Story Of The Twins

Story Of The Twins
Malam Yang Indah


__ADS_3

Malam ini begitu indah, hari yang cerah membuat bintang tampak bertebaran menghiasi langit malam yang gelap. Angin dingin ditengah laut membuat desir darah terasa bergejolak, tidak ada yang tidak menikmati keindahan dan ketenangan dimalam itu.


Masih berada diatas kapal, Jonathan dan Karina bersama Ivan dan Amelia serta cru kapal yang lain tampak mengadakan barbeque malam itu. Jam baru menunjukan pukul sembilan malam, dan tentu saja hari masih terasa sore untuk jiwa jiwa muda mereka.


Mereka tampak mengerjakan pekerjaan masing masing, Ivan dan Bento sedang memanggang daging dan bahan bahan yang lain nya. Jonathan dan Petro terlihat sedang duduk santai sembari menunggu ayam bakar mereka matang.


Karina dan Amelia sedang menyiapkan sambalan dan juga minuman diatas tikar yang digelar ditengah tengah dek kapal itu.


Sementara beberapa orang yang lain mondar mandir menyiapkan keperluan dua tuan muda mereka dan juga nona masing masing.


Tidak ada batasan antara tuan dan bawahan malam itu, Ivan meminta mereka untuk bergabung bersama agar suasana terasa lebih menyenangkan. Sayang nya Dirga dan Faiz tidak bisa hadir malam ini, jika ada mereka pasti suasana akan bertambah seru dengan kekocakan dua asisten gila itu. Hari ini mereka sibuk diperusahaan masing masing menggantikan tugas Ivan dan Jonathan. Tapi nanti mereka akan datang membuat kejutan untuk mereka semua.


Tidak lama kemudian, semua masakan sudah matang dan sudah ditata rapi diatas tikar oleh beberapa orang pelayan kapal, kapal itu tidak besar, hanya saja cukup mewah. Dan memang cru yang bertugas tidak terlalu banyak namun cukup membuat suasana malam yang cerah itu begitu ramai dan terasa mengasyikkan.


Jonathan segera duduk disamping Karina yang sudah mengambilkan sepiring daging dan sayuran untuk nya, sedangkan Ivan duduk disamping Amelia, mereka makan sepiring berdua dan tidak ingin sendiri sendiri, membuat beberapa pasang mata menatap iri pada mereka.


"Ah lapar nya" gumam Ivan yang baru selesai mencuci tangan dan langsung menyantap makanan dihadapan nya


"Pelan pelan yang, kayak gak makan satu harian aja" sahut Amelia sembari mengusap wajah Ivan yang sedikit berminyak


"Memang gak makan aku dari siang" jawab nya


"Bohong banget" dengus Amelia dan Ivan langsung tertawa mendnegar nya


Dimanapun berada tetap semua orang tidak ada yang berani pada Jonathan, pria dengan pesona dan wibawa yang berlebih dari pada Ivan itu terlihat santai dan tidak berbunyi sama sekali menyantap makanan nya, sehingga sedari tadi tidak ada yang berani menegur nya


"Hei, kalian kenapa diam aja, ayo makan, kok malah pada ngeliatin" ucap Ivan pada beberapa cru kapal yang masih berdiri dan tidak berani mendekat, mereka melirik kearah Jonathan dengan segan dan takut membuat Ivan langsung menghela nafas jengah, abang nya ini memang tidak ada perhatian nya sama sekali


"Duduk lah, tempat nya masih lapang, tuan muda Jonathan tidak akan melarang asal kalian jangan menyentuh gadis nya saja" kata Ivan dengan senyum usil nya. Jonathan langsung memandang nya dengan kesal, namun Ivan memberikan kode dengan lirikan matanya pada cru dibelakang mereka.


Jonathan langsung memandang mereka yang tampak ragu ragu


"Duduklah" perintah Jonathan singkat dan padat membuat Ivan mendengus gerah, Amelia hanya menahan senyum nya sembari terus mengunyah makanan nya


"Duduklah, tidak apa apa mas, mbak. Malam ini anggap kita teman" kata Karina pula


Mereka terlihat saling pandang ragu namun akhirnya mereka juga duduk dan bergabung bersama Ivan dan Jonathan. Bento dan Petro hanya diam dan menikmati makanan mereka, mereka terlihat begitu kelaparan karena telah bekerja begitu keras sore tadi.


"Sayang coba" ucap Ivan pada Amelia, dia menyodorkan irisan daging tipis kemulut Amelia yang dengan senang hati menerima nya


"Enak kan, buatan aku, spesial buat kamu" kata Ivan lagi


"Perasaan sama aja kayak yang lain" jawab Amelia sembari mengunyah daging nya


"Beda dong, yang ini dibuat dengan penuh cinta" gombal Ivan dengan tawa kecil nya yang langsung menular pada Amelia, mereka seperti melupakan manusia yang lain saat ini


"Haduh dunia berasa milik berdua ya tuan" sindir Bento membuat Ivan dan Amelia langsung menoleh kearah nya dan tertawa kembali


"Sirik aja lu Ben, maka nya kalau pergi pergi istri tu dibawa, jadi gak sirik" jawab Ivan


"Tuan menyindir nya terlalu sadis, jangankan istri, gebetan aja saya belum punya" jawab Bento dengan wajah yang dibuat sedih dan mendramatisir. Amelia dan Karina sampai terkekeh geli melihat nya, apalagi wajah Bento yang khas orang timor dengan rambut keriting membuat nya jadi lucu dipandang.


"Masak sih?' tanya Ivan sembari mengunyah makanan nya

__ADS_1


Bento langsung mengangguk begitu serius


"Benar lah, entah apa salah dan dosa saya maka Tuhan belum kasih saya jodoh" jawab nya membuat semua orang yang ada disana mentertawakan nya, ya, kecuali tuan muda Jonathan itu, dia hanya sibuk dengan makanan nya sendiri


"Coba deh kamu lurusin dulu rambut kamu, siapa tahu kau bisa cepat dapat jodoh" kata Ivan lagi


"Hah, benarkah?" tanya Bento dan Ivan langsung mengangguk


"Iya, biasa nya kalau sudah meluruskan rambut pasti banyak yang suka" tambah Ivan lagi


"Ah benarkah itu, kalau begitu sepulang dari sini saya pasti akan meluruskan rambut saya, supaya ketika pesta pernikahan tuan nanti saya sudah menggandeng wanita" jawab Bento yang bisa bisa nya percaya dengan perkataan Ivan, membuat Ivan langsung terkekeh lucu, dia mengangguk dan mengangkat jempol nya


"Ya, awas saja kau dimarah mamak mu nanti" kata Petro yang tampak baru selesai makan


"Aih abang ini, ada pula mamak ku marah, dia pasti bangga, tiga tahun aku kerja ikut abang, udah ada perubahan sama ku, ya sepaling tidak rambut ku yang lurus" jawab Bento


Sungguh meskipun hanya begitu, Amelia dan Karina tetap tertawa geli melihat Bento, ekspresi wajah nya benar benar mengesalkan untuk dilihat.


"Memang ada ada aja" gumam Ivan yang tertawa kecil.


Malam itu mereka habiskan dengan bercanda bersama, ya meskipun hanya Bento dan Ivan yang selalu berkelakar namun cukup menyenangkan untuk menemani waktu makan mereka.


Setelah selesai makan, mereka semua tampak membubarkan diri, hanya tinggal Ivan dan Amelia bersama Jonathan dan Karina yang masih duduk dibawah tikar, dibawah sinar bulan yang cukup terang malam itu. Duduk dibawah ribuan bintang dan bulan yang bersinar indah benar benar menyenangkan, apalagi dengan orang yang dicintai, rasa nya benar benar tiada dua nya.


Amelia dan Karina memakai selimut untuk melindungi tubuh mereka dari hawa dingin yang terasa menggigit malam itu, meskipun begitu tidak membuat kedua nya beranjak dari sana. Kapan lagi bisa menikmati saat saat seperti ini, double date yang romantis dibawah sinar rembulan, ah manis sekali.


"Tuan, ini gitar nya" kata seorang cru kapal pada Jonathan yang terlihat mengernyit.


"Untuk apa?" tanya Jonathan heran membuat pemuda itu juga bingung sedangkan Ivan dan Karina langsung tertawa melihat nya


"hehe, maaf tuan" ucap nya dan Ivan hanya mengangguk saja. Pemuda itu langsung pergi meninggalkan mereka, dan Ivan langsung memposisikan gitar ditangan nya


"Siap sayang" ucap Ivan pada Amelia yang langsung mengangguk semangat


"Wah udah lama gak dengar kalian nyanyi" sahut Karina pula


"Dari pada gak da kerjaan, kapan lagi kayak gini, besok belum tentu bisa" kata Ivan yang mulai menyetel gitar nya


"Nyanyi bareng ya" ajak Amelia dan Karina langsung mengangguk sedangkan Jonathan hanya tersenyum melihat Karina yang tak pernah memudarkan senyum.


Ivan tersenyum dan kembali memetik gitar dengan lincah, dan alunan merdu langsung terdengar saat nada demi nada mulai saling bertaut. Lagu cinta mulai terdengar dari mulut Ivan, dia menatap Amelia dengan senyum yang sangat indah membuat Amelia juga ikut tersenyum dan menyanyikan nya bersama Ivan.


Karina dan Jonathan begitu menikmati suara mereka berdua yang memang merdu dan enak didengar.


Hanyalah dirimu, mampu membuatku jatuh dan mencinta,


kau bukan hanya sekedar indah,


kau tak akan tergantiiii


Suara mereka terdengar saling bersahut merdu dengan pandangan yang tidak lepas satu sama lain, sangat indah dan begitu indah, hingga rasa nya mereka ingin waktu terhenti saat ini saja.


"Keren!!" seru Karina dengan tepukan tangan nya

__ADS_1


"Udah lama banget loh gak kayak gini, kalau liat kalian nyanyi, jadi inget waktu jaman kita kuliah dulu, liat kalian nyanyi diacara bulanan kita, liat kalian nyanyi ditv, gak nyangka aja udah selama itu" ungkap Karina membuat Ivan dan Amel saling pandang dan tertawa lucu.


Ya, masa masa kuliah memang masa masa yang menyenangkan, tapi jika dikenang ada rasa getir yang mereka rasakan. Disaat itu Ivan sedang patah hati karena cinta nya harus kandas karena merelakan orang yang dia sayang untuk saudara nya sendiri, dan Amelia juga patah hati karena dia begitu menyukai Ivan namun pemuda itu malah menyukai orang lain. Ya, cinta mereka pernah semenyakitkan itu.


Ivan langsung menggenggam tangan Amelia dibalik selimut, dia menatap dalam wajah Amelia yang tersenyum menatap nya


"Gak terasa waktu cepat banget berlalu, dan kita udah sampai ditahap sejauh ini" kata Amelia


"Pahit manis nya udah kita lalui sama sama, semoga kita bisa bersama terus sampai maut memisahkan" sahut Ivan


"Pasti bisa, yang terpenting harus saling percaya dan memahami" kata Karina pula


"Saling menjaga dan tetap tinggal meski seberat apapun cobaan nya" sahut Jonathan pula


Mereka semua langsung mengangguk dan sama sama melepaskan senyum. Mata mereka kini beralih menatap keatas langit yang begitu indah, dengan tangan yang saling menggenggam dengan erat. Karina merebahkan kepala nya dipundak Jonathan begitu pula dengan Amelia, dia mendekatkan diri pada Ivan dan menyandarkan kepala nya dibahu kokoh itu.


Mata mereka memandang keatas langit, namun dengan harapan yang juga mereka langitkan. Harapan untuk bisa selalu bersama selama nya.


Namun tiba tiba, mata mereka berbinar indah dan terperangah kaget saat melihat kembang api besar yang meledak diatas langit malam itu.


Amelia dan Karina langsung berdiri dan berlari ketepian kapal demi untuk melihat kembang api itu dengan lebih jelas.


"Wow indah banget" gumam Karina


"Cantik" gumam Amelia dengan mata yang berbinar


Ivan langsung mendekat kearah Amelia begitu pula dengan Jonathan.


"Kamu suka" bisik Ivan sembari merangkul bahu Amelia dengan mesra, dia mengecup singkat dahi Amelia, Amelia menoleh kearah Ivan sejenak dan mengangguk, mata nya kembali menatap kearah langit dimana kembang api itu terus meledak memancaran percikan sinar yang bewarna warni


Sedangkan Jonathan berdiri disamping Karina dan menggenggam kembali tangan Karina yang menatap nya dengan senyuman


"Siapa yang meledakan kembang api ini?' tanya Karina


Jonathan langsung menoleh kearah Ivan, membuat Karina dan Amelia juga menoleh kearah nya


"Spesial untuk malam ini" ucap Ivan, dia menunjuk kearah tepian laut dimana ada sebuah kapal kecil disana


"Pasti dua asisten itu" kata Jonathan dan Ivan langsung mengangguk dengan tawa kecil nya


Mereka kembali menikmati malam yang benar benar indah, berempat bersama orang orang tersayang.


,,,


Sementara dibalik keindahan yang tercipta pasti ada orang orang yang sudah bekerja keras untuk itu. Ya, Faiz dan Dirga, mereka bersama beberapa orang suruhan mereka lah yang meledakan kembang api untuk menemani malam tuan muda mereka.


"Tumben banget tuan muda Ivan gak perhitungan soal uang, ini bukan sesuatu yang murah" gumam Dirga melihat tumpukan kembang api berukuran super besar yang cukup banyak


"Entah lah, mungkin dia sedang khilaf" jawab Faiz


.....


*Next, part selanjut nya acara nikahan Jonathan dan Karina

__ADS_1


Kalian harus dateng,


Jangan lupa bawa like dan komen dalam amplop. wkwk


__ADS_2