Story Of The Twins

Story Of The Twins
Teman Setia


__ADS_3

Semalaman Delisha terjaga,  dia tidak bisa memejamkan mata nya.  Fikiran nya kacau dan tidak tenang.  Sekarang musuh nya sudah mulai tau tentang Jonathan.


"apa yang harus aku lakukan,  oh Tuhan,  bantu kami menghadapi masalah ini,  aku tidak ingin kehilangan lagi, sudah cukup anak kedua ku dan suami ku yang pergi,  jangan lagi Jonathan.  Aku tak kan sanggup Tuhan" lirih Delisha sendu sambil mengusap kepala anak nya.


Jam sudah menunjukan pukul 06.00 Delisha akhirnya memejamkan mata nya,  ia tertidur duduk dengan kepala bersandar diranjang jonathan.


Terlihat ibu Dirga masih tertidur disofa dalam ruangan itu.  Sedangkan Roy dan beberapa pengawal lain nya berjaga diluar ruangan.


Sementara Rico sudah pergi untuk menyelidiki kasus penembakan Jonathan.


Hingga beberapa menit kemudian terlihat Jonathan mulai sadar dari tidur nya.  Ia mengerjapkan mata dan membuka nya perlahan.


Menoleh kesana kemari dan melihat ibu nya tengah tertidur disebelah nya.


"ma,  mama" panggil Jonathan lemah


Delisha terbangun,  dilihat nya anak nya sudah  sadar,  dia pun tersenyum bahagia.


"kamu sudah bangun sayang,  syukurlah" ujar Delisha bahagia


Jonathan hanya tersenyum melihat wajah lelah ibu nya.


"oh nak jo sudah bangun,  kalau begitu saya panggilkan dokter dulu nyonya. " kata ibu Dirga cepat


Dan Delisha hanya mengangguk


"mama jangan sedih,  aku sudah tidak apa apa" ucap Jonathan menenangkan


"iya sayang,  kamu istirahat saja dulu ya,  " ujar ibu jo,  dan diangguki oleh Jonathan.


Tak berapa lama dokter pun masuk keruangan Jonathan.


Dan memeriksa keadaan jonathan.


..


Dikampus


"Jonathan kemana,  kok tumben tu anak belum datang" tanya Alex pada Dirga , Erika dan Samuel.


"gak tau,  tumben tu anak belum dateng.  Udah mau masuk juga"  ucap Dirga yang memang tidak mengetahui keadaan Jonathan.


Teman teman Jonathan saling pandang ketika kelas sudah dimulai.


Hingga pelajaran usai namun Jonathan tak kunjung hadir.


Jam sudah menunjukan pukul 11, Alex,  Dirga,  Samuel dan Erika berkumpul dikantin.


"kok tumben ya,  Jonathan gak masuk, gak da kabar pula" tanya Erika disela menyantap makanan nya.


"entah lah,  gue coba hubungi nomor nya tapi gak nyambung. " timpal Alex


"apa jangan jangan gara gara kejadian kemaren dia gak masuk ya? " seru Samuel mengingat kejadian Jonathan bersama Dion.


"gak mungkin lah karna hal sepele gitu dia gak masuk" ujar Dirga melerai.


"yauda Dir,  coba nanti lo tanyain sama orang tua lo,  orang tua lo kan deket sama keluarga Jonathan" ucap Erika


"iya,  nanti gue cari tau" kata Dirga.


...


Dirumah sakit


Terlihat Delisha sedang menyuapi Jonathan makan.  Sedangkan ibu Dirga sudah pulang kerumah nya.


"ma,  siapa orang yang menembak ku semalam?  Apa mama punya musuh? " tanya Jonathan pada Delisha yang tengah menyuapi nya makan.


"entah lah sayang,  mama juga tidak tau.  Tapi om Rio sedang menyelidiki nya, kamu tenang saja ya" jawab Delisha


"apa karna ini mama melarangku kemana mana? " tanya Jonathan lagi


"iya sayang,  mama tidak ingin melihatmu celaka" lirih Delisha


"tapi siapa orang yang berani melakukan nya ma? " tanya Jonathan lagi sembari terus menatap Delisha


"emm,  mama tidak tau sayang, " jawab Delisha sedikit gugup menutupi kenyataan bahwa paman dari ayah nya lah dalang dibalik ini semua.


"yasudah,  sekarang kamu istirahat dulu,  jangan banyak fikiran,  biar lekas sembuh dan kembali ke kampus. Masalah ini kita serahkan pada yang berwajib.  " imbau Delisha


Jonathan hanya menganggukan kepala nya.


..


Dirumah Dirga

__ADS_1


Hari sudah menunjukan pukul 03.00 , Dirga baru saja pulang dari kampus nya.


Dilihat nya ibu dan ayah nya tengah mengobrol serius hingga tak menyadari kedatangan nya.


"jadi bagaimana hasil penyelidikan nya mas? " tanya ibu Dirga pada Rico


"ya,  benar dugaan kita,  dalang nya adalah paman tuan Maxwel.  Anak buah nya yang menembak Jonathan semalam sekarang tengah berada dimarkas.  Suatu saat keterangan mereka kita perlukan. " ungkap Rico


"apa,  Jonatahan tertembak pa??  " tanya Dirga tiba tiba membuat Rico dan istri nya terkesiap kaget


"kau sudah pulang nak? " tanya ibu Dirga terkejut.


"ayolah,  jangan sembunyikan apapun dari ku ma , pa! , Jonathan temanku" kata Dirga kesal


"baiklah,  baiklah,  duduklah dulu" titah Rico. Dirga langsung duduk dihadapan orang tua nya.


"apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Dirga langsung


"semalam sepulang dari sini Jonathan diserang seseorang,  dan sekarang tengah berada dirumah sakit " jelas Rico menatap Dirga yang terlihat sangat terkejut


"apa,  bagaimana bisa pa,  siapa yang sudah berani melakukan itu? " tanya Dirga heran


"musuh orang tua nya," jawab Rico singkat


"musuh??  Orang tua Jonathan punya musuh?" tanya Dirga serius


Rico hanya mengangguk


"bagaimana mungkin,  setahuku Jonathan dan keluarga nya orang baik pa" ucap Dirga tak mengerti


"sebagai orang besar pasti banyak yang tidak menyukai mereka dan ingin menjatuhkan mereka nak" jelas Rico


"dan kau sebagai teman nya papa mohon untuk bisa membantu menjaga nya" tambah Rico


"maksud papa,  oh tunggu,  jadi selama ini orang tua nya mengekang Jonathan karena alasan ini,  karena ada yang ingin mencelakai nya,  begitu pa? " tanya Dirga masih heran


"iya kau benar, " lirih Rico


"tapi siapa musuh orang tua nya pa,  mengapa begitu tega melakukan ini?  " tanya Dirga lagi


" kau tak perlu tau nak,  orang tua Jonathan tak ingin Jonathan tau,  maka dari itu mereka menutupi semua ini dari nya" imbuh Rico sembari memijit pelipis nya yang terasa berat


"tapi kenapa papa begitu membela keluarga Jonathan,  maksud ku,  selama ini papa hanya bilang mereka cuma teman biasa papa" ucap Dirga menatap curiga ayah nya


"oke,  sekarang kau harus tau,  tapi papa mohon untuk merahasiakan ini dari siapapun, kau mengerti?" titah Rico sambil melirik istri nya.


"orang tua Jonathan adalah orang yang paling berjasa untuk keluarga kita nak,  papa bisa mempunyai segala nya karena papa Jonathan,  dia memungut papa dari jalanan,  membiayai kuliah papa , hingga menjadikan papa orang kepercayaan nya. Dan kau tau siapa orang tua nya? " tanya Rico menatap Dirga.


Dan dirga hanya menggelengkan kepala nya.


"orang tua Jonathan adalah tuan Maxwel alexander Aguenno pemilik kerajaan Aguenno group tempat papa bekerja" jelas Rico pada Dirga membuat pemuda itu terkejut


"apa??,,  jadi selama ini Jonathan anak milyarder itu,  astaga pantas saja dia dijaga ketat.  Dan papa juga bagian terpenting dari mereka.  Wah aku tak menyangka" kata Dirga terkejut sambil menggelengkan kepala nya takjub


Dan Rico hanya mengangguk


" berarti dia pewaris tunggal kerajaan Aguenno group pa?? " tanya Dirga lagi, sungguh dia benar benar terkejut akan kenyataan ini


"iya,  karena itu keselamatan nya sekarang sedang terancam.  Kau mau kan membantu papa menjaga nya? " pinta Rico


"pasti pa,  pasti aku akan membantu menjaga nya.  Bagaimanapun juga dia adalah temanku dan orang tua nya telah berjasa pada kita."  jelas Dirga mantap


"bagus,  tapi papa minta kau jangan mengatakan hal ini pada siapapun,  sebab status Jonathan masih dirahasiakan dari publik" pinta Rico


Dirga menganggukan kepala nya


"iya pa,  aku akan menjaga rahasia ini dengan baik"


" ya sudah nak,  kau istirahatlah dulu,  setelah itu ikut mama kerumah sakit menjenguk Jonathan" ucap ibu Dirga


"iya ma"


Kemudian Dirga pergi kekamar nya.  Dan membersihkan diri nya.


"aku tak menyangka kalau jonathan adalah anak milyarder itu, dari kecil kami berteman dan baru sekarang aku tahu tentang dia dan juga tentang kedekatan papa dan orang tua nya. astaga" batin Dirga dalam hati masih dengan keterkejutan nya


 


...


Setelah makan malam Dirga dan kedua orang tua nya pergi kerumah sakit untuk mengunjungi Jonathan.  Tak perlu waktu lama mereka tiba dirumah sakit dan menuju keruangan Jonathan. Terlihat Delisha tengah duduk disamping Jonathan.


"selamat malam nyonya" sapa ibu Dirga


"malam" balas Delisha ramah.

__ADS_1


"bagaimana keadaan tuan muda,  apakah sudah baikan? " tanya Rico pada Jonathan.


"sudah om,  terima kasih sudah menolongku kemarin" ucap Jonathan


"sudah kewajiban saya tuan" jawab Rico


"ini saya bawakan makan malam,  sebaik nya nyonya makan dulu" ucap ibu Dirga sambil menyodorkan sekotak makanan.


"terima kasih Nina" jawab Delisha dan langsung mengambil kotak itu.


"emm,  Dirga tolong temani Jonathan dulu ya,  tante mau makan diluar saja bersama orang tua mu! " titah Delisha pada Dirga


"baik tante,  eh nyonya! " jawab Dirga menunduk


"tante saja,  biar lebih akrab" jawab Delisha tersenyum dan diangguki Dirga.


Setelah itu Delisha dan orang tua Dirga keluar dari ruangan itu.


"gimana keadaan lo Jo,  masih sakit? " tanya Dirga khawatir karena melihat wajah Jonathan masih begitu pucat.


"tidak, ini sudah lebih baik" jawab Jonathan.


"anak anak pada nyariin tadi,  lo gak da kabar" jelas Dirga


Jonathan hanya tersenyum menanggapi nya.


"gak nyangka gue ada orang yang mau nyelakain lo, " lirih Dirga


"sama,  aku juga penasaran siapa yang mau mengusik keluarga ku" ucap Jonathan


"udah lah,  yang penting kan sekarang pelaku nya udah ditangkap" bohong Dirga


"kata siapa?" tanya Jonathan


"siapa lagi,  papa gue lah" timpal Dirga


"aku berhutang budi pada papa kamu Dir" kata Jonathan.


"papa lo kan sahabat papa gue,  jadi udah sewajar nya saling menolong" jelas Dirga


"thanks ya"


Kata Jonathan


"buat apa? " tanya Dirga


"buat kamu yang udah mau berteman dengan ku walaupun kehidupan ku seperti ini" lirih Jonathan.


"ngomong apa sih lo,  apapun dan bagaimana pun keadaan lo,  gue bakal tetap jadi teman setia lo" jelas Dirga bangga


Jonathan hanya tersenyum menanggapi nya.


Sementara dikantin rumah sakit tampak orang tua Dirga dan Delisha tengah mengobrol.


"jadi bagaimana perkembangan kasus ini Rico? " tanya Delisha


"orang yang menyerang tuan muda sudah saya sekap dimarkas nyonya.  Suatu saat mereka kita perlukan sebagai bukti" ucap Rico


Dan Delisha hanya mengangguk


"tapi seperti nya,  kita harus lebih memperketat penjagaan tuan muda,  sebab saya rasa mereka akan bergerak lebih cepat dari yang kita bayangkan nyonya" ujar Rico pula


"ya kau benar,  mereka tak akan tinggal diam setelah mengetahui keberadaan jonathan" lirih Delisha


"tapi nyonya tak perlu khawatir,  saya akan mengerahkan semua orang orang kita untuk selalu mengawasi tuan muda dan juga nyonya" timpal Rico


"apa yang harus kita lakukan Rico,  tak mungkin selama nya kita begini,  sementara Darwin sudah bertindak melebihi batas,  cukup lah suamiku yang jadi korban,  aku tak ingin anak ku pula yang jadi korban selanjut nya" ucap Delisha sendu.


"apa menurut nyonya kita ikuti permainan mereka? " tanya Rico


"maksudmu? " tanya Delisha yang belum paham


"jika mereka main kasar,  maka kita juga harus melakukan seperti itu,  kita juga tidak boleh tinggal diam" ucap Rico dengan senyum jahat nya


"apakah itu tak akan membuat masalah dikemudian hari? " tanya Delisha.


"kita bisa menghancurkan dia sembari mencari bukti kejahatan nya nyonya" ujar Rico menjelaskan.


"baiklah,  ku percayakan semua padamu" kata Delisha


Rico mengangguk


"nyonya tenanglah,  kami akan selalu ada untuk membantu nyonya" kata Nina


"terima kasih,  aku berhutang budi pada kalian" balas Delisha sendu. 

__ADS_1


"apa yang kami lakukan belum sebanding dengan apa yang sudah dilakukan tuan Maxwel nyonya,  jadi nyonya tak perlu sungkan,  saya sudah berjanji untuk setia pada beliau dan keluarga nya seumur hidup saya" ungkap Rico pada Delisha


"kami beruntung mempunyai orang seperti mu" kata Delisha tulus.


__ADS_2