Story Of The Twins

Story Of The Twins
Gara Gara Roti


__ADS_3

Dua hari sudah Karina dirawat dirumah sakit. Keadaan nya sudah cukup baik meski infus masih belum bisa dilepas. Besok Karina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawat nya.


Selama dua hari ini Jonathan dengan setia menemani nya. Setiap pulang dari perusahaan, dia pasti kembali kerumah sakit dan menemani Karina menginap disana bersama ibu Karina dan juga Amelia.


Jonathan bahkan mandi dan berganti pakaian dirumah sakit, dia benar benar tidak pulang kerumah selama dua hari ini ini. Ivan yang selalu membawakan pakaian ganti untuk Jonathan, karena dia juga datang kerumah sakit, sebab Amelia juga ada disana untuk menemani ibu Karina.


Bapak Karina sudah kembali kekampung nya, karena banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.


Sore ini Jonathan baru saja tiba dirumah sakit, rasa lelah nya tidak dia perdulikan demi untuk menemani Karina.


Tidak ada hal yang paling merisaukan hati nya saat ini selain keadaan Karina. Namun dia cukup lega karena keadaan Karina sudah membaik.


Jonathan diantar oleh Dirga kerumah sakit, namun dia hanya masuk seorang diri karena Dirga kembali kerumah nya.


Jonathan berjalan dengan gagah nya memasuki koridor rumah sakit menuju ruang perawatan Karina. Semua mata perawat dan dokter memandang kagum kearah nya. Meski kini penampilan nya hanya terbalut dengan kemeja hitam saja, jas nya sudah dia lepas dan dia sampirkan dilengan nya. Wajah nya lelah, namun pesona nya tidak mampu membuat mata berpaling. Namun mereka tidak berani menyapa terlalu berlebihan, mereka hanya menundukan kepala saat Jonathan lewat didepan mereka.


Pesona anak pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja itu memang benar benar membuat mata segar dan terpesona meski tampang nya datar dan dingin. Berbeda dengan kembaran nya yang begitu ramah.


Jonathan langsung mengetuk pintu ruangan Karina, dan tidak lama pintu dibuka oleh Amelia yang juga tidak pernah meninggalkan Karina.


"Baru pulang kak?" sapa Amel pada Jonathan yang langsung mengangguk. Mata nya memandang seluruh sudut ruangan yang tampak kosong


"Kemana Karin?" tanya Jonathan sembari berjalan menuju sofa dan mendudukan tubuh nya disana


"Karin lagi mandi sama ibu" jawab Amelia yang kini tengah merapikan tempat tidur Karina.


Jonathan terlihat menghela nafas nya, tangan nya membuka satu kancing kemeja dan melepaskan dasi yang terasa mencekik.


Lelah sudah pasti, tapi beruntung nya perusahaan sudah aman terkendali meskipun dia harus sibuk mencari sekretaris baru saat ini.


"Bagaimana perkembangan nya hari ini?" tanya Jonathan tiba tiba, membuat Amelia yang fokus pada pekerjaan nya langsung terkesiap dan menoleh pada Jonathan yang duduk disofa


"Sudah lebih baik kak. Gak ada masalah apapun lagi, besok pagi udah boleh pulang. Cuma tetap harus bedrest dirumah." jawab Amelia, dia duduk dikursi yang ada disamping ranjang Karina


"Wajah nya masih pucat, seharus nya dia masih harus dirawat" gerutu Jonathan, Amelia terlihat tersenyum canggung. Sejak Karina dirawat, lelaki ini memang agak cerewet. Amelia benar benar heran melihat nya. Setiap pulang bekerja atau dari manapun dia pasti menanyakan keadaan Karina yang dia sendiri seharusnya tahu jika Karina baik baik saja.


Jonathan langsung menoleh kearah kamar mandi yang terbuka, dapat dia lihat Karina baru selesai mandi dan dipapah oleh ibu. Dengan sigap dia langsung beranjak dan mendekat kearah Karina yang tersenyum menatap nya


"Biar saya saja Bu" ucap Jonathan. Ibu tersenyum dan mengangguk, dia langsung menjauh dan membiarkan Jonathan memapah Karina keranjang nya.


Amelia dengan sigap juga beralih dan berpindah tempat kesofa bersama ibu.


"Ibu mau keluar dulu ya, ada yang mau ibu beli" ucap ibu pada Amelia


"Beli apa Bu, Amel temeni ya" kata Amelia namun ibu langsung menggeleng


"Mau beli rempah rempahan untuk dibuat jamu. Kamu disini aja, nanti nak Ivan nyariin kamu. Heboh nanti kalau gak liat kamu" goda ibu membuat Amelia langsung tertawa kecil


"Ibu, gak lah, kak Ivan kan beda sama calon mantu ibu itu. Hehe" jawab Amelia namun dengan suara yang pelan


Ibu juga ikut tertawa sembari menoleh kearah Jonathan dan Karina sekilas yang sedang membantu Karina duduk diatas ranjang nya.


"Iya kan. Padahal Karin udah gak apa apa, tapi nak Jo berlebihan banget" gumam ibu


"Yauda, tunggu disini. Nanti ibu minta anterin bang Roy aja" kata ibu lagi sembari menyambar tas nya yang ada dimeja

__ADS_1


"Iya Bu, hati hati" ucap Amel


"Iya, gak ada yang nyulik ibu kok. Ibu wes tua, jadi aman kalau keluar" sahut ibu membuat Amelia lagi lagi tertawa lucu. Ibu Karina begitu baik, sudah seperti ibu sendiri bagi nya.


"Ibu mau kemana?" tanya Karina yang melihat ibu nya sudah memakai tas


"Ibu mau kepasar sore, mau beli rempah rempah buat jamu kamu" jawab ibu mendekat kearah Karina


"Biar diantar Roy Bu, dia ada didepan" sahut Jonathan


"Iya, nanti ibu minta anter dia. Kamu mau titip apa Rin" tanya ibu


Karina langsung menoleh kearah Jonathan dengan wajah sedikit merona membuat lelaki itu memicingkan mata nya


"Itu bu, keperluan Karin tadi" jawab Karin dengan senyum canggung nya


"Oh iya roti bantal. Yowes, itu aja kan, biar ibu pergi, takut keburu malem" ucap ibu dan Karin langsung mengangguk


"Hati hati bu" seru Amel lagi


"Iya" jawab ibu yang langsung keluar dari ruangan itu.


Karina menoleh pada Jonathan yang menatap nya dengan lekat.


"Kenapa kok gitu ngeliatin Karin nya?" tanya Karina aneh


"Kenapa kamu gak minta aku yang membelikan, seharusnya kamu bisa telfon aku tadi" ungkap Jonathan membuat Karina langsung terkesiap dan menoleh pada Amel yang terlihat mengulum senyum nya disofa


"Eh, itu, anu. Gak papa, biar ibu aja, dia lebih tahu kak" jawab Karina


"Aku juga tahu apa yang kamu suka. Memang apa susah nya mencari roti" ucap Jonathan kelihatan begitu kesal.


"Kakak gak bakalan ngerti merk apa dan gimana bentuk nya" kata Karina masih dengan bahasa yang lembut. Yang benar saja dia minta dibelikan pembalut pada Jonathan, meskipun mereka sudah bertunangan, tapi Jonathan laki laki, dan dia tidak mungkin meminta nya.


Tapi apa Jonathan mengerti roti apa yang dia maksud?


"Kamu meremehkan aku?" tanya Jonathan menatap Karina dengan lekat


"Bu bukan gitu" Karina terlihat bingung sekarang. Sementara disofa Amelia terlihat berpura pura bermain ponsel, padahal sebenar nya dia ingin sekali menertawakan dua manusia itu


"Aku ini tunangan kamu Karin. Seharus nya kamu memberi tahu aku ingin apa. Aku pasti membelikan nya, hanya sepotong roti tapi kamu malah minta ibu" kata Jonathan lagi


Sungguh Amelia benar benar tidak bisa lebih lama menahan tawa nya sekarang


"Kak" panggil Karina


"Bahkan toko nya saja bisa aku beli" dengus Jonathan


"Roti yang Karin maksud itu bukan roti yang biasa" sahut Karina mulai kesal


"Roti seperti apa yang kamu mau, bahkan roti yang ada di Italia juga akan aku bawakan untuk kamu" kata Jonathan lagi


Amelia langsung mendengus tawa dan langsung menutup mulut nya melihat Jonathan yang melirik nya dengan sadis


"Kenapa kamu tertawa" kata Jonathan pada Amelia yang menggeleng

__ADS_1


"Enggak, ini film nya lucu" sahut Amel menunjuk ponsel nya, yang bahkan tidak ada apa apa disana.


Jonathan langsung mendengus dan kembali menatap Karina yang menghela nafas lelah


"Kamu mau roti yang seperti apa?" tanya Jonathan lagi


"Udah deh kak, gak usah dibahas. Kakak gak akan tahu juga" jawab Karina yang malas memperpanjang urusan. Dia malu jika harus mengatakan nya, yang benar saja mereka ribut hanya karena roti yang sebenar nya adalah pembalut.


"Karina, kamu benar benar meremehkan aku" ucap Jonathan kesal. Dia mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang disana


Karina menatap nya dengan heran, begitu pula Amelia.


"Belikan seluruh macam roti yang paling mahal dan paling sulit dicari dikota ini" ucap Jonathan pada seseorang diseberang sana, membuat mata Karina terbelalak begitu pula dengan Amelia


"Kakak!" seru Karina tak percaya, yang benar saja Jonathan menyuruh orang membelikan nya roti, ini gila, dan benar benar gila.


"Biar kamu tahu aku tidak pernah main main. Hanya roti apa susah nya" kata Jonathan dengan wajah angkuh nya.


Mulut Karina terperangah menatap Jonathan, dia langsung menoleh pada Amelia yang terlihat mengulum senyum dan memijit pelipis nya, berusaha menyembunyikan senyum yang tak mampu ditahan.


Jika Jonathan tahu yang sebenar nya, entah bagaimana respon nya.


Mata mereka dengan serempak saling menoleh kearah pintu yang terbuka, menampakan Ivan yang masuk membawa dua buah paper bag ditangan nya.


Dia masuk memperhatikan ketiga orang itu yang terlihat berwajah tegang


"Kenapa dengan kalian?" tanya Ivan yang berjalan menuju Jonathan dan menyerahkan satu paper bag ditangan nya


"Gak ada kak" jawab Karina dengan senyum canggung


Ivan langsung mengendikan bahu nya dan beralih menuju Amelia disofa.


Amelia tersenyum riang menyambut Ivan yang sudah terlihat segar dengan pakaian santai nya.


"Nih aku bawain kamu sesuatu" ucap Ivan menyerahkan paper bag pada Amelia yang menerima nya dengan senang hati. Ivan langsung merebahkan tubuh nya diatas sofa dan menyandarkan kepala nya dipundak Amelia.


Amelia membuka paper bag itu dan mengeluarkan isi nya. Mata nya melebar saat melihat apa yang dibawakan Ivan. Begitu pula dengan Karina dan Jonathan.


Amelia mengeluarkan empat buah roti merk BreadTalk dengan varian rasa yang menggugah selera. Roti itu masih hangat dan sangat harum.


Amelia langsung tertawa kecil melihat nya membuat Ivan menatap nya dengan heran, dia menoleh pada Jonathan yang mendengus kesal dan Karina yang terlihat salah tingkah.


"Kenapa yang?" tanya Ivan yang tidak tahu kejadian yang sebenar nya


"Enggak, tuh Karin pengen roti dari tadi, mereka ribut gara gara roti bantal" jawab Amel dengan tawa kecil nya


"Kak Amel" gumam Karina pada Amelia yang masih tertawa lucu


"Hmh, lihat, Ivan saja bisa membelikan hanya sebuah roti. Kamu malah tidak ingin meminta ku" kata Jonathan yang mulai lagi


"Kakak, roti yang Karin mau beda!!" seru Karina frustasi


"Apa yang beda. Nanti kamu pasti suka, semua varian dan merek roti sudah aku suruh Dirga membawa nya kemari. Biar kamu puas dan tidak meremehkan aku" jawab Jonathan


"Astaga!" gumam Karina menepuk dahi nya dengan kesal

__ADS_1


"Hihi, bisa bisa nya ribut karena roti" gumam Amelia


Ivan hanya menatap mereka dengan bingung. Entah apa yang diributkan, dia malas ambil perduli.


__ADS_2