
Perusahaan Agueno Group ....
Jonathan duduk dengan penuh wibawa dikursi kebesaran nya. Mata nya masih fokus pada berkas berkas yang sedang diperiksa nya itu. Wajah nya begitu serius dan sedari tadi tatapan mata itu tidak beranjak dari atas kertas yang dipenuhi oleh ribuan huruf dan angka.
Sudah berjam jam dia duduk dikursi nya tanpa ada beranjak sedikit pun.
Namun sekarang, tiba tiba perhatian nya teralih kepintu yang terbuka, dimana Dirga masuk dengan setumpuk dokumen lagi, namun diikuti oleh Karina dibelakang nya.
"permisi tuan, Karina membawa berkas yang anda minta" kata Dirga sembari meletakan berkas dimeja Jonathan
"hmm" gumam Jonathan dan kembali fokus pada berkas ditangan nya
Karina dan Dirga hanya saling pandang dan menggeleng lelah. Tuan muda satu ini benar benar begitu serius jika sudah menyangkut tentang perusahaan.
"saya permisi tuan" kata Dirga dan Jonathan kembali mengangguk
Setelah Dirga keluar, Karina melirik sekilas kearah pintu yang baru tertutup.
Dia kembali menatap Jonathan yang masih serius pada berkas nya.
Dia menarik nafas sejenak dan mendekati kursi Jonathan.
"tuan muda ini berkas yang anda minta" ucap Karina sembari meletakan sebuah dokumen didekat tangan Jonathan, dan dia berdiri tepat didepan meja lelaki itu.
Jonathan mendongak dan mengangguk sembari tersenyum tipis menatap gadis nya yang terlihat kesal karena tidak diperdulikan
"dan ini, saya ingin meminta tanda tangan anda" kata Karina lagi sembari memperlihat kan dokumen ditangan nya
"oke, bawa kemari, dimana?" pinta Jonathan namun Karina masih terdiam dan tersenyum manis menatap Jonathan yang mengernyitkan alis nya, menatap bingung Karina
Gadis itu meletakan dokumen itu dan membuka halaman pertama nya
"disini" tunjuk nya pada lembaran tulisan, namun ada sebuah kertas yang tertempel disana, bertuliskan
aku kangen tahu
Jonathan langsung tersenyum melihat nya, dan dia langsung menandatangi dihalaman itu
Karina kembali membuka lembar kedua, dimana ada tulisan lagi disana
sedih dicuekin terus
Jonathan kembali tersenyum dan kali ini lebih lebar lagi. Dan dia kembali meletakan tanda tangan nya disana
Dan dilembar terakhir, Jonathan langsung menggelengkan kepala nya melihat tulisan
nasib punya pacar bos, gak bisa lepas rindu
Dia langsung menatap Karina yang sedang memainkan alis nya dan tersenyum memandang nya.
Jonathan mengambil selembar kertas dilaci meja nya, dan menuliskan sesuatu disana
Karina langsung tertawa kecil melihat tulisan itu
tunggu aku diparkiran, nanti kita keluar sekaligus dinner. I love you .
Setelah itu Karina langsung menutup kembali dokumen nya dan menatap Jonathan dengan senyum manis yang selalu membuat pria itu bersemangat
"terimakasih tuan. Saya permisi dulu, jangan lupa senyum" goda Karina dengan mengedipkan sebelah mata nya dan langsung beranjak keluar meninggalkan Jonathan yang tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
Gadis nya ini benar benar menenangkan fikiran nya yang begitu lelah. Dan dia sangat beruntung mendapatkan Karina yang mau mengerti posisi nya.
Mereka memang masih merahasiakan hubungan mereka dari karyawan Jonathan. Karena Karina masih ingin bekerja dengan tenang. Mungkin nanti jika mereka akan menikah, mereka baru akan mengumumkan hubungan mereka.
__ADS_1
Karina kembali keruangan nya dimana teman nya memperhatikan nya dengan curiga.
"setiap balik dari ruangan tuan Jonathan selalu mesem mesem gitu Rin" goda Nadia membuat Karina mendengus senyum
"kenapa memang nya, nama nya habis lihat vitamin" jawab Karina membuat Nadia terbahak
"iya deh iya. Jatuh cinta juga ya sama tuan Jo yang dingin itu" kata Nadia
"cinta banget pun" sahut Karina cepat sembari duduk dimeja nya kembali
"dih, awas aja patah hati. Pasti modelan tuan Jo yang perfect banget deh, soal nya dia kan orang nya juga begitu, perfeksionis banget" gumam Nadia dan kali ini Karina melengos kesal
"sok tahu deh kamu" dengus Karina
"eh, tapi gue bingung deh, dia sama karyawan lain ataupun sama sekretaris nya yang cantik itu dingin banget, kok sama kamu dia mau senyum ya" tanya Nadia curiga membuat Karina langsung tertawa
"hahah, sirik aja kamu. Ya mungkin karena aku gak pernah buat salah kali" jawab Karina asal, padahal dia sendiri selalu menahan kesal setiap kali karyawan Jonathan menggoda lelaki itu, ataupun menceritakan kekaguman mereka. Apalagi sekretaris Jonathan, Cintya, yang selalu berusaha mendekati kekasih nya itu. Benar benar membuat Karin makan hati setiap hari nya.
"banyak kali yang gak pernah buat salah, tapi tatapan mata nya sama kamu beda Rin, padahal mbak Cintya lebih cantik, tapi gak gitu dia" ungkap Nadia dan itu tentu saja mampu membuat Karina menarik nafas kesal.
"ya gimana enggak, mungkin tuan Jo geli kali, pakaian nya aja kayak ke club' begitu, padahal mau kerja. Tuan Jo mana doyan yang begituan" gerutu Karina
"lah, kenapa jadi ngegas sih, kayak kamu cewe nya aja" kata Nadia tertawa
Karina hanya tersenyum canggung, terkadang dia benar benar tidak bisa menahan kekesalan nya jika menyangkut tentang Jonathan dan segala pesona nya.
"udah ah kerja, ntar lagi pulang tuh" ucap nya.
...
Jam kerja telah usai, dan hampir seluruh karyawan perusahaan Aguenno group mulai bubar dan berlalu untuk pulang ketempat mereka masing masing.
Karina terlihat begitu semangat, dengan cepat dia membereskan meja nya. Bahkan Nadia teman satu ruangan nya terkadang dibuat aneh dengan gadis cantik itu.
Setahun ini, Karina sudah tidak pernah lagi lembur, bahkan dia selalu pulang tepat waktu, dan lagi, wajah nya sudah selalu berbinar cerah, sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu. Dimana dia selalu lembur dan jarang tersenyum. Namun sekarang, gadis itu terlihat sangat berbeda.
"iya dong, mau ceper pulang, duluan ya. Bye" ucap Karina yang langsung berjalan bahkan sedikit berlari keluar dari ruangan nya, membuat Nadia hanya menggelengkan kepala nya
Karina berjalan cepat menuju parkir khusus petinggi petinggi perusahaan. Dia sedikit berlari saat keluar dari dalam lift, hingga tidak sadar menabrak seorang pria yang juga baru keluar dari sana.
"Karin pelan pelan" tegur pria itu yang tidak lain adalah Danil
"ah, pak Danil. maaf pak. Saya gak sengaja" jawab Karina tidak enak, tangan nya sedikit membenarkan letak tas nya yang hampir jatuh
"buru buru banget, kamu mau kemana?" tanya Danil menatap heran wajah Karina yang sesekali melirik kearah parkir dimana Jonathan dan Dirga sudah berjalan kesana dan memperhatikan nya dari jauh
"Emha, saya ada perlu pak. Permisi ya, saya duluan" kata Karina yang langsung meninggalkan Danil yang masih heran melihat nya
Karina sedikit berlari dan akhir nya tiba didepan mobil Jonathan, dimana pria itu masih berdiri disana dan menatap nya dengan tatapan datar nya
"aku tidak akan pulang sebelum kamu datang, jangan berlari seperti itu sayang" kata Jonathan sembari mengusap keringat didahi Karina
Karina langsung tersenyum menatap wajah tampan itu
"maaf, takut kakak lama nunggu nya" jawab Karina
"tidak, ayo masuk" ajak Jonathan sembari membukakan pintu mobil untuk Karina. Karina hanya mengangguk dan tersenyum melihat perlakuan Jonathan.Jika sudah diluar kantor, pria ini bisa sedikit lebih lembut dan manis, tapi jika masih dikantor, jangan harap bisa mendapatkan perhatian nya, senyum nya saja terkadang begitu susah.
Setelah Karina masuk mobil, Jonathan juga masuk kedalam mobil itu. Dia duduk disebelah Karina, sedangkan Dirga sudah duduk dengan tenang didepan kemudi nya.
Dan tanpa mereka sadari, sedari tadi Danil memperhatikan mereka dari jauh. Karena dia penasaran dengan Karina yang mengarah kearah parkiran khusus Presdir, diam diam dia mengikuti gadis itu. Dan dia sangat terkejut melihat pemandangan itu. Dimana Jonathan yang terkenal dingin dan datar itu terlihat begitu manis dan sangat perhatian pada gadis yang disukai nya sejak dulu itu.
"apa mereka ada hubungan khusus?" gumam nya masih berdiri ditempat nya
__ADS_1
"jika memang iya, maka wajar saja dia menolaku sejak dulu" gumam nya lagi.
...
Saat ini, Jonathan dan Karina sudah berada disebuah restaurant berbintang untuk makan malam. Kebetulan hari sudah larut saat mereka pulang.
Karina begitu menikmati waktu nya bersama Jonathan, ya walaupun terkadang dia merasa seperti seorang putri Cinderella yang bertemu dengan pangeran nya. Kehidupan Jonathan yang terkesan dipenuhi oleh kemewahan membuat nya merasa sulit untuk beradaptasi. Namun rasa cinta nya pada laki laki itu membuat nya harus bisa mengimbangi Jonathan.
Jonathan memesan makanan yang sesuai selera nya. Makanan khas Jepang dan Eropa yang dipadupadankan dan disandingkan dengan minuman yang juga terlihat mewah. Bahkan harga nya mencapai puluhan juta untuk sekali makan. Terkadang Karina hanya mampu memendam perasaan nya jika sudah begitu. Jiwa jiwa kampung nya terasa merana jika Jonathan menghamburkan uang nya hanya untuk makanan yang bahkan dia sendiri tidak kenyang memakan nya.
Yah, terkadang Karina merasa aneh, meski dia sudah terbiasa hidup dikota, namun kebiasaan Jonathan benar benar luar biasa.
"kamu mau tambah?" tanya Jonathan melihat Karina yang baru saja menghabiskan makanan nya
"enggak kak. Udah kenyang" jawab Karina, padahal jika dituruti makanan sebanyak ini hanya untuk mengganjal perut bagi nya.
"beneran, kamu tidak lagi diet kan?" tanya Jonathan lagi yang masih menikmati minuman nya
"diet dikit. Bentar lagi kita menikah. Karin takut baju nya kekecilan " jawab Karin asal membuat Jonathan mendengus senyum
"kita bisa pesan lagi" jawab nya santai
"sayang uang nya" sahut Karina
"uang kita tidak akan habis hanya untuk beberapa baju sayang" kata Jonathan
"cobalah berhemat kak, begini saja kita sudah banyak menghamburkan uang" ungkap Karina dengan begitu lembut
Jonathan langsung tersenyum dan menggeleng
"tidak masalah. Hidup hanya sekali. Aku bekerja siang dan malam untuk membahagiakan diriku dan juga kamu. Ada yang untuk kita berfoya foya, tentu ada juga yang aku sisihkan untuk masa depan kita" jawab Jonathan begitu lugas membuat Karina langsung menghela nafas lelah
"baiklah, yang terpenting jangan sampai tuan Maxwel bangkrut karena hobi kakak yang selalu begini" kata Karina
Jonathan hanya terkekeh kecil mendengar nya
"jika papa bangkrut, kita masih punya Ivan dan perusahaan nya" sahut Jonathan membuat Karina mendengus
"mereka tidak akan berbagi untuk kita. Kakak pasti tahu bagaimana hemat nya kak Ivan" kata Karina tertawa begitu pula dengan Jonathan
"ya kamu benar, aku baru ingat. Anak itu memang terlalu hemat" balas Jonathan
"dan kakak gak ingin mengikuti jejak nya?" tanya Karina lagi dan Jonathan langsung menggeleng
"no, Rezky sudah ada yang mengatur. Tidak perlu pelit untuk membahagiakan diri sendiri" jawab Jonathan. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya. Sebuah kotak kecil bewarna silver.
Karina mengernyit bingung melihat nya
"Apa itu?" tanya Karina
"untuk wanita spesial dalam hidup ku" jawab Jonathan membuka kotak yang berisikan sebuah kalung permata dengan berlian kecil yang menghiasi beberapa bagian nya
Karina langsung terbelalak melihat nya
'baru juga diminta hemat'. batin nya dalam hati
Jonathan menyerahkan kalung itu pada Karina yang masih menatap heran pada nya
"gunakan kalung itu besok saat acara pertunangan Ivan" kata Jonathan
"kak, ini berlebihan. Perhiasan kemarin aja belum ada yang Karin pakai" kata Karina menatap Jonathan yang hanya mengendikan bahu nya
"kamu hanya tinggal pakai sayang. Jangan banyak berfikir yang tidak penting oke. Aku bingung menghabiskan uang kemana" ucap Jonathan terlihat angkuh membuat Karina berdecih sinis. Namun dia tetap meraih pemberian Jonathan itu
__ADS_1
"oke, baiklah, tuan muda Alexander. Terimakasih atas pemberian nya. Dan saya pastikan setelah ini saya akan meminta yang lebih banyak, agar anda tidak bingung lagi menghamburkan uang anda yang begitu banyak" kata Karina menatap lekat wajah Jonathan yang tersenyum dan mengangguk
"itu baru wanita ku" jawab nya lugas.