Story Of The Twins

Story Of The Twins
Sunset Ditepi Pantai


__ADS_3

Kasih nampak tertunduk takut saat Jonathan memandang nya dengan tajam. Namun Dirga segera menarik tangan nya untuk mendekat pada Ivan.


"Tidak apa apa, ayo" ajak Dirga


Kasih tampak ragu, namun Dirga terus saja menarik tangan nya. Semua orang memandang dia dengan lekat, membuat Kasih benar benar takut dan canggung.


Ivan memandang Kasih dengan iba, dia tahu gadis ini masih saja selalu takut pada Jonathan. Tapi Ivan tahu dia pasti gadis baik, sehingga Dirga mau mengajak nya kemari. Meski suasana berubah menjadi canggung dan tegang, tapi Ivan dan Amelia tetap menyambutnya dengan baik dan tersenyum ramah. Mereka tidak ingin acara mereka berantakan karena wajah kesal Jonathan. Apalagi diujung sana dimana tempat orang tua berkumpul, Maxwel dan Rico memandang mereka dengan lekat.


"Tuan muda selamat atas pernikahan kalian. Semoga bahagia selalu" ucap Dirga menjabat tangan Ivan namun Ivan segera menarik nya dan memeluk nya sekilas


"Terimakasih. Maafin sikap Abang gue ya" bisik Ivan


Dirga melepaskan pelukan nya dan tersenyum pada Ivan. Seperti nya Ivan tahu apa yang dirasakan nya, karena sejak tadi Jonathan tidak ingin melihat nya, dia hanya menatap tajam pada kasih yang dibawa Dirga. Bahkan sekarang Jonathan sudah menarik pergi Karina.


Faiz dan Diana hanya diam dan tidak tahu harus berkata apa. Sepertinya tuan muda itu masih belum bisa melupakan kejadian kemarin


"Udah gak usah diambil hati. Kalian nikmati pesta nya" ucap Ivan menepuk bahu Dirga yang memandang kepergian Jonathan


"Makasih udah mau Dateng ya Kasih. Kamu cantik banget" ucap Amelia pada kasih. Wajah sedih Kasih langsung tersenyum terpaksa dan mengangguk


"Maaf nona, kedatangan saya buat semua jadi begini" gumam Kasih terlihat begitu canggung, bahkan dia tidak berani memandang Diana yang ada disebelah Amelia


"Gak apa apa" jawab Amel


"Sekali lagi, selamat untuk pernikahan kalian. Seperti nya kami gak bisa lama disini" kata Dirga


"Jangan sungkan begitu lah. Yang lalu biar berlalu" jawab Ivan


"Emm saya gak pantas disini tuan" gumam Kasih


"Udah lah, jangan sungkan begitu. Mungkin mereka masih takut takut, yang penting kamu gak ngulangin hal yang sama lagi" kini giliran Diana yang berbicara. Walaupun dia kesal pada Kasih, tapi melihat wajah tertekan gadis itu dia menjadi iba melihat nya. Apalagi Diana tahu jika Kasih melakukan itu karena terpaksa


Kasih langsung memandang Diana dengan ragu


"Maafkan saya nona, saya benar benar menyesal" ucap Kasih


Diana tersenyum dan mengangguk


"Gak apa apa. Aku udah baik baik aja. Aku juga udah maafin kamu" jawab Diana


"Nah kan. Diana udah maafin kamu. Jadi gak perlu ngerasa malu atau ngerasa bersalah lagi." kata Ivan


"Jangan sedih lagi" kata Dirga pada Kasih yang hanya mengangguk saja


"Kalau begitu kami pamit dulu. Melihat mereka, aku takut buat acara kalian berantakan. Tapi aku kemari bersama Kasih cuma mau nunjukin kalau dia udah menyesal dengan apa yang dia lakuin dulu. Aku harap kalian jangan berfikiran buruk tentang aku dan Kasih" harap Dirga pada Ivan


Ivan tersenyum dan mengangguk


"Apaan sih, gue gak kayak gitu lah. Gue tahu kok, bahkan gue duluan yang tahu kalau Kasih memang gadis baik" jawab Ivan memandang Kasih yang tersenyum tipis. Ya, hanya Ivan yang bisa menenangkan hatinya dulu disaat semua orang menyalahkan nya


"Sekali lagi terimakasih tuan. Berkat anda adik saya bisa kembali" ucap Kasih

__ADS_1


"Sama sama. Sekarang fikirkan masa depan kamu. Kamu harus bisa lebih baik lagi. Dirga cocok jadi pembimbing kamu. Kalian begitu serasi. Yakan yang" ucap Ivan seraya melirik kearah Amel yang langsung mengangguk


"Iya, cocok kok kalian" sahut Amel pula


Kasih langsung tertunduk malu, dia jadi tidak berani memandang Dirga yang tampak tersenyum tipis.


"Kau begitu kami permisi" pamit Dirga


Ivan menepuk bahu Dirga sekilas dan mengangguk


"Yuk Iz" sapa Dirga pada Faiz


"Ya, gak foto dulu" ajak Faiz


"Gak usah deh" jawab Dirga


Mereka hanya tersenyum dan membiarkan Dirga pergi membawa Kasih. Semua orang tampak saling pandang canggung, dan tidak ada yang berani berbicara.


Apalagi saat melihat Jonathan yang duduk dikursi nya dengan wajah kesal. Rico juga memandang tajam Dirga yang malah berlalu membawa Kasih. Dia tidak menyangka jika Dirga akan membawa gadis narapidana itu kepernikahan Ivan. Apa Dirga tidak berfikir jika dengan begitu dia membuat malu ayah nya. Ya, Rico benar benar tidak enak pada Maxwel sekarang. Pasalnya gadis itu adalah gadis yang hampir membuat menantu mereka celaka, dan sekarang Dirga malah membawa nya keacara ini.


Ivan menghela nafas nya sejenak dan memandang Amel yang juga memandang nya


"Foto aja yuk, ajak mereka. Dari pada jadi canggung begini" ajak Amel


"Yauda yuk. Bang Jo gitu amat. Padahal binik nya juga gak apa apa" gerutu Ivan


"Iya, binik gue yang celaka tapi dia yang marah" sahut Faiz pula


"Udah diakui aja" goda Amel


Faiz hanya tertawa dan memanggil Bambang dan Dian kembali.


Sedangkan Ivan juga memanggil teman teman yang lain.


Mereka semua yang sejak tadi diam dan tidak mengerti apa yang terjadi langsung beranjak dan berkumpul ketempat Ivan dan Amelia.


Hari sudah senja, dan matahari mulai terbenam membuat pemandangan ditepi pantai itu terlihat begitu indah. Kilauan sunset bewarna jingga menghiasi area resort itu. Membuat suasana tampak begitu estetik namun tetap romantis


"Yuk foto" ajak Karina


"Kamu aja" jawab Jonathan singkat


"Ayo dong, gak boleh gitu. Kakak mau ngerusak acara kak Ivan. Ini hari bahagia dia Lo" rayu Karina lagi. Sejak tadi Jonathan hanya diam dengan wajah tertekuk, dia benar benar kesal dengan kedatangan Dirga yang membawa kasih. Membuat Karina tidak tahu harus berbuat apa. Jonathan jika sudah marah, susah sekali dirayu


"Kalau mau marah, marah nya besok aja. Jangan sekarang. Kak Ivan pasti sedih ngeliat wajah kesal ini, dia kan pengen semua orang bahagia. Lihat om Rico, dia aja bisa nahan marah demi menghormati kak Ivan dan papa. Masak kakak gak bisa ngalah sebentar demi adik sendiri. Lagian kak Dirga juga udah pergi" kata Karina lagi


Jonathan terdiam sejenak. Menarik nafasnya dalam dalam. Dia benar benar tidak terima jika Dirga bersama gadis itu. Jelas jelas gadis itu adalah mantan napi dan orang yang ingin mencelakai nya. Tapi kenapa Dirga malah membawa nya. Apa Dirga tidak bisa berfikir jernih, bagaimana jika gadis itu akan berkhianat lagi? Bagaimana jika gadis itu akan mengulangi hal yang sama? Sungguh Jonathan tidak suka melihat sahabat nya dengan gadis itu.


Jonathan sedikit terkesiap saat Karina meraih tangan nya dan menggenggam nya dengan lembut.


"Kita kesana ya" ajak Karina begitu lembut dengan senyum nya

__ADS_1


Jonathan memandang kearah Ivan, dimana semua teman teman nya sudah berkumpul disana. Tertawa dan bercanda bersama. Melihat wajah bahagia Ivan, dia jadi luluh dan tidak ingin merusak suasana kebahagiaan ini.


Dan akhirnya, dia langsung mengangguk dan berdiri membuat Karina langsung tersenyum dengan senang


"Nah, gitu dong. Kan makin sayang" bisik Karina


Jonathan hanya mendengus senyum dan mengusap kepala nya sekilas


Dan akhirnya, mereka berkumpul bersama untuk mengambil foto sebagai bukti bahwa mereka pernah hadir diacara bahagia Ivan dan Amelia.


Senyum ceria dan tawa bahagia langsung tersemat ketika fotografer mengambil gambar mereka.


Ivan dan Amelia yang berada ditengah tengah juga tak kalah girang. Hari ini kebahagiaan mereka benar benar sempurna. Hari yang sudah mereka nantikan sejak lama. Momen pernikahan impian mereka berdua sejak dulu akhirnya bisa tercapai.


Semua teman teman mereka tampak berkumpul. Mereka tidak menyangka waktu akan secepat ini berlalu. Padahal dulu rasanya mereka masih sama sama kuliah, sama sama masih asik bermain dan belajar. Tapi kini, mereka telah beranjak dewasa, dimana tanggung jawab mereka bertambah dan waktu untuk bersama sudah tidak lagi bisa ditentukan.


Bahkan Dian dan Bambang juga bergabung bersama teman teman Ivan yang lain. Meski canggung dan merasa rendah, tapi teman teman Ivan cukup ramah pada mereka, sehingga mereka bisa sedikit berbaur dengan baik.


Ivan dan Amelia saling pandang dengan penuh cinta. Ikatan cinta hari ini benar benar membuat mereka begitu terharu.


Senja ditepi pantai itu menjadi saksi ikatan cinta mereka yang semakin kuat. Kebahagiaan mereka bertambah karena orang orang terdekat mereka yang juga ikut bahagia.


Amel dan Ivan saling berhadapan, saling memandang penuh cinta. Tangan mereka saling menggenggam dengan erat.


Kini mereka tinggal berdua, semua teman teman mereka telah kembali ketempat mereka masing masing, menikmati sunset yang begitu indah disenja itu


Kilauan kamera mengambil gambar Ivan dan Amelia sejak tadi. Mengabadikan kebahagiaan mereka dalam bentuk foto untuk bisa dikenang dikemudian hari.


"Aku mencintai kamu sayang" kata Ivan


"Aku juga cinta kamu" jawab Amel


Ivan ingin memajukan wajah nya pada Amel, namun langsung ditahan oleh Amel


"Jangan, inget tempat" bisik Amel


Ivan langsung terkekeh dan mengangguk canggung


"Kelepasan, gak tahan banget aku" jawab Ivan membuat Amel langsung mendengus kesal


"Tuan ayo, lagi pas ini moment nya" teriak sang fotografer


Ivan dan Amelia langsung menoleh kearah mereka. Dan memandang kearah sekitarnya yang memang sangat indah senja itu. Angin bertiup sepoi-sepoi mengibarkan selendang Amel. Sinar jingga dibalik tubuh mereka benar benar sangat cantik


Ivan dan Amel segera mengambil posisi untuk berfoto. Beberapa kali take dengan berbagai gaya dan pose. Hingga akhirnya Ivan meraih tubuh Amel dan mengangkat nya dengan mudah


Amel langsung berteriak terkejut namun Ivan malah tertawa. Dan tentu saja itu membuat sebuah momen yang sangat indah dan tidak bisa dilewatkan untuk diabadikan dalam kamera.


Bahkan bukan hanya pengantin saja yang berfoto, melainkan teman teman mereka yang lain pun tidak mau kalah. Tamu undangan sudah banyak yang pulang karena hari sudah begitu senja.


Para orang tua juga sudah kembali keresort karena acara akan dimulai lagi malam nanti.

__ADS_1


Kini hanya tinggal muda mudi yang menikmati sunset dipinggir pantai senja itu.


__ADS_2