
Malam ini disebuah taman yang tidak jauh dari sudut kota, Diana tampak mondar mandir dengan perasaan yang begitu gundah. Dia sudah menunggu selama setengah jam ditaman itu, namun yang ditunggu tunggu belum datang juga. Beberapa kali dia melihat jam dipergelangan tangan nya dan bergantian dengan menoleh kearah pintu masuk. Hari sudah mulai mendung dan dia begitu takut jika hujan akan turun. Jika itu terjadi maka rencana mereka akan berantakan.
Tiba tiba ponselnya bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Diana mengecek nya dan ternyata dari Karina. Ya, sejak tadi mereka sudah begitu sibuk menanyakan apakah Dirga sudah datang atau belum. Padahal Diana yang seperti santapan nyamuk disini. Dia menjadi korban dari keinginan Karina yang ingin Dirga dan Jonathan akur kembali.
Diana menghela nafasnya dengan kesal. Memandang kesana kemari dengan tangan yang terus mengusap tubuhnya, dingin malam ini begitu terasa menggigit.
"Diana" panggil seseorang tiba tiba. Diana sedikit terkesiap dan langsung menoleh keasal suara. Senyum nya langsung mengembang saat melihat siapa yang datang
"Ah tuan, akhirnya kalian datang juga" seru Diana begitu senang
"Kasih, kamu cantik sekali" puji Diana memandang Kasih yang tertunduk canggung
"Terimakasih." jawab nya begitu pelan
"Tuan, apa semua sudah beres?" tanya Kasih pada Dirga
Dirga langsung mengangguk dan merogoh ponsel didalam saku celana nya
"Ya, lima belas menit lagi waktunya. Tapi kenapa sepi. Dimana mereka?" tanya Dirga memandang bingung tempat itu yang begitu sepi. Dia kira dia akan datang dan disambut dengan teman teman nya yang lain. Namun hanya ada Diana disini. Tentu saja dia begitu bingung, padahal dia sudah menyiapkan mental nya untuk meminta maaf dan berterimakasih pada Jonathan.
Diana tersenyum canggung dan menyibakkan sedikit rambut nya. Dia memandang sekilas kearah belakang Gazebo kecil, disana lah orang orang yang lain telah berkumpul
"Mari tuan, ikut saya" ajak Diana, dia langsung berjalan mendahului Dirga dan Kasih
Dirga mengernyit bingung namun dia tetap mengikuti langkah Diana
"Kamu yakin?" bisik Kasih yang terlihat begitu ragu. Dia benar benar masih takut jika harus berurusan dengan Jonathan dan yang lain nya. Meskipun saat ini dia harus mengucapkan terimakasih pada Jonathan
"Tidak apa apa. Ada aku. Bukankah kita sudah sepakat tadi?" balas Dirga yang juga ikut berbisik.
Kasih terlihat menarik nafasnya dalam dalam dan mengangguk pelan. Dirga yang melihat itu langsung tersenyum tipis dan mengusap bahu Kasih sekilas. Ini memang canggung dan aneh, tapi jika dia tidak memulai nya, maka sampai kapan pertemanan mereka begini.
Dan disaat telah melewati sebuah Gazebo kecil, dapat Dirga lihat jika Jonathan dan Faiz duduk santai disana bersama Karina. Dirga menghentikan langkah nya, dia memandang bingung pada Diana yang terus saja berjalan. Bukankah dia berkata jika ingin membuat kejutan untuk Faiz, tapi kenapa Faiz sepertinya santai santai saja. Bahkan dia sedang memakan kue ulang tahun nya saat ini.
"Tuan, ayo. Kasih ayo sini" seru Diana memanggil Dirga dan Kasih yang tampak saling pandang bingung
"Kak Dirga, Kasih. Kalian udah dateng" sapa Karina yang langsung berjalan mendekati Dirga dan Kasih
"Nona Karina" sapa Kasih dengan sedikit membungkukkan tubuhnya
"Jangan terlalu formal. Udah yuk, kenapa lama banget sih. Kami udah nungguin dari tadi" Karina langsung menarik lengan Kasih untuk duduk bersama Diana. Kasih langsung terkesiap kaget, apalagi Dirga
"Tapi nona, saya...."
"Hust.. Diem" Karina langsung menghentikan ucapan Kasih
"Bukan nya kalian mau ngadain kejutan ulang tahun?" tanya Dirga yang juga ikut mendekat kearah mereka
"Kamu kelamaan dateng nya. Pesta nya udah dimulai dari sore tadi" jawab Faiz yang masih menikmati kue itu. Sepertinya dia kelaparan
__ADS_1
Dirga hanya berdiri dan menoleh pada Jonathan yang masih sibuk dengan ponselnya. Wajah nya datar dan dingin seperti biasa. Namun cukup mampu membuat Dirga dan Kasih menjadi canggung
"Kenapa masih berdiri, ayo duduk" ajak Faiz memandang Dirga
"Masih sempat juga kamu datang kesini?" tanya Jonathan tiba tiba. Bahkan tanpa memandang pada Dirga
Dirga memandang Jonathan dengan lekat. Bahkan semua orang langsung menoleh kearah nya. Lelaki ini cukup bisa membuat suasana menjadi dingin dan memanas. Padahal tadi sudah sepakat untuk akur kembali, tapi nyatanya Jonathan malah diluar kendali. Dan tentu saja itu membuat jantung semua teman teman nya menjadi bergemuruh.
"Apa aku memang tidak lagi diperbolehkan bergabung dengan kalian?" tanya Dirga begitu serius. Namun Jonathan malah tersenyum sinis
"Apa kamu masih punya fikiran seperti itu?" tanya Jonathan pula. Kali ini dia membalas tatapan Dirga, begitu serius dan...tajam
"Sejak dulu aku tidak pernah berubah" jawab Dirga
Jonathan menaikkan sebelah alis nya dan memandang sekilas pada Kasih yang tampak terdiam dan tertunduk takut
"Itu dulu, tapi sejak mengenal Kasih bukankah kamu lebih mementingkan dia dari pada yang lain. Bahkan tugas mu saja kamu lalai, apalagi dengan pertemanan kita" ungkap Jonathan
Dirga masih memandang wajah datar dan dingin itu. Dia menarik nafasnya dalam dalam dan juga memandang pada Kasih sekilas
"Aku tahu aku sudah salah. Tapi aku hanya berniat baik untuk membantu Kasih. Dia memerlukan bantuan dan bukan maksudku untuk lalai dalam membantu mu diperusahaan" jawab Dirga
"Membantu orang yang sudah berniat jahat?" tanya Jonathan dengan sinis
"Tuan..." panggil Kasih begitu lirih, namun Dirga segera memotong nya
"Dia tidak begitu, dia melakukan nya hanya karena terpaksa. Kamu bisa mengetahui nya sendiri bukan?" sergah Dirga
"Aku tahu, tapi jika aku yang melakukan itu, apa kamu masih akan menganggapku sebagai teman?" tanya Jonathan tanpa memandang Dirga yang tampak terkesiap. Begitu pula dengan yang lain. Mereka tidak ada yang berani bersuara. Aura Jonathan benar benar menakutkan. Jika sudah begini seharusnya Ivan ada disini. Hanya dia yang bisa mencairkan suasana tegang ini
"Jo, kamu tahu bagaimana aku bukan. Aku melakukan itu pasti sudah aku fikirkan matang matang" sahut Dirga
"Walaupun kamu harus menjauhi kami dan lebih memilih dia?" tanya Jonathan lagi, dan kali ini dia memandang pada Kasih yang terlihat berkaca kaca matanya. Karina dan Diana begitu iba melihat gadis itu
"Tuan, ini salah saya. Tolong jangan marah pada Dirga. Saya tahu saya memang tidak pantas untuk ditolong. Saya...saya hanya...."
"Kasih cukup" sentak Dirga membuat Kasih langsung terdiam
"Dari awal aku sudah bilang kamu tidak salah. Aku yang mau membantu kamu. Sudah cukup penyesalan kamu. Semua nya sudah terbayar dengan apa yang kamu rasakan" kata Dirga pada Kasih.
Suasana terasa semakin memanas dan menegangkan. Kini Dirga kembali menoleh pada Jonathan yang sama sekali tidak ada berekspresi
"Jo, untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku menyukai seorang gadis. Dan gadis itu adalah Kasih. Jika hubungan ku dengan Kasih membuat mu tidak suka, aku minta maaf. Aku tahu jika Kasih pernah melakukan kesalahan pada kalian, tapi aku yakin dia tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama. Dia terpaksa melakukan itu, dan semua orang pasti punya masa lalu yang buruk. Aku menerima masa lalu itu, dan jika kalian tidak bisa menerima Kasih, maka aku tidak akan memaksa" ungkap Dirga panjang lebar
"Hanya sebatas itu pertemanan kita?" tanya Jonathan membuat Dirga terkesiap
"Kak, sudah" ucap Karina begitu pelan. Dia mengusap lengan Jonathan dengan ragu. Apalagi melihat Kasih yang sudah mulai menangis, Diana benar benar tidak tega. Dia mencoba menenangkan gadis itu
"Apa begitu yang dikatakan sebagai sahabat?" tanya Jonathan lagi
__ADS_1
Dirga memandang nya tanpa bersuara
"Dari dulu, aku selalu menganggapmu sebagai sahabatku yang paling dekat. Bahkan kamu adalah orang kedua setelah Ivan yang aku butuhkan. Tapi nyatanya kamu hanya menganggapku sebagai atasan yang hanya perlu dituruti perintah nya" ucap Jonathan senyum yang terlihat getir dan menggeleng pelan
Dan sungguh Dirga dan juga yang lain langsung tertegun mendengar itu. Untuk pertama kalinya seumur hidup mereka, baru kali ini Jonathan mengungapkan isi hatinya sendiri dihadapan teman teman nya
"Bahkan saat kamu membutuhkan sesuatu kamu hanya diam, dan lebih memilih mengerjakan nya sendiri. Aku berfikir jika selama bertahun tahun, pertemanan kita memang tidak berarti" jawab Jonathan
Dia langsung beranjak dan berdiri dari duduk nya.
"Jika memang begitu, maka teruskan lah. Tidak perlu berkata apapun lagi" ucap Jonathan
Dia menoleh pada Karina dan menjulurkan tangan nya
"Kita pulang" ajak nya pada Karina. Namun bukan nya tangan Karina yang membalas, melainkan tangan Dirga
"Maafkan aku. Bukan maksud ku seperti itu. Aku hanya takut jika kamu marah dan mengekang apa yang ingin aku lakukan" ucap Dirga dengan cepat. Wajahnya penuh penyesalan yang mendalam
"Kamu tidak mempercayaiku" kata Jonathan yang melepaskan tangan Dirga. Dirga langsung menggeleng dengan cepat
"Tidak, aku tahu bagaimana kamu. Kamu tidak akan dengan mudah memaafkan seseorang. Maka dari itu aku masih ingin membuktikan jika Kasih tidak seburuk itu" jawab Dirga
"Maafkan aku. Biarkan aku tetap bersama nya dan menjadi sahabatmu seperti dulu" pinta Dirga
Alis Jonathan kembali terangkat memandang Dirga dengan aneh
"Apa aku sekejam itu?" tanya Jonathan dan kali ini Dirga yang mengernyit bingung
"Aku bukan orang tua mu yang bisa menentukan masa depanmu. Jika kamu ingin bersama nya tidak ada urusannya dengan ku" jawab Jonathan
"Maksudmu, kamu tidak masalah jika aku menjalin hubungan dengan Kasih?" tanya Dirga lagi
"Apa kamu pernah bertanya padaku sebelum nya? Aku hanya tidak suka kamu yang menutupi semua nya dari kami" kata Jonathan
Dirga tersenyum senang dan langsung merangkul tubuh Jonathan yang terkejut. Dia begitu bahagia mendengar ini. Bahkan Karina dan Kasih langsung menghapus air mata mereka yang mengalir.
"Terimakasih terimakasih. Maafkan aku, kamu memang sahabatku yang terbaik" ucap Dirga begitu bahagia
"Uuuhh lepaskan, ini menjijikkan" kata Jonathan yang langsung mendorong tubuh Dirga
Faiz yang tadi sempat tegang sekarang malah tertawa lucu melihat mereka. Sama sama gengsi tapi butuh. Ya, begitulah hubungan pertemanan, adakala nya saling berbeda pendapat dan bertengkar. Namun akan segera membaik jika mereka bisa saling mengerti.
Tiba tiba kembang api meledak dengan kuat dan memancarkan sinar yang begitu indah diatas sana. Membuat semua mata langsung memandang keatas.
"Waaahhh ..... momen yang pas" gumam Diana
Karina langsung tersenyum dan mengangguk. Ini memang momen yang pas. Sebenar nya kembang api ini bukan untuk kejutan ulang tahun Faiz, melainkan untuk memeriahkan persahabatan yang sudah terjalin kembali. Dan tentunya sebagai penyambutan anggota baru mereka, Kasih.
Meski harus melalui sedikit drama, namun akhirnya, Jonathan dan Dirga bisa berbaikan kembali. Mereka tidak bertengkar sebenarnya, tapi hubungan mereka saja yang tidak sehangat dulu. Dan tentu itu tidak bisa dibiarkan. Akhirnya malam ini mereka bisa berkumpul kembali, bercengkrama sembari menikmati kembang api yang terus menerus meledak indah diatas sana.
__ADS_1
Kasih dan Dirga begitu bahagia. Bukan hanya hubungan mereka yang semakin dekat namun juga teman teman Dirga yang sudah mulai menerima Kasih. Tentu itu hal yang paling membahagiakan untuk mereka.