
Setelah bertemu dengan Ivan, Jonathan bergegas kembali keruangan Alex.
Terlihat Roy yang mondar mandir mencari keberadaan Jonathan disana.
"tuan dari mana saja" tanya Roy yang melihat Jonathan baru saja datang
"dari kamar mandi lah" balas Jonathan singkat membuat Roy langsung terdiam dan melirik semua anak buah nya, pasal nya mereka heran melihat tingkah tuan nya itu.
Jonathan pun masuk keruangan Alex bersama Roy yang membawa buah tangan.
Terlihat ibu Alex yang tengah duduk menyuapi Alex makan.
"selamat pagi tante" sapa Jonathan ramah
"pagi Jo, cepat sekali kamu kemari" tanya ibu Alex
"ya tante, sekalian jalan. Gimana keadaan mu lex, ?" tanya Jonathan menatap Alex yang masih bersandar diranjang nya.
"udah mendingan kok. Thanks ya udah dateng pagi pagi gini" kata alex
Jonathan pun hanya tersenyum tipis dan mengangguk.
..
Sementara ditempat Ivan.
Ivan sedang duduk dikursi taman rumah sakit setelah tadi mengantarkan makanan untuk Sari.
Ia sedang membuka kotak ponsel yang diberikan oleh Jonathan.
"wah, pasti ini mahal harga nya" kata Ivan sambil meneliti dan mengutak atik ponsel baru nya itu.
Terlihat hanya ada nama Jonathan didalam kontak ponsel itu.
"Jonathan, semoga tuhan membalas semua kebaikan mu" pinta Ivan dalam hati.
Dia pun mengirim sebuah pesan singkat pada Jonathan.
Ivan : bang, terima kasih ya
Biaya rumah sakit bapak udah aku lunasi
Sekarang kartu nya gimana??
Ting
Jonathan : kamu simpan saja dulu, kalau perlu bisa dipakai, kalau kamu sudah mau pulang baru kembalikan
Ivan : iya bang, terima kasih banyak ya bang, suatu saat aku pasti akan balas semua kebaikan abang
Ting
Jonathan : it's ok
Ivan pun langsung tersenyum.
__ADS_1
Sungguh orang yang baik. Fikir Ivan dalam hati.
...
Setelah hampir satu jam berada dirumah sakit, Jonathan pun memutuskan untuk pergi kekampus nya.
Entah mengapa hati nya merasa senang dapat membantu kesusahan Ivan.
Untuk seumur hidup nya baru kali ini ia merasa berguna untuk orang lain.
Apalagi ketika melihat kepolosan Ivan yang tak mengerti apa apa namun tetap ceria. Jonathan seperti ingin selalu dekat dan menjadi teman nya. Apalagi jika dia memiliki saudara seperti Ivan, mungkin hidup nya tidak akan merasa kesepian lagi. seperti ini.
..
Sore hari ...
Sementara dirumah sakit operasi yang dilakukan oleh pak Tarman juga sudah berjalan dengan baik dan lancar.
Kini pak Tarman sudah kembali berada diruang perawatan.
Dia masih tertidur karena pengaruh obat bius.
"uang kita cukup gak ya van, ibu takut gak cukup, mau cari dimana kalau kurang" lirih Sari cemas
"ibu gak usah khawatir, uang nya cukup kok. Lagian kata dokter nya kan kalau kondisi bapak stabil udah bisa cepet pulang" kata Ivan menenangkan ibu angkat nya itu.
"iya sih," lirih Sari menunduk.
"yauda, aku cari makan dulu bu" kata Ivan dan melangkah keluar.
Ivan pun pergi kesebuah warung makan. Jam sudah menunjukan pukul 3 sore. Ia makan dengan lahap karena sedari pagi belum ada makan barang sesuap nasi.
Ting
Bang Jo : kalau masih dirumah sakit jangan lupa pakai maskermu, soal nya teman teman saya masih berada disana
Ivan : oke bang, siap laksanakan 😁
Ivan pun melanjutkan makan nya. Tak lupa ia membawa sebungkus nasi untuk Sari.
Dia pun masuk kembali kerumah sakit.
Dan benar saja dilihat nya Jonathan dan teman teman nya tengah berada disana.
Ivan pun berjalan menunduk dengan topi dan masker yang menutupi wajah nya.
Jonathan yang melihat itupun hanya bisa tersenyum dibalik masker yang ia kenakan, dia tahu dan entah kenapa diantara banyak nya manusia yang lalu lalang disekitar rumah sakit itu dia sudah sangat tanda dengan Ivan walau dia sudah memakai topi dan menutupi wajah nya dengan masker.
"lucu sekali " batin Jonathan
.
Setelah melewati Jonathan dan orang orang nya Ivan pun berjalan seperti biasa.
"huh, ribet amat ya," rutuk Ivan dalam hati.
__ADS_1
Ivan pun masuk keruangan bapak nya. Terlihat pak Tarman sudah sadar. Dan tengah mengobrol ringan dengan Sari.
"bu ini makanan ibu, makan dulu" ucap Ivan sambil menyerahkan sebuah bungkusan pada Sari.
Sari mengambil nya dan duduk dilantai sambil memakan makanan yang dibawa Ivan.
"gimana keadaan bapak? " tanya Ivan yang kini duduk disamping ranjang pak Tarman sembari memijat minat pelan lengan nya.
"baik kok le, bapak wes gak papa. Cuma sedikit lemes aja" jawab pak Tarman masih terlihat lemah
"yauda, kalau gitu bapak istirahat aja dulu. Jangan banyak bergerak biar cepet sembuh" ujar Ivan sambil mengusap lembut bahu pak Tarman
Pak Tarman hanya mengangguk tersenyum.
..
Tak terasa sudah empat hari Ivan berada dirumah sakit. Kondisi pak Tarman juga sudah semakin membaik.
Sedangkan Alex hari ini juga sudah diperbolehkan pulang.
Ting
Ivan : bang, besok aku udah pulang kekampung, ini kartu nya gimana?
Bang Jo : yasudah, temui saya ditoilet rumah sakit sekarang
Ivan : oke bang
Jonathan pun pamit ketoilet pada teman teman nya dan juga pengawal nya.
'perasaan disini juga ada toilet deh' gumam teman teman Jonathan dalam hati namun tidak ingin bertanya lebih
..
Sesampai nya ditoilet, Jonathan melihat Ivan yang sedang berdiri didepan cermin besar disalah satu ruang. Ivan pun menghampiri Jonathan.
"ini bang kartu nya" kata Ivan sembari menyerahkan kartu kredit milik Jonathan
Jonathan hanya mengangguk dan mengambil nya.
"aku janji bang, aku bakalan ganti uang abang, tapi kalau nyicil nyicil gak papa ya bang, hehe" kata Ivan tak enak sembari menggaruk tengkuk nya.
"sudah, tak usah terlalu difikirkan" jawab Jonathan yang masih terus memandang wajah Ivan, sungguh sampai saat ini dia masih tidak menyangka bahwa ada orang yang semirip ini dengan nya, begitu juga dengan Ivan.
"ya bang, pokok nya suatu saat aku pasti ganti kok. Abang udah baik banget sama aku" lirih Ivan
"tidak perlu sungkan, sudah kewajiban kita saling membantu. Gimana keadaan bapak kamu, maaf ya saya tidak bisa menjenguk nya" kata Jonathan
"bapak udah lebih baik kok bang, iya gak papa la bang, kalau bapak liat bisa nambah penyakit nya nanti. Hehe" jawab Ivan cengengesan.
Jonathan pun hanya tersenyum menanggapi nya.
"yasudah kalau begitu saya pamit dulu ya. Sudah ditunggu. Sampai bertemu lagi Van" kata Jonathan pamit
"iya bang, sekali lagi terima kasih banyak ya bang, aku pasti akan membalas semua kebaikan abang suatu saat nanti" kata Ivan yakin
__ADS_1
Jonathan hanya mengangguk dan kemudian melangkah keluar sambil melambaikan tangan nya pada Ivan.
"semoga kita bertemu lagi" ucap kedua nya dalam hati