
Sudah dua jam Karina menahan sakit diperutnya akibat kontraksi yang tidak kunjung berakhir, melainkan semakin bertambah sakit sekarang. Sedari tadi dia berjalan kesana dan kemari agar pembukaan cepat bertambah. Karina berusaha untuk tetap tenang, namun Jonathan yang sudah seperti orang kebingungan sekarang.
Dia juga mengikuti kemana langkah Karina berjalan, membuat Delisha pusing sendiri jadinya. Sepertinya hari ini dia akan mendapatkan tiga cucu sekaligus. Astaga, benar benar mengejutkan. Baru beberapa waktu lalu dia merasa tenang, namun sekarang dia sudah harus merasakan ketegangan lagi.
Ibu Karina masih didalam perjalanan sekarang, jadi dia masih sendiri menjaga Karina bersama Jonathan. Prediksi kelahiran anak mereka seharusnya dua Minggu lagi, tapi entah kenapa malah maju lebih cepat. Sepertinya mitos jika ketularan lahiran memang benar.
Amelia sudah ada Indah yang menjaga nya diruang perawatan, jadi Delisha bisa sedikit tenang. Sekarang dia harus kembali tegang dengan Karina yang masih belum lengkap pembukaan nya.
"Ma, kenapa lama sekali. Amel cepat saja lahiran nya" kata Jonathan untuk yang kesekian kali.
"Bentar lagi nak, Amel kan dioperasi, dia juga pendarahan tadi. Jadi gak bisa ditunda. Sedangkan Karina normal, jadi harus tunggu pembukaan lengkap dulu" ungkap Delisha.
"Tapi dia kesakitan begini" Jonathan sepertinya sudah tidak sabar lagi.
"Sabar. Tunggu dokter Sandra" ucap Delisha.
"Aduh ma.. Karin gak kuat lagi berdiri" seru Karina tiba tiba.
Membuat Jonathan dan Delisha langsung mendekat kearah nya.
Jonathan langsung memegangi lengan Karina yang merintih kesakitan. Nafas nya bahkan terdengar begitu berat.
"Uuuhh sakit" kata Karina.
Delisha langsung memencet tombol pemanggil dokter.
"Usap perut Karin Jo" ujar Delisha.
Jonathan langsung mengusap perut Karina dengan lembut.
"Cepat keluar ya nak. Jangan bikin Mama sakit" gumam Jonathan seraya mengusap perut Karina.
"Kak, sakit banget. " ucap Karina lagi. Wajahnya sudah memerah menahan sakit.
"Atur nafas Rin. Jangan panik ya" ujar Delisha
Jonathan langsung membantu Karina berbaring diranjang dan terus mengusap perut Karina.
Bersamaan dengan dokter Sandra yang masuk kedalam ruangan itu bersama rekan nya. Semua alat yang diperlukan sudah tersedia, mereka hanya tinggal menunggu pembukaan saja. Sepertinya hari ini dokter Sandra memang harus bekerja ekstra karena dia yang memang bertanggungjawab dalam proses kelahiran pewaris keluarga Alexander ini.
"Angkat sedikit kakinya nona" pinta dokter Sandra.
Karina mengangkat kakinya sedangkan dokter Sandra langsung memeriksa pembukaan jalan lahir. Karina langsung meringis, tangan nya masih menggenggam erat tangan Jonathan yang sedari tadi tidak melepaskan nya.
"Pembukaan nya udah lengkap. Kita mulai ya" ucap dokter Sandra.
Delisha langsung keluar dari ruangan itu, sedangkan Jonathan masih mematung memandangi dokter Sandra yang sudah bersiap siap dan memasang sarung tangan nya. Jantung Jonathan benar benar bergemuruh hebat sekarang, dia masih tidak menyangka jika anak nya akan lahir hari ini juga.
"Kak... " Karina menoleh pada Jonathan
Jonathan semakin mengeratkan genggaman tangan nya dan mengusap wajah Karina yang sudah basah dengan keringat.
__ADS_1
"Yang kuat ya, kamu pasti bisa" ucap Jonathan.
"Jangan kemana mana" pinta Karina dengan ringisan diwajah nya.
Jonathan tersenyum dan mengangguk. Bahkan wajahnya juga ikut memucat sekarang. Dia benar benar cemas melihat Karina yang kesakitan.
"Nona ikuti arahan saya ya" pinta dokter Sandra
Karina hanya mengangguk saja dan mencoba menarik nafasnya pelan pelan.
"Sakit dokter" ucap Karina dengan berat.
"Iya, nona harus kuat, sebentar lagi jagoan kalian akan lahir. Ayo semangat" ujar dokter Sandra
"Kamu bisa sayang, kamu bisa" ucap Jonathan lagi.
Dokter Sandra mulai memberikan aba aba dan instruksi pada Karina. Karina mulai mengikuti nya dengan perlahan. Genggaman tangan nya pada Jonathan semakin kuat, bahkan kukunya serasa menancap ditangan Jonathan.
"Uuuuhhghghh" teriak Karina sekuat mungkin dengan nafas yang benar benar menderu
"Ayo nona sekali lagi" pinta dokter Sandra
Karina kembali mengejan dengan kuat, namun sama sekali belum berhasil, membuat Jonathan benar benar tidak bisa berkata apapun melihat kesakitan Karina ini. Dia membiarkan saja Karina yang meremas tangan nya dengan kuat, seakan menyalurkan kesakitan yang dia rasa.
"Uuuuaaagghhhhh" teriakan Karina yang kuat membuat Jonathan memejamkan matanya, dia benar benar lemas melihat Karina yang kesakitan seperti ini, namun sedetik kemudian dia langsung menoleh kearah dokter Sandra, karena suara bayi langsung terdengar menggema di ruangan itu.
Karina langsung bernafas dengan lunglai, wajahnya memerah dan pucat.
"Sayang, anak kita" bisik Jonathan. Bahkan tanpa terasa matanya berkaca kaca sekarang.
"Oke, ini anak pertama kalian. Tampan sekali" ucap dokter Sandra yang mendekat dan meletakkan bayi lelaki itu kedada Karina. Membuat Karina langsung menangis dan mendekapnya dengan erat.
"Anak kita kak" gumam Karina seraya mengusap wajah anak nya dengan tangan yang bergetar. Begitu pula dengan Jonathan, dia bahkan sampai meneteskan air mata bahagia.
"Iya anak kita" gumam Jonathan
Namun beberapa saat kemudian, Karina lagi lagi meringis kesakitan membuat Jonathan terkejut dan menoleh pada dokter Sandra.
"Dokter" panggil Jonathan.
Salah satu perawat langsung mengambil bayi mereka, sedangkan dokter Sandra kembali mendekat kearah Karina.
"Sekali lagi ya nona, dia sudah mau keluar juga" ucap dokter Sandra
"Rasanya udah gak kuat dok" ucap Karina
"Harus kuat, ayo seperti tadi" ujar dokter Sandra
"Ayo sayang, sekali lagi" pinta Jonathan yang kembali menggenggam tangan Karina. Genggaman Karina bahkan sudah terasa lemah dan tidak seperti tadi, membuat Jonathan benar benar cemas sekarang.
"Kamu pasti bisa, sekali lagi ya" ucap Jonathan seraya mengusap keringat diwajah istrinya.
__ADS_1
Dokter Sandra kembali memberi aba aba, dan lagi, Karina dengan kuat mengejan dan berusaha untuk mengeluarkan bayi nya.
Sudah beberapa kali, namun karena tenaga yang sudah terkuras membuat nya lemas sekali.
"Ayo lagi" pinta dokter Sandra
dan
"Uuuuuggghhhh"
Teriakan terakhir Karina berhasil membuat putra kedua mereka terlahir kedunia dengan suara yang tidak kalah lantang.
Karina langsung terkulai lemas dengan keringat yang membanjiri wajah dan tubuhnya.
"Terimakasih sayang, terimaksih sudah berjuang. Aku mencintaimu" ucap Jonathan seraya mencium dahi Karina dengan lembut.
Dan lagi lagi, dokter Sandra harus melihat pemandangan yang begitu mengharukan ini. Jika tadi saat Amelia melahirkan mereka diliputi ketegangan dan juga tangisan, maka kini mereka dibuat tersenyum melihat kata kata manis dari tuan muda yang terkenal dingin ini.
Yah, hari ini, rumah sakit ini adalah saksi bisu kelahiran pewaris kejayaan Aguenno group.
..
Beberapa saat kemudian, Karina sudah dipindahkan keruang perawatan. Begitu pula dengan kedua bayi kembar mereka. Jonathan baru saja selesai mengazankan putra putra nya. Dan sama seperti Ivan, dia juga hampir menangis terharu dengan hadiah dari Tuhan ini.
Didalam ruangan itu sudah ada ibu nya yang baru tiba, juga ada Diana dengan perut besar nya, dia ditemani oleh Kasih yang juga ikut menjenguk Karina. Setelah tadi melihat Amel dan bayinya, kini Diana dan Kasih baru melihat Karina.
Maxwel benar benar bahagia hari ini, dia dikarunia tiga cucu sekaligus. Jika anak Ivan sangat cantik, maka anak anak Jonathan begitu tampan dan menggemaskan. Bahkan dia sampai tidak bosan memandangi kedua bayi yang masih dalam inkubator ini.
"Tampan sekali" gumam Diana memandangi kedua bayi kembar ini.
"Iya, bibit unggul" ucap Kasih pula. Membuat semua orang disana langsung tertawa dengan lucu.
"Yah, keturunan Alexander memang tidak pernah gagal" jawab Maxwel dengan bangga nya.
Jonathan dan Karina hanya tersenyum saja melihat kebahagiaan orang tua mereka.
"Siapa namanya ini cucu cucu nenek?" tanya Ibu Karina yang juga merasa sangat bahagia.
Jonathan memandang Karina yang mengangguk dan tersenyum. Wajahnya masih pucat, tapi dia sudah sanggup untuk duduk dan tersenyum, tidak seperti Amelia yang masih begitu lemah.
"Nama nya...
"Rayyanza Alexander dan Rayden Alexander"
...
Tamat
terimakasih untuk readers yang sudah setia sampai akhir.
Semoga kalian selalu bahagia.
__ADS_1
#next dicerita aku yang lain ya guys