Story Of The Twins

Story Of The Twins
Menolong Adik Kasih


__ADS_3

Wajah Jonathan tertekuk dan terlihat begitu kesal. Dia hanya diam tanpa berkata sepatah katapun sejak tadi, membuat semua orang yang ada diruangan itu tidak ada yang berani untuk menegur nya.


Setelah pulang dari kantor polisi tadi, dia langsung kembali kerumah sakit tempat dimana Diana dirawat.


Dia benar benar kesal pada papa nya dan Ivan, satupun dari mereka tidak ada yang ingin memberitahukan dimana mereka menangkap dalang dibalik kejadian malam tadi yang menyebabkan Diana terbaring dirumah sakit.


Jonathan benar benar tidak terima, karena dia benar benar ingin menghajar orang itu, orang yang sudah berani berniat untuk mencelakai istri nya, jika tidak ada Diana, maka Karina lah yang akan terbaring disana.


"Nak, kamu tahu papa kan, dia pasti bisa menyelesaikan masalah ini" kata Delisha yang duduk didepan nya, dia mencoba membujuk Jonathan yang terlihat begitu kesal


Jonathan hanya melengos dan mendengus gerah, pandangan mata nya menatap datar dan dingin pada meja didepan nya.


Jika ada Ivan, maka dia pasti akan menggoda Jonathan yang terlihat seperti anak kecil yang sedang mengambek sekarang.


Lelaki itu sama sekali tidak ingin mengucapkan sepatah katapun karena menahan kekesalan nya.


Ibu Karina langsung menyikut lengan Amelia yang berdiri disebelah nya, membuat Amelia langsung menoleh pada ibu


"Ini gimana " bisik ibu yang terlihat bingung melihat menantu nya. Amelia langsung menggeleng pelan dengan wajah bingung. Jonathan kembaran Ivan, tapi kenapa mereka begitu berbeda, rasa nya jika tidak ada Ivan disini, semua terasa mengerihkan, apalagi dengan Jonathan yang terlihat sedang menahan amarah nya ini.


Amelia langsung memandang Karina, sangat lama hingga Karina yang duduk disamping Jonathan juga menoleh kearah nya.


Mata Amelia langsung melebar dan menggerakkan sedikit kepala nya kearah Jonathan, berharap Karina bisa menenangkan pria es itu, karena hanya dia yang bisa meluluhkan Jonathan, tapi sedari tadi dia malah hanya diam.


Karina terlihat menggeleng lemah dan meringis ngerih, namun pelototan mata ibu membuat nya langsung mengerucutkan bibir nya dengan kesal. Apa mereka kira dia tidak takut dengan Jonathan yang sekarang, meskipun dia sudah menjadi istri nya namun tetap saja jika Jonathan sedang marah dia selalu saja takut. Entah kenapa dia bisa cinta mati pada lelaki ini


"Sayang" panggil Karina dengan pelan dan ragu, dia langsung mengerjapkan mata nya dan bergerak gugup saat tiba tiba Jonathan menoleh kearah nya dengan wajah datar, namun dengan pandangan mata yang melembut


Dia tidak ada bertanya, hanya alis nya saja yang bergerak sedikit, dan tentu saja itu membuat Karina bertambah canggung


Dia memejamkan mata nya sejenak dan


"Karin laper" ucap nya dengan senyum getir


Jonathan memicingkan mata nya


"Kamu belum makan?" tanya Jonathan untuk yang pertama kali nya, dan Karina langsung mengangguk cepat.


"Ini sudah mulai sore dan kamu belum makan" protes Jonathan terlihat tidak suka


Amelia langsung menepuk dahi nya sekilas, ibu bahkan langsung menghela nafas lelah, sementara Diana yang terbaring diatas ranjang langsung memalingkan wajah nya demi untuk menyembunyikan senyum nya.


Bukan nya menenangkan, Karin malah menambah kadar kekesalan dihati Jonathan.


"Mama" Jonathan langsung memandang Delisha yang terkesiap bingung


"Kenapa?" tanya nya, pasal nya dia juga bingung, Karina sudah makan, dan kenapa dia malah bilang belum makan


Karina langsung meraih lengan Jonathan dengan cepat


"Eh kak, Karin pengen makan diluar, Karin gak selera makan disini" kata Karin dengan senyum canggung nya

__ADS_1


"Kita kekantin aja yuk" ajak Karina yang langsung menarik lengan Jonathan.


Meski bingung, namun Jonathan tetap beranjak dari duduk nya dan berdiri mengikuti langkah kaki Karina yang dengan cepat menarik nya


Karina melepaskan senyum getir pada semua orang yang ada didalam ruangan itu dan pergi membawa Jonathan keluar, jangan sampai lelaki ini membuat keadaan semakin rumit dengan emosi nya.


Setelah Karina keluar Amelia dan ibu langsung duduk diatas sofa ditempat Jonathan tadi.


"Maafin sikap Jonathan ya mbak, dia kalau sudah emosi selalu gak bisa dikontrol" ucap Delisha yang begitu tidak enak pada besan nya ini


"Gak apa apa, nak Jo sama kayak Aldo, kalau gak dibawa bapak nya pulang, pasti begitu juga kelakuan nya" jawab Ibu dengan tawa kecil nya


"Padahal kak Jo sama kak Ivan, kembar, tapi kenapa beda banget ya" gumam Amelia


"Jonathan sama seperti papa nya, kalau sudah marah pasti begitu" jawab Delisha


...


Sementara ditempat lain...


Disebuah rentetan rumah petak, jauh dari pemukiman warga, Ivan dan Dirga berdiri memandang sebuah bangunan tua yang sudah terlihat usang.


Mereka dikawal oleh Jhon dan anak buah nya yang sudah menyebar ditempat itu.


"Apa benar tempat nya disini?" tanya Ivan yang memperhatikan tempat itu, seperti tidak ada kehidupan disana


"Benar, papa memberikan alamat ini, mereka mendapat informasi jika tuan Beni memindahkan gadis gadis itu disini" jawab Dirga yang juga tampak mengedarkan pandangan nya


"Tuan, ada orang didalam" seru seorang anak buah Jhon


Ivan dan Dirga bergegas mendekati tempat itu, dan benar saja, samar samar Ivan dapat mendengar suara Isak tangis dan gumaman gumaman beberapa orang.


"Bang, buka" ujar Ivan pada Jhon yang langsung mengangguk


Jhon segera mencoba mendobrak pintu yang terkunci itu dengan tubuh besar nya. Dan setelah beberapa kali percobaan, akhir nya pintu terbuka .


Ivan dan Dirga langsung melebarkan mata mereka saat melihat ada sekitar enam orang gadis belia yang disekap didalam sana. Tangan dan kaki mereka diikat, bahkan mulut mereka juga disumpal dengan kain agar tidak bersuara. Benar benar pemandangan yang begitu keji.


Ivan begitu geram melihat ini, kenapa bisa ada manusia bejat yang tega berbuat seperti ini pada sesama manusia, bahkan untuk seorang anak anak belia yang sekarang kondisi nya begitu menyedihkan.


Ivan dan Dirga bersama yang lain langsung mencoba membuka ikatan tali mereka, namun bukan nya tenang, mereka malah menjerit dan menangis ketakutan membuat Ivan dan Dirga terlihat bingung.


"Tenang lah, jangan takut, kami akan menolong kalian" kata Ivan memandang sedih mereka satu persatu


Namun mereka malah mundur menjauh dan semakin ketakutan, apalagi melihat Jhon dan anak buah nya yang berbadan besar


"Kami tidak akan menyakiti kalian, kami datang untuk menolong" kata Dirga lagi


"Jangan takut ya, kita harus pergi dari sini, kalian mau pulang kan" timpal Ivan begitu lembut


Mata mereka yang berair tampak menunjukan perubahan, ada setitik harapan yang sangat mereka dambakan dari Ivan dan Dirga, membuat Ivan dan Dirga begitu miris melihat pandangan ini

__ADS_1


"Tuan tidak bohong?" tanya seorang gadis yang baru dibuka sumpalan mulut nya oleh Ivan


"Tentu saja, kalian bisa pulang setelah ini" jawab Ivan dengan senyum nya sembari melepaskan ikatan ditangan gadis itu


"Kami takut tuan berbohong, sudah beberapa kali mereka datang dan bilang ingin melepaskan kami, tapi mereka malah ingin menjual kami" ungkap seorang gadis berlesung pipi yang dibuka oleh Dirga sumpalan mulutnya


"Tidak, mereka sudah tertangkap, sekarang kalian bebas" jawab Dirga


"Benarkan?" tanya gadis itu dan Dirga langsung mengangguk dan tersenyum tipis


"Kamu adik kasih?" tanya Dirga sembari membuka ikatan dikaki gadis itu


"Tuan tahu?" tanya gadis itu begitu terkejut


"Ya, dia temanku" jawab Dirga


"Benarkah?" tanya nya dengan wajah yang begitu berbinar


"Lalu dimana kakak ku tuan, dia pasti sangat ketakutan, dia dibawa paksa oleh tuan jahat itu" kata gadis itu begitu kahawatir


Dirga tampak terdiam sejenak dan memandang Ivan yang telah memapah gadis lain nya untuk keluar


"Kakak mu baik baik saja, ayo kita keluar" ajak Dirga


"Lalu kenapa dia tidak menjemputku" tanya nya dengan mata yang berkaca kaca membuat Dirga menjadi tidak tega sekarang, bagaimana jika gadis ini tahu kakak nya dipenjara


"Dia sedang menunggumu disuatu tempat. Ayo" ajak Dirga lagi, sembari berdiri dan menjulurkan tangan nya, namun gadis kecil itu tampak terdiam dan menoleh kearah kaki nya


Dirga juga ikut memandang kearah kaki gadis itu yang dia angkat sedikit celana nya keatas, kaki nya terlihat membengkak bahkan dipenuhi oleh lebam biru


"Kenapa dengan kaki kamu?" tanya Dirga yang kembali berlutut dan memeriksa kaki gadis itu, tadi dia tidak memperhatikan nya karena tertutup oleh celana gadis itu


"Aku ingin kabur, tapi mereka menangkap ku dan memukuli kaki ku" jawab gadis itu dengan mata yang berkaca kaca


"Yasudah, ayo biar saya gendong" ucap Dirga yang segera membalikkan tubuh nya


"Apa tidak apa apa tuan?" tanya gadis itu meragu


"Tidak ayolah, kita harus cepat pergi dari sini" kata Dirga lagi


Dan gadis itu langsung beranjak dan memeluk leher Dirga dengan pelan.


"Siapa nama kamu adik kecil?" tanya Dirga saat gadis itu telah berada diatas punggung nya


"Kiky tuan" jawab nya


"Kiky, kamu bisa panggil saya kakak saja" ucap Dirga


"Benarkah?" tanya nya


"Tentu" jawab Dirga

__ADS_1


Ivan yang melihat nya dari mobil langsung tersenyum melihat kedekatan Dirga dengan gadis kecil itu. Padahal semalam Dirga tampak begitu marah dengan Kasih, namun ternyata dia bisa sepeduli itu dengan adik nya


__ADS_2