
Dua hari kemudian...
Siang itu Jonathan baru tiba disebuah dermaga ditepi pantai. Dia baru saja turun dari mobil nya bersama dengan Karina. Hari ini mereka akan melakukan sesi foto prewedding di atas sebuah kapal layar modern dan mewah yang disewa oleh Jonathan. Mereka ingin foto prewedding romantis diatas kapal sore nanti disaat matahari mulai terbenam. Karina ingin foto prewedding romantis dengan tipe siluet yang akan lebih terlihat astistik dan berkesan manis. Dan tentu saja Jonathan mengabulkan keinginan gadis nya itu.
Dengan setelan casual nya, Jonathan tampak terlihat lebih santai dan begitu segar. Wajah dingin nya menambah pesona tersendiri, celana pendek bewarna cokelat dengan kaos bewarna putih berlengan panjang, sederhana namun tidak mengurangi sedikitpun ketampanan pria berusia dua puluh enam tahun itu.
Jonathan menggenggam lembut tangan Karina menaiki anak tangga menuju kapal pesiar yang akan membawa mereka berlayar. Gadis itu juga terlihat santai dengan dress pendek bewarna putih. Sangat serasi dengan Jonathan, membuat beberapa orang Cruise staff yang melayani kedatangan mereka tampak berdecak kagum.
Mata Karina tampak berbinar indah saat telah berada diatas kapal yang jauh dari ekspektasi nya. Ternyata kapal ini sangat bagus, artistik dan tentu nya mewah. Selera Jonathan memang tidak diragukan
"Kamu suka?' tanya Jonathan
"Ya, ini bagus banget kak" jawab Karina
Jonathan langsung tersenyum melihat wajah bahagia Karina. Dia memang sudah menyiapkan ini sejak lama, kesana kemari mencari kapal yang sesuai dengan keinginan nya namun juga tetap disukai oleh Karina. Dan dia sangat puas, karena ternyata Karina sangat menyukai pilihan nya ini.
Karina berjalan sedikit kepinggir dimana lautan lepas tertampang nyata didepan nya, dia memejamkan mata sejenak dan menarik nafas dalam dalam menikmati aroma air laut dan udara yang terasa begitu menyegarkan.
Jonathan berdiri disamping Karina, dia menatap dalam wajah cantik Karina yang terlihat begitu cerah. Rambut dan mini dress nya melayang diterpa angin pantai siang itu, meski panas namun tidak membuat mereka terganggu, dapat Jonathan lihat Karina begitu menikmati keindahan alam dari atas sini.
Sudah bertahun tahun mereka menjalin hubungan, namun rasa nya setiap hari hanya Karina dan cuma Karina yang ada dimata dan hati nya. Rasa nya tidak ada lagi ruang untuk melihat wanita lain diluar sana. Bahkan Jonathan dapat merasa,jika setiap hari rasa cinta nya juga semakin bertambah pada gadis ini..
"Kak" panggil Karina membuat Jonathan yang sedang memandang nya tampak sedikit terkesiap
"Kenapa gitu banget ngeliatin Karin?" tanya Karina dan Jonathan langsung tersenyum tipis mendengar nya
"Kamu cantik" jawab Jonathan, namun Karina malah tertawa mendengar nya
"Kenapa tertawa" tanya Jonathan heran
"Wajah datar kakak gak cocok untuk ngegombal" jawab Karina
"Siapa yang menggombal. Kamu tahu aku bagaimana kan" ucap Jonathan yang memalingkan wajahnya dan menatap kearah lautan lepas membiarkan Karina yang kini bergantian memandang nya dengan lekat
"Sudah hampir delapan tahun kita bersama, rasa nya masih seperti baru kemarin aku bertemu dengan kamu" ungkap Jonathan tiba tiba, mata nya masih memandang kearah lautan, sedangkan Karin masih menatap nya dengan penuh makna
"Hari terus berganti, dan semakin lama kita semakin tahu kekurangan masing masing, tapi rasa nya semakin kesini aku semakin sadar, jika tanpa kamu entah bagaimana kisah hidupku" kata Jonathan begitu dalam, dia menoleh kearah Karina dan tersenyum tipis memandang wajah cantik yang terlihat tertegun itu.
Untuk seumur perjalanan cinta mereka, baru kali ini dia mendengar Jonathan mengungkapkan kata kata yang terasa begitu dalam dan menyentuh hatinya.
"Karina" panggil Jonathan pada Karina. Dia meraih tangan Karina dan menggenggam nya dengan lembut, menatap penuh kasih wajah cantik pemilik hati nya
"Hanya kamu dan cuma kamu, tetaplah bertahan bersama ku meski bagaimana pun sikapku nanti nya" pinta Jonathan
Dan tanpa sadar mata Karina menjadi berkaca kaca saat ini mendengar perkataan romantis pria kaku itu.
"Hanya kakak dan cuma kakak. Bukan hal yang mudah sampai ditahap ini, dan sampai kapanpun Karin pasti akan selalu bertahan untuk bisa mendampingi kakak, menjadi pasangan yang baik yang bisa buat kakak bahagia terus" jawab Karina
"Meski aku sudah tidak punya apapun?" tanya Jonathan dan Karina langsung mengangguk
"Ya, Karin harap kakak juga bisa menjaga ucapan kakak ini" kata Karin pula
"Tentu" jawab Jonathan yakin
__ADS_1
"Meski banyak yang lebih baik dan lebih cantik diluar sana?" tanya Karina dan Jonathan langsung mengangguk
"Hanya kamu dan cuma kamu" jawab Jonathan dan Karina langsung tertawa mendengar nya begitu pula Jonathan, mereka kembali memandang kearah lautan dengan tangan yang masih saling menggenggam. Mereka berada diujung paling depan bagian kapal, tepat dibawah layar, membuat angin yang berhembus begitu terasa dan sangat menyegarkan.
"Gak terasa ya kak, udah mau delapan tahun aja" gumam Karina
"Ya, waktu begitu cepat berlalu" jawab Jonathan
"Inget gak dimana pertama kali kita ketemu?" tanya Karina memandang Jonathan
"Dikampung, sewaktu aku bertukar peran dengan Ivan, waktu itu kamu jatuh dari sepeda ketika pulang belanja" jawab Jonathan dan Karina langsung tertawa malu mendengar nya
"Masih inget aja ya" kata Karina menahan senyum nya
"Segala hal tentang kamu dan kita aku masih mengingat nya. Aku juga ingat sewaktu kamu sering mengintip ku diam diam jika berada dikampus" kata Jonathan lagi membuat wajah Karina seketika langsung merona
"Iya, dulu itu mengagumi kakak udah kayak mengagumi bintang dilangit, terasa jauh banget, maka nya cuma bisa ngintip dari jauh" jawab Karina membuat Jonathan langsung mendengus senyum
"Hmm, kamu gak tahu aja butuh waktu berbulan bulan untuk berani dekati kamu" ucap Jonathan memandang wajah Karina yag tidak pernah memudarkaan senyum nya
"Aneh banget memang, padahal banyak banget cewe yang suka sama kakak dulu, bisa bisa nya malah milih Karin yang dari kampung" sahut Karina
"Percaya atau tidak, sejak pertemuan pertama kita aku sudah tertarik padamu" ungkap Jonathan membuat Karina terlihat mengernyitkan alis nya
"Beneran?" tanya Karina dan Jonathan langsung mengangguk
"Ya, gadis manis dengan kuncir dua nya, primadona desa" jawab Jonathan
"Gak nyangka aja, kehidupan Karin bisa sampai disini. Hidup dikota, punya semua yang dulu Karin inginkan, apalagi bisa berhubungan dengan kakak, rasa nya masih kayak mimpi" ungkap Karina
Jonathan mengusap pucuk kepala Karina dengan lembut, membuat Karina langsung menoleh kearah nya.
"Semua adalah hasil jerih payah kamu, semua kamu dapatkan dengan usaha yang tidak mudah, dan inilah hasil yang harus kamu nikmati" kata Jonathan
"Terimakasih sudah memilih Karina untuk menjadi pendamping hidup kakak" ucap Karina begitu tulus
"Terima kasih juga sudah mau menerima ku dan sabar dengan sikap ku yang seperti ini" balas Jonathan
Mereka berdua sama sama tersenyum dan mengangguk. Tatapan cinta yang tidak pernah hilang dari kedua nya. Siang hari yang sudah menjelang sore itu menjadi saksi bisu, jika perasaan mereka memang tidak main main. Menjadi saksi bagaimana besarnya harapan mereka untuk bisa terus bersama dan bertahan dengan sifat dan kekurangan masing masing.
Jonathan yang tidak menyangka jika dirinya akan jatuh hati pada seorang gadis dari kampung namun mempunyai semangat juang yang besar yang bisa membuat nya percaya jika hanya gadis inilah yang dia inginkan, gadis yang begitu bersabar menghadapi sikap nya yang angkuh, gadis yang bisa bersabar dengan sifat nya yang kaku, dan gadis yang mau berjuang untuk memperbaiki diri agar bisa pantas berdiri disampingnya.
Begitu pula dengan Karina, kehidupan nya yang hanya seorang gadis kampung, namun bisa menduduki posisi sekarang ini benar benar membuat nya begitu bersyukur. Semua usaha, tetesan keringat dan air mata yang dilaluinya akhir nya tidak sia sia, semua usaha yang dia lakukan bisa membawa nya pada kehidupan yang lebih baik. Apalagi bisa bertemu dengan Jonathan, dan menjadi pemilik pria dengan sejuta pesona itu yang tidak pernah menuntut apapun dari nya, sungguh Karina adalah orang yang paling bahagia saat ini. Semoga Tuhan melancarkan setiap rencana baik mereka.
....
Suara berisik dua orang membuat suasana romantis Karina dan Jonathan menjadi buyar. Diujung tangga didekat pintu masuk terdengar gerutuan Amelia dan suara tawa Ivan yang begitu renyah.
Amelia terlihat menekuk wajah nya dan mengomel pada Ivan yang berjalan disamping nya. Mereka berdua terlihat membawa sesuatu ditangan masing masing.
Karina dan Jonathan saling pandang bingung dan menggeleng pelan, dua orang ini memang selalu tidak pernah diam dimanapun mereka berada.
Jonathan membawa Karina mendekat kearah Ivan dan Amelia yang terlihat terduduk disebuah kursi yang ada disana.
__ADS_1
"Kenapa sih kak, ngomel mulu" tanya Karina pada Amelia
"Biasa Rin, lagi pms dia" sahut Ivan dengan wajah tengil nya. Kembaran Jonathan ini masih terlihat memakai kemeja kerja nya, meski sudah sedikit berantakan namun tetap saja tampan.
Amelia langsung mendengus kesal melihat Ivan
"Kenapa kalian lama datang nya?" tanya Jonathan menatap Ivan dan Amelia bergantian
Ivan baru akan membuka mulut, namun Amelia sudah lebih dulu menjawab pertanyaan Jonathan, dan terlihat begitu menggebu
"Gimana gak lama, nih adik kakak yang paling jengkelin, bisa bisa nya pergi kemall dulu sama sekretaris nya, Amel udah jamuran nungguin dari siang tadi" jawab Amel terlihat begitu kesal
Jonathan langsung menatap tajam Ivan yang terlihat menggaruk pelipis nya
"Ngapain kamu kemall?" tanya Jonathan dengan tatapan yang terlihat begitu mengintimidasi
"Ada meeting bang dihotel depan mall, jadi singgah aja kesana, ada yang mau dibeli juga" jawab Ivan
"Kenapa juga harus berdua sama sekretaris cewe itu" dengus Amelia
"Sayang" panggil Ivan dengan wajah yang dia imut imut kan namun Amelia malah menampar bahu nya dengan kesal
"Males sama kamu, pergi sana" usir Amel membuat Ivan semakin bingung dan Karina tertawa lucu melihat mereka
"Ivan!" panggil Jonathan dengan wajah yang begitu dingin menatap Ivan, membuat adik nya itu langsung menghela nafas pasrah
"Haii, iya iya, aku beli ini buat kita pakai nanti, aku juga pengen ajak kamu foto diatas kapal buat seru seruan, ide nya juga baru muncul siang tadi, jadi aku minta temenin Paula aja buat bantu pilih" jawab Ivan sembari mengeluarkan dua pasang pakaian pelaut dari paper bag yang dibawa nya
"Waaahh lucu nya" gumam Karina yang langsung meraih dan membentangkan pakaian pelaut wanita yang memang cocok ditubuh Amel
Amelia terlihat mengerjapkan mata nya beberapa kali melihat itu, sedangkan Jonathan langsung melipat kedua tangan nya didepan dada
"Kamu cepet banget cemburu nya, padahal aku mau buat kejutan nanti" kata Ivan
Amelia langsung tertunduk malu melihat itu
"Nama nya sayang" gumam Amel membuat Ivan langsung tersenyum mendengar nya, dia langsung menarik kedua pipi cubby Amel dengan gemas
"Uuuuuuuuuuhhhhh gemes banget deh, aku gak akan macem macem kok, aku kan cinta nya cuma sama kamu" ungkap Ivan
Karina langsung terkikik lucu melihat mereka, sedangkan Jonathan tampak mendengus gerah mendengar nya
"Dasar kadal" ucap Jonathan
"Aku kadal abang apa?" balas Ivan menatap kesal Jonathan yang hanya mengendikan bahu nya dengan acuh.
Jonathan mengambil pakaian ditangan Karina dan meletakan kembali diatas kursi Amel, setelah itu dia langsung merangkul pinggang Karina dan mengecup sekilas dahi Karina membuat Karina dan Ivan langsung memandang nya takjub, begitu pula dengan Amelia
"Kita kesana, kamu tidak boleh lelah dan panas panasan, apalagi mendengarkan gombalan kadal kecil ini" ucap Jonathan melirik Ivan sekilas dan membawa Karina pergi dari sana.
Ivan dan Amelia memandang Jonathan dengan wajah yang terperangah
"Apa dia abang ku?" gumam Ivan
__ADS_1