
Jonathan berjalan pulang kerumah dengan langkah pasti, tatapan mata nya yang tajam lah yang membedakan nya dengan Ivan, jika Ivan ramah pada siapapun maka berbeda dengan Jonathan yang hanya mengangguk dan tersenyum tipis jika disapa oleh beberapa warga yang berpapasan dengan nya, membuat orang orang itu heran dan bingung dengan pemuda yang mereka kira Ivan itu.
Saat tiba diujung jalan Jonathan melihat seorang gadis tengah kesusahan membawa belanjaan yang lumayan banyak. Jonathan tak menghiraukan nya namun seketika ia menoleh ketika mendengar suara benda terjatuh dan melihat gadis itu terjatuh dari sepeda nya.
Jonathan pun langsung berlari mendekati nya.
"kamu tidak apa apa? " tanya Jonathan sambil membantu mengangkat sepeda dan belanjaan si gadis.
"eh enggak papa kak, cuma lecet dikit. Kak Ivan dari mana? " tanya gadis itu yang tak lain adalah Karina
Jonathan yang mendengar suara tidak asing itupun langsung melihat wajah gadis itu.
Deg
Jonathan seketika terdiam menahan debaran jantung yang tiba tiba hendak melompat itu.
"kak, hei kok melamun? " tanya Karina mengejutkan Jonathan sembari membersihkan bagian tubuh nya yang kotor
"eh, tidak" jawab Jonathan gugup
"kakak dari mana? " tanya Karina lagi
"dari mengamen dengan Faiz" jawab Jonathan singkat
"kamu bisa jalan, biar saya bantu bawa," kata Jonathan sambil memegang sepeda Karina
"gak papa ni, ngerepotin kakak? " tanya Karina takut takut. Dia merasa aneh dengan sikap Ivan yang terlihat sangat sopan dan bahasa nya yang formal
"tidak, mari saya antar kerumah. Kamu duduk saja disepeda biar saya yang bawa. Kaki mu terluka" kata Jonathan lagi
Karina hanya mengangguk sambil memandang lekat wajah Jonathan.
"kenapa ini, tatapan mata nya beda banget dari biasa. Kenapa mata ini membuat jantung ku berdetak cepat ya, biasa nya enggak deh" lirih Karina dalam hati
Jonathan yang melihat wajah Karina merah merona pun hanya tersenyum. Belum pernah ia merasakan sensasi seperti ini.
Jonathan mulai mengayuh sepeda Karina dengan perasaan gugup yang teramat. Begitu juga Karina.
Bagi Jonathan ini adalah kali pertama nya dekat dengan seorang gadis, berbeda dengan Erika yang memang sahabat nya bukan orang asing seperti Karina.
Disepanjang jalan warga yang melihat itupun hanya geleng geleng kepala, beberapa muda mudi menatap iri pada mereka yang terlihat manis dan romantis itu. Jonathan yang tampan berkharisma dan Karina yang memang bunga desa dikampung nya, membuat mata sedap memandang.
Beberapa saat mengendarai sepeda Karina, Jonathan menghentikan laju sepeda nya. Ia bingung hendak membawa Karina kemana, jika bertanya pasti lah Karina akan curiga.
"kenapa berhenti kak, itu rumah ku kan udah deket, " kata Karina sambil menunjuk sebuah rumah yang terbesar dikampung itu
"huh aman" ucap Jonathan dalam hati
"eh tidak. Hanya sedikit pegal" kata Jonathan bohong
"eh, aku berat ya kak, aku turun aja deh" jawab Karina tak enak
"eh jangan, kamu tidak berat kok. Sudah duduk saja. Kita jalan lagi" ucap Jonathan sembari mulai mengayuh sepeda nya kembali.
Beberapa saat bersepeda mereka tiba didepan pagar rumah Karina. Karina pun langsung turun dari sepeda nya.
"mari saya antar sampai kerumah. " tawar Jonathan
"eh, jangan kak. Ada bapak aku didalam. Bahaya nanti kalau dia lihat. Sampek sini aja. Makasi banyak ya kak" kata Karina dengan senyum manis nya
__ADS_1
"oh yasudah, saya pamit kalau begitu" balas Jonathan dengan senyum tipis nya namun mampu membuat Karina terpaku
Dan dapat mereka sadari jantung mereka masing masing berdetak lebih kencang dari biasa nya.
"oh tuhan, kenapa senyum nya itu, manis sekali," lirih Jonathan dan Karina dalam hati.
Jonathan pun langsung pergi dari rumah Karina setelah gadis itu masuk kerumah.
"aku kenapa ya, biasa nya liat kak Ivan aku biasa aja, tapi ini beda. Tatapan mata nya, senyum nya, buat aku deg degan.
Tapi dia pun kok beda banget ya, biasa nya kan urakan banget, ini tadi kok bisa sopan banget gitu ya. Sikap nya pun lebih cool. Gemesin." gumam Karina
Sementara Jonathan
"astaga, kenapa aku ini. Apa jantung ku bermasalah ?" lirih Jonathan dalam hati disela perjalanan nya kembali kerumah.
"tidak pernah aku merasa seperti ini, perasaan apa ini?" batin nya lagi hingga tanpa dia sadari Aldo dan teman teman nya menatap nya dengan kesal .
"heh, ngapain Lo disini?" seru Aldo membuat Jonathan terkesiap kaget
Jonathan menatap Aldo dan teman teman nya dengan wajah datar sembari mengernyitkan alis nya.
"pasti Lo habis jumpain Karina kan. Gak kapok juga Lo sialan" maki Aldo membuat Jonathan memutar malas bola mata nya dan mulai melangkah meninggalkan Aldo yang meradang.
"heh, Lo gak denger gue ngomong, mau gue gebukin lagi Lo, jangan belagu Lo ya" bentak Aldo sembari menarik bahu Jonathan dengan kasar hingga menghadap kearah nya.
"apa mau mu?" tanya Jonathan menatap Aldo dengan tajam hingga membuat Aldo dan teman teman saling pandang heran , karena biasa nya Ivan tidak akan seberani itu pada nya.
"oh udah berani Lo ya, udah merasa jagoan" kata Aldo langsung mengarahkan kepalan tangan nya kewajah Jonathan namun ditangkap dengan mudah oleh Jonathan.
"kau yang jangan merasa jagoan" jawab Jonathan tajam sembari mendorong kuat tangan Aldo hingga pemuda itu mundur beberapa langkah kebelakang
"kurang ajar, brengsek lo" teriak Aldo dan langsung kembali mengarahkan tinju nya pada Jonathan dan dibantu oleh teman teman nya.
Meski Jonathan anak emas yang tidak pernah keluar rumah, namun untuk soal bela diri dia sudah menguasai beberapa jurus, sehingga walau terlihat kepayahan dia mampu melawan Aldo dan teman teman nya.
Adu jotos dan saling tendang pun terjadi dan berlangsung sengit, Jonathan hanya mampu menghindari pukulan Aldo dan teman teman nya namun sekali tendang Aldo dan tiga orang teman nya sudah langsung jatuh ketanah dan meringis kesakitan
Bambang, Faiz dan Dian langsung berlari mendekat ketempat Jonathan.
"brengsek Lo, berani nantang gue Lo ya, mau gue usir dari kampung sini Lo" bentak Aldo sembari berusaha bangun
"omongan mu besar, tapi nyata nya kau tidak bisa apa apa. Pengecut" ucap Jonathan membuat semua orang yang ada disana terkejut menatap nya
"Van, udah Van, kita pergi aja dari sini" kata Bambang takut, walau bagaimana pun Aldo adalah anak RT mereka
"udah , jangan diladeni, ayok kita pergi aja" timpal Faiz pula
"iya, bisa gawat nanti urusan nya" kini Dian yang memeringati
"kemari Lo brengsek , gue habisi Lo sekalian, kalau perlu Sampek keluarga lo juga" seru Aldo membuat Jonthan memicingkan mata nya
"udah bang, maafin Ivan, gak enak diliat warga lain" ucap Bambang berusaha melerai
"gak usah ikut campur Lo" bentak Aldo pula
Dia kembali ingin menyerang Jonathan namun sebuah suara menghentikan nya
"apa yang kalian lakukan !!!!" teriak pak RT tiba tiba membuat mereka langsung menoleh kearah pria paruh baya itu
__ADS_1
Pak RT datang karena mendengar berita dari seorang warga yang berkata bahwa anak nya tengah berkelahi dengan salah satu pemuda didesa nya, sehingga dia cepat datang ketempat dimana Aldo berada
"apa kalian tidak punya kerjaan sehingga cuma bikin ribut disini" bentak nya lagi
"aku hanya memberi pelajaran pada anak tidak tahu diri ini pak" ucap Aldo menunjuk Jonathan dengan tatapan bengis nya
"kenapa lagi dia" tanya pak RT pula, sementara Jonathan yang tidak tahu siapa pria ini pun hanya diam, sedangkan Bambang, Dian dan Faiz sudah ketakutan
"lihat, dia menghajar kami sampai begini" adu Aldo membuat pak RT memicingkan mata nya sementara Jonathan tersenyum remeh sembari bergumam
"memalukan"
Aldo langsung memelototkan mata nya, sedangkan teman teman Ivan langsung menyikut lengan Jonathan
"maafkan saya pak, saya hanya membela diri karena mereka duluan yang mengganggu saya, dan saya juga tidak tahu apa salah saya. Jika itu mengganggu ketentraman bapak dan warga yang lain, saya benar benar mohon maaf" ungkap Jonathan dengan bahasa formal nya
"iya pak RT , nak Ivan gak salah apa apa kok. saya saksi nya, nak Aldo dan teman teman nya duluan yang mulai" kata salah seorang ibu ibu yang berada disana
pak RT langsung membuang nafas nya dengan kasar, dari wajah nya ia nampak tak suka dengan Jonathan yang dikira nya Ivan itu, namun untuk meluapkan emosi nya juga tidak mungkin karena banyak warga yang sudah berkerumun disana.
"Aldo, pulang" kata pak RT
"tapi pak" bantah Aldo
"pulang" kata pak RT dengan nada yang sengaja ditekan.
Aldo mendengus dan langsung pergi meninggalkan tempat itu bersama teman teman nya
"kalian juga bubar" kata Pak RT pada Jonathan dan yang lain
Mereka pun membubarkan diri dan kembali kerumah masing masing.
Kini Jonathan dan yang lain tengah berada dirumah Faiz
"Lo kok berani bener sih ngelawan si Aldo, biasa nya juga enggak" kata Faiz
"iya, biasa nya tahan bonyok tu muka dihajar dia, ini tadi malah sebalik nya" timpal Dian membuat Jonathan mengernyitkan alis nya
'berarti dia sudah sering menindas Ivan' batin Jonathan, dan entah kenapa dia seperti tidak terima
"tapi Lo keren bener Van, gue baru tahu kalo Lo bisa berantem, bisa bikin tu orang bonyok, seharus nya bikin sampek pingsan tadi" kata Dian lagi dan langsung mendapat timpukan dari Bambang
"suek lu, jangan lagi ngelawan mereka lah Van, si Aldo itu pasti gak akan tinggal diem kalo dilawani terus" ucap Bambang
"kalau tidak dilawan, dia bakalan sesuka hati nya saja kan" jawab Jonathan
"gak usah lah, kalau jumpa dia sebaiknya ngehindar aja. gak usah berurusan sama orang kayak dia itu" balas Bambang lagi, walaupun ingin membantah namun Jonathan lebih memilih menganggukan kepala nya
"lah, harus nya kan udah bener, kalau mau sama adik nya harus ngadepin Abang sama bapak nya dulu kan" ucap Dian membuat Jonathan kembali dengan wajah bingung nya
'Ivan suka dia?' tanya Jonathan dalam hati
"CK, perempuan gak cuma satu kok. udah lah Van, gak usah berurusan sama mereka. Mending fokus aja sama cita cita Lo" kali ini Faiz yang berbicara sejak dari tadi hanya terdiam memperhatikan Jonathan yang dikira nya Ivan itu .
"iya bener, kalo jodoh pasti bakal ketemu" balas Bambang
"ketemu dipelaminan sebagai tamu" jawab Dian sembari tertawa kencang
Faiz dan Bambang kembali memukul kepala nya namun juga ikut tertawa , sementara Jonathan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya melihat tingkah teman teman Ivan yang tidak ada beda nya dengan teman teman dekat nya dikampus.
__ADS_1