
Part Jonathan
..
Jonathan kini tengah berada dikamar Dirga. Sepulang kuliah tadi dia memutuskan untuk kerumah Dirga karena dirumah dia merasa sepi, sebab sudah beberapa hari ini ibu nya tidak berada dirumah karena melakukan perjalanan bisnis keluar kota.
Jonathan menghabiskan waktu nya hingga hari sudah beranjak senja bahkan sudah mulai gelap.
Pengawal nya Roy, tampak mengobrol diruang tamu bersama Rico yang baru saja pulang dari perusahaan nya.
Didalam kamar
"Dir, apakah ayahmu pernah bercerita sesuatu tentang keluarga ku? " tanya Jonathan tiba tiba
Dirga yang tengah sibuk dengan laptop nya dimeja belajar nya pun langsung menoleh pada Jonathan yang berbaring diranjang nya.
"emm, tidak Jo, seingat ku tidak pernah" jawab Dirga sambil menutup laptop dan menatap lekat wajah Jonathan
"kenapa Jo? " tanya Dirga lagi
"aku hanya penasaran, masalah apa yang sedang disembunyikan mama ku, karena setau ku papamu sangat dekat dengan keluarga ku" jawab Jonathan
" gue juga heran lihat keadaan lo dan keluarga lo Jo, seperti ada yang disembunyikan. Beberapa kali gue tanya ke papa tapi dia juga gak tau, atau bahkan gak mau ngasi tau gue" timpal Dirga
"aku sudah sangat tertekan hidup seperti ini" lirih Jonathan yang kini tengah duduk menyandar pada sisi atas tempat tidur Dirga.
"yang sabar Jo, mungkin nyokap lo punya alasan sendiri, dan gue rasa biar supaya lo gak ikut merasa terbebani" kata Dirga memberi semangat pada sahabat nya itu
Jonathan hanya mengangguk lemah. Dia tau hanya seperti itulah jawaban setiap orang yang ditanya tentang masalah nya.
Hanya untuk yang terbaik.
Dirga merasakan kejenuhan yang dialami Jonathan sahabatnya. Karena Dirga yang mengenal Jonathan sejak kecil mengerti bagaimana kehidupan jonathan yang seperti terkurung pada sangkar emas nya. Tidak boleh bergaul dengan siapapun apalagi keluar rumah.
Dirga tau bahwa dialah satu satu nya teman Jonathan dan tempat satu satu nya yang boleh didatangi nya itupun harus dengan pengawal setia nya.
Hanya bersama Dirga Jonathan sering berbagi keluh kesah nya. Begitupun Dirga yang memang sudah merasa Jonathan bagai saudara sendiri.
Sementara dilantai bawah ruang tamu
Roy bersama Rico tengah berbincang santai mengenai pekerjaan mereka.
"bagaimana keadaan dikampus tuan muda Jonathan Roy? " tanya Rico sambil meminum kopi yang disediakan istrinya.
"baik tuan, sampai saat ini masih belum ada kendala" jawab Roy
"bagus lah, awasi terus jangan lengah. Kita tidak pernah tau kapan musuh akan bergerak" titah Rico serius
"siap tuan" jawab Roy pasti
"aku dengar Darwin sudah sembuh dari cidera nya, ku yakin tidak akan lama lagi mereka pasti mulai mengusik tuan muda Jonathan" ungkap Rico.
Dia tau benar tentang masalah yang dihadapi Delisha dan Jonathan pasti akan bertambah rumit apalagi semenjak Maxwel pergi dan Darwin kembali.
Dia juga ikut khawatir tentang keadaan dari anak tuan nya itu. Kini dia lah yang bertanggung jawab atas keselamatan Jonathan dan juga kejayaan Aguenno group.
"iya tuan, saya akan berusaha untuk menjaga tuan muda dengan baik" kata Roy
"ya, aku percaya padamu" .
Pembicaraan mereka terhenti ketika terdengar suara sepatu dari Jonathan dan Dirga menuruni anak tangga.
"Roy, mari kita pulang" ajak Jonathan
Roy bangkit dari duduk nya dan menganggukan kepala nya.
"saya permisi pulang dulu om, salam dengan tante" kata Jonathan izin pada Rico
"baiklah, hati hati Roy"
Jonathan pun pulang kerumah nya. Sepanjang perjalanan hanya hening yang menemani.
Terlihat langit malam yang mendung dan mulai menitikan air.
Jonathan duduk sambil memejamkan mata nya. Sedangkan Roy fokus menatap keluar jendela menikmati rintikan hujan. Ia merasa gelisah. Dilirik nya tuan nya sudah tertidur .
Melihat kebelakang dan menoleh kesana kemari, seperti nya ia merasa sedang diikuti.
"kenapa bos? " tanya sang sopir yang juga anak buah nya
__ADS_1
"entah lah aku merasa seperti sedang ada yang mengikuti kita" ucap Roy
Hingga tak berapa lama ketika berada dijalanan yang agak sepi tiba tiba mobil mereka dihadang oleh sebuah mobil hitam.
Roy terkesiap, ia langsung mengambil senjata dibawah tempat duduk nya.
Begitu juga sang sopir.
"jaga tuan muda disini, apapun yang terjadi jangan perbolehkan ia keluar. Dan cepat kau hubungi tuan Rico minta bantuan" titah Roy cepat
Jonathan yang terkejut karena mobil berhenti mendadak pun terbangun. Dia melihat kedepan ada beberapa orang keluar dari mobil itu . Dan Roy yang berjalan kearah mereka.
"ada apa ini? " tanya Jonathan yang mulai panik melihat Roy tengah berdebat dengan orang itu sambil menodongkan senjata nya
"tenang lah tuan, mungkin hanya preman jalanan. Tetap lah dimobil" ucap sang sopir yang juga sudah memegang senjata.
Jonathan melihat Roy yang sudah mulai melawan orang orang itu. Terlihat mereka berjumlah lima orang. Tiga melawan Roy dan dua orang lain nya menuju kearah mobil.
Sopir yang melihat itupun langsung turun. Mencegah orang itu mendekati Jonathan.
Dor
Dor
Sopir itu mengelak ketika mereka mulai menggunakan senjata nya.
Roy yang sedang melawan tiga orang itu pun menoleh sekejap,
Dor
Dor
Dia menembakan senjata nya kearah lawan nya. Dua orang berhasil dilumpuhkan.
Bukk
Roy menendang lawan yang satu nya hingga jatuh tersungkur.
Dor
Arggghhh
Jonathan yang melihat itu langsung panik.
Sedangkan Roy berlari mendapati sopir itu dan langsung melepaskan peluru nya membidik dua orang yang melukai sopir itu.
Dor
Dor
Mereka pun jatuh tersungkur karena langsung ditembak tepat pada dada nya.
Melihat itu Jonathan keluar dari mobil. Roy yang melihat itu langsung berlari kearah jonathan.
"tuan, masuk lah kedalam. Jangan keluar. Berbahaya" teriak Roy
"tapi ..
Dor..
Arrgghh
Sebuah tembakan dari belakang Roy melesat kearah Jonathan dan tepat mengenai perut Jonathan.
Roy langsung berbalik dan menembak orang yang menembak jonathan. Orang itu langsung tekapar seketika.
"oh tuhan tuan muda" teriak Roy histeris melihat Jonathan sudah duduk bersimpuh diatas jalan sembari meringis memegang perut nya.
Dan pada saat itu tibalah Rico dan orang orang nya ditempat itu.
Rico begitu terkejut melihat Jonathan yang tertembak. Dia langsung berlari mendekat dan membantu Roy memapah tubuh Jonathan.
Mereka langsung membawa Jonathan kerumah sakit terdekat.
Musuh musuh mereka tadi dibereskan oleh orang orang Rico.
Tak berselang lama mereka tiba dirumah sakit.
Jonathan pun langsung dibawa keruang operasi untuk mengeluarkan peluru ditubuh nya.
__ADS_1
Roy dan Rico terlihat frustasi. Mereka berjalan kesana kemari didepan ruangan UGD
"bagaimana tuan muda bisa tertembak Roy, astaga! " kata Rico frustasi dan cemas, dia meremas kepala nya dengan kuat, sungguh dia sudah menganggap Jonathan seperti anak nya sendiri hingga dia merasa sangat cemas apalagi Jonathan yang tidak sadarkan diri ketika diperjalanan menuju kerumah sakit tadi. Dapat dia pastikan luka tembak itu begitu dalam hingga membuat Jonathan kehilangan kesadaran nya.
"maaf kan saya tuan, saya lalai" lirih Roy tertunduk takut.
"sudah lah, ini diluar kendali. Aku pun salah, kami terlambat datang " lirih Rico sembari bersandar didinding rumah sakit itu.
Mereka pun menunggu jonathan dengan beberapa pengawal lain.
Hingga satu jam kemudian ruang operasi terbuka. Seorang dokter keluar.
"bagaimana kondisi nya dokter" tanya Rico cepat
" operasi nya berjalan dengan lancar, tidak terjadi masalah serius karena peluru tidak sampai mengenai organ vital nya. Untung cepat dibawa kemari. Pasien hanya lemas karena kekurangan darah, tapi itu sudah bisa teratasi. Sekarang pasien sudah bisa kami bawa keruang perawatan" jelas dokter itu
"oh syukur lah, terima kasih dokter" kata Rico
Jonathan pun dibawa keruang perawatan oleh dokter itu dan beberapa orang suster. Terlihat dia masih belum sadar karena pengaruh obat bius.
Tak berapa lama Delisha tiba dirumah sakit bersama istri rico. Dia baru saja tiba dirumah setelah beberapa hari pergi keluar kota, namun tak disangka dia malah mendapatkan kabar mengejutkan ini.
Delisha berlari kecil dengan wajah cemas dan mata yang sembab karena terus menangis
"bagai mana keadaan Jonathan, mengapa bisa tertembak? Apa yang terjadi? " tanya Delisha cepat menatap Rico dan Roy bergantian dengan nafas nya yang tersengal
"tenanglah nyonya, kondisi tuan muda tidak apa apa, dokter pun sudah memindahkan nya keruang perawatan" kata Rico menenangkan
"maafkan saya nyonya, saya lalai, saya tidak tahu jika ada musuh yang mengikuti kami" ucap Roy dengan wajah penyesalan.
"yasuda lah, aku mau melihat anakku dulu" kata Delisha dan langsung masuk keruangan Jonathan
Terlihat ada seorang dokter dan suster yang sedang memeriksa jonathan.
"dokter, bagaimana kondisi anak saya? " tanya Delisha cemas.
"nyonya tidak perlu khawatir, kondisi anak nyonya baik baik saja. Untung nya cepat dibawa kerumah sakit sehingga anak nyonya tidak banyak mengeluarkan darah" ujar dokter tersebut sambil tersenyum ramah
"oh syukurlah" jawab Delisha yang terus menatap sendu Jonathan
"kalau begitu saya permisi dulu nyonya. Biarkan pasien beristirahat dulu" ucap dokter itu dan diangguki oleh Delisha.
"oh anakku, " ucap Delisha lirih sambil mengusap kepala Jonathan yang tertidur akibat obat bius.
"siapa orang yang telah mencelakai anaku Rico? " tanya Delisha tanpa menoleh.
"mungkin salah satu anak buah dDarwin nyonya" jawab Rico
"bagaimana kau tau? " tanya Delisha menatap Rico
"karena yang diincar adalah tuan muda nyonya, ketika saya bertanya mereka hanya meminta tuan muda," jawab Roy pula
"orang orang saya sudah membawa mereka kemarkas, setelah dari sini saya akan menyelidiki nya" kata Rico
"baiklah, lakukan yang terbaik. Hanya kau yang kuharapkan Rico" lirih Delisha menatap sendu Jonathan yang masih terbaring lemas dan pucat tanpa pergerakan
"tenanglah nyonya, semua akan baik baik saja" timpal istri rico dan hanya diangguki oleh delisha.
...
Sementara ditempat lain
"dasar bodoh, kenapa tidak langsung dihabisi anak keparat itu! " seru Darwin lantang
"maaf tuan, orang suruhan kita juga semua nya tertangkap" imbuh Seon pada Darwin.
"memang tidak berguna! " marah Darwin
"pengawal mereka cukup lihai tuan. " bela Seon
"kalian yang tidak becus, sudah tau hendak melakukan aksi malah bertindak sendiri tanpa stategi! " ketus Darwin
"maaf tuan! " kata Seon tertunduk takut
..
*maaf kan jika tidak menarik, ini karya pertama ku. mohon dukungan nya guys,
like and coment kalian sungguh berarti*
__ADS_1