Story Of The Twins

Story Of The Twins
DiLarang


__ADS_3

Sesampai nya dikantin kampus Jonathan dan teman teman nya pun duduk dan langsung memesan makanan mereka masing masing.


Ditengah keasikan menyantap makanan tiba tiba datang Dion bersama teman teman nya.


"wah wah,  lihat lah si idola kampus,  baru nongol aja.  Sakit lo habis gue tonjok kemaren? " ucap Dion mengejek


Sementara Jonathan hanya melirik tajam dan langsung menikmati makanan nya kembali.


"maka nya ya,  jadi orang tu gak usah sok berkuasa,  kemana mana dikawal,  kemana mana bareng temen,  dasar anak mami" ejek Dion lagi sambil diselingi tawa teman teman nya.


"eh kak,  bisa gak sih gak usah nyari ribut dikampus! " seru Samuel tiba tiba yang sudah geram dengan kelakuan Dion dan teman teman nya.


"wah,  kan ada yang bela ni anak mami,  dibayar berapa lo sama anak mami ini ha? " tanya Dion mengejek


"kalau kalian masih ganggu kami, kami gak segan segan bakalan berbuat kurang ajar ya" kata Dirga pula


"hahaha, belagu banget lo, siapa lo berani ngancem gue" tantang Dion menatap sinis Dirga yang nampak sudah mengepalkan jari jari nya


"kita memang bukan siapa siapa, tapi apa pantas senior seperti kalian berbuat semau nya seperti ini?" timpal Alex pula sambil menepuk pelan pundak Dirga agar tidak terbawa emosi sementara Jonathan masih diam menatap makanan nya


"ck ck ck, lihat lah tuan Jonathan dibela para cecurut nya" ejek Dion lagi


brakk


semua orang yang ada disana terkejut melihat Jonathan yang tiba tiba menggebrak meja hingga piring dan gelas saling beradu


"apa mau mu sebenar nya???" tanya Jonathan yang sudah emosi dan berdiri menatap tajam Dion


"mau gue,  lo gak usah belagak sok jagoan disini,  lo gak tau kampus ini punya siapa ha? " tanya Dion meninggi meski nyali nya juga sedikit menciut karena tatapan mengintimidasi dari Jonathan.


"ciih,  apa peduliku, kau kira kau siapa, senior yang tidak tahu tata krama, kau iri karena kami lebih baik darimu kan!!" kata Jonathan dengan mata tajam nya, memandang sinis Dion


Dan sontak itu membuat Dion naik pitam dan langsung mengarahkan tinju nya ke arah Jonathan, namun dapat ditangkis oleh Jonathan dengan mudah.


"manusia rendahan" desis Jonathan membuat Dion dan teman teman nya mendorong kuat tubuh Jonathan membuat pemuda itu mundur beberapa langkah dengan perut yang terhantam sudut meja.


"Jo" teriak Erika panik, dan tentu saja semua mahasiswa dan mahasiswi yang berada di kantin itu juga ikut panik dan berkumpul melihat apa yang terjadi.


Dirga , Alex, dan Samuel langsung menghadang Dion dan teman teman nya yang hendak menyerang Jonathan kembali namun Roy dan anak buah nya yang sudah tiba ditempat pun langsung menangkis serangan Dion.


"tolong jaga kelakuan anda tuan! " kata Roy pada Dion dengan tajam


"cih liatlah antek antek nya sudah datang,  wow hebat" kata Dion mengejek dan langsung melepas pegangan tangan Roy dengan kasar


Sedangkan jonathan memegangi perut nya yang terasa sakit karena luka tembak nya belum begitu kering.


"Jo, kita pergi, luka Lo" ucap Dirga khawatir sembari menarik Jonathan keluar dari kantin itu menuju ruang kesehatan.


"woy,  mau kemana lo,  dasar pengecut" bentak Dion kasar


"sekali lagi saya peringatkan tolong jaga sikap anda jika tidak ingin masalah ini semakin besar" ingat Roy sekali lagi


"siapa lo,  berani ngatur gue,  lo gak tau siapa gue ha? " tantang Dion pada Roy


"siapapun anda,  saya tidak perduli.  Dan saya ingatkan jangan pernah sekali kali anda mengganggu tuan Jonathan.  Paham? " kata Roy tajam

__ADS_1


"cih,  apa peduliku" remeh Dion.


Karena kantin hampir penuh dan situasi yang tak memungkinkan akhirnya Roy memerintahkan anak buah nya untuk melapor dan membawa Dion dan teman teman nya ke ruang kepala kampus.


"bawa dia keruang kepala kampus ini" titah Roy pada anak buah nya


"hei,  berani sekali kau kurang ajar ya,  kau tak tau siapa aku ha? " kata Dion emosi karena digeret oleh anak buah roy.


Dion tak pernah tau dia berhadapan dengan siapa,  dia juga tidak tau jika orang tua Jonathan adalah pemegang saham terbesar dikampus itu melebihi orang tua Dion.


Dion dan teman teman nya dibawa keruang kepala kampus untuk disidang.


Sementara semua orang yang berada di kantin itu saling berbisik aneh.


..


Jonathan dan Dirga kini tengah berada diruang kesehatan sedangkan Erika, Alex dan Samuel sudah kembali kekelas mereka karena jam pelajaran sudah dimulai.


"Untung luka Lo gak terbuka lagi Jo" ucap Dirga ketika Jonathan telah diperiksa oleh seorang mahasiswi kedokteran disana.


"iya, lain kali hati hati, luka kamu belum kering, jadi sangat sensitif" kata Dina , gadis yang memeriksa luka Jonthan


Jonathan hanya mengangguk dan tersenyum tipis membuat Dina langsung tersipu malu


"yasudah, kami permisi dulu ya kak" kata Dirga pula


"iya, hati hati ya prince" kata Dina pada Jonathan yang turun dari ranjang pasien dengan perlahan sembari meringis sakit


"ya, terimakasih" jawab Jonathan singkat, namun itu cukup membuat Dina kembali tersipu


"Lo yakin kita gak pulang aja?" tanya Dirga untuk yang ketiga kali


"berisik kamu" kata Jonthan


"luka Lo itu bisa makin sakit Jo" tambah Dirga lagi membuat Jonathan berdecak kesal


"aku tidak apa apa Dir, ini sudah membaik" balas Jonathan lagi


"CK, terserah Lo lah" jawab Dirga


Mereka pun memulai kelas nya kembali hingga jam pelajaran usai.


Mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing masing dengan mengabaikan pertanyaan teman teman sekelas nya.


"kamu apakan mereka tadi? " tanya Jonathan pada Roy ketika didalam mobil.


"tidak ada tuan,  saya hanya menyerahkan nya pada pihak kampus agar tak membuat ulah lagi" kata Roy


Jonathan hanya mengangguk pelan.


"jangan beri tahu mama tentang hal ini, aku tidak ingin dia khawatir" kata Jonathan datar


"baik tuan" jawab Roy


Hingga setelah beberapa menit akhirnya mereka pun tiba dirumah.

__ADS_1


"tuan sudah pulang, " sapa bibi may ramah.  Pengasuh Jonathan sejak kecil


Jonathan hanya mengangguk tersenyum.


"mau ibu masakin apa buat makan siang? " tanya bibi may lagi


"terserah ibu saja," jawab Jonathan singkat


"baiklah,  kalau begitu tuan bersih bersih dulu,  biar ibu siapin makanan nya" jawab bibi May


Dan Jonathan hanya menganggukan kepala nya dan langsung melangkah masuk kekamarnya.


Setelah selesai bersih bersih Jonathan pun langsung menuju meja makan untuk menyantap makanan nya.


Seperti biasa dia hanya makan sendiri dan sesekali ditemani oleh bibi may. Ibu nya sangat jarang berada dirumah, mereka hanya bertemu saat sarapan dan makan malam, itupun jika Delisha sedang berada dirumah. Delisha terlalu sibuk mengurus perusahaan dan anak cabang nya yang berada diluar kota, bahkan terkadang dalam sebulan Jonathan sangat susah untuk menemui ibu nya. Sementara Rico harus tetap berada di kantor pusat dan mengawasi Jonathan dari musuh orang tua nya.


Setelah selesai makan dia pun masuk kembali kekamar nya. Mengerjakan tugas tugas kampus nya yang mulai menggunung.


Dengan laptop dan juga beberapa tumpukan buku dan juga berkas berkas kuliah yang lain.


Hingga tak terasa malam sudah larut dan Jonathan terlelap dalam tidur nya.


..


Keesokan pagi nya, Jonathan sedang sarapan bersama Delisha yang baru pulang setelah malam larut.


"ma,  ada yang ingin aku bicarakan" ucap Jonathan saat telah menyelesaikan sarapan nya


"ada apa nak? " tanya Delisha


"minggu ini kampus akan melakukan studi tour sekaligus traveling di desa xx, aku ingin ikut" pinta Jonathan


"tidak boleh" jawab Delisha cepat


"ayolah ma, sekali ini saja, " mohon Jonathan


"tidak jo,  tempat itu sangat jauh,  desa itu juga dekat lereng gunung kan,  berbahaya" jelas Delisha menatap dalam Jonathan


"sekali ini saja ma" pinta Jonathan lagi


"mama bilang tidak ya tidak" ucap Delisha mulai meninggikan suara nya.


"ma,  lagian Roy dan anak buah nya juga ikut.  Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan bukan? " jelas jonathan menatap dalam wajah ibu nya.


Hati nya mulai kesal karena susah untuk membujuk ibu nya.


"tidak,  dengarkan mama Jo,  bahaya mengintai mu diluar sana.  Kenapa kau tidak mengerti juga nak" lirih Delisha


"aku sudah besar ma,  sampai kapan aku harus dikurung terus seperti ini" ucap Jonathan mulai emosi


"cukup jo cukup.  Tidak ada bantahan" kata Delisha tegas.  Dia pun langsung beranjak pergi kekamar nya meninggalkan jonathan sendiri.


"hhh,  selalu saja seperti ini" lirih Jonathan.


..

__ADS_1


*jangan lupa like , coment and vote nya ya guys ...


__ADS_2