
Saat ini Ivan dan Amelia berdiri ditempat yang sudah disediakan untuk mereka. Sebuah pelaminan sederhana yang ada didalam resort itu. Siang ini adalah waktunya tamu tamu Maxwel dan Andrean yang datang. Jadi mereka masih berada diresort untuk menjamu seluruh tamu yang merupakan klien dan petinggi perusahaan juga sahabat sahabat Maxwel dan juga Andrean.
Pelaminan sederhana yang dibilang itu adalah sebuah tempat yang sudah dihias begitu indah dengan bunga bunga segar. Dekorasi yang ditata begitu rapi dan sangat indah.
Sore nanti barulah Ivan dan Amelia akan mengadakan pesta ditepi pantai hingga malam hari.
Saat ini mereka masih disibukkan dengan tamu tamu pembesar dahulu.
Ivan dan Amelia terlihat begitu bahagia, bahkan wajah mereka begitu berseri satu sama lain. Rasa gugup dan khawatir tadi seketika langsung hilang dan berganti dengan kebahagiaan dan kelegaan yang tiada terkira.
Mereka menyapa para tamu yang memberikan kata selamat pada mereka. Beberapa kali pula mereka berfoto bersama tamu.
"Capek gak?" tanya Ivan melihat Amel yang nampak sedikit membenarkan sigernya
"Belum, cuma ini agak jepit" kata Amelia menunjuk dahi nya yang sedikit sakit
Ivan langsung menoleh dan memeriksa nya. Membenarkan sedikit siger dikepala Amel hingga gadis itu merasa lebih baik
"Cantik banget istriku, jadi gak sabar" bisik Ivan dengan senyum menggoda nya
Amel tertawa dan menampar lengan Ivan sekilas
"Dasar... Udah liat tutorial belum?" tanya Amel pula. Ivan langsung tertawa lucu mendengar nya. Gadis ini bukan gadis polos, wajahnya saja yang imut, tapi fikiran nya sefrekuensi dengan Ivan
"Udah dong. Pokok nya aku udah belajar lima belas gaya" jawab Ivan dengan bangga nya
"Banyak bener, gaya apa aja" tanya Amel dengan senyum lucu nya. Mereka lagi lagi melupakan sedang berada dimana sekarang
"Gaya ular masuk terowongan pakek sayap " jawab Ivan dengan meliuk liukkan tangan nya. Amel langsung mendengus tawa dan menutup mulut nya. Fikiran nya langsung membayangkan bagaimana gaya itu nanti.
"Mana ada ular pakek sayap" kata Amel
"Ada dong, kamu mana tahu. Nanti malem kita coba. Aku yakin kamu suka" bisik Ivan sembari memainkan alis nya
"Iiihhh aku jadi takut" gumam Amelia bergidik ngerih
"Takut ... takut... nanti kamu juga ketagihan. Lihat aja bang Jo sama Karin, setiap pagi keramas" bisik Ivan dengan tawa yang dia tahan
Amel kembali tertawa dan memukul gemas lengan Ivan. Lelaki ini benar benar absurd sekali. Bisa bisa nya membicarakan orang lain. Jika Jonathan saja bisa begitu setiap hari? Apalagi Ivan. Oh my God. Amelia tidak bisa membayangkan nya
"Hei, apa yang kalian bicarakan. Tidak lihat semua orang melihat kearah kalian" kata Jonathan tiba tiba. Amel dan Ivan langsung terkesiap kaget dan langsung menoleh kearah Jonathan dan Karina yang ternyata sudah mendekat kearah mereka. Mereka bahkan tidak menyadari nya
"Hehe, lupa lagi" jawab Ivan dengan wajah cengengesan nya
__ADS_1
"Ciee yang udah jadi istri. Gak gugup lagi kan" ucap Karina pada Amel yang tersenyum dan menggeleng
"Enggak dong, udah lega banget" jawab Amel
"Sekarang udah sah saudaraan ya kita" kata Karina lagi dan Amel langsung tertawa
"Iya bener. Jangan jadi kakak ipar yang kejam ya kamu" kata Amel membuat Karina juga ikut tertawa. Mereka langsung berpelukan dengan hangat, setelah tadi tidak sempat karena Ivan dan Amelia yang begitu sibuk melayani para tamu yang cukup banyak
Jonathan dan Ivan saling pandang dengan senyum simpul mereka, apalagi melihat Karina dan Amelia yang juga sangat dekat layak nya saudara, dan kini mereka memang telah menjadi saudara ipar. Menantu dikeluarga Alexander.
"Ayo foto dulu" kata Karina mengeluarkan ponsel nya
Amel dengan semangat mendekat kearah Karina untuk berselfi. Jonathan hanya menghela nafas lelah melihat nya. Sementara Ivan malah senang senang saja. Memang menyebalkan.
"Kami mau ikut dong" sahut Diana tiba tiba. Dia baru datang bersama Faiz
"Ayo sini" ajak Amel
"Selamat nona, udah sah jadi istri. Semoga bahagia selalu" ucap Diana seraya memeluk Amel sekilas
"Makasi, kamu juga otw kan" jawab Amelia. Diana dan Karina langsung tertawa mendengar nya
"Doain aja ya. Biar anak kita seumuran nanti" bisik Diana pada mereka berdua.
"Hihi, iya biar sahabatan juga. Kan seru" sahut Karina. Mereka malah tertawa cekikikan bertiga.
"Terimakasih. Kado jangan lupa" kata Ivan pada Faiz yang langsung tertawa
Mereka saling memukul pundak masing masing karena begitu bahagia
"Aman, udah disiapin kok. Pasti suka" jawab Faiz
Kini Ivan beralih pada Jonathan
"Apa?" tanya Jonathan dengan wajah datar nya
"Kado mana?" tanya Ivan menengadahkan tangan nya pada Jonathan
Jonathan mendengus gerah dan langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya
Mata Ivan langsung terbelalak saat melihat Jonathan memberikan kunci mobil pada nya
"Wow, serius bang?" tanya Ivan tidak percaya memandang Jonathan yang mengangguk pelan
__ADS_1
"Hmm, aku bingung mau membuang uangku kemana " jawab Jonathan dengan wajah angkuh nya
"Haissss songong bener. Tapi, makasih deh. Baik banget. Padahal aku cuma ngasih seperangkat alat tempur, tapi dibalas beginian" kata Ivan terkekeh geli
Jonathan mendengus senyum mendengar nya. Ivan dan Amelia memang kurang ajar, disaat pernikahan nya kemarin mereka malah memberikan Jonathan dan Karina satu paket pakaian malam untuk pengantin baru. Lebih dari sepuluh macam lingerie dengan berbagai model dan warna. Alat permainan pasutri dan tentu nya beberapa jamu jamuan untuk menguatkan stamina. Hanya seperti itu, tapi tentu harga yang dibandrol tidak murah karena semua dari barang branded dengan kualitas premium
"Ya, karena itu aku sering telat pergi kekantor" ucap Jonathan membuat Ivan tampak terbahak bahak
"Enak gak?" tanya Ivan dengan sedikit berbisik
"Enak, nanti malam langsung coba" balas Jonathan pula
"Hei, tolong lah ya, masih ada manusia disini. Suka sekali membuat telinga orang ternodai" gerutu Faiz yang kesal karena terabaikan. Apalagi dia dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan
"Heh, bentar lagi Lo juga ngerasain. Gak usah sok suci deh" sahut Ivan membuat Faiz langsung berdecak kesal
"Bukan kah anda tahu wahai tuan muda, kalau saya ini masih perjaka tulen , tapi karena setiap hari melihat kemesuman kalian ,saya juga jadi ikut ternodai" jawab Faiz dengan wajah kesal nya
Ivan dan Jonathan sama sama tertawa lucu mendengar nya
"Gaya lu perjaka tulen. Giliran dapet cewe malah langsung minta nikah" sahut Ivan
"Ya dari pada nunggu lama. Patah hati, nahan rindu, galau. Gak enak banget" sindir Faiz
"Hei, ceritain apa sih kalian. Ayo foto dulu. Tuh mas nya udah siap" kata Karina mengejutkan ketiga lelaki itu, dia seraya menunjuk fotografer yang akan mengambil gambar mereka
Ketiga lelaki itu langsung terkesiap kaget dan segera mengambil posisi masing masing. Mereka berenam tersenyum dengan sumringah dengan gaya dan pesona masing masing.
Semua tamu tampak berdecak kagum melihat mereka. Apalagi dua kembar tampan yang sangat mempesona. Sinar mereka begitu indah dan tidak akan pernah bosan untuk dipandang. Sungguh, Maxwel Alexander benar benar beruntung memiliki mereka. Bukan hanya tampan dan berwibawa, namun kecerdasan mereka untuk memimpin perusahaan juga tidak bisa dianggap remeh. Sama seperti Maxwel yang juga begitu.
Beberapa gaya mereka tunjukan didepan kamera. Mengabadikan setiap momen pernikahan Ivan dan Amelia.
Dan setelah puas, kini bergantian dengan para orang tua yang mengambil foto.
Desliha dan Maxwel juga berfoto bersama Andrean dan juga istri nya. Tidak menyangka jika dulu mereka adalah musuh, namun sekarang mereka sudah menjadi sangat dekat karena Ivan dan Amelia.
Pak Tarman dan Bu Sari juga naik kepelaminan dan berfoto bersama ibu Faiz dan juga orang tua Karina.
Semua hal yang terjadi hari itu, benar benar terasa dipenuhi oleh kebahagiaan dan suka cita.
Teman teman Ivan maupun Amelia belum ada yang datang, karena memang acara untuk muda mudi akan diadakan sore nanti. Saat ini hanya para tamu besar Maxwel dan Andrean saja.
Sungguh hal yang paling dinantikan kini telah terbayar lunas. Ivan dan Amelia telah bersatu dalam ikatan janji suci mereka.
__ADS_1
Semoga cinta mereka bisa selama nya bersatu. Semakin hari semakin kuat dan bisa bertahan dalam gelombang kehidupan yang sudah pasti akan menerpa rumah tangga mereka nanti
Mulai hari ini, semua rasa akan bersatu. Jiwa dan raga adalah milik bersama. Saling menjaga dan percaya untuk membangun keluarga kecil yang bahagia. Cinta, pengorbanan, rasa sakit dan kerinduan, semua telah terbayar lunas dengan hari yang paling membahagiakan ini.