Story Of The Twins

Story Of The Twins
Maxwel Kembali dan Terluka nya Dua Jo


__ADS_3

Ivan memperhatikan tempat itu, dimana telah banyak anggota Rico maupun pihak musuh yang saling tembak, bahkan beberapa diantara nya sudah ada yang terluka.


Tentu saja itu membuat Ivan tidak berhenti gemetar bahkan wajah nya mulai pucat Pasih.


"ayo tuan muda, kita turun.  Ingat jangan jauh dari saya,  dan jika melihat musuh langsung tembak tanpa ragu" kata Rico memecahkan kegelisahan Ivan


"ah iya, siiap om" jawab Ivan cepat


Mereka pun turun dari mobil.  Dengan pasti Ivan memegang senjata nya dengan erat dan terus menempel pada Rico sementara Roy telah bergabung bersama pasukan nya yang lain.


Rico mulai menembak musuh yang mendekat kearah nya dan Ivan. Membuat Ivan sesekali memejamkan mata nya dan menghela nafas berat.


"jangan ragu untuk menembak,  apapun yang mencurigakan tembak saja." kata Rico sambil terus menembaki musuh yang ada didepan nya


Ivan pun lagi lagi hanya mengangguk


Dan ketika dia melihat musuh dibalik dinding hendak menyerang nya dia pun langsung melepaskan peluru pistol nya.


Dor


satu tembakan terlepas dan mengenai bahu orang itu


"wow,  permulaan yang bagus tuan,  lanjutkan.  Ingat fokus pada apa yang mencurigakan" kata Rico lagi


"hah , ternyata ini seru om,  berasa seperti difilm film" kata Ivan masih sempat sempat nya cengengesan


Dor


"hati hati tuan muda" teriak Roy dari jauh membuat Ivan terkejut karena hampir saja tertembak


"ayo fokuslah" kata Rico lagi


Ivan pun terdiam dan langsung melirik kekanan dan kekiri


Dia mulai menembaki beberapa musuh yang mendekat.  Walau beberapa kali hampir tertembak namun ia masih belum gentar.


Ada Rico dan Roy yang melindungi fikir nya. Lagi pula dia juga sangat mengkhawatirkan ibu nya, dia baru saja bertemu dengan orang tua kandung nya, jangan sampai mereka berpisah lagi, batin Ivan.


"hebat juga anak tuan Maxwel yang satu ini" gumam Rico dalam hati melihat aksi Ivan yang tidak takut dan nekad meski dapat dia lihat kaki dan tangan nya gemetaran.


Beberapa saat akhirnya mereka berdua bisa juga masuk kedalam vila itu. Ada beberapa penjaga namun dengan sigap Roy dan Rico melumpuhkan mereka.


Mereka kemudian mencari dimana keberadaan Delisha.


Mereka mendobrak sebuah pintu yang terkunci.  Dan betapa terkejut nya Ivan melihat Amelia dan juga Andrean yang terikat dengan luka disekujur tubuh mereka.


Terlihat Amelia sudah terkulai lemas dilantai dengan tangan terikat.


"apa apaan ini" kata Ivan terhenyak kaget


"tolong adiku Jo" lirih Andrean pelan dengan menahan sakit ditubuh nya.


Roy dan Rico pun langsung membuka ikatan tali mereka.


"bagaimana ini bisa terjadi,  kenapa kalian bisa disini" tanya Ivan heran


"sudah lah tuan,  kita harus segera mencari nyonya" kata Rico cepat.


"tuan tolong bawa adikku pergi,  aku akan menunjukan dimana nyonya Delisha berada" kata Andrean yang terlihat kepayahan untuk berdiri dan dibantu oleh Ivan


"baiklah,  Roy kau aman kan gadis ini,  kami akan mencari nyonya.  Perintahkan pengawal yang lain ikut kami" titah Rico


"baik tuan" jawab Roy

__ADS_1


Roy pun membawa Amelia keluar untuk diamankan karena kondisi nya yang sangat memprihatinkan.


Sedangkan Rico dan Ivan langsung mengikuti Andrean menuju tempat dimana Delisha disekap.


Andrean melihat beberapa orang mengikuti mereka dari belakang,  Rico yang melihat itu langsung mengikuti arah pandang Andrean.


"tenanglah,  itu orang orang ku," kata Rico dan


Andrean pun hanya mengangguk


Beberapa kali Rico dan pengawal nya melepaskan peluru mereka pada anak buah yang berjaga.


Mereka menaiki anak tangga yang lumayan tinggi kemudian berbelok kelorong yang agak sempit.


Ivan hanya terheran melihat gedung itu begitu luas dan mirip seperti labirin.


Setelah berjalan agak lama dan beberapa kali melewati penjaga yang lumayan banyak akhirnya mereka hampir tiba didepan sebuah kamar yang dijaga hampir sepuluh orang itu.


"itu tempat nya tuan,  hati hatilah.  Didalam sana ayahku pasti sedang dengan Seon, pengawal setia nya yang tidak bisa dianggap enteng" bisik Andrean pada Rico


Rico pun hanya mengangguk.


Dia mengecek lagi senjata nya.  Dan memerintahkan pengawal nya untuk melumpuhkan orang orang yang berjaga didepan pintu kamar itu.


Didalam kamar


"lepaskan aku,  tidak puaskah paman menghancurkan keluarga ku,  apa salah kami paman? " teriak Delisha pada Darwin


"hahhaa,  apa salah kalian katamu,  jelas salah karena kalian lebih kaya dari aku.  Seharus nya harta Maxwel milik istriku,  bukan dilimpahkan semua pada nya." jawab Darwin dengan wajah datar namun terlihat bengis


"cih,  sungguh tidak pantas itu menjadi hak mu.  Itu harta yang suamiku dan ayah nya kumpulkan sendiri.  Bukan harta warisan" ucap Delisha lantang


"haha,  apa peduliku.  Yang jelas jika kau dan anak mu mati maka seluruh harta mu akan jadi milikku. Hahaha" kata Darwin dengan suara yang menggelegar


Plak


"kau yang kurang ajar sialan. Matilah kau ditangan ku sekarang" teriak Darwin sambil menodongkan senjata nya


Dor


Arrggh


pistol yang dipegang nya pun terpental jatuh karena tangan nya yang tertembak oleh Rico.


"mama" teriak Ivan,  ia berlari mendekat kearah Delisha namun


Dor


Arrgh


"Jovankha! " teriak Delisha melihat Ivan yang tertembak


Ivan jatuh tersungkur karena lengan nya tertembak oleh Seon pengawal Darwin. Untung saja Andrean menendangnya hingga tembakan Seon meleset dan tidak mengenai punggung Ivan.


Melihat itu Rico dan Roy serta beberapa pengawal yang lain langsung melumpuhkan Seon dan juga Darwin dengan menembak kaki mereka.


Mereka pun langsung diamankan oleh pengawal pengawal Rico.


Andrean dan juga Roy langsung bergegas memeriksa Ivan yang tengah meringis menahan sakit. Sementara Rico langsung membuka ikatan tali ditubuh Delisha


"nak,  kamu kenapa ikut kemari,  maaf kan mama gara gara mama kamu terluka" lirih Delisha yang menangis melihat Ivan kesakitan


"tidak apa apa ma,  iIvan tidak papa.  Mama baik baik saja kan" tanya Ivan mengkhawatirkan Delisha

__ADS_1


"tidak nak,  mama tidak apa apa" balas Delisha sambil memeluk Ivan


"sebaik nya kita cepat keluar dari sini nyonya,  kita harus cepat membawa tuan muda kerumah sakit" kata Rico dan Delisha segera melepaskan pelukan nya.


Mereka pun keluar dari vila itu.  Rico membantu memapah Ivan sedangkan Andrean memapah Delisha yang terlihat lemas.


Diluar vila terlihat Roy masih mengamankan beberapa anggota Darwin yang selamat.


Terlihat Darwin menatap tajam kearah Delisha dan juga Rico.


"tidak akan aku biarkan kalian hidup tenang.  Akan kuhabisi kalian semua" teriak nya marah


Rico menatap tajam orang itu dan hendak menghampiri nya untuk menghajar wajah sombong orang yang sudah menghancurkan keluarga tuan nya.  Namun langkah nya terhenti mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal.


"biarkan dia Rico" ucap orang itu


Semua orang yang ada disana pun melihat ke arah asal suara.  Dan betapa terkejut nya mereka semua melihat kedatangan seseorang yang mereka rindukan selama ini.


Terlihat Maxwel dan Jonathan datang bersama Dirga dan juga Jhon.


"suami ku" lirih Delisha.  Airmata nya langsung jatuh berlinang melihat kedatangan suami dan anak nya Jonathan. Suami yang dikira nya telah tewas dan tidak akan bertemu lagi, tapi sekarang pria yang sangat dicintai nya ada dihadapan mata nya.


"iya ini aku sayang,  suami mu" jawab Maxwel, Delisha langsung berlari dan memeluk erat suami yang sudah sekian lama dirindukan nya itu.


Mereka semua terpaku menatap haru tuan mereka dan juga menatap heran Jonathan yang kenapa ada dua pikir mereka. sehingga tidak ada yang menyadari bahwa seseorang tengah menodongkan pistol kearah mereka.


Ivan yang melihat itu langsung menghadang nya,  namun kalah cepat dari Jonathan. Dia mendorong tubuh Ivan dengan kuat dan cepat.


Dor


Arrgh


"Joo! " teriak semua orang yang ada disana


"oh tidak Jonathan" teriak Delisha, dia dan Maxwel serta beberapa orang disana berlari mendekat kearah Jonathan yang langsung terkapar ketanah karena tembakan tepat mengenai perut nya.


Melihat itu Roy pun langsung melepaskan peluru nya kearah Darwin.  Hingga laki laki itupun tak berkutik lagi.


"Roy,  siap kan mobil kita kerumah sakit" teriak Rico. 


Rico bersama dirga pun langsung mengangkat tubuh jonathan masuk kedalam mobil bersamaan dengan itu polisi pun tiba ditempat dan langsung mengamankan Darwin dan orang orang nya


Sementara Maxwel dan Delisha menghampiri Ivan yang tengah dipapah oleh Andrean karena sudah lemas


"apa ini Jovankha kita? " tanya Maxwel sambil memegang lembut wajah Ivan


Delisha mengangguk dan Ivan hanya tersenyum manis dan haru melihat wajah ayah kandung nya.


Maxwel pun langsung memeluk erat Ivan dengan erat karena buah hati yang sangat dirindukan nya itu kini ada dihadapan nya, namun tak lama kemudian dia merasa aneh karena tubuh Ivan sudah terkulai lemas didalam pelukan nya. 


Ivan pingsan karena luka tembak dilengan nya sudah banyak mengeluarkan darah dan juga hempasan karena didorong Jonathan tadi juga membuat tubuh nya lemas.


"oh tuhan nak,  Jovankha bangun nak" kata Maxwel dan Delisha panik.


"ayo om kita bawa kerumah sakit" ajak Andrean sambil mengangkat tubuh Ivan dibantu dengan Maxwel


Mereka pun bergegas kerumah sakit tempat dimana Jonathan terlebih dulu dibawa kesana.


Sesampai nya disana Ivan langsung dibawa keruang IGD untuk dijalani tindakan medis.


Maxwel dan Delisha terlihat menangis sambil berpelukan.  Mereka merasakan kebahagiaan sekaligus ketakutan.


Bahagia karena dapat berkumpul lagi setelah sekian lama terpisah dan takut karena anak anak mereka kini tengah berjuang untuk hidup.

__ADS_1


__ADS_2