
Dirumah keluarga Agueenno...
Maxwel duduk disofa ruang tengah nya dengan tangan yang memijit pangkal hidung nya dengan pelan. Suasana rumah itu begitu sunyi karena hari sudah malam dan para pelayan sudah berada ditempat mereka masing masing, hanya yang bertugas berjaga saja yang tampak nya masih berkeliaran kesana kemari, namun tidak ada satupun yang berani menegur tuan mereka, karena seperti nya darah tinggi tuan besar sedang kumat , fikir mereka, termasuk Roy maupun Jhon.
Delisha datang dengan membawa segelas seduhan jahe hangat untuk suami nya itu.
Dia tersenyum dan menyodorkan gelas itu pada Maxwel.
"diminum dulu mas, biar tenang" kata Delisha lembut
Maxwel tersenyum tipis lalu menyeruput perlahan minuman nya, rasa hangat dan sensasi pedas nikmat nya benar benar mampu menenangkan sedikit hati dan otak nya.
"apa aku sudah terlalu keras pada Jovankha" gumam nya menatap Delisha seiring tangan nya yang menyerahkan kembali gelas minuman nya.
Delisha menerima nya dan meletakan gelas itu dimeja, tangan nya kemudian mengusap lembut pundak kekar pria paruh paya yang masih kelihatan begitu gagah, dia lalu tersenyum lembut disana
"mas begitu karena mas ingin yang terbaik untuk nya, aku tahu. Tapi sebaik nya mas harus bisa mengontrol sedikit emosi mas pada nya, bagaimana pun dia baru ikut kita beberapa tahun ini, meskipun dia mengerti tapi aku takut dia merasa mas memperlakukan nya sedikit tidak adil dengan Jonathan" ungkap Delisha begitu hangat,
Maxwel menghela nafas nya sejenak
"emosi ku selalu naik jika mengingat kejadian waktu itu, meski sudah berlalu tapi trauma itu masih begitu mendalam." ungkap Maxwel
"aku juga begitu menyesal telah membentak nya seperti tadi, dia pasti begitu terpukul" lirih Maxwel
"dia anak yang baik mas, aku yakin dia tidak akan berfikiran yang tidak tidak, aku akan memberikan pengertian pada nya" jawab Delisha
Maxwel tersenyum dan menarik istri nya kedalam pelukan nya, mencari ketenangan disana
"mas" panggil Delisha begitu lembut dan hati hati
"ya" jawab Maxwel
"bagaimana jika mereka ditakdirkan memang untuk bersama?" tanya Delisha lagi. Dan dapat dia dengar tarikan nafas yang begitu berat didada suami nya
"entah lah" jawab Maxwel singkat, ada rasa tidak rela yang terkandung dalam ucapan nya, dan Delisha sadar itu
"mas, tidak ada yang tahu jodoh anak anak kita siapa, bahkan Jonathan yang sudah bertahun tahun bersama Karina saja belum tentu berjodoh, aku hanya ingin jika suatu saat nanti mereka memang ditakdir kan bersama, mas jangan sampai melukai hati Jovankha ya" ungkap Delisha lembut
Maxwel hanya diam dan kembali mendarat kan ciuman dikepala istri nya
"jangan karena hal ini hubungan mas dengan dia merenggang, aku sungguh tidak ingin seperti itu" kata Delisha lagi
"tidak sayang, bagaimana pun dia, dia adalah anak ku, anak yang kita nantikan selama bertahun tahun lama nya. Jika boleh meminta aku hanya ingin garis takdir kita tidak lagi berurusan dengan keluarga mereka, meskipun gadis itu gadis yang baik dan bukan darah daging nya" jawab Maxwel
"iya mas" balas Delisha pasrah
'sayang nya aku melihat sebuah rasa sakit Dimata Ivan saat kau menentang hubungan mereka mas, dan itu bukan hanya sakit biasa, aku takut ini akan benar benar menyakiti nya nanti'. batin Delisha
...
Dirumah Amelia
__ADS_1
Saat ini Amelia sedang berada dikamar nya bersama dengan Karina. Karina memutuskan untuk bermalam disana karena Andrean, kakak Amelia sedang keluar kota, sedangkan ibu Amelia sudah tiada setahun yang lalu karena depresi.
Amelia tengah berbaring diatas ranjang nya setelah membersihkan diri dan kini bergantian dengan Karina.
Dan Karina juga baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Dia duduk didepan meja rias milik Amel
"kak Amel kamar nya cewe banget ya, pink semua" ucap Karina membuat Amelia tertawa disana dan langsung meletakan ponsel nya , kini dia menatap Karina yang sedang menyisir rambut panjang nan hitam milik nya
Cantik, khas orang Indonesia, cantik yang natural, tubuh yang tidak terlalu tinggi namun tidak pendek, badan ideal, wajah tirus namun beraura, kulit halus meski tak seputih diri nya, dan lagi senyum nya yang manis yang membuat siapapun betah memandang nya.
"kenapa Mandang aku begitu sih" tanya Karina dari pantulan cermin nya
Amel terkesiap sedikit kemudian kembali tertawa
"kamu cantik Rin, pantas aja kak Jo jatuh cinta sama kamu" ungkap Amel
'juga kak Ivan' batin nya
Karina langsung tersipu mendengar nya
"jauh cantikan kakak, aku mah cuma gadis kampung kak" jawab Karina
"walaupun kamu dari kampung, tapi asal usul mu jelas. Beda dengan ku" gumam Amel tertunduk lirih,
Karina langsung beranjak dan duduk disebelah Amel
"jangan begitu, kakak juga punya kak Andrean yang sayang kakak" kata Karin mengusap bahu Amelia dengan lembut. Dia tahu jika Amel memang bukan anak kandung tuan Darwin dari Jonathan
"kak, jangan berkecil hati. Semua orang tidak hidup dengan keadaan yang baik baik saja, kita semua punya masalah hidup masing masing" kata Karina lagi
Amel menatap sendu Karina, sungguh gadis yang begitu lemah lembut, pantas saja dua kembar itu benar benar jatuh cinta pada nya
"ya aku tahu itu, maka dari itu aku masih bertahan hingga sebesar ini" jawab nya sembari tertawa getir
"hanya saja hati manusia selalu merasa kurang, begitu pun aku, yang terkadang merasa iri dengan kehidupan orang lain, melihat mu aja aku iri Rin, kamu punya keluarga yang menyayangi mu, kekasih yang mencintaimu, dan teman teman yang perduli padamu, sedangkan aku, aku ngerasa selalu sendiri" ungkap nya lagi
Namun Amel mengernyit ketika melihat Karina yang malah terbahak mendengar nya
"kenapa, apa ada yang lucu " tanya Amel, membuat Karina menghentikan tawa nya langsung dan menggeleng pelan
"kakak tau gak, padahal selama ini aku Lo yang ngerasa iri sama kakak. Hidup kakak kayak nya enak banget, kakak hidup dikeluarga kaya, kakak punya kak Andrean yang sayang kakak, kakak punya sesuatu yang bisa kakak banggain. Sedangkan aku, aku cuma gadis kampung yang beruntung dipungut sama kak Jo, aku cuma gadis beruntung yang hidup ditengah tengah kalian yang serba ada, terkadang itu bener bener buat aku ngerasa rendah diri, apalagi kalau denger perkataan temen temen kampus, bener bener buat aku down" ungkap Karin pula, dan Amel langsung tersenyum mendengar itu
"hei, kenapa berfikiran aneh gitu sih, yang ngejalani hidup kan kamu sama kak Jo, ngapain dengerin kata orang" jawab Amelia membuat Karina menghela nafas panjang
"nah, disitu lah ujian hidup aku kak. Kakak ngerasa gak beruntung karena bukan anak kandung dikeluarga kakak, tapi gak ada yang berani nyepelein kakak kan. Nah aku, semua orang ngehina aku dengan bilang kalo aku ngerayu kak Jo, dan itu hampir setiap hari aku dengar selama lebih dari dua tahun ini, gimana gak didengerin" gerutu Karina membuat Amel terkekeh, bahkan dia sampai melupakan masalah nya sendiri
"yang terpenting kan kak Jo cinta dan sayang banget sama kamu Rin, kelihatan banget malah, bucin banget dia sama kamu" ungkap Amelia membuat Karin mengangguk
"iya sih, aku juga gitu, tapi kakak gak tahu kan, sebenar nya hidup bersama kak Jo itu menjadi beban tersendiri buat aku" kata Karina tertunduk
"kenapa begitu?" tanya Amel heran, padahal selama ini hubungan mereka baik baik saja, mereka saling cinta dan saling mendukung satu sama lain
__ADS_1
"kakak tahu kan siapa keluarga mereka, mereka keluarga terpandang , bahkan semua orang kenal keluarga mereka, dan kak Jo itu udah kayak pangeran dinegara ini, aku ngerasa rendah banget kalau harus berdampingan sama dia, aku bukan siapa siapa kak" lirih nya, dan kini gantian Amel yang mengusap pundak Karina
"jangan begitu, yang terpenting kak Jo dan keluarga nya menerima kamu dengan baik, anggap aja kamu Cinderella yang ditemukan sepatu kaca nya sama kak Jo" kelakar Amelia membuat Karina langsung tertawa
"haha, kayak nya emang aku jadi Cinderella sekarang" balas nya
"kamu beruntung bisa masuk kekeluarga mereka Rin, mereka keluarga yang baik dan hangat, mereka gak pernah membeda beda kan status seseorang" kata Amelia
'tidak seperti aku, jangan kan masuk kekeluarga nya, masuk kedalam hati Ivan saja begitu sulit". batin nya pedih
"ya kak, aku juga gak tahu kenapa takdir hidup ku begini" jawab Karina
"kamu orang baik, pasti dipertemukan dengan yang baik juga" balas Amel
"kak, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Karin menatap ragu Amelia yang langsung mengangguk dan tersenyum, seperti nya dia tahu apa yang akan dipertanyakan gadis ini
"kenapa orang tua kak Jo dan Kak Ivan tidak bisa menerima kakak, dari apa yang kakak bilang tadi mereka orang baik yang tidak membedakan status seseorang" kata Karina , dan benar dugaan nya, Karin pasti akan menanyakan hal ini
"apa kak Jo gak pernah menceritakan nya sama kamu?" tanya Amel kembali namun Karin malah menggeleng
"hmh, kakak kan tahu kalau kak Jo itu makhluk paling dingin didunia, dia gak akan cerita kalau gak aku tanyak, lagian aku gak enak nanya begitu, tapi sekarang aku bener bener penasaran, apalagi ditambah siang tadi kakak gak di bolehin jenguk kak Ivan karena ada orang tua nya" jelas Karin
Amel tersenyum getir menatap Karin
"panjang cerita nya Rin, ini masalah keluarga, aku gak mungkin menceritakan nya sama kamu. Tapi inti nya, orang tua ku pernah berbuat kesalahan pada tuan Maxwel, dan kesalahan itu begitu fatal,mungkin itu yang mendasari mereka kurang begitu menyukai ku" ungkap Amelia begitu pedih
dan Karina langsung mengusap pundak gadis itu, terlihat jelas kesedihan didalam hati nya
"kak, kalau kalian jodoh, mau bagaimana pun rintangan nya pasti akan bersatu juga" kata Karina
Amel menggeleng lemah
"bagaimana mungkin Rin, kami hanya teman, kak Ivan hanya menganggap ku teman" lirih nya tertunduk
"kakak jatuh cinta pada nya kan" tebak Karina
"kamu tahu itu" tanya Amel dan Karina langsung tersenyum
"aku juga perempuan, jelas aku bisa merasakan apa yang kakak rasa. Kita udah berteman lama kak" ungkap Karin
"ya kamu benar. Tapi ini hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Takdir kami mungkin memang tidak untuk menjadi pasangan Rin, hati Ivan bukan untuk ku, dan restu orang tua nya juga begitu. Aku bisa apa, selain hanya memendam" ungkap nya lagi
"kata siapa hati kak Ivan bukan untuk kakak?" tanya Karin pula
"seharus nya kamu tahu itu, dia hanya menganggap ku ada disaat dia membutuhkan ku aja, kamu bisa lihat kan, selama ini aku lah yang mengejar ngejar nya, rasa nya seperti tidak ada harga diri, tapi bagaimana, hati ku gak bisa dikendalikan" jawab Amel tertunduk
Karina menghela nafas nya sejenak, ya, semua yang dikatakan Amel benar, Ivan terlihat selalu mengabaikan Amelia, tapi Karin tahu jika Ivan sudah jatuh hati pada Amelia, karena dia juga pernah melihat tatapan itu dulu, sewaktu dikampung,
tatapan...
yang tertuju....
__ADS_1
untuk dirinya.....