
tok tok tok
Delisha membuka pintu kamar Jonathan, dan dia langsung tersenyum melihat Ivan yang masih tertidur pulas dengan gaya yang selalu saja membuat Delisha geleng geleng kepala.
"Jovankha, bangun sayang, sudah siang, nanti kamu telat nak" kata Delisha lembut sembari menggoyangkan pelan bahu Ivan yang tertidur tengkurap dengan tangan yang memeluk guling.
Dia kembali tersenyum dan mengusap pelan kepala Ivan, anak yang dia kira hilang dan tidak akan dia lihat lagi ternyata ada dihadapan mata nya sekarang. Buah hati yang sangat dirindukan nya kini telah kembali pada nya. Takdir memang sungguh tidak bisa disangka, dahulu Delisha dan suami nya bersusah payah selama bertahun tahun untuk mencari keberadaan Ivan, namun hasil nya tidak ada sama sekali, dan sekarang saat dia sudah pasrah akan keadaan, Tuhan mengembalikan anak nya kembali.
"anak ku, ini benar kamu nak. mama masih tidak menyangka kamu ada disini sekarang, ada bersama mama" gumam Delisha dengan mata yang berkaca kaca sembari terus mengusap kepala Ivan
Ivan yang merasa terganggu tidur nya, akhir nya membuka mata nya perlahan. Dan yang pertama kali dilihat nya adalah wajah cantik ibu nya yang tengah tersenyum pada nya.
"mama" panggil Ivan dengan suara yang serak
Dia langsung membenarkan posisi tubuh nya dan bersandar dikepala ranjang.
"mama nangis?" tanya Ivan ketika penglihatan nya sudah jelas, dapat dia lihat mata Delisha berkaca kaca
Delisha tersenyum sembari menggeleng pelan, namun malah air mata jatuh dipipi nya
"mama hanya tidak menyangka , kamu ada disini nak, kamu ada bersama mama, mama seperti merasa ini semua mimpi" jawab Delisha membuat Ivan langsung tersenyum dan menghapus air mata Delisha
"mama rindu Ivan?" tanya Ivan lembut dan Delisha menganggukan kepala nya
"mama sangat merindukan mu, sembilan belas tahun bukan waktu yang sebentar nak" jawab Delisha yang langsung memeluk Ivan dan Ivan pun membalas pelukan hangat ibu nya, pelukan yang juga sangat dirindukan nya selama ini
"Ivan juga rindu ma, jangan bersedih lagi. Ivan udah ada disini sekarang" kata Ivan sembari mengusap punggung Delisha
"maafkan mama ya nak, kamu besar tanpa kasih sayang dari kami. mama melewatkan banyak waktu berharga bersamamu, hidup mu pasti sangat sulit diluar sana" lirih Delisha
"tidak apa ma, Ivan baik baik saja. Ivan mendapatkan orang tua yang juga menyayangi Ivan dengan baik, mama bisa lihat kan Ivan bisa menjadi seperti sekarang karena mereka" jawab Ivan dengan senyum yang mampu menenangkan Delisha
"iya nak, jika ada waktu mama ingin bertemu dengan mereka, orang baik yang sudah mau menjaga dan merawat anak mama ini. mama ingin mengucapkan terima kasih pada mereka" kata Delisha
"pasti. nanti Ivan akan bawa mama kesana" jawab Ivan
"sekarang mama tidak perlu bersedih lagi. Ivan sudah disini, setelah masalah ini selesai, kita bisa berkumpul lagi, Ivan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan papa" kata Ivan lagi membuat Delisha tersenyum
"papa mu pasti sangat bahagia bisa melihat mu lagi nak" jawab Delisha
"benarkah?" tanya Ivan ragu
"tentu saja. dia sudah menunggu lama untuk mendapatkan kalian, tapi takdir berkata lain saat itu. karena kelalaian mama kamu menghilang, dan orang yang paling terpukul adalah papa mu, dia mencari mu hingga keseluruh pelosok negeri, tapi sungguh kami tidak bisa menemukan mu dimana pun" ungkap Delisha sedih
"sudah lah ma, tidak perlu bersedih lagi. Sekarang Ivan disini, kita sudah berkumpul kan" kata Ivan
"iya nak, tapi kamu harus hati hati ya sayang, kamu baru berkumpul dengan mama, dan mama tidak ingin berpisah lagi dengan kamu" ungkap Delisha
"mama tenang aja, Ivan akan baik baik aja, pengawal disini semua menjaga Ivan dengan baik. Bahkan dikampus tak ada orang yang berani macam macam karena takut dengan bang Roy, hehe" Jawab Ivan dengan cengengesan nya membuat Delisha ikut tersenyum lucu melihat anak nya yang satu ini sungguh berbeda dengan Jonathan yang begitu pendiam.
"mama hanya takut nak, yasudah, sekarang bersiap siaplah, kamu harus kekampus menggantikan Abang mu kan" kata Delisha lagi membuat Ivan seketika terlonjak kaget
"oh iya, lupa keasikan cerita" jawab Ivan sembari turun dari tempat tidur mewah nya membuat Delisha geleng geleng kepala dan kembali tersenyum. Senyum yang selama ini sudah lama menghilang.
....
Pagi ini Ivan dan Dirga sudah berada dikampus seperti biasa. Ivan menjalankan aktivitas nya seperti biasa masih dengan memakai nama Jonathan.
Tidak ada satu orangpun teman nya yang tau siapa sebenarnya Ivan. Begitupun dengan Dirga yang masih berpura pura tidak tahu apapun. Dia memulai akting nya seperti biasa memperlakukan Ivan selayak nya Jonathan.
__ADS_1
"eh Van, udah dua hari ini gue liat si Andrean enggak ada deketin lo yakan" tanya Dirga kepada Ivan dengan berbisik
"iya, tapi kita harus tetap waspada. Udah ah sana lo, jangan deket deket gue gini, nanti yang lain curiga" kata Ivan sambil mendorong pelan bahu Dirga
"iya iya." jawab dirga melengos
Hari ini tampak Andrean juga belum ada mendekati Ivan. Ivan yang melihat itu hanya diam sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan. Seperti nya Andrean sudah curiga bahwa dia dan Dirga mengetahui rencana Andrean yang ingin memata matai Jonathan.
Siang ini Ivan tengah berada diperpustakaan bersama Dirga. Mereka sengaja memilih tempat yang aman untuk berbicara mengenai Andrean.
"sekarang apa rencana lo Van? " tanya Dirga dengan pelan takut ada yang mendengar nya
"gue juga belum tau, gue rasa si Andrean itu udah ngerasa kalau kita udah tau dia mata matain gue" jawab Ivan
"gimana kalau gantian kita yang mata matain dia" ucap Dirga
"cara nya? " tanya Ivan sembari menatap Dirga dengan lekat
"ya kita ikutin aja kemana dia pergi. Siapa tau kita bisa nemuin bukti kejahatan dia" ujar Dirga sambil menatap kekanan dan kiri
"boleh juga, nanti kita ajak bang Roy pulang dari kampus" balas Ivan membuat Dirga mengangguk setuju
Hingga tiba tiba datang seorang gadis mungil berambut pirang memotong percakapan mereka. Dia datang dengan nafas yang tersengal seperti habis berlari
"kak, boleh gabung gak, ada yang mau aku omongin. Penting" ucap gadis itu serius
"apaan, lo mau nembak ni anak, iya" ejek Dirga pada gadis yang tak lain adalah Amelia itu
"ck, kakak aku serius. Aku tau kakak bukan kak Jo kan" kata Amelia yang sontak membuat Dirga dan Ivan langsung terkesiap kaget.
Bagaimana mungkin gadis ini tau tentang kebohongan ini sedangkan teman yang lain tidak ada yang mengetahui nya.
"ap apa maksud mu Amel? " tanya Ivan gelagapan
Flashback on
Pagi pagi sekali Amelia sudah berada dirumah sakit. Ia menemani ibu nya yang tengah dirawat dirumah sakit yang sama dengan bapak Ivan dan juga Alex teman Jonathan.
Tak sengaja ketika ia berjalan hendak ketoilet ia sekilas melihat Jonathan berjalan tergesa gesa. Karena penasaran ia pun mengikuti Jonathan yang terus berjalan keruang perawatan kelas ekonomi.
Betapa terkejut nya Amelia melihat Jonathan menemui seorang pemuda yang begitu mirip dengan nya.
"astaga, mengapa mirip sekali dengan kak Jo. Aku gak salah liat kan. " gumam aAmelia
Dia melihat Jonathan memberikan sebuah paper bag dan juga kartu kredit pada pemuda itu .
Flash back off
" karena akhir akhir ini kakak beda, aku terus deketin kakak cari tau apa memang benar dugaan aku kalau kakak memang bukan kak jo. Kak jo gak pernah lo kak ngeliat aku, tapi kakak sendiri baik banget sama aku, menghargai apa yang aku lakuin. Dari situ aku yakin kalau kakak memang bukan kak jo. Iya kan kak? " tanya Amelia dengan nada sendu membuat Ivan dan Dirga saling pandang canggung.
"hmh, oke oke. Gue memang bukan bang Jo Mel. Tapi gue mohon sama lo jangan sampek orang lain tau tentang ini ya" pinta Ivan sungguh sungguh
"iya, awas lo kalau sampai lo bocorin ke orang orang" ancam Dirga pula
"iya kak, aku bakal jaga rahasia kok. Kalian tenang aja. Oh ya ada hal yang penting yang harus kalian tau kak" ucap Amelia dengan wajah yang tiba tiba berubah menjadi sedih
Ivan dan Dirga mengernyitkan dahi mereka penasaran
"apa Mel? " tanya Ivan
__ADS_1
"nanti malam bakal ada yang mau celakai ibu kak Jo kak, mereka bakal dateng kerumah kak Jo, mereka udah tau kalau kak Jo adalah pewaris Agueno" ungkap Amelia gugup.
Ivan dan Dirga yang mendengar perkataan Amel langsung berubah dengan perasaan tidak menentu.
"hah, apa maksud lo, lo tau dari mana tentang ini Mel? " tanya Dirga terkejut
Sedangkan Ivan hanya diam mencerna omongan Amelia
"maaf kak, aku gak bisa ngasi tau sekarang. Yang terpenting kakak harus hati hati ya" ucap Amelia menatap Ivan lirih.
"Aku permisi dulu" Amelia pun langsung pergi meninggalkan Ivan dan Dirga yang masih terpaku dengan ucapan nya.
Ivan dan Dirga pun hanya saling pandang seperti dua orang bodoh.
"apa kita harus percaya kata kata dia Van? " tanya Dirga
"kayak nya dia gak bohong Dir, gue gak liat kebohongan dimata nya" jawab Ivan masih dengan perasaan tidak menentu. Apa serumit ini masalah yang dihadapi oleh orang tua kandung nya.
"tapi dari mana dia tau itu semua ya? " tanya Dirga heran
"entah lah, yang penting sekarang lo hubungi bokap lo langsung deh, gue takut mama kenapa kenapa Dir" ucap Ivan lirih
Dirga pun mengangguk sembari mengeluarkan ponsel nya dan langsung menghubungi Rico papa nya.
Dia langsung menceritakan apa yang dikatakan oleh Amelia tadi pada Rico.
Setelah menghubungi Rico, Ivan dan Dirga pun kembali kekelas mereka.
...
Ditempat lain
Tok tok tok
Sebuah pintu ruangan terbuka. Masuk lah seorang laki laki dengan wajah yang tampak khawatir namun masih tetap tenang.
"ada apa Rico? " tanya Delisha
"sebaik nya malam ini nyonya jangan pulang kerumah dulu."kata Rico tanpa basa basi membuat Delisha menatap nya dengan heran
"kenapa? " tanya Delisha singkat
"saya mendapat kabar bahwa nanti malam suruhan Darwin akan menyerang rumah anda nyonya. Mereka sudah mengetahui bahwa tuan muda Jonathan adalah putera anda" ungkap Rico
Delisha yang mendengar itu langsung terduduk lemas dikursi nya
"lalu saya harus dimana dan bagaimana dengan Jovankha Rico? " lirih Delisha
"nyonya tenang saja, saya akan mengerahkan seluruh pengawal untuk menjaga nyonya dan juga tuan muda. Sebaik nya malam ini nyonya dan tuan muda dirumah saya dulu. " jelas Rico
"tapi apakah mereka tidak curiga Rico? " tanya Delisha lagi
"nyonya tenanglah, saya dan Roy akan menyusun rencana" jawab Rico yakin
Delisha pun hanya bisa mengangguk. Dia pasrah dengan apa yang sudah menimpa nya. Dia hanya berharap semoga semua cepat terselesaikan, dan anak nya baik baik saja.
..
Ditempat lain
__ADS_1
Seorang pria paruh baya tengah duduk dikursi kebesaran nya sambil memperhatikan setiap anak buah nya.
"jangan sampai rencana kita gagal. Aku mau istri dan anak maxwel mati. Malam ini" titah pria itu dengan suara bariton nya