Story Of The Twins

Story Of The Twins
Rencana Liburan


__ADS_3

Pagi ini Ivan sedang berada ditaman belakang rumah nya setelah sebelum nya dia lari pagi mengitari area taman yang begitu luas itu. Kebiasaan nya setiap pagi sebelum berangkat kuliah. Semakin dewasa dia semakin tahu diri untuk hidup sehat, berbeda dengan kehidupan nya dulu yang memang sudah selalu lelah setiap hari nya. Sekarang jika tak dicari, maka keringat tidak akan keluar dari tubuh nya .


Ivan lebih memilih berolah raga diluar ruangan, sedangkan Jonathan lebih suka berada diruang gym dan menghabiskan waktu berjam jam disana. Sungguh dua orang yang mempunyai kepribadian yang begitu berbeda.


Keringat masih mengucur deras diwajah dan tubuh atletis nya. Ivan duduk bersandar dikursi tak jauh dari kolam ikan milik Jonathan.


Menikmati udara pagi yang begitu menyegarkan meski matahari sudah mulai memancarkan cahaya terik nya.


Hari ini mereka tidak ada jadwal kuliah, karena memang mereka sudah tinggal menyusun skripsi saja.


"ah bosan sekali rasa nya, kepala gue juga puyeng mikirin skripsi terus. enak nya liburan bentar ini" gumam Ivan


"pulang kampung aja apa ya, sekalian ngeliat dua kunyuk itu, udah lama gak pulkam juga" gumam nya lagi dengan senyum yang langsung mengembang sempurna diwajah tampan nya.


Ivan segera bergegas kedalam rumah nya untuk membersihkan diri dan sarapan. Dia berpapasan dengan Delisha yang sedang berkutat didapur


"pagi ma" sapa Ivan sembari mencomot potongan buah yang sedang dipotong oleh mama nya


"pagi sayang, mandi gih, setelah itu sarapan" jawab Delisha dengan senyum lembut yang tidak pernah lepas dari wajah cantik nan anggun nya. Dan Ivan akui mama nya ini benar benar cantik dan begitu lembut, bahkan tidak pernah dia temui wanita secantik mama nya itu, dan dia begitu beruntung karena wanita itu adalah ibu kandung nya


"oke ma" jawab Ivan yang segera berlalu namun masih sempat mencomot kembali buah nya


Ivan berjalan setengah berlari menuju kamar nya, namun tiba tiba dia terhenti didepan pintu kamar Jonathan.


Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk kedalam kamar saudara nya, yang kebetulan Jonathan sedang menerima panggilan diponsel nya sehingga tidak mendengar jika Ivan sudah berada didalam kamar itu


"iya sayang, nanti aku antar, aku akan mengajak Ivan juga nanti. kamu tunggu ya" ucap Jonathan dengan begitu lembut membuat Ivan bergidik ngeri, bisa juga ternyata makhluk es ini bersifat hangat pada kekasih nya.


"oke" sahut Jonathan lagi. Dia langsung mematikan panggilan nya dan begitu terkejut saat membalikan badan ternyata sudah ada Ivan duduk manis dipinggir tempat tidur nya dan tengah menatap nya dengan senyum yang begitu menyebalkan


"kau ini seperti setan saja, selalu mengejutkan ku" ketus Jonathan sembari memegang dada nya yang hampir mengeluarkan isi nya


"hehe, habis nya telponan serius amat Sampek gak tahu aku masuk" jawab Ivan cengengesan


"mau apa?" tanya Jonathan sembari membuka baju nya, dia juga baru saja selesai berolahraga


"aku mau pulang kekampung, Abang ikut gak. Itung itung liburan lah, stress aku tiap hari mikirin skripsi Mulu" jawab Ivan


"oh kebetulan, aku juga baru saja ingin bilang padamu jika ingin pergi kekampung mu" kata Jonathan pula


"mau nganter Karina?" tanya Ivan dan Jonathan langsung mengangguk


"ya" jawab nya singkat


"oh yauda, pas banget. mau berangkat jam berapa?" tanya Ivan lagi


"sesudah sarapan ini saja, tapi besok kita harus pulang, tugas kita banyak disini" jawab Jonathan memperingatkan


"oke lah, gak masalah. yang penting bisa rehat sebentar" sahut Ivan dan Jonathan kembali mengangguk


"berarti aku jadi obat nyamuk kalian dong" kata Ivan tiba tiba menjadi kesal membuat Jonathan mendengus senyum


"ya malah bagus, jadi tidak akan ada nyamuk pengganggu yang akan mengganggu kami" jawab Jonathan santai membuat Ivan berdecak kesal


"sialan emang, nasib jomblo" dengus nya , dia segera berlalu dan keluar dari kamar Jonathan meninggalkan pemuda itu yang geleng geleng kepala melihat kelakuan nya

__ADS_1


Didalam kamar Ivan langsung mandi karena keringat sudah mulai mengering ditubuh nya. Dia mendengus kesal karena dia harus menjadi orang ketiga saat diperjalanan nanti, bukan karena cemburu, dia sudah merelakan perasaan nya, hanya saja dia sedikit kesal untuk itu.


Apa dia naik motor saja, ah, mana mungkin kan. Kelihatan sekali dia menghindari Jonathan dan Karina.


"wah ,.apa gue ajak Amel aja ya, itung itung biar ada temen gue ngobrol dijalan, si Faiz pasti gak bisa dia ada janji sama dosen siang ini, Toni juga sibuk ujian, jadi cuma tu cewe yang bisa diajak" kata Ivan tiba tiba, dia langsung mematikan shower nya dan menyudahi acara mandi nya.


Masih dengan menggunakan handuk, dia menyambar ponsel diatas meja belajar nya dan mencari nama Amelia disana


Tidak perlu menunggu lama, panggilan itu langsung diterima oleh Amel


Amel : ya kak


Ivan : kamu ada kegiatan dua hari ini


Amel : kebetulan gak ada kak. jadwal Amel kosong. Ada apa kak?


Ivan : kakak mau pulang kampung, kamu ikut gak, Karina juga ikut bareng bang Jo. Ya sekalian liburan lah, itupun kalau kamu mau


Amel : apa gak apa apa kak?


Ivan : enggak lah. nanti kamu bisa nginap dirumah Karina kok. Gak ada masalah.


Amel : emm boleh deh. kakak jemput kemari kan


Ivan : iya, sekalian nanti kakak pamit sama kakak kamu


Amel : oke kak


Ivan : yasudah kamu siap siap. dua jam lagi kakak jemput


Ivan langsung mematikan panggilan nya dengan senyum yang mengembang


"untung ada tu anak, gak perlu jadi obat nyamuk kan gue" gumam nya senang


Dia langsung bergegas berganti pakaian dan mengemas pakaian yang akan dibawa nya kesana nanti.


Ivan keluar bertepatan dengan Jonathan yang juga baru keluar dari kamar nya. Mereka saling pandang lucu dan geleng geleng kepala, bagaimana tidak, saat ini mereka mengenakan outfit yang sama, hanya berbeda t-shirt saja. Dari jaket hingga warna sepatu semua sama.


"CK, ganti sana" ucap Jonathan dengan wajah yang menunjuk arah kamar Ivan


"gak ada waktu lagi bang, udah jam berapa ini, abang aja sana ganti" perintah nya balik membuat Jonathan mendengus kesal


"hiss sudah lah" pasrah nya segera berlalu mendahului Ivan yang meringis kesal


"udah kayak Upin Ipin dah ini" gumam nya mengikuti langkah Jonathan menuruni anak tangga.


Delisha dan Maxwel yang sudah berada dimeja makan menatap heran anak anak mereka yang berpenampilan sama.


Bukan hanya jaket dan sepatu yang sama tapi juga sama sama menenteng tas ransel dipunggung mereka masing masing. Padahal ini hari Sabtu, kenapa mereka sudah terlihat rapi, fikir mereka.


"kalian mau konser dimana ?" tanya Maxwel menatap Jonathan dan Ivan yang langsung mendengus kesal mendengar pertanyaan konyol papa nya


"kami mau main kekampung pa" jawab Ivan dan diangguki Jonathan sembari meminum air putih nya


"tumben kompak benar" tanya Delisha pula

__ADS_1


"Abang ini gak mau ngalah, padahal kami gak janjian" jawab Ivan, Jonathan hanya memutar malas bola mata nya


"dimana mana adik yang mengalah" sahut Jonathan


"his, mana ada begitu. sejak kapan ada peraturan begitu. yang lebih tua seharus nya ngalah" balas Ivan pula


"hei, kalian itu sama. hanya berbeda lima menit" kata Maxwel


"tetap aja dia yang lebih tua" jawab Ivan membuat Jonathan tersedak makanan nya


Delisha langsung memberikan air putih pada putra nya itu.


Jonathan menatap kesal Ivan yang masih mengunyah makanan nya dengan santai


"cepatlah, kita sudah terlambat" ketus nya


"iya iya, lihat kan pa ma, kalau orang sudah tua itu pasti begini, tidak sabaran" kata Ivan menatap papa dan mama nya yang selalu tergelak melihat tingkah anak anak nya.


Yang satu dingin nya keterlaluan, dan yang satu jahil nya tidak ketulungan.


"Jovankha, kau" geram Jonathan menatap horor Ivan yang langsung tersenyum lebar melihat kekesalan Abang nya itu


"hehe, becanda , yaelah bang. cepet amat sensi nya" jawab Ivan


"sudah sudah, kalian ini, bertengkar terus. hati hati dijalan, kalian diantar Roy atau bawa mobil sendiri?" tanya Delisha menengahi perseteruan dua kembar itu.


"bawa mobil ma" jawab Jonathan yang telah selesai dengan sarapan nya


"kalau begitu hati hati, kalian tidak lama disana kan?" tanya Delisha lagi


"tidak, besok kami pulang" jawab Jonathan singkat


"iya, Abang mau jenguk mertua nya disana ma" goda Ivan kembali, membuat Jonathan meringis kesal apalagi melihat Maxwel yang menatap nya dengan lekat


"papa tidak melarang kalian berhubungan dengan siapapun, asal kalian ingat, kalian itu penerus kejayaan Aguenno grup, jangan buat papa dan mama kecewa" kata Maxwel serius menatap kedua anak nya bergantian


"baik pa" jawab Jonathan


"siap pa" jawab Ivan


"yasudah, kami berangkat dulu pa ma" kata Jonathan pamit pada Maxwel dan Delisha diikuti oleh Ivan yang langsung mencium punggung tangan orang tua nya


"hati hati nak, salam pada ibu dan bapak kamu ya" kata Delisha


"oke ma" jawab Ivan


Akhir nya Ivan dan Jonathan pergi dari rumah itu meninggalkan Maxwel dan Delisha yang masih duduk diruang makan


"anak anak kita sudah dewasa ya mas" ungkap Delisha


"ya, tidak terasa, dan sebentar lagi kita akan dapat menantu" jawab Maxwel membuat Delisha tesenyum lucu


"semoga mereka mendapatkan seorang wanita yang benar benar mencintai mereka setulus hati, bukan karena alasan harta ataupun tahta" harap Delisha


"semoga saja sayang. Kita hanya bisa berdoa untuk kebaikan mereka" jawab Maxwel dan diangguki oleh Delisha

__ADS_1


__ADS_2