tersedu


Ivan yang tak kuasa melihat itu langsung mendekap tubuh Amelia,  mengusap usap punggung nya menenangkan gadis itu.


Setelah beberapa saat Amelia akhir nya mulai tenang. Dan Ivan pun langsung melepaskan dekapan nya


"maafkan kakak Mel,  kakak tidak tau bahwa kalian juga menderita karena ulah ayah kalian.  Tapi kakak juga tidak bisa membiarkan ayah kalian mengusik kehidupan keluarga kakak lagi. " ucap Ivan pelan dengan bahasa yang mulai terdengar hangat ditelinga Amelia


"Amel ngerti kak,  Amel gak papa.  Bahkan Amel bersedia jadi saksi atas kejahatan ayah" tutur gadis itu


"kamu serius mel" tanya Ivan terkejut


Amelia hanya mengangguk dan tersenyum menatap Ivan


"tapi bagaimana dengan Andrean,  kakak takut dia tidak setuju" kata Ivan lagi


"baiklah,  aku sungguh berterima kasih padamu Mel, " ucap Ivan tulus


"tapi Amel mohon kak,  jangan libatkan kak Andrean ya,  cuma dia yang Amel punya" pinta gadis itu memohon


"tenanglah,  yang terpenting kalian mau membantu kami" jawab Ivan


"iya kak,  akan Amel usahakan" balas Amel


Mereka pun berbincang dan mengobrol dengan tenang kembali.


Tanpa mereka sadari sejak awal Dirga ada disana mengawasi mereka berdua bersama dengan Roy.


Awalnya Dirga hendak menghampiri namun ketika melihat Amel yang hendak pergi dan ditahan oleh Ivan dia mengurungkan niat nya dan membiarkan Ivan sendiri yang mengintrogasi nya. 


Setelah beberapa saat mengobrol, Amel dan Ivan pun berpisah setelah saling bertukar nomor ponsel.


Saat dikoridor kampus Dirga pun menghampiri nya.


"gimana bro,  gue liat sampek nangis nangis gitu dia ngomong nya.  Lo apain sih,  main peluk peluk juga lagi.  Bikin baper gue sama bang Roy lo" ungkap Dirga sambil tersenyum aneh


"apaan sih lo,  nanti aja dirumah lo aja gue jelasin nya.  Gak bisa disini.  Gue yakin lo bakalan terkejut" kata Ivan dengan penuh misteri


"sialan lo,  buat gue penasaran aja"

__ADS_1


..


Ketika tiba dirumah Dirga.


Hari sudah siang,  Ivan dan Dirga sedang makan siang bersama ibu Dirga dan juga mama Ivan.


Setelah makan siang Ivan dan Dirga pun masuk kekamar Dirga.


"oke,  sekarang jelasin sama gue apa yang diceritain fans lo tadi" kata Dirga langsung


"sebenernya Amelia adik dari Andrean dan mereka adalah anak Darwin" ungkap Ivan dengan wajah datar menatap Dirga


"apa!!  Oh my god,  lu serius Van? " tanya Dirga terkejut dan langsung berdiri menatap Ivan


Ivan pun kemudian menceritakan semua nya pada Dirga.  Dirga hanya terdiam melongo mendengar penjelasan Ivan


"dan lo percaya gitu aja sama ucapan tu cewe?? " tanya Dirga heran


"gue gak liat ada kebohongan saat dia ngomong Dir,  gue yakin dia gak main main.  Dia juga udah ngasi alamat dimana dia tinggal sama Andrean.  Dan kita tinggal nunggu aja kapan dia siap buat jadi saksi atas kejahatan ayah nya" jelas Ivan pada Dirga


"oke lah kalau lo udah yakin,  nanti kita ceritakan ini sama papa gue,  gue rasa kalau dia mau jadi saksi masalah ini bakalan beres kan" tanya Dirga


"gue rasa sih iya,  secara kan mereka anak anak nya,  Amel juga bilang dia punya rekaman cctv percakapan darwin sama anak buah nya" jelas Ivan lagi


...


Di tempat lain


"apa,  kamu menceritakan semua nya pada Jonathan mel??" tanya Andrean marah pada Amel


"maaf kak,  tapi ini jalan satu satu nya agar ayah berhenti melakukan kejahatan lagi" jelas Amelia sambil memegang lengan Andrean


"tapi kalau sampai ayah masuk penjara kita juga bakalan kena mel,  apa kamu gak mikir itu.  Ingat Mel,  kita juga udah ngikuti kejahatan ayah" ucap Andrean frustasi


"kak,  tenanglah,  Amel percaya sama mereka,  mereka udah janji gak bakal menyeret kita dalam kasus ini,  mereka juga udah janji bakalan maafin kita" jelas Amel menatap kakak nya


"dan kamu percaya begitu aja? " kata Andrean menggelengkan kepala nya


"kak,  ayolah percaya sama Amel,  mereka udah janji gak bakalan bawa kita dalam kasus ini asalkan kita mau jadi saksi dalam kasus ayah" ungkap Amel yang membuat Andrean semakin frustasi


"gila kamu Mel,  kalau ayah tau bisa mati kita" kata Andrean memegang kepala nya yang terasa berat


"kak,  kalau kita biarkan ini terus kita gak akan hidup tenang,  ibu juga gak bakalan sembuh. Kak, Amel tau Amel bukan anak ayah,  tapi bukan maksud Amel jahat untuk menjerumuskan ayah kedalam penjara,  tapi Amel pengen ayah sadar akan kejahatan nya selama ini.  Mereka udah kehilangan ayah mereka kak,  kita juga udah kehilangan ingatan ibu,  Amel gak pengen ayah semakin menghancurkan kita.


Apa kakak gak pengen hidup tenang kak?" tanya Amel sambil menangis terisak


Andrean langsung merengkuh tubuh Amel dalam dekapan nya.  Ia terdiam sambil memikirkan apa yang amel katakan.


"baiklah,  besok kita temui Jonathan dan keluarga nya" kata Andrean kemudian


"kakak serius? " tanya Amel menatap wajah Andrean sendu


Andrean hanya mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


"mungkin ini saat nya.  Maafkan aku ayah" batin Andrean masih memeluk Amel


__ADS_2